Jump to ratings and reviews
Rate this book

Istanbul with Love

Rate this book
Aku mungkin memang sudah gila. Pergi bermil-mil jauhnya hanya untuk menemui seseorang yang selama lima tahun hanya aku kenal di dunia maya. My God, apakah seperti ini yang rasanya jatuh cinta?
***

Berbekal keyakinan terhadap takdir jodohnya, Pia Crystalline nekat menempuh penerbangan panjang ke Turki demi menemui Osman Yazici. Hubungan yang telah terjalin selama lima tahun membuatnya tanpa sadar mencintai pria yang belum pernah ditemuinya secara fisik itu. Pia pun berkeinginan menjalin hubungan yang lebih serius dengannya.

Agar bisa mengenal Turki dan orang-orangnya lebih dekat, Pia memulai perjalanannya menjelajahi setiap sudut Istanbul. Berbagai macam karakter ia temui dalam setiap petualangannya. Namun, perkenalannya dengan Beyza, teman dekat Osman, keakraban, kemesraan, dan tatapan tak biasa Osman terhadap Beyza membuat Pia semakin lama semakin menyadari jika hubungan mereka tidak sekadar teman dekat.

Akhirnya, Pia mendapati kenyataan yang begitu mencabik perasaannya, meninggalkan luka yang tak tertanggungkan lagi hingga membuatnya mengambil keputusan untuk mengakhiri segalanya, termasuk hidupnya.

Di lautan dingin Bosphorus, sebuah tragedi cinta segitiga yang berlatar panorama Istanbul bermuara, mengantar jiwa yang beku menuju persinggahan terakhir.

408 pages, Paperback

First published April 1, 2012

8 people are currently reading
121 people want to read

About the author

Putri Indri Astuti

5 books12 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
20 (40%)
4 stars
11 (22%)
3 stars
14 (28%)
2 stars
2 (4%)
1 star
3 (6%)
Displaying 1 - 6 of 6 reviews
Profile Image for Aprilia.
14 reviews5 followers
May 13, 2013
bagus ;) ceritanya menarik . . .
tapi cerita tentang kisah cintanya sedikit heee lebih banyak cerita tentang jalan-jalan Pia di Turki . . . bagus, tpi terlalu banyak dan membosankan ;)
suka cerita endingnya ,meski kayak "digantung" heee . . . dramatisir dan terlalu cepat ;) penuh tanda tanya, bagaimana Osman, bagaimana Bee, bagaimana keluarganya d Indonesia, . . .
heee . . .
Profile Image for Lina Irawati.
2 reviews
February 17, 2013
Kisah tentang Pia(gadis asal Indonesia) yang sekitar 4 tahun berkenalan dengan Osman (pria asal Turki) via facebook.
Karena begitu cintanya, Pia rela untuk menyusul Osman di Istanbul, Turki. Disana dia berkenalan bahkan akrab dengan keluarga Osman, menjelajahi setiap sudut kota Istanbul, mengenal makanan khas Turki, mengenal beberapa orang Turki yang sepertinya mulai jatuh hati pada Pia.
Semua mimpi Pia untuk bersanding dengan Osman di pelaminan buyar ketika hadir sahabat Osman, Beyza (gadis modis asal Turki).
Hingga suatu ketika, Osman mengetahui bahwa dirinya mandul, dia tak mau menyakiti Pia yang mulai ia cintai. Karena Beyza pernah sakit hati karena keluarga Osman menolaknya, Beyza menyuruh Osman meninggalkan Pia(dan keluarga Osman), Beyza berkata akan menerima Osman apa adanya. Namun terlambat, Pia hanya tahu bahwa hatinya telah bertepuk, Osman mencintai Beyza, dia berfikir Osman tak mencintainya.
Hingga akhirnya,Pia memilih untuk bunuh diri, di dekat jembatan bosporus, di depan mata Osman.
Felt not good with the ending. Pia was killed her self :'(
Profile Image for Ellya Khristi.
204 reviews14 followers
February 7, 2017
*rolling eyes ratusan kali* Maaf, saya alergi sama karakter yang drama queen *dilempar baklava*
---
Saya melihat Istanbul with Love ini sebagai perjalanan wisata Pia Crystalline ke Turki dengan motivasi menemui Osman Yazici, pria yang dicintainya (atau menurut saya, Pia terobsesi dengan Osman). Dalam perjalanannya, dia menemui banyak, BAAAAAAANYAK orang sampai-sampai saya bingung ini siapa dan apa perannya di masa mendatang. Nihil. Itu Yavus yang mana? Sok-sok ngancam tapi perannya ga signifikan, ga lebih dari butiran debu *hih*

Karakter Pia disini nggak terlalu menarik buat saya. Tomboy, suka gaya gothic, suka berpetualang, mudah bergaul adalah sisi baiknya, tapi sisi naif membuat dia mudah ditipu, mengkotak-kotakkan manusia dengan apa yang terlihat di luarnya, terobsesi dengan Osman sampai ingin menjalin hubungan yang serius, memaksakan diri untuk masuk di celah-celah kehidupan Osman, sering menganalogikan perasaannya sebagai korban, padahal itu gara-gara dia terlalu banyak berharap.

Kalaupun ada karakter yang baik, saya salut dengan Fatih dan Onur. Keduanya tulus berbuat baik untuk Pia, sementara yang lain lebih bersikap santun untuk menghormati tamu orang asing di negara mereka.

Terlepas dari ketidaksukaan saya, saya melihat Pia memang masih muda, baru membuka diri dengan segala macam hal baru yang berbeda di luar Indonesia, wajar kalau dia kena culture shock. Dengan segala hujan badai yang menimpanya, semoga karakter Pia bisa tumbuh dewasa dan lebih menyenangkan di buku selanjutnya.
This entire review has been hidden because of spoilers.
Displaying 1 - 6 of 6 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.