Apa sih, hebatnya kue dasik kuning hingga kakek Ji Mi berangsur-angsur sembuh dari penyakitnya? Ternyata,bukan karena bahannya saja yang memang berkhasiat sebagai obat tetapi juga karena pembuatnya adalah Si mata Jernih Ae Cha!
Ji Mi jadi penasaran dan sibuk membujuk Ae Cha agar mau mengajari ibu Ji Mi membuat dasik. Tapi, olala....tindakan Ji Mi itu justru membuat rahasia Ae Cha terbongkar! Dan, tak disangka ternyata kakek Ae Cha tak mau berteman dengan kakek Ji Mi, Hm...sebenarnya ada apa, ya? Cari tahu yuk di novel asyik ini
--- Gomawoyo, chef! --- Plot: Ok. Penokohan: Ok. Gaya bercerita: Ok.
Ush! Buku cerita anak pertamaku! Eh rasanya aneh jika disebut seperti itu. Maksudku ini buku cerita anak modern pertama yang saya baca (eh sebenarnya bukan modern sih-- tapi karena terhiaskan gambar ditiap babnya, saya merasa seperti itu. Pas zaman saya, rasanya gambarnya tidaklah sebanyak ini. Tapi lagi; saya dulu memang kebanyakan baca dongeng daerah yang polos-pelit gambar dan majalah bobo saja. Jadi yah... (haha)).
Ceritanya menarik, simpel, dan gambarnya manis. Kalau bukan karena kovernya, saya mungkin tidak pernah berminat pada judul ini. Tapi kovernya manis sekali. Saya benar-benar merasa ilustrator sampul sangat sukses menarik perhatian pembaca belia sampai yang dewasa tapi berjiwa kekanakan. Ilustrasi dalam buku juga tidak kalah manis. Cocok sekali dengan cerita anak. Gambar simpel, tidak terlalu mementingkan detail, tapi memikat hati. Ada pula tulisan korea yang dituliskan ditiap ilustrasi, menambah kesan manis. Sayang saya tidak tahu artinya apa ugh...
Soal cerita, semuanya menurutku dituturkan dengan baik. Satu-satunya yang saya agak netral mungkin bagian dimana kakek salah seorang protagonis utama terlalu cepat berubah pendapat. Tapi karena ini cerita anak, lantas mengapa harus dibuat dramatis? Sebenarnya (lagi), kenetralan kedua saya adalah... saya sudah bersiap untuk menghubungkan tokoh utama dengan benang yang disebut tali jodoh-- tapi ternyata penulis juga mempunyai ide mulia itu, tapi di jalan kekeluargaan. Ya sudahlah, hubungan seperti itu juga bagus (haha)^^. Baiklah, Gomawoyo, chef! [8/10]