Haji Abdul Malik Karim Amrullah, known as Hamka (born in Maninjau, West Sumatra February 17, 1908 - July 24, 1981) was a prominent Indonesian author, ulema and politician. His father, syekh Abdul Karim Amrullah, known as Haji Rasul, led and inspired the reform movement in Sumatra. In 1970's, Hamka was the leader of Majelis Ulama Indonesia, the biggest Muslim organizations in Indonesia beside Nahdlatul Ulama and Muhammadiyah. In the Dutch colonial era, Hamka was the chief editor of Indonesian magazines, such as Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat, and Gema Islam.
Saya belajar banyak mengenai salah satu episode pekembangan Islam di Indonesia khususnya di wilayah Minangkabau, yang secara wilayah pemerintahan di Sumatra Barat dan sekitarnya.
Buya hamka menjelaskan dengan sangat menarik, terutama bagi yang dilahirkan dan memahami budaya Minangkabau dengan mendalam, bahwasanya ada hubungan erat pembentukan karakter masayarakat minangkabau dengan perkembangan hubungan agama Islam dengan masyarakat Minang itu sendiri, yang hingga akhirnya mendeklarasikan diri mereka sebagai masyarakat yang memutuskan agama Islam sebagai Identitas mereka.
Perhubungan Islam dan Adat Minangkabau ini dipaparkan dengan rapi oleh Buya Hamka dalam beberapa tahap. Sehingga kita dapat memahami perkembangan dengan baik dan memahami efek kuat yang tertanam pada masyarakat samapai saat ini.