Jump to ratings and reviews
Rate this book

Perempuan Berlipstik Kapur

Rate this book
Di kursi kereta, aku beberapa kali menghela nafas, ada sesuatu mengganjal di paru-paru. Andai bisa kurogoh dengan tanganku, ingin secepatnya membuangnya melintasi kaca kereta yang bergerak perlahan meninggalkan embun pengap kota.

Tuhan, andai perempuan yang berkutat dengan batu kapur dan tak pernah mengenal lipstik itu tak membawaku ke mari, mungkin aku akan tetap menjadi Alfira, gadis kota dengan tingkah sekental-kentalnya pendosa...


Kumpulan 14 cerpen dalam buku ini merupakan buku ketiga penulis yang tulisannya telah dikenal malang melintang di media massa. Prof. Dr. Faruk mengatakan bahwa tulisan Asti Nuryanti Kasam memperlihatkan kepekaan yang tinggi terhadap berbagai persoalan hidup di sekitarnya, tidak hanya terhadap persoalan yang sifatnya pribadi,tapi juga sosial. Kumpulan cerpen ini bahkan memeperlihatkan kemampuan yang lebih dari itu. Esti tampak disini sebagai penulis yang cerdas, dengan penataan alur yang ketat dan logis serta penuh kejutan.

208 pages, Paperback

First published January 1, 2012

1 person is currently reading
55 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
6 (20%)
4 stars
6 (20%)
3 stars
11 (36%)
2 stars
5 (16%)
1 star
2 (6%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Darnia.
769 reviews113 followers
April 16, 2015
3.5/5 bintang

Beberapa kisah bisa bikin nyesek, terutama yg berbicara tentang Ibu. Bahkan cerpen yg diusung menjadi judul kumcer ini bagus! Hanya beberapa cerpen agak membosankan, terutama yg pertengahan. Namun, semakin ke belakang, cerpen-cerpennya makin menawan.

Ibu menjadi kunci pembuka atas masa depan anak-anaknya untuk menjadi lebih baik atau buruk (hal. 136)
Profile Image for Bening.
7 reviews
May 20, 2025
Salah satu buku yang juga saya temukan di perpustakaan sekolah.

Sebagai perempuan, buku ini sangat realistis, sebagai perempuan berkebangsaan Indonesia, buku ini sangat pragmatis, toh realistis dan pragmatis sama saja.

Saya membaca buku ini pada tahun 2023, dan masih ada beberapa kalimat yang saya ingat seperti "Sebab setiap orang yang yakin dirinya bisa menjadi pahlawan, malah akan menjadi penjahat" sampai detik ini, setiap mengingat kalimat ini saya selalu merasa bingung dengan perasaan saya sendiri. Sebab saya selalu bercita cita menjadi pahlawan, sebab saya merasa saya berhasil, namun saya juga berkelaku jahat.

"Orang tua adalah model bagi anak anaknya. Tetapi ketika orang tua tak pantas menjadi model bagi anak anaknya maka orang tua harus siap untuk tak terlibat dalam keputusan keputusan hidup mereka" membacanya seperti sedang kena tampar di pipi kiri dan kanan.

Buku ini pantas untuk dapat lebih banyak perhatian.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Profile Image for Gita.
7 reviews7 followers
November 24, 2012
Genrenya apa ya? Wanita? Emansipasi? Sosial?
Hmmm.. campur sari. Isinya ada 14 cerpen. Beberapa cerpen ceritanya saling bebas, sisanya terkait satu sama lain.

Secara garis besar buku ini bercerita tentang persoalan pribadi maupun sosial yang dialami para wanita. Topik tiap cerpen berbeda-beda, mulai dari selingkuh, kemanusiaan, pembunuhan, kekerasan, percintaan, kesetaraaan, kebohongan, kemiskinan, yaah kompleks deh! Perempuan yang menjadi tokoh utama juga berbeda-beda latar belakangnya, mulai dari perempuan ndeso yang tidak pernah mencicipi sekolah sampai perempuan yang sudah kenyang sekolah hingga s3. Alur ceritanya lambat dan ceritanya tergolong "berat" bin "suram", jadi beresiko banget ketiduran pas baca :p
Bukan tipe buku favorit saya, tapi isinya memang menggambarkan bahwa hidup sebagai seorang wanita (di Indonesia) itu tidak mudah :)

Fav: Perempuan berlipstik kapur dan anak gaung jurang


Profile Image for AYU ULFA DEWI.
19 reviews8 followers
Read
February 6, 2013
ini adalah kisah para perempuan yang saya kira benar-benar ada dalam kisah nyata. sering kisah unik dan pilu mereka terdengar tanpa tertulis, tanpa dilebih-lebihkan kumpulan cerpen ini menjadi salah satu inspirasi saya untuk menulis cerita cerpen berdasarkan kisah sosial yang memang benar terjadi.
Profile Image for Nin Fazren.
44 reviews
April 10, 2013
Akhirnya berjaya jugak aku habiskan buku ni. Bagi aku secara jujurnya, aku rasa bosan dengan cerita dalam buku ni, tapi cerita terakhir berjaya jugaklah meninggalkan kesan dekat aku. Jadi nak tahu bosan ke tidak kena baca sendiri yedak. Hekhekhek.
Displaying 1 - 7 of 7 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.