Jika boleh dibandingkan antara kehidupan kita dengan para tabi'in - murid-murid sahabat Rasululullah SAW - ini, maka kita ibarat sumur di bawah tanah yang gelap dan kering, sedangkan mereka bagaikan bebintang yang berkilauan nun jauh di langit sana. Perjalanan hidup mereka meninggalkan kepedihan dan juga harapan bagi kita. Pedih tersebabkan kelalaian kita. Pedih tersebabkan terbongkarnya dosa-dosa yang telah kita perbuat. Tapi dibalik kepedihan itu ada setetes harapan, harapan agar episode perjalanan mereka bisa menjadu panduan bagi kehidupan kita. Atau jikapun sulit, episode perjalanan menjadikan kita cinta dan rindu untuk bertemu dengan mereka di surga-Nya kelak. Semoga Allah merahmati mereka semuanya dan mengumpulkan kita bersama mereka. Aamiin