Jump to ratings and reviews
Rate this book

LOL @ The Office

Rate this book
Inilah cerita babak-belur seorang multitask buying opis girl. Tanp kehadirannya di kantor, dunia akan kiamat. Tapi, apa jadinya kalau PHKmenimpa bagai badai di siang bolong? Apakah ia akan kiamat, tamat, end? Berikut olah TKP di kantor penuh tawa itu. Semoga tidak membuat Anda mencucurkan air mata saking terharunya.

“Bwahahaha... *ngakak guling2* Engggak bisa komeeen, wong lagi ngakak! Bwahahaha”
—Dydie Prameswarie, BOG's Lover, Penulis Buku Kue Pertama Dito dan Terapi Duka

"Asli, ngakak bener baca buku ini! Bahasanya enteng, down to earth, dan makjleb."
—AJ, A Buying Office Boy di Kantor yang Sama

"Membaca buku ini serasa membaca 3D alias tiga dimensi! Gaya bahasa n penyampaian critanya bikin kita bisa membayangkan dengan jelas dan ikutan merasakan kenestapaan dan kegilaan penulis.. Lugu n menggoda! Love it."
—Elizabeth, A Long Time Friend, Karyawati Sebuah Maskapai Asing

192 pages, Paperback

First published January 1, 2012

Loading...
Loading...

About the author

Dian Kristiani

126 books9 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (13%)
4 stars
9 (40%)
3 stars
10 (45%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Ignatia Anna.
10 reviews1 follower
November 7, 2012
Resensi buku, he7x.. Kali ini buku karangan mbak Dian Kristiani yang kedua soal 'buying opis girl' selama menunggu efektifnya waktu PHK. Ini salah satu tulisannya :

25 Hal yang dilakukan oleh karyawan ter-PHK
Di Luar negeri, kalo ada karyawan yang di-PHK, doi pasti kudu langsung hengkang saat itu juga. Coba aja liat di film-film Barat. "You are fired!"
Pasti adegan selanjutnya, si karyawan keluar dari ruangan sambil bawa kardus besar yang isinya barang-barang pribadinya kan? Nah, meski kelihatannya tak manusiawi, sebenernya cara seperti itulah yang paling tepat. Kalo nggak langsung diusir gitu, maka inilah yang akan dilakukan seorang karyawan yang di-PHK:

1. Masuk lebih siang, pulang lebih awal (toh gue udah dipecat)
2. Menghabiskan gula, kopi dan teh yang ada di pantry sampe beser-beser
3. Bawa botol-botol besar untuk bawa pulang air mineral dari galon kantor. Lumayan, irit belanja rumah tangga
4. Jalan-jalan ke pantry, eh ada placemat lucu? Ambil. Eh, ada serbet baru? Ambil. Eh, ada kulkas? Ambil... eh enggak ding :)
5. Cangkir-cangkir lucu inventaris kantor pun mulai dibagi-bagikan. Apalagi kalo dipecatnya berjamaah
6. Beli kertas foto, trus nge-print foto-foto keluarga pake printer kantor
7. Asyik telepon sana, telepon sini, bahkan ke kerabat yang lagi merantau jadi TKW di Arab en Korea. Yippie, gratis pake telepon kantor!
8. Check lemari stationery, mana yang bisa dibawa pulang mari kita bawa pulang. Meski cuma penghapus karet, bolpen, pensil 2B, tip-ex, yah, lumayanlah. Oya, jangan lupa kertas A4!
9. Keluar makan siang selama 3 jam
10. Setelah makan siang, apalagi kalo bukan bobok siang? Mari kita bobok berjamaah
11. Males bales-bales e-mail dari klien. Biarin aja mereka yang marah, gue enggak takut lagi tuh?
12. Tengok-tengok showroom. Hmm,,, lumayan, dapet pembalut wanita, kertas kado, pigura poto, baby diapers, toilet tisu, serbet kertas daaaannnn... kursi rotan!
13. Ke WC, eh ternyata gantungan tisunya lucu juga ya? Diadopsi ah...
14. Tong sampah di bawah mejaku ini imut deh, ikut aku pulang yuk?
15. Mantengin layar kompi seharian, kirain lagi kerja... eh ternyata main game!
16. Again, mantengin layar komputer baca berita foto-foto syur artis terkenal :)
17. Kalo telepon kantor menjerit-jerit, cuek aja lagi... ngapain repot-repot angkat?
18. Mengacak-acak buku telepon. Nomor telepon PT. A diganti PT. B, PT. C diganti PT.A, pokok'e buku teleponnya full tip-ex!
19. Mulai berpikir untuk bikin usaha yang sama dengan Boss. Hmm, database-nya kan tnggal nyomot doang?
20. Curhat ke para klien bahwa kita dipecat karena boss udah ndak kuat bayar kita lagi. Wah, mereka jadi kepikiran bahwa perusahaan boss ini sudah mau bangkrut! Hihi...
21. Bolos dengan alasan sakit supaya cutinya enggak dipotong, soalnya kan uang cuti diperhitungkan dalam pesangon. Bila perlu, abwa surat dokter. Oya, sakitnya jangan cuma sehari dua hari, tapi semiggu!
22. Maen scrabble ama rekan sepenanggungan alias sama-sama korban PHK
23. Naek mobil kantor. alesan mau ka klien atao ke bank. Kenyataanya nanngkring di Pasar Atum makan cakue udang dan bubur Madura!
24. Membuang kartu-kartu nama yang penting. Hi.. hi.. (evil grin)
25. Berdoa supaya Boss diberi keseharann mental yang cukup super supaya ia tidak mengingkari jumlah pasangon yang disepakati

So.. peringartan buat kalian yang kebetulan bernasib baik dan punya perusahaan. Jika suatu saat harus memecat karyawan, pecatlah pada saat itu juga. Jika tidak, hal-hal tersebut akan terjadi!
Eh, tapi suweeeerr... ini bukan kisah pribadiku lho? Meski sudah dipecat, aku tetaplah menjalankan tugas-tugasku dengan penuh tanggung jawab, kasih sayang dan dedikasi tinggi. *Preeettt...
Profile Image for icha.
79 reviews2 followers
September 2, 2019
Suksea bikin aku ketawa dan dapet pelajaran 😂
Profile Image for Agus Isnaen.
37 reviews3 followers
November 1, 2012
lanjutan dari buku buying office girl...entah knp karena membaca buku ini sy jadi jatuh cinta eh jadi suka baca buku dengan tema yang sejenis. Buku ini menggambarkan dunia kantor yang penuh dengan keruwetan dengan segala masalah didalamnya dan juga kelucuan yang terselip yang sayang untuk dilewatkan. Buku nonfiksi yang membuat sy kemudian berubah orientasi dari yang dulunya suka dengan hal2 yg berbau kuliahan, mahasiswa menjadi kantoran dan boss tentunya :D...selalu ada boss yang ehem dibalik buku yg mengulas tema kantor yang lucu nan segar...walaupun pada kenyataannya tidak semuanya lucu, ketika kantor memutuskan untuk mengencangkan sabuk mengirit pengeluaran. Overall buku ini bisa jdi teman dikala suntuk, saat sore hari atau bahkan saat mumet dengan skripsi dan urusan keduniawian (pacaran) :D
Profile Image for Sangria ✧ ⋆ ๋⭑.
15 reviews
December 9, 2023
It's such a light book to read, which is good. Full of humour and realistic, what a combo. Tapi, jangan punya ekspektasi kalau buku ini punya "kata-kata cantik" penuh dengan bahasa yang figuratif. Salah satu buku yang bisa dibaca waktu mumet dan suntuk dengan aktivitas sehari-hari.
Displaying 1 - 7 of 7 reviews