“Cinta tidak membuat diri kita tegang, namun justru membuat hati teduh dan tenang. Semoga buku Tausiyah Cinta ini bisa membantu para pembaca mendefinisikan apa itu cinta sejati.” ~@felixsiauw, penulis bestseller ‘Udah Putusin Aja!’
“Cinta harus dirawat, agar kita tak terjerumus ke lembah maksiat. Cinta harus sesuai fitrah, agar yang dihasilkannya bernilai ibadah.” ~@TeladanRasul, penulis bestseller ‘Open Your Heart, Follow Your Prophet’
“Cinta itu indah, cinta itu mulia. Baca buku ini dan bersiaplah menerima kejutan-kejutan tentang cinta.” ~@ManJaddaWaJadaa, penulis ‘I Believe, Jomblo Bermartabat Married Bermanfaat’
“Buku ini membantah kata-kata Patkay, ‘Cinta, deritanya tiada akhir …’ Yang benar, seperti dijelaskan buku ini, ‘Cinta, kesuciannya kita yang ukir.’” ~Brili Agung, penulis ‘Jangan Bodoh Mencari Jodoh’
“Buku ini adalah tentang cinta dalam diam. Diam karena menjaga kemuliaannya, diam karena urusan hati hanya Allah yang perlu tahu.” ~@rindu_ade, penulis ‘Perempuan Pencari Tuhan ’
“Membaca buku ini seperti sedang menelusuri jalan cinta dengan segala kejutan kebaikannya.” ~@Canunkamil & @Fufuelmart, Romantic Couple Trainer & Writer, penulis bestseller ‘Jodoh Dunia Akhirat’
Ya Rabb.aku yakin takdir-Mu pasti aku yakin rencana-Mu sangat terukur aku yakin kehendak-Mu yang terbaik aku yakin setiap ketetapan-Mu tidak ada yang salah maka, aku pun harus yakin jika dia bukan jiwa yang Kau pilihkan untukku akan ada jiwa lain yang lebih pantas untukku untuk bertahta di hatiku (Tausiyah Cinta ~ h. 37)
Mahabbah, nama lain dari cinta, adalah sebuah rasa yang selalu singgah dalam diri setiap manusia. Salah satu jenis cinta yang dikutip Tausiyah Cinta dari Ibnul Qayyim Al Jauziy adalah Al-Hubbu Fillah wa Lillah (cinta karena Allah dan di jalan Allah). Cinta karena Allah. Sering dengar kan? Apalagi beberapa waktu lalu sempat juga kalimat, "Aku mencintaimu karena Allah," menjadi fenomenal di ranah publik. Tapi, tahukah kita hakekat sebenarnya cinta karena Allah?
Meski cinta melingkupi banyak halnya, Tausiyah Cinta mengerucutkan tema tersebut pada cinta kepada lawan jenis. Cinta tersebut sangat riskan disusupi setan/iblis supaya menyimpang dari kemurniannya. Apakah akan menjadi virus atau ladang pahala, tergantung bagaimana mengelolanya. Sangat dibutuhkan ilmu yang tepat dan benar, seperti yang diuraikan dalam bab Hijrah Cinta.
Cinta adalah anugerah terindah, asal kita tidak salah memperlakukannya (Tausiyah Cinta ~ h. 21)
Jodoh, rezeki, dan kematian telah ditentukan oleh Allah, bahkan sebelum kita lahir ke dunia. Jangan terlalu ikut campur dengan urusan Allah dan jangan terlalu sibuk mencari jodoh. Lebih baik kita memantaskan diri. Perbaiki keburukan kita, tutupi kekurangan dengan kebaikan. (Tausiyah Cinta ~ h. 32)
Ketika mental dan karaker telah siap menuju penghalalan cinta, proses menapakinya diuraikan pada bab Tentang Ta'aruf dan Merayakan Cinta. Bab yang menjabarkan tentang langkah yang diridhoi Allah untuk menggenggam sang cinta. Banyak cara menuju pernikahan, tinggal kita memilih jalur penuh keberkahan atau malah yang dipenuhi rayuan setan, untuk meraih penyempurna separuh dien tersebut.
Kalau kita mencintai seseorang, cintai ia sebagai wujud ibadah kepada Sang Pencipta (Tausiyah Cinta ~ h. 35)
Mengenal, merawat, dan mengarahkan cinta dipaparkan Tausiyah Cinta, No Khalwat Until Akad dengan gaya bahasa yang mudah dicerna. Meski ada pengulangan pembahasan pada beberapa bab, tujuannya lebih kepada penekanan untuk sesuatu yang penting untuk diingat. Segmen utama dari Tausiyah Cinta adalah para single, tapi beberapa bagian mampu menyentil pembaca yang telah menikah, terutama dalam memahami hakekat cinta.
Cinta yang halal... Berapa banyak dari kita yang mengharapkannya Begitu banyak dari kita yang mendambakannya Tapi, jangan menghalalkan segala cara Karena cinta mengajari kita untuk mengerti Arti sebuah keikhlasan Milikilah cinta di atas jalan yang haq Cinta yang berpijak pada satu kekuatan yang utuh (Tausiyah Cinta ~ h. 2)
Judul: Tausiyah cinta Penulis: @tausiyahku Penerbit: Qultum Media Dimensi: viii + 168 hlm, 14 x 20 cm, cetakan pertama september 2013 ISBN: 978 979 017 264 7
Buku yang mengusung tagline "no khalwat until akad" ini terdiri dari enam bab. Bab pertama berjudul Jalan Cinta, membahas arti cinta, jenis cinta, kepada siapa kita melabuhkan cinta?, dan tujuan cinta. Bab kedua berjudul Hijrah Cinta, membahas saat aku jatuh cinta, beragam perangkap cinta, saatnya merelakan, catatan cinta seorang hamba, ujian cinta, tafsir cinta, dakwah juga cinta dan ijtihad cinta. Bab ketiga berjudul Engkau yang selalu terjaga, membahas cantikmu beda, aku perhiasan dunia, jaga cintamu, bergaul dengan lawan jenis, kekuatan wanita, dan rayuan gombal seorang ikhwan pada akhwat. Bab empat berjudul Taman Cinta membahas sebatas persahabatan, cinta dalam diam, kenapa ia tak kunjung datang?, kiat mempersiapkan diri dan diam adalah bukti cinta. Bab lima berjudul Tentang Ta'aruf membahas tentang Ta'aruf, mengapa ta'aruf, sampai kapan?, istikharah cinta, restu orangtua dan pilihan ketiga. Bab enam berjudul Merayakan cinta membahas persiapan pernikahan, tunggu apa lagi?, indahnya menikah, di mana jodohku?, kiat-kiat menjemput jodoh, mahar pernikahan, masih enggak berani juga?, ayo menikah, dari sajadah sampai walimah, jika belum saatnya, pernikahan dan potensi diri, sakinah-mawaddah-warahmah dan jalan surga.
Isi buku ini sebenarnya sudah amat sering atau mainstream, dan tidak ada ciri khasnya. Namun marketing dan promosinya, terutama filmnya yang membuat buku ini cukup dikenal. Tapi dari segi bahasa, pilihan kata, dan gaya penulisan, buku ini cocok untuk remaja dan orang-orang yang memiliki waktu sedikit untuk membaca. Sebab begitu ringan dan mudah dicerna. Untuk tulisan kiat-kiat, masih seputar besarannya saja, belum mendetail how to nya.
Saya apresiasi 3 dari 5 bintang.
"Segala sesuatu ada saatnya; ada saat mempertahankan, ada juga saat melepaskan." (Hlm. 25)
"Pilihan terbaik adalah pilihan yang tidak ada halangan dari pihak mana pun, orangtua salah satunya." (Hlm. 104)
Ini salah satu obat penawar kegalauan selama masa penantian. Recommended dan cukup oke nih untuk jadi suplemen menemani hari-hari "menunggu". Haha Bukunya pertama terbit tahun 2013 tapi sampai sekarang masih naik cetak terus dan masih bisa ditemukan di gramedia. Well done, It seems like buku ini memang worth it untuk dibaca! :)
Buku yang penuh dengan pengajaran dan panduan bagi para pengembara cinta. Illustrasi menarik dan bait-bait syair seperti berlandaskan dari kehidupan saya sendiri, memberi 1001 harapan bahawa cinta sememangnya fitrah dan seharusnya disalurkan ke arah yang benar.
Misi cinta yang paling utama adalah kepada Allah. Jika cinta tidak disalurkan ke arahNya, maka hilanglah keberkahan dan kesucian cinta itu dengan sendirinya.
Cinta adalah fitrah. cinta anugrah dari Sang Pencipta yang di titipkan kepada setiap hambanya. Dan jangan menyalah artikan cinta yg di titipkan, jaga cinta itu hingga waktunya. Cintai sesuatu yg dicintaiNya. Cinta yg hakiki adalah Cinta Kepada Allah ta'ala.
Kalau jatuhcinta yg nggak ada di ada-adain yg nggak bisa di bisa-bisain. Dan seharusnya begitu lah kita jatuh cinta kepada Pemilik Cinta
Buku tentang Cinta yang ditulis secara populer, sesuai dengan hukum-hukum yang ada dalam Islam. Sungguh menambah wawasan seputar manajemen Cinta. Kepada siapa saja Cinta itu harus kita berikan, apa saja jenis-jenis Cinta, dll.
So interesting... Menjadikan hati tunduk dalam rindu Rindu kepada Rabb yang menjadikan kita satu Bahu membahu agar DIA tahu Cinta dan kasih kita pantas menyatu