Jump to ratings and reviews
Rate this book

Manufacturing Hope

Manufacturing Hope: Bisa!

Rate this book
Dahlan Iskan, tiba-tiba namanya meroket saat Indonesia terbelit birokrasi dan terjadi kekosongan sang penggerak. Dahlanlah yang mau terjun langsung. Dahlan bukan sekedar berwacana dan bermimpi.

Jiwa dan mata hati kewartawanannya masih melekat di dirinya. Insting bisnisnya pun kuat dan pengambilan keputusannya cepat dan tepat serupa ketika ia menakhodai perusahaan media. Kini ia duduk dalam pemerintahan. Pembenahan di perusahaan milik negara butuh waktu. Ia menggunakan langkah strategis dengan pena dan otaknya. Ia menulis agar pikirannya bisa dijalankan oleh pimpinan BUMN dan segenap masyarakat menyimaknya. Ia memperkaya jaring-jaring harapan.

Buku Dahlan keempat ini mengulas tentang harapannya terhadap BUMN demi kesejahteraan bangsa. Isinya kocak dan menggelikan. Meskipun begitu, banyak pelajaran yang didapat di sana. Semoga bukunya dapat mencerahkan kita semua.


Editor’s Note
Penulis buku-buku unggulan.

278 pages, Paperback

First published October 3, 2012

5 people are currently reading
98 people want to read

About the author

Dahlan Iskan

15 books73 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
35 (43%)
4 stars
32 (39%)
3 stars
12 (14%)
2 stars
1 (1%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 17 of 17 reviews
Profile Image for Rafi'ulfath.
164 reviews1 follower
December 23, 2017
bukan tanggal dan aktualitasnya yang gue cari, tapi relevansi nilai-nilai moral dari setiap keputusan yang beliau ambil (yang pada dasar berlaku tanpa batasan waktu).
Profile Image for Haryadi Yansyah.
Author 14 books64 followers
March 16, 2024
"Dengan cara ini, memang praktis tidak memberi peluang calo untuk beroperasi. Tapi asa membelikan tiket bisa saja tetap hidup, bahkan berkembang dengan legal. Dengan gebrakan terakhir ini, jumlah penumpang kereta api menurun. Tapi, anehnya, dalam keadaan jumlah penumpang menurun, penghasilan kereta api naik 110%" Hal.256.

Mungkin semua orang sudah tahu kehebatan dan kesuksesan Ignasius Jonan yang berhasil mengubah era kegelapan di Kereta Api Indonesia menjadi era keemasan sebagaimana hasilnya dapat kita rasakan hingga sekarang. Di buku dengan 41 bab ini, keberhasilan Jonan disebut beberapa kali.

Dan dari buku ini pula, saya mengetahui problem-problem lain Jonan kala itu sesederhana melarang penuh orang merokok dan berjualan di kereta api.

Kisah lain yang bikin salut juga saat Supriyanto ditugaskan membenahi kesemerawutan jalur transportasi dari Merak ke Bakaheuni. Saya baru tahu ternyata dulu, di pelabuhan itu ada petruk (pengurus truk), orang luar yang punya "kuasa" lalu lalang ke pelabuhan dan "mengatur" keluar masuk truk ini.

"Lebih parah lagi, pengaturan muatan kapal sebenarnya dikendalikan oleh orang luar! Petruklah yang dengan leluasanya berlalu lalang masuk pelabuhan melalui toll gate dengan menggunakan sepeda motor. Tak ada yang berani melarang, kesannya di Merak ini tidak memiliki aturan." Hal.247.

Masih seputar dunia transportasi, pembahasan mengenai Angkasa Pura I dan II juga menarik sekali. Ya sebab keberhasilan para petinggi BUMN ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Direktur Utama Angkasa Pura II, yang antara lain membawahkan Bandara Soekarno Jatta, juga bertekad mengakhiri sistem yang primitif dalam pemungutan uang servis bandara (airport tax). Akhir tahun ini pungutan itu akan langsung masuk ke harga tiket pesawat." Hal.204.

Nah ini bener. Saya juga sempat merasakan itu saat terbang dari Palembang harus bayar airport tax sebesar Rp.40.000 sedangkan dari CGK seingat saya hampir 2 kali lipatnya. Sangat nggak praktis sebab pembayaran hanya dilakukan melalui loket yang antreannya padat.

Ketika Pesawat Merpati megap-megap, di buku ini juga dibahas secara khusus. Diceritakan, bagaimana maskapai ini terus-terus dikasih suntikan dana namun tidak juga bangkit dari keterpurukan.

Sungguh buku yang padat dan daging sekali! bisa jadi, sebagian tulisan ini pernah saya baca di blognya Pak Dahlan Iskan. Sebagai mantan jurnalis, dia punya kelebihan sudut pandang berbeda dalam melihat satu masalah, dan cara beliau bertutur memang enak dan (rasanya) dibuat apa adanya sehingga sebagai pembaca, saya dapat melihat apa saja yang beliau perjuangan dan atasi problemnya ketika menjabat sebagai menteri BUMN di era SBY.

Ya, bak plot twist kehidupan, kita semua tahu juga bahwa pada akhirnya Dahlan Iskan dijatuhi vonis atas kasus pelepasan aset BUMD Pemerintah Provinsi Jawa Timur, PT Panca Wira Usaha. Beberapa nama tokoh di buku ini pun tersandung perkara, seperti Dirut Pertamina Karen Agustiawan atau mantan gubernur Sumsel Alex Noerdin.

Tapi ada banyak sekali informasi, gagasan, kisah seru yang saya dapat dari buku ini. Terlepas kekurangan dan skandal kasus yang menimpa beberapa tokohnya, ini buku yang dapat dinikmati dan diambil hikmahnya hingga nanti-nanti.

Skor 9/10
Profile Image for Hadiyatussalamah Pusfa.
109 reviews11 followers
October 14, 2012
Kenapa judulnya "Manufacturing Hope: Bisa!"? Karena, Pak Dahlan bercerita bahwa saat melihat BUMN-BUMN yang ada (sebagian besar) keadaannya sedang semerawut, menyedihkan, nyaris bangkrut, bahkan mati. Mulai dari mana dong memperbaikinya? Beliau memutuskan memulai dari yang paling bisa diubah dan gratis: membangun harapan!

Sebagai orang yang mudah terpengaruh, efek buku ini tidak lain dan tidak bukan adalah membuat saya semakin yakin bahwa Indonesia itu negara yang hebat dan sedang bangkit bahkan berlari. Janganlah terlalu percaya berita-berita di media yang bikin putus asa dan sedih itu. Fakta-fakta dalam buku ini membuat wawasan dan mata saya semakin terbuka dan memahami kondisi Indonesia. Eh, tapi saya jarang baca berita sih sesungguhnya.

"Satu Tangis dan Ribuan Tawa" adalah karya Dahlan Iskan yang pertama kali saya baca. Jika di buku STDRT beliau membagi CEO NOtes saat menjadi direktur PLN, pada MHB beliau berbagi kisah mengenai pengelolaan BUMN saat ini sebagai menteri BUMN. Gaya bahasa khas beliau tidak berubah. Masalah yang ada dipaparkan secara terbuka, segar, apa adanya, dan ringan bahkan seringkali mengundang tawa. Tidak melulu masalah, tapi pemecahannya pun disuguhkan secara eksplisit maupun implisit, membuat saya sebagai pembaca bersemangat dan yakin Indonesia tidak sekacau yang media sampaikan.

Pabrik gula, PLN, bank, perkapalan, peternakan, sawah, semuanya dibahas disini. Enjoy the book! :)
Profile Image for Haqi.
16 reviews2 followers
February 16, 2013
Buku yang cukup membuat saya semangat sekali, untuk terus menciptakan inovasi baru serta belajar banyak hal baru di dalam kehidupan pekerjaan saya, yang kebetulan saat ini adalah sebuah government-owned company.

Pak Dahlan sendiri dalam tulisannya seolah-olah seperti memberikan suatu dorongan bagi semua golongan bahwa, dengan bersungguh-sungguh, pasti semuanya bisa di lakukan. Walaupun dalam hal membenahi "benang kusut" dalam suatu korporasi, entah itu birokrasinya, managementnya atau manusianya. Semuanya bisa di lakukan.

Bahasa yang digunakan dalam buku ini, to the point dan santai. Enak lah pokoknya. Sebuah ide buruk, apabila buku ini di baca dalam keadaan mengantuk / hendak tidur, karena rasa ngantuknya bakalan hilang. Berkali-kali saya merasakan ini.


Alhamdulillah saya sudah membeli buku ini, worth it banget!

Ngomong-ngomong...
:)
Profile Image for Hanan .
9 reviews4 followers
February 12, 2014
Dikemas dalam bahasa yang mudah dimengerti, renyah dan lugas.

Menginspirasi dan mengingatkan kita "there's always hope in every situation", serta mengingatkan kita untuk senantiasa memilih langkah strategis yang membawa kemaslahatan.

Buku ini juga membuka wawasan kita mengenai BUMN dari berbagai perspektif. Betapa semrawutnya beberapa BUMN pada masa itu. Alasan-alasan yang bermunculan jika target/tujuan tidak terpenuhi. Mencari cara untuk membangkitkan anak perusahaan, keluar dari lingkaran setan. Bedanya konsekuensi kerja di BUMN dengan di swasta. | Mengisyaratkan kita untuk " Be professional, jangan cari-cari kambing hitam. "

Jadi tahu, who is DI, how to be a leader not a boss and think out of the box (dan benar-benar dilaksanakan, bukan omong doang :)) )

Satu lagi,
"Segala perkara tergantung kepada niatnya”.
Manufaturing hope bisa! | Jangan lupa membangun "HOPE" dan meralisasikannya harus diiringi dengan "niatan yang baik"
Profile Image for Necholas.
18 reviews
February 27, 2013
Terus terang saya kagum sekali dengan kemampuan menulis Pak Dahlan Iskan. Ini buku ketiga karangannya yang saya baca setelah Dua Tangis dan Ribuan Tawa, serta Ganti Hati: Tantangan Menjadi Menteri.

Saya tidak bisa membayangkan bagaimana orang yang begitu sibuknya bisa begitu produktif menulis. Ide-idenya disampaikan dengan lugas. Cara menulisnya menarik, membuat orang tidak gampang bosan. Banyak pelajaran yang saya dapat dari buku ini.



Profile Image for Adhika Pratomo.
1 review3 followers
April 13, 2013
If you're a leader (or even just follower) who need makes any influences in your organization, you have read this book. Mr. DIS shares his story "how to solve problems", unlikely other books that just tell you to change but you don't know what to change and how. He was very good at "mine" the problem, you should read, I recommends :)
Profile Image for Jiwa Rasa.
407 reviews57 followers
December 14, 2012
Tokoh yang hebat ini berjaya mengubah sikap dan cara bekerja pihak pengurusan syarikat berkaitan kerajaan di Indonesia. Pak Dahlan yang punya latarbelakang agama, pernah menjadi wartawan menjadi harapan baru buat Indonesia. Dasar turun ke bawah, tanpa protokol telah menambat hati rakyat Indonesia.
5 reviews
November 20, 2012
buku yang ditulis dengan bahasa ringan oleh DI ini enak untuk dibaca. Cerita-cerita tentang bagaimana membangun BUMN ini seolah menunjukkan 'tangan dingin' DI dan banyak terobosan yang patut diapresiasi.
Menarik.
Profile Image for Kidung Swara.
2 reviews
November 4, 2013
Buku yang unik. Di tengah skeptisnya rakyat terhadap bangsanya sendiri, Dahlan Iskan memberikan sudut pamdang lain yang jauh lebih segar. Buku ini memang memberi banyak harapan. Meski baru sebatas harapan, gaya penulisan Menteri BUMN ini membuat para pembacanya yakin akan potensi negeri ini.
Profile Image for Wahyu Alam.
31 reviews3 followers
June 30, 2014
Buku ini mengajarkan kita untuk bisa menyederhanakan masalah besar.
Profile Image for Agoes.
512 reviews37 followers
April 15, 2017
"Menularkan pesimisme cukup hanya dengan kata-kata. Modalnya pun hanya gombal. Sedangkan membangun hope harus dengan kerja nyata plus hasil yang bisa dirasa. Setiap kesulitan harus diberikan jalan keluar. Setiap kebuntuan harus ada terobosan."


Saat buku ini diterbitkan (tahun 2012), pak Dahlan Iskan adalah Menteri BUMN yang sering menjadi sorotan media karena tindakannya yang inovatif, membawa semangat, dan kadang nyeleneh (kita mungkin paling ingat dengan tindakannya yang membuka pintu jalan tol karena macet dan antriannya panjang). Isi buku ini adalah kumpulan dari seri "Manufacturing Hope", yang diterbitkan dengan tujuan untuk mengembangkan harapan para pembacanya, khususnya terkait dengan upaya membangkitkan kembali BUMN. Saat pak Dahlan Iskan mulai menjabat, banyak sekali permasalahan yang ada di dalam BUMN (identik dengan korupsi, rugi terus tiap tahun, mafia, hampir bangkrut, tidak gajian, dan lain-lain). Karena perubahan akan membutuhkan waktu, maka diciptakanlah seri tulisan ini untuk membangkitkan motivasi, optimisme, dan kepercayaan orang-orang.

Dengan latar belakang sebagai jurnalis, kemampuan menulis pak Dahlan Iskan memang mengagumkan. Tidak terbayangkan bagaimana caranya bisa menyempatkan diri untuk menulis artikel yang enak untuk dibaca di tengah kesibukannya sebagai menteri. Gaya penulisannya pun sangat menyenangkan dan memang bisa membawa kita pada harapan bahwa Indonesia adalah negara yang hebat dan memiliki potensi untuk maju.

Membaca buku ini di tahun 2017 memberikan makna lain bagi saya: untuk segala sesuatu ada masanya. Untuk apapun di bawah langit ada waktunya. Pak Dahlan Iskan saat itu adalah media darling dengan prestasi yang berderet, beliau pun sering diundang dalam berbagai acara karena kapasitasnya tersebut. Namun saat ini kondisinya sudah berubah karena dakwaan kasus yang menyeretnya setelah dia tidak lagi menjabat. Beberapa nama yang disebut di dalam buku ini (taun 2012) pun ada yang terus bersinar, tetapi ada yang sudah redup dan tidak lagi kedengaran namanya. Ada usaha-usaha beliau (dan seluruh karyawan BUMN yang dibahas) yang benar-benar membuahkan hasil, tetapi ada juga yang tetap mandeg di kemudian hari.

Poin penting yang saya dapat dari pengalaman beliau yang dibagikan lewat buku ini: menjadi pemimpin itu susah! Tanggungjawabnya besar, konsekuensi dari tindakannya pun bisa berdampak pada banyak orang. Sulit sekali membayangkan ada di posisi beliau yang harus mengambil keputusan kompleks seperti itu. Selain menjadi pendorong motivasi, buku ini juga dapat menjadi rekomendasi referensi bagi mereka yang hendak menjadi pemimpin, agar dapat melihat tanggungjawab yang menyertai jabatan yang dikehendakinya.

Dengan membaca buku ini, kita bisa terdorong untuk memberikan usaha sebaik-baiknya pada bidang yang kita kerjakan. Meskipun tidak semua kerja keras pasti memberikan hasil yang diharapkan, namun semua hasil tentunya merupakan buah dari kerja keras tersebut. Biarpun ada banyak benang kusut yang kita hadapi dalam pekerjaan sehari-hari, tentu masih ada peluang untuk mencari jalan keluarnya, sebagaimana yang dicontohkan oleh pak Dahlan Iskan dalam buku ini.
Displaying 1 - 17 of 17 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.