Until recent times Islam’s holy book has not been widely accessible to the Christian world, and consequently teachings about Jesus have received little attention. In Jesus in the Qur’an, written for both Christians and Muslims, for specialists as well as general readers, Parrinder offers a study of Qur’anic teachings about the birth, life, work, death and resurrection of Jesus. Parrinder explores all ninety-three verses in the Qur’an in which Jesus is mentioned, setting them in the context of the work as a whole and drawing parallels with the Christian gospels, wherever possible.
Buku Jesus in the Qur'an ini terdiri dari 17 bab utama ditambah pendahuluan dan kesimpulan. Bab-bab awal memaparkan pengantar dan identitas dasar Yesus dalam Islam: Bab 1 Pendahuluan, menjelaskan latar belakang dan tujuan studi, Bab 2 Jesus (Isa) mengenalkan nama “Isa” dalam Quran, dan Bab 3 Son of Mary (Ibn Maryam) yang menekankan gelar Yesus sebagai putra Maryam.
Selanjutnya, Parrinder menguraikan gelar-gelar dan sebutan Yesus dalam Quran pada Bab 4, seperti Al-Masih (Mesias), Nabi, Rasul, Hamba Allah, Kalimatullah (Firman dari Allah), dan Ruh dari Allah.
Bab-bab berikutnya mengikuti kronologi kisah Isa al-Masih dalam Quran: • Keluarga dan Kelahiran: Bab 5 Zakaria dan Yahya (John) dan Bab 6 Maryam (Maria) membahas keluarga Nabi Yahya dan Maryam, yang menjadi konteks kelahiran Isa. Bab 7 The Annunciation (Kabar Gembira) menceritakan pemberitahuan malaikat Jibril kepada Maryam tentang kelahiran Isa, sedangkan Bab 8 The Birth of Jesus (Kelahiran Yesus) mengupas kisah kelahiran Isa secara perawan sebagaimana termaktub dalam Quran.
• Kehidupan dan Ajaran: Bab 9 Works of Jesus (Pekerjaan/Mukjizat Yesus) menginventarisasi mukjizat-mukjizat Isa di dalam Quran (seperti menyembuhkan orang buta, menghidupkan orang mati, membuat burung dari tanah liat, dll.), dan Bab 10 Words of Jesus: Sayings; Ahmad; Similarities membahas perkataan-perkataan Isa. Bagian ini termasuk analisis ayat Quran Surah 61:6 tentang datangnya seorang rasul bernama "Ahmad" yang diucapkan Isa, serta menguraikan kesamaan ucapan Isa di Quran dengan ajaran Injil.
• Akhir Hidup dan Eskatologi: Bab 11 The Death of Jesus (Kematian Yesus) membahas penyaliban atau akhir hayat Isa menurut Quran, dan Bab 12 Jesus and the Future (Yesus dan Masa Depan) menyentuh isu eskatologis seperti kedatangan Isa di akhir zaman menurut pandangan Islam.
• Tinjauan Teologis: Bab 13 Son of God (Anak Allah) dan Bab 14 Trinity (Trinitas) secara khusus menganalisis penolakan Quran terhadap konsep Yesus sebagai Anak Allah dan doktrin Trinitas. Bab 15 Gospel (Injil) menjelaskan konsep Injil dalam Quran sebagai wahyu yang diberikan kepada Isa, berbeda dengan pengertian Injil dalam kekristenan. Bab 16 Christians (Nasrani) membahas sebutan Nasrani atau kaum Kristen dalam Quran serta sikap Quran terhadap umat Kristen.
Akhirnya, Bab 17 Conclusion (Kesimpulan) menyimpulkan temuan-temuan Parrinder dan refleksinya terhadap hubungan Islam-Kristen mengenai Yesus.
Buku yang disusun dengan sangat teratur, sopan, dan simpatik.
Mr. Parrinder gives, at least what feels like, a very fair and even representation without adding any influence one way or another - apart from supporting the idea of mutual understanding and education. Well written, concise, excellently referenced and for a 60 year old book (albeit discussing a much much older book or books) it holds up very well.
So, I actually didn’t read this exact book. What I read is called “Jesus in the Qur’an” and it’s the revised edition by Ahmad Thomson and Muhammad ‘Ata’ur-Rahim. I read this to better understand how Muslims view non-Muslims and it was super enlightening! I learned about their belief of Jesus as well as their love for God and how they are taught to view Jews and Christians.