Apakah menulis artikel ilmiah harus ditaburi istilah yang berat dengan ungkapan bahasa yang kaku, dingin, ngejelimet? Ternyata tidak. Ada cara cerdas agar artikel ilmiah tampil komunikatif yang dilandasi proses berpikir kritis-reflektif, bagaimana caranya? Melalui buku ini penulis menguraikan dengan mudah jalan baru menulis artikel ilmiah yang selama ini dianggap sebagai pekerjaan yang menyiksa. Seperti halnya bagaimana memanfaatkan tata permainan bahasa, tindak tutur dalam penulisan, penalaran, dan sebagainya. Buku ini patut dimiliki dan dibaca akademisi, dosen, peneliti, mahasiswa, serta masyarakat umum yang berminat dalam tulis-menulis karya ilmiah
Dr. Wahyu Wibowo dilahirkan di Kampung Serdang, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 8 Maret 1957. Setelah menamatkan S-1 dalam Ilmu Sastra dan S-2 dalam Ilmu Manajemen, ia merampungkan S-3 dalam Ilmu Filsafat di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dengan disertasi mengenai Filsafat Bahasa dan relevansinya terhadap etika pers nasional. Minatnya berorganisasi, berkesenian, dan berjurnalistik tumbuh subur selama menjadi mahasiswa FSUI kampus Rawamangun, Jakarta (1976-1984). Sebagai aktivis, ia adalah pendiri Ikatan Keluarga Sastra Indonesia (gaya baru) FSUI (1978) dan penggagas berdirinya Ikatan Keluarga Mahasiswa Sastra Jawa FSUI (1979). Wahyu Wibowo pernah aktif sebagai sekjen BPM FSUI (1978), ketua Bengkel Sastra Ibu Kota (1980), dan anggota MPM-UI (1983). Sebagai penyair, ia dikelompokkan ke dalam Sastrawan Indonesia Angkatan 2000. Sebagai kritikus, ia membidani Aliran Kritik Sastra Sawo Manila di Kampus Universitas Nasional, Jakarta (1988). Sebagai jurnalis, Wahyu Wibowo adalah penerima Sertifikasi Wartawan Utama dari Dewan Pers (2011). Ia pernah pula memeroleh Sastra Award sebagai dosen terbaik Fakultas Bahasa dan Sastra Universitas Nasional, Jakarta (2004 dan 2008). Karier jurnalistiknya berangkat dari pers kampus, yakni sebagai redaktur majalah kebudayaan Tifa Sastra (1976-1984), kontributor koran Salemba (1979-1980), dan redaktur majalah kebudayaan Bende (1977-1985), kemudian terjun ke pers umum menjadi reporter majalah berita umum Fokus (1982- 1984), redaktur majalah musik IHE (1984-1985), redaktur majalah Video (1985-1987), redaktur majalah remaja Monalisa (1987-1989), redaktur majalah berita ekonomi Prospek (1989- 1992), wakil pemimpin umum/pemimpin redaksi tabloid Paron (1992-1997), redaktur pelaksana harian umum ABRI (1998-1999), wartawan senior majalah Solusi Investasi (sejak 2003), dan penasihat manajemen majalah Hortiku (sejak 2008). Selama kariernya Wahyu Wibowo sudah berkeliling Indonesia dan juga sudah melanglang jagat ke sejumlah negara Asean, Asia, Eropa, dan Australia. Sementara itu, karier akademiknya dibangun sejak 1985 dengan mengajar di sejumlah PTS Ibu Kota dalam mata kuliah, di antaranya Bahasa Indonesia, Penulisan Kreatif, Kemahiran Menulis, Manajemen Pers, Filsafat Ilmu Pengetahuan, dan Filsafat Bahasa. Karyanya yang sudah diterbitkan, di antaranya kumpulan puisi (bersama Hendry Ch. Bangun) Ken Mokar Ikan dalam Kaca (IKSI-FSUI, 1980); Katarsis: Kumpulan Esai Sastra (Nusa Indah, 1984); Menyingkap Dunia Kepenyairan Subagio Sastrowardoyo (Balai Pustaka, 1984); novel Merajut Angan-angan (Serajaya, 1986);kumpulan puisi Liang Luka (Serajaya, 1989); kumpulan puisi Cinta Batu, Batu Cinta (Serajaya, 1992); Mitos Bahasa (Paronpers, 1994); Konglomerasi Sastra (Paronpers, 1995); Model Waktu dalam Perahu Kertas Sapardi Djoko Damono (Balai Pustaka, 1997); kumpulan cerpen Glasnots (Balai Pustaka, 1999); Manajemen Bahasa (Gramedia Pustaka Utama, 2001), Otonomi Bahasa (Gramedia Pustaka Utama, 2001); Enam Langkah Jitu Agar Tulisan Anda Makin Hidup dan Enak Dibaca (Gramedia Pustaka Utama, 2002); Sihir Iklan (Gramedia Pustaka Utama, 2003), Membangun Kultur Perusahaan Melalui Kesadaran Komunikasi Adab (Gramedia Pustaka Utama, 2004), Berani Menulis Artikel Jurnalistik (Gramedia Pustaka Utama, 2006), Menjadi Penulis & Penyunting Sukses (Bumi Aksara, 2007), Piawai Menembus Jurnal Terakreditasi (Bumi Aksara, 2008); Menuju Jurnalisme Beretika (Penerbit Kompas, 2009); Tata Permainan Bahasa Karya Tulis Ilmiah (Bumi Aksara, 2010); Cara Cerdas Menulis Artikel Ilmiah (Penerbit Kompas, 2011); kumpulan puisi Pangeran Katak & Sang Putri bersama Hendry Ch. Bangun dan Frieda Amran (Pustaka Spirit, 2011), dan Linguistik Fenomenologis John Langshaw Austin: Ketika Tuturan Berarti Tindakan (Bidik-Phronesis Publishing, 2011). Buku yang tengah dipersiapkan dan segera diterbitkan oleh BPP adalah tentang revitalisasi teori Framing dan Filsafat Ilmu Pengetahuan.
Anda tidak akan menemukan cara praktis pandai menulis artikel ilmiah di buku ini, bukan hal itu yang hendak disampaikan oleh penulis. Bahwa bagaimana pola berpikir kita dalam menulislah yang sepertinya menjadi titik tekan penulis. Maka tidak heran jika kita akan menemukan penulis membahas dari filsafat bahasa biasa hingga penalaran dan kekeliruan nalar, tentunya dibingkai dalam koridor penulisan artikel ilmiah, dimulai dari pendahuluan hingga simpulan.
Layak disimak sebagai referensi bagaimana cara berpikir ketika menulis karya ilmiah :))
Buku ini mengajak kita untuk berpikir kritis-reflektif untuk menulis artikel ilmiah. Ada tiga hal model analisis diri kemampuan berpikiri kritis reflektik yaitu lokusi (landasan pikir), ilkousi (otoritas keilmuan) dan perlokusi (efektivitas penyimpulan). Tiga model analisis ini bisa dikatakan sebagai tiga tahap yang dilalui dalam menulis artikel ilmiah.
Pertama, lokusi menentukan pemilihan topik/judul penelitian, penjabaran keputusan pada bagian pendahuluan (latar belakang, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, hingga metode penelitian dan sumber pengambilan data) dan hubungan keputusan dengan unsur aksiologis.
Tahap kedua adalah ilokusi, yaitu bagaimana kejelasan analisis (apakah peneliti menyajika secara deskriptif atau penafsiran dalam analisi datanya), kejelasan pembahasan dan kejelasan hasil pembahasan (apakah peneliti melakukan pengolahan data melalui deksripsi yang baik atau melakukan komparasai dengan fakta lain).
Tahap ketiga perlokusi, yaitu bagaimana kejelasaan interpretasi di dalam bagian simpulan, koherensi dan kohesi di dalam bagian simpulan, dan penalaran dalam bagian simpulan. Intinya dalam tahap ketiga ini bagaimana menampilkan simpulan di dalam tulisan ilmiah.
Selain itu, buku ini memberikan kita informasi sekaligus mengajak kita memilih kata-kata yang tepat dalam menulis artikel ilmiah, Tulisan artikel ilmiah di setiap bidang keilmuan mempunyai ciri khas kata-katanya sendiri. Menulis artikel ilmiah juga berbeda dengan menulis di koran.
Penulis mengajak kita untuk menulis dengan jujur, elegan, kritis, jelas dan etis.