What do you think?
Rate this book


239 pages, Paperback
First published June 1, 2012
Romance...oh...romance....
Kenapa ya saya dengan romance kok tidak pernah akur? Ini romance terlama yang saya baca. Persis satu bulan sejak saya meminjam buku ini dari perpustakaan kota Banjarbaru. Jadi gugup lagi ketemu kakak pustakawan. Maaf kakak, telat lagi mengembalikannya :'(
Jujur, buku ini terlalu berat bagi saya yang bukan penggemar romance. Terutama di bagian ending-nya. Saya tidak ngeh sama sekali bagaimana ending-nya.
Tapi ceritanya unik. Tentang kisah cinta rahasia antara Rajasa, Deanna dan Mielka. Siapa nih yang main rahasia-rahasian? Silakan dibaca sendiri bukunya, huehehehe :D
Nah, yang terlibat cinta rahasia ini mempunyai ruang temu mereka sendiri. Salah satu dari tokoh cowok kita ini adalah pelukis. Setiap mereka bertemu di ruang temu, pertemuan itu dia abadikan dalam lukisannya. Romantis sekali. Seperti apa sih bentuk ruang temu mereka? Saya rasa dari sinopsisnya juga bisa ditebak ya.
Jadi ngiri deh. Enak ya mereka bisa bertemu di ruang temu mereka sendiri. Firasat mereka oke banget. Bisa tahu perasaan masing-masing tanpa harus kikuk menyatakan perasaan. Halangan mereka cuma satu, si tokoh cewek sudah punya kekasih yang tidak bisa dia tinggalkan begitu saja.
At last, saya tidak bisa menulis banyak. Seperti saya bilang sebelumnya, buku ini terlalu berat untuk saya. Saya tidak mengerti ending-nya. Dan butuh waktu lama sekali untuk menamatkan buku ini. Ga srek deh pokoknya. Tapi mungkin saja sih ini karena akhir-akhir ini saya lagi drop karena kabut asap yang melanda kota selama berminggu-minggu. *ga ada hubungannya kali Ra*. :D
And, 3 dari 5 bintang deh untuk Ruang Temu, terutama untuk konsep ceritanya. Oh ya, buku ini juga seolah-olah menegur saya untuk jangan lelah menunggu cinta sejati. Bersabar mungkin lebih baik, karena cinta yang sanggup membuat debar di hati itu akhirnya akan datang. Tidak perlu terburu-buru mencari cinta sehingga tidak menyadari kalau debar itu tidak ada. So, I liked it.