Aghniya, Windy, Ken, Donto, adalah sahabat yang dipertemukan di komunitas jurnalistik di universitas mereka.
Aghiya yang beringas, urakan, selalu ceria dan blak blakan iri sama Windy yang lemah lembut dan memiliki pacar sebaik dan semanis Daniel
Windy, iri pada kehidupan Agnhiya yang sempurna, memiliki ibu dan kakak yang menyanyanginya.
Ken cowok tampan, populer, pintar, tajir, dan macho
Donto, cowok yang dikenal dengan kehidupan lurus yang selalu mengedepankan logika.
Tiga tahun lamanya mereka berteman, dan tidak satupun dari mereka yang mengenal siapa teman mereka sebenarnya.
Review
Gila, buku ini asli bikin baper. Sudut pandang 4 orang dan 4 karakter yang berbeda pula jadi kekuatan novel ini. Perpindahan antara 1 pov dan pov lainnya rapi, nggak kayak ditulis satu orang, tapi 4 orang.
Plot dan ending novel ini nggak ketebak. Meski konfliknya itu sederhana dan banyak dipake novel-novel lain, tapi novel ini tetap layak malah super layak buat dibaca remaja. Masalah hidup itu nggak cuma cinta tapi ada masalah-masalah lainnya yang harus dipikirin, entah itu keluarga, atau pun diri sendiri nggak luput dari perhatian kita.
Satu hal yang paling aku suka dari novel ini adalah gaya tulisan yang blak blak kan. Nggak menye-menye atau terkesan cengeng. Hampir semua kutipan-kutipan dalam novel ini ngena sama aku, dan ngena sama sifat-sifat aku. Intinya sih, penulis berhasil menyentuh keseharian para tokohnya. Keseharian yang terasa normal dan emang biasa dilakukan oleh mahasiswa semestar 6 pada umumnya.
Novel ini tentu aja aku rekomendasikan buat dibaca. Banyak nilai kehidupan yang bisa kita ambil dari tokoh-tokoh dengan "kesempurnaan" yang mereka miliki.