Jump to ratings and reviews
Rate this book

A Shoulder To Cry On

Rate this book
“Aku tak pernah menyesal mencintaimu, yang kusesalkan hanyalah kamu terluka karenanya.”

Damar tahu sejak awal apa yang dilaluinya salah. Berjuang untuk hidup bersama adiknya setelah kedua orangtua mereka bercerai membuat Damar terpaksa menentukan pilihan yang salah dalam hidupnya. Pilihan yang baru terasa benar-benar salah setelah ia bertemu dengan Imelda, seseorang yang seharusnya tidak pernah ia cintai karena ia merasa tidak pernah layak merasakan cinta.

Andai rasa cinta bisa dengan mudah diredam dan dihentikan, tentu Damar akan memilih hidup tanpa perasaan itu. Sayang itu tidak semudah yang dibayangkannya, di tengah perjuangannya untuk melindungi adiknya, Danu, dan seorang gadis malang bernama Anka, yang belakangan mulai disayanginya. Damar harus tetap menyisakan sedikit ruang dalam hatinya untuk merasakan sakit, saat cinta perlahan-lahan menyadarkannya bahwa ia tidak pantas menerima dan memberikan cinta.

Di saat cinta tidak dapat tergapai dengan sempurna, di saat harapan seketika sirna, mungkinkah penyesalan masih tetap berguna?

312 pages, Paperback

First published June 1, 2012

4 people are currently reading
75 people want to read

About the author

Ria N. Badaria

12 books17 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
14 (11%)
4 stars
25 (20%)
3 stars
44 (35%)
2 stars
37 (29%)
1 star
4 (3%)
Displaying 1 - 25 of 25 reviews
Profile Image for Nanda Febri.
19 reviews2 followers
September 17, 2013
Pertama-tama, izinkan saya mengutip sinopsis yang ada di novelnya.

“Aku tak pernah menyesal mencintaimu, yang kusesalkan hanyalah kamu terluka karenanya.”

Damar tahu sejak awal apa yang dilaluinya salah. Berjuang untuk hidup bersama adiknya setelah kedua orangtua mereka bercerai membuat Damar terpaksa menentukan pilihan yang salah dalam hidupnya. Pilihan yang baru terasa benar-benar salah setelah ia bertemu dengan Imelda, seseorang yang seharusnya tidak pernah ia cintai karena ia merasa tidak pernah layak merasakan cinta.

Andai rasa cinta bisa dengan mudah diredam dan dihentikan, tentu Damar akan memilih hidup tanpa perasaan itu. Sayang itu tidak semudah yang dibayangkannya, di tengah perjuangannya untuk melindungi adiknya, Danu, dan seorang gadis malang bernama Anka, yang belakangan mulai disayanginya. Damar harus tetap menyisakan sedikit ruang dalam hatinya untuk merasakan sakit, saat cinta perlahan-lahan menyadarkannya bahwa ia tidak pantas menerima dan memberikan cinta.

Di saat cinta tidak dapat tergapai dengan sempurna, di saat harapan seketika sirna, mungkinkah penyesalan masih tetap berguna?


Dari sinopsis di atas, saya kira novel ini akan menjadi sebuah tamparan yang cukup menendang dalam kisah keluarga. Tapi, saya salah. Eksekusinya kurang sukses. Bahkan, (menurut saya) mengecewakan. Saya tidak mengerti, mengapa ceritanya tidak bisa konsisten. Bahkan, saya merasa semua tokoh yang ada di novel ini tidak mempunyai jiwa.
Lalu, masalah penyelesaian konflik. Saya sebenarnya tidak terlalu mempermasalahkan ending yang digunakan penulis. Tapi, jika ending yang digunakan seperti ini, apa terkesan tidak terlalu memaksa? Rasanya aneh saja. Seperti membaca cerita yang seringkali mengalami batu loncatan. Semoga penulis, bisa menghasilkan karya yang lebih baik lagi.
Profile Image for Aulia  Rofiani.
326 reviews4 followers
August 25, 2019
Seharusnya ceritanya bisa sedikit menyayat hati tapi kok ini gue ga ngerasain apa2 ya 😂
Ga terlalu rumit konfliknya
Penulisannya udah oke dan bikin nagih buat baca sampe abis
Ga ada rahasia yg bikin jaw dropped so...it was just okay
Profile Image for Dina.
32 reviews1 follower
March 13, 2025
tipikal fiksi roman Indonesia pada umumnya, yg sarat akan genre drama dan segala jungkir baliknya. tapi dibalik itu, gaya bahasa penulisnya termasuk jelas dan visual sekali. good job!
Profile Image for Ayu Fitri.
Author 8 books12 followers
January 17, 2015
Aku kasih 3.5 bintang.
Ini novel kedua mbak Ria yang aku baca (setelah Writer vs Editor) dan ya ampun.. aku suka banget kisah suram ini :D

Jujur, aku kecewa abis baca Writer vs Editor dulu.
Di novel itu aku nggak suka gaya penulisan sekaligus cara mbak Ria meramu ceritanya.
Tapi aku selalu yakin gaya penulisan seorang penulis pastinya membaik seiring berjalannya waktu (deuh, sok pinter banget gue).
Berbekal keyakinan itu, aku beli novel ini yang secara nggak langsung nunjukkin kalo aku ngasih kesempatan kedua untuk baca tulisan mbak Ria.
Dan aku puas baca novel ini :D

Menurutku gaya penulisan mbak Ria meningkat drastis.
Lebih dewasa (selain karena temanya emang suram), lebih bagus, dan lebih terorganisir (eh, apa sih istilahnya?)
Aku suka banget deh cara mbak Ria nyelesaiin konflik novel ini.
Awalnya aku empet setengah mati sama karakter Anka lho.
Tapi makin ke ending, aku bisa netral (emang dasar pembaca labil).

Abis baca novel ini, aku cuma mau kasih saran: kasih kesempatan kedua buat penulis-penulis yang mungkin awalnya kamu benci setengah mati tulisannya.
Kayak quote di salah satu novel yang pernah aku baca (lupa judulnya), setiap orang berhak dapet kesempatan kedua :')

Oh ya, kelupaan!
Aku kaget lho karakter utama novel ini cowok.
Karena menurut mbak Michelle dan mbak Asty (waktu itu ketemu di kedai penulis KG Fair Surabaya 2014), ciri khas lini amore itu ada dua: karakter utamanya cewek dan harus happy ending.
Lha di novel ini karakter utamanya si Damar dan Danu.
Jadi bingung awak nih ._.

Btw typo-nya juga masih banyak.
Yang bikin geli waktu typo nama dokter yang mau meriksa Anka.
Awalnya ditulis dokter Budi, tapi paragraf selanjutnya jadi dokter Arman.
Hihihi.
Lha ya masa nama sebenernya Budi Armando :))

http://thecloudsinautumn.tumblr.com/p...
Profile Image for Caca Venthine.
372 reviews10 followers
April 22, 2014
Pertama kalinya baca tulisan kak Ria, dan yaa not bad lah ya.. Ceritanya juga agak-agak sinetron gimana gitu.

Bisa dibilang ceritanya dibagi 2 cerita kali ya? Tentang kehidupan Damar dan kehidupan adiknya yang bernama Danu.

Damar terpaksa nekat meninggalkan Bandung dengan membawa Danu ke Jakarta karena dia sudah tidak tahan lagi dengan perceraian kedua orang tuanya, dan sudah tidak dianggap anak lagi. Di Jakarta Damar kerja keras untuk membiayai kehidupan Danu dan tentu aja dirinya, dari yang menjadi kuli pun dijabanin, sampai akhirnya dia sukses karena menjadi pengacara di salah 1 kantor hokum. Damar sendiri adalah pengacara yang cukup disegani oleh orang banyak dan termasuk banyak klien nya yang mau ditangani oleh dia. Sampai akhirnya Damar mendapatkan salah 1 klien yaitu seorang model/artis terkenal yang menuntut bercerai dari suaminya. Sampai akhirnya mereka saling jatuh cinta. Hanya aja gk semudah itu. Karena Damar sendiri disebut sebagai simpanan seorang wanita kaya dan membuat reputasinya turun.

Oke gimana sama si Danu? Danu punya temen bernama Anka yang sedang terkena musibah. Orang tua Anka meninggal karena kecelakaan dan Damar meminta Anka untuk tinggal sementara di rumah mereka. Ya gitulahh yaa, si Danu ini suka sama Anka, hanya aja Anka malah sukanya sama Damar.

Sebenernya agak belibet emang masalahnya. Dan juga banyak banget kejadian-kejadian yang kalo kata gue sih agak gk jelas dan terkesan diburu-buru. Ini penulisnya emang maunya yang singkat2 aja kali ya? Karena jujur gue agak bingung di beberapa bagian -__- Padahal walau ceritanya agak sinetron2 gimana gituuuu, gue cukup bisa nikmatin bacanya. Tadinya mau kasih 4 bintang, tapi cukup 3 bintang aja ya ^^
Profile Image for Rizky.
1,067 reviews89 followers
October 15, 2012
Sebenarnya novel ini dari segi cerita bagus, namun karena terlalu banyaknya konflik membuat cerita ini menjadi tidak fokus, penyelesaiannya pun kurang klimaks, tidak ada yang special, bisa menebak seperti apa akhirnya. Dan jujur walau tidak terlalu tebal, aku membutuhkan waktu berhari-hari menyelesaikan novel ini =(

Novel ini tentang dua kakak beradik Damar dan Danu yang broken home, akhirnya memutuskan hijrah ke jakarta untuk memulai kehidupan baru lepas dari kedua orangtuanya. Membawa kebencian dihati, mereka pun berjuang hidup di kerasnya jakarta. Damar menjadi pengacara, spesialisasi kasus perceraian yang mempertemukan dia dengan kliennya Imelda yang seorang artis. Kedekatan mereka menimbulkan cinta, tapi terlalu banyak halangan, apalagi ternyata selama ini Damar sudah menjadi seorang pria simpanan Anggun, seorang pengusaha spa terkenal. Disisi lain adiknya Danu, mempunyai sahabat dekat Anka, dan Danu sudah jatuh cinta sejak lama kepada Anka, tanpa Anka sadari. Meninggalnya orang tua Anka membuat Anka akhirnya hidup bersama Damar dan Danu, yang akhirnya Anka pun jatuh cinta kepada sosok Damar.

Novel ini seperti mengurai benang kusut, bak sinetron kehidupan, andai difokuskan saja kepada salah 1 tokoh dengan kehidupannya, pasti akan jauh lebih menarik. Sorry to say, aku kurang bisa menikmati novel ini, walau covernya menarik dan tema ceritanya aku suka =)
Profile Image for Lala.
185 reviews27 followers
February 16, 2015
Membaca novel ini kembali membuatku tersadar bahwa manusia itu makhluk sosial. Kembali menegaskan kalau kita tak bisa hidup seorang diri. Jangan sok kuat, gak usah pura-pura tangguh, karena sehebat apapun manusia, dia punya batasan.
Novel ini membuat kita ngerti pentingnya berbagi dan pentingnya memiliki seseorang yang bisa dijadikan sandaran ketika kita terjatuh, terpuruk, dan terluka. Bersyukurlah, bagi kalian yang masih punya seseorang yang bersedia meminjamkan bahunya untuk sandaran kepala. Bersyukurlah, karena tak sedikit orang yang hanya mampu menjadikan dinding ataupun pintu kamar sebagai sandarannya.
Jujur saja, konflik di novel ini cukup banyak dan kompleks. Hampir setiap tokohnya punya masalah masing-masing yang membuat novel ini tidak fokus. Sempet bertanya-tanya juga sih, siapa sebenernya tokoh utama dari novel ini? Damar? Atau Danu?
Meskipun begitu, masalah-masalah yang dialami setiap tokoh membuktikan bahwa setiap orang punya saat-saat terlemah. Novel ini juga menggambarkan bagaimana peran orang-orang terdekat saat si tokoh sedang terpuruk. Saling berbagi sandaran, saling menguatkan, dan saling menegarkan.
Bercerita tentang bagaimana masing-masing orang menemukan bahu untuk menangis. Kisah yang cukup menggetarkan sisi kemanusiaan kita. :’)
Profile Image for pidaalandrian.
364 reviews5 followers
February 5, 2017
Membaca novel ini mengingatkan aku lagi bahwa hidup seseorang itu tidak melulu tentang kebahagiaan. Ada pada saatnya seseorang itu akan mengalami jatuh di waktu yang tak terduga.

Seperti tokoh pada novel ini. Damar dengan tanggung jawabnya menjaga sang adik dan seorang gadis, Anka, membuatnya 'dulu' terpaksa harus melakukan sesuatu yang sangat ia sesalkan.
Di ceritakan dari sudut pandang orang ketiga. Dan aku rasa di novel ini penulis lebih menekankan cerita pada konflik batin antar tokohnya. Dan setiap tokohnya punya konflik masing-masing dengan alur cerita yang sedikit lambat.

Membaca novel ini juga banyak yang bisa di pelajari, seperti pada saat Damar dan Danu menerima surat peninggalan dari ayah mereka, kita akan paham seberapa besar arti dari kasih sayang sebuah keluarga yang sebenarnya.

Overall, bagi kamu yang menyukai kisah cinta segitiga, dan juga tentang lika-liku kehidupan kakak beradik (Damar & Danu), jangan lupan untuk memasukkan novel ini ke dalam read-list kamu.. Btw, aku suka cover barunya yang soft dan sangat pas dengan isi certanya.
Profile Image for Sarie Rahmawati.
65 reviews8 followers
October 27, 2015
Sempet ketunda baca buku lain jadi slesainya lama... Kisah tentang kakak beradik Damara dan Danu yang mengalami broken home sehingga harus lari dari kenyataan meninggalkan sang Ayah yang telah mengkhianati keluarga demi wanita lain. Kisahnya terbagi dua antara kehidupan Danu yang jatuh cinta dengan sahabatnya Anka yang justru mencintai sang kakak Damara.

Dibalik sosok kakak yang menjadi panutan dan kebanggaan bagi Danu tersimpan berbagai konflik dengan masa lalu yang kelam demi bertahan hidup.

Suka sama endingnya, tapi Anka yang awalnya suka sama Damara bisa dengan cepat melupakan perasaannya lantas suka sama Danu yang memang sudah lama menyukai Anka, kayaknya ada yang kurang aja gitu, seperti terlalu cepat prosesnya.. koq akhirnya langsung gampang bgt cuma gitu aja..

But overall sih saya suka sama buku ini, saya menikmati jalan ceritanya walo agak muter2 datang konflik silih berganti yang berakhir dengan cepat pula.Kalau diangkat ke layar TVpun jatohnya FTV.
Profile Image for Dian Shinta.
170 reviews
April 17, 2016
Harapan tidak sesuai dengan ekspektasi, berbuah hanya dua bintang.

Pertama, konsistensi dari penulis di cerita ini ngga terlihat. Contoh: Danu mau berangkat ke Bandung hari Sabtu pagi tapi di halaman selanjutnya diceritakan berangkat hari Jumat. Trus pacarnya Anka, siapa itu namanya, kemana perginya? putus? HTS? TTM? ngga jelas kemana hilangnya. :(

Kedua, masing-masing tokoh ngga terasa karakternya. Danu dan Damar cowok, tapi kok nangis mulu kayak cewek.. Bukannya cowok ga boleh nangis, tapi Danu aja bilang "cowok harus keliatan kuat" :(

Ketiga, ini si Damar plinplan amat jadi laki ya? Sekarang bilang sayang Anggun, trus malah cinta Imelda. hm... :(

Keempat, ceritanya terlalu banyak konflik.. Jadi kayak sinetron yang ngga habis-habis episode tayangnya. Bosan di tengah jalan :(

Semangat untuk memperbaiki ini semua ya kak Ria :D
ditunggu karya selanjutnya..
Profile Image for Literavy.
93 reviews4 followers
October 20, 2014
Buku inibagus, aku suka gaya penceritaan dan penuturannya. Dari sini kita juga semakin mengerti tentang pentingnya berbagi dan pentingnya memiliki seseorang yang selalu bisa dijadikan sandaran saat kita sedih dan terluka. Konflik yang disuguhkan cukup rumit tapi tetap menyenangkan dan membuat penasaran kita untuk mencari titik akhir dari konflik tersebut. Hal lain yang menjadikan novel ini istimewa adalah bahwa setiap tokoh digambarkan memiliki kekurangan dan punya kelemahan. Tidak seperti buku sejenis pada umumnya yang seringkali menampilkan sosok tanpa cela yang terkadang malah berkesan terlalu malaikat. Hal itu tidak kita temukan disini. So .... untuk buku sejenis, ini termasuk yang saya rekomendasikan.
46 reviews
March 18, 2015
ehm iseng-iseng donlot ebook gratis eh dapetnya nih buku.. secara tema cukup ringan all about love tapi point plusnya nih kisah bisa dikatakan cukup getir sayang banget penyeritaan n eksekusinya ga nendang jadi lebih mrip skrip sinetron ala-ala desi ratna sari :( ... typonya banyak banget, karakter tiap tokohnya kurang dalem, sebenarnya klo cukup nyritain tokoh Damar, Imelda dan Anggun (lebih dalam) mungkin bisa beda n please endingnya jangan terlalu maksa .. but anyway utk sekedar bacaan selingan okelah tapi klo harus beli bukunya mikir 100000 kali hehehe sorry buat Ria, saya bukan fans sinetron jadi cukup 2 bintang hehe (buat kisah n karakter Damar n imelda) .. ketika mencintai pasangan kita itu malah membuat dia tersakiti, sakitnya tuh seperti teriris pisau n dicukain .. (halah)
Profile Image for Tiara Orlanda.
201 reviews18 followers
September 16, 2015
5 stars !

salut sama buku ini yang painfull. rasanya tiap lembar ceritanya menyedihkan. konfliknya banyak dan tidak mudah ditebak. tentang kehilangan masing masing tokohnya yang di akhir cerita akhirnya menemukan a shoulder to cry on mereka masing masing. a recommended book !

i'm totally inlove with this book.
Profile Image for Fitria Mayrani.
522 reviews25 followers
July 1, 2012
Udah jengah duluan! Gak selesai bacanya. Sudah 70% ceritanya gitu-gitu aja, nothing surprize, gampang ditebak. Novelnya melow drama, mirip sinetron.
Profile Image for Ossy Firstan.
Author 2 books102 followers
June 15, 2013
bagus,tapi apa semua masalah harus dimulai dengan kematian? begitu banyak kematian di novel ini
Profile Image for Ayu Yudha.
Author 3 books202 followers
July 1, 2012
3.5* naik ke 4* deh.. :D
Displaying 1 - 25 of 25 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.