Jump to ratings and reviews
Rate this book

Makrifat Cinta

Rate this book
Manusia sempurna berperilaku dengan sifat-sifat Tuhan, karena manusia memiliki sifat-sifat Tuhan. Mereka senantiasa rindu bersatu kembali dengan Sang Pencipta.

Untuk bersatu dengan Tuhan, yang merupakan kekasihnya, guru sufi mengajarkan agar meninggalkan kesenangan duniawi, yang bisa memerangkap manusia dalam kehidupan tanpa makna. Selanjutnya, memperbanyak amalan syariah, untuk mengerti hakikat, dan akhirnya mencapai makrifat, yang menjadi tujuan.

Chandra Malik melalui buku ini mencoba menjabarkan relasi manusia-Tuhan. Dengan bahasa yang sederhana, namun tak mengurangi kedalaman isinya, para pembaca dibimbing memasuki relung-relung alam ruhani yang mampu mencerahkan kehidupan spiritual.

308 pages, Paperback

First published January 1, 2013

40 people are currently reading
581 people want to read

About the author

Candra Malik

12 books48 followers
Lahir di Solo, 25 Maret 1978. Sosok seniman serba bisa. Telah melahirkan album religi Kidung Sufi berkolaborasi dengan para maestro, berkeliling dengan tur konser bersama legenda, melintas batas genre, mewarnai film nasional dengan soundtrack dan scoring, dan meraih Piala Vidia FFI 2014 untuk FTV.

Sufi, penulis lagu dan penyanyi, penulis buku, esai, kolom, dan cerita pendek di media cetak dan online; jurnalis, penyair, pembicara, pemeran, dan pengasuh pesantren. Belajar Tasawuf kepada delapan mursyid dan kini belajar kepada sufi penyair Umbu Landu Paranggi di Bali.

Delapan tahun bekerja sebagai wartawan Jawa Pos; posisi terakhir Koordinator Liputan Jakarta. Lalu, dua tahun silih berganti sebagai kontributor Majalah Art Indonesia, Tabloid Nyata, Travel Lounge Magz, dan dua tahun penuh sebagai kontributor The Jakarta Globe.

Sejak 2012, Candra Malik menjadi Kepala Biro Sastra dan Budaya Pengurus Pusat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia, namun tidak aktif lagi menulis laporan jurnalistik sejak memilih berkesenian dan berdakwah. Masih menulis buku serta esai dan kolom di sejumlah media.

Candra Malik meraih Piala Vidia sebagai Penata Musik Terbaik dalam Festival Film Indonesia (FFI) 2014 di Palembang untuk Film Televisi (FTV). Mengembangkan Tausiakustik (Tausiah & Akustik), kini ia memperkenalkan DialoQustik (Dialog & Akustik) dan terus berkeliling daerah. Mengasuh Kelas Sufi dan dua tahun ini menyelenggarakan Santri Bernyanyi ke pesantren-pesantren.

Dalam setiap penampilannya bermusik, Candra Malik diiiringi oleh Minladunka Band dan Whirling Dervishes atau Penari Sufi Berputar.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
96 (58%)
4 stars
33 (20%)
3 stars
15 (9%)
2 stars
8 (4%)
1 star
13 (7%)
Displaying 1 - 11 of 11 reviews
Profile Image for Ariel Seraphino.
Author 1 book52 followers
January 10, 2016
Dari semua penjelasan tentang hakikat cinta yang digambarkan Gus Can dalam buku ini, saya rasa inilah penjelasan yang paling 'ngena' pada akhirnya. Bahwa sejatinya ketika manusia mengalami cinta, cinta inilah yang mewujud dalam pernikahan, rumah tangga demi membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah disamping sebagai perwujudan rahmat Allah pada manusia. Pengalaman cinta dan mencintai yang seperti ini seolah sudah kita ketahui sejak dulu tetapi lambat laun kehilangan esensinya. Dan esensi yang saya pikir benar ada dalam paragraf buku ini. Dengan langkah ini kemudian manusia bisa memahami fitrahnya sebagai makhluk. Betapa tidak, bahkan Kahlil Gibran sendiri berkata 'jika kamu sedang jatuh cinta, jangan katakan Tuhan ada di dalam hatiku, tetapi katakan 'aku ada di dalam Tuhan' dari sini penulis merunut kembali perihal cinta dan mencintai ini yang ternyata semuanya bersumber pada kasih dan sayangNya yang tak terbatas pada makhluknya. Bahkan disebutkan, dosa-dosa makhlukNya pun tidak akan mengurangi kasih sayangNya. Dari pengalaman mencintai Allah inilah, manusia bida menemukan fitrahnya. Dalam suatu hadits sendiri disebutkan Allah berfirman bahwa Adam diciptakan berdasarkan citraNya. Jika sudah begini, menumbuhkan kasih dan sayang sesama manusia menjadi sesuatu yang penting. Islam menjadi rahmatan lil alamin ketika semuanya bermuara pada cintaNya. Ditengah maraknya organisasi militan mengatasnamakan Islam, menebarkan kasih dan sayang sesama manusia perlu ditumbuhkan kembali.
Sebuah buku bagus tentang makna cinta yang paling hakiki. Bahkan Sujiwo Tejo sendiri bilang, bacalah buku ini ketika sedang mengalami cinta. Bukan sedang mencari cinta. Nah!
Profile Image for Olivia Yofananda.
10 reviews1 follower
March 21, 2013
Buku luar biasa yang bisa bikin ber-oh-oh ria karena penjabarannya yang jauh dari kata biasa. Buku keren dan nggak akan bosan kalau dibaca berkali-kali. Most recommended book (y)
37 reviews4 followers
June 1, 2017
*kuberi bintang lima karena insyaallah manfaat sekali isinya, dan momennua juga pas.
.
.
.
Memang sudah ketentuannya baru kubaca buku ini. Padahal sudah punya dari tahun 2014. Tapi baru jadi baca sekarang. Pas ketika puasaan. Wah, cocok sekali isinya. Sesuai, pas, tepat, kubaca di bulan ramadhan. Buku ini menuturkan ttg bagaimana mengenal diri untuk mengenal Tuhan. Buku ini juga mengingatkan betapa pentingnya taat terhadap orang tua. Juga bahwa tiap manusia berhak mempunyai kewajiban membahagiakan sesama nya. Duh. Syahdu sekali. :')
.
.
Dituturkan ttg apa itu syariat tarekat hakekat dan makrifat dg analogi yg mudah dipahami. Juga mengupas habis ttg jiwa raga manusia. Suka dengan penjelasan fuad, sirr dst
.
.
Walaupun ada juga bagian bagian yang masih belum bisa ku pahami.
.
.
Profile Image for Lina Adi.
13 reviews4 followers
July 3, 2015
Walaupun progress membacanya sangat lambat, akhirnya bisa juga membaca buku ini sampai tamat. Biasanya sih nggak pernah kuat membaca buku-buku agama yang penuh ayat-ayat, tapi entah mengapa ada sesuatu yang membuatku membaca buku ini sampai tamat. Jujur, untuk kapasitas pikiran dan perasaanku buku ini cukup berat. Harus benar-benar dipahami dan dicerna lamat-lamat. Buku ini membukakan banyak pemahaman baru bagiku. Banyak hal dari buku ini yang menurutku sangat bermanfaat dan semoga akan bisa selalu kuingat.
Profile Image for Trian Lesmana.
77 reviews1 follower
June 8, 2018
Sangat bagus dan penting untuk kembali kita merenung tentang cinta yang sebenarnya.
Profile Image for Alan Adipraja.
3 reviews3 followers
December 26, 2013
Akhirnya saya dapat menikmati karya Gus Candra Malik. Dari judulnya sudah terasa bahwa banyak aroma cinta di dalamnya. Mulai dari pengantar bahwa apa itu sufi, dijelaskan melalui pengalaman pengalaman Gus Candra. Cara penyampaian Gus Candra pada buku ini sangat berorientasi pada cinta, cinta pada Tuhan, cinta pada sesama. Tuhan ada pada diri sendiri dan diri orang lain. Mencintai orang lain sama halnya seperti mencintai diri sendiri. Gus Candra juga menerangkan keterkaitan antara Syarikat, Tarikat, Hakikat dan Makrifat. Buku ini menambah wawasan kita dalam hal spiritualitas, juga memuat pengalaman cinta dan beberapa cuplikan teks ayat suci Al-Quran. Membaca buku ini membuat kita masuk dalam suasana sepi untuk merenung, mengenal diri sendiri hingga akhirnya mengenal Tuhan lewat jalan cinta.
Profile Image for Anisa Nasir.
11 reviews1 follower
January 5, 2017
Candra Malik menulis sesuatu yang sangat dibutuhkan saat ini, pemahaman tentang cinta dari sudut seorang sufi. saya sangat terkesan dengan tulisan yang membawa pikiran ini bahwa cinta kepada-Nya merupakan cinta sejati. setiap kali perasaan tidak menentu, tulisan Candra Malik ini membawa kita semakin merasa bahwa sebenarnya terlalu banyak cinta dari-Nya yang tidak kita sadari. jadi, jangan menganggap diri sendiri dalam perjalanan kesendirian. sejatinya cinta-Nya slalu bersama.
Displaying 1 - 11 of 11 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.