Jump to ratings and reviews
Rate this book

Desaku

Rate this book

927 pages, Unknown Binding

First published January 1, 2011

14 people want to read

About the author

Kembangmanggis

16 books17 followers
Nama asli: Baby Ahnan

Nama Kembang Manggis sekarang ini barangkali tidak banyak yang mengenal. Namun, pada kisaran tahun 80-an, nama itu lumayan beken sebagai penulis novel.

Mungkin Anda yang gemar membaca fiksi atau berlangganan majalah Hai, ingat sebuah cerita bersambung di majalah remaja itu yang berjudul TIA. Oleh Gramedia Pustaka Utama, cerbung tersebut kemudian diterbitkan dalam bentuk novel. Nah, pengarangnya adalah Kembang Manggis.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (66%)
4 stars
1 (16%)
3 stars
1 (16%)
2 stars
0 (0%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Evil Raf.
4 reviews
January 4, 2023
Judul buku: Desaku
Penulis: Kembangmanggis
Penerbit: CV Kembangmanggis, Bogor
Cetakan 1: 2011
Tebal: 928 halaman
Ilustrasi sampul: Anggit Bestari
Selesai baca: Selasa, 3 Januari 2023

Setelah lulus dengan peringkat terbaik di SMU desanya, Ajiz menjadi tulang punggung keluarganya. Ayahnya minggat dengan perempuan lain. Ibunya meninggal dunia. Tiga adiknya masih harus bersekolah.

Ajiz yang bangga dengan predikat juara kelasnya, dihadapkan pada kenyataan bahwa hal itu hampir tidak ada dampaknya dalam kehidupan. Surat lamaran sudah disebar, tapi nihil belaka hasilnya. Dalam jurang putus asa, dia berpaspasan dengan Agus, teman SMU-nya yang sudah bekerja. Ajiz memintanya mencarikan lowongan. Barangkali di tempatnya ada.

Untuk menyambung hidup, Ajiz ikut Ua-nya mengajon pisang (membeli pisang yang belum matang untuk dijual saat sudah matang). Kadang digaji, kadang tidak. Kalaupun digaji, terlalu sedikit. Hanya cukup untuk mencicil utang.

Ajiz yang merasa diperlakukan tidak adil berhenti bekerja kepada Ua-nya.

Saat itulah, Agus datang. Katanya, di tempatnya bekerja ada lowongan. Sebagai tukang sablon tapinya. Ajiz langsung lesu. Dia tidak pernah menyablon. Namun, Agus memaksanya. Coba saja dulu! Bosnya bukan bos biasa.

Bosnya memang bukan bos biasa. Gelo. Interviu kerjanya pun tidak biasa. Ruangannya berantakan pisan. Nabila, si ibu, si bos, si ibu bos, bertanya tentang kemampuan Ajiz menyablon. Ajiz menjawab jujur, bahwa dia tidak bisa dan tidak pernah menyablon. Kalau begitu, kenapa melamar?

Ajiz, yang sudah patah arang, menceritakan segala-galanya kepada si ibu: tentang keluarganya, adik-adiknya, apa (ayah)-nya yang minggat, umi (ibu)-nya yang sudah meninggal, teu aya panggilan kerja, dan lain-lain. Toh dia takkan diterima, jadi sekalian saja curhat. Lepas saja. Marah saja. Jangan ditahan lagi. Mana ada, sih, perusahaan yang mau menerima orang tidak kompeten seperti dirinya? Tapi si ibu mendengarkannya dengan sungguh-sungguh.

Plot twist-nya, si Ajiz diterima! Dia dibekali buku-buku tentang menyablon. Nabila, si ibu bos, memintanya mempelajarinya. Seminggu sanggup selesai? Ajiz yang sudah di ujung tanduk, langsung mengiakan!

Ketika interviu selesai, Ajiz baru sadar, dia bahkan belum menyerahkan surat lamarannya.

Lalu dimulailah petualangan Ajiz bekerja di kafe Nabila, bos nyentrik yang galak tapi cengeng, lugu tapi bijaksana, penjunjung tinggi kejujuran tapi suka bercanda—sampai-sampai tidak jelas mana omongannya yang benar, mana yang ngawur. Banyak sifatnya yang bertolak belakang, tapi justru itulah yang membuatnya sangat mudah dicintai.

Ajiz dan Nabila bukan satu-satunya sosok yang "lovable" di novel ini. Ada selusin dan selusin lagi. Kembangmanggis punya 928 halaman untuk mengenalkan mereka kepada kita:

• Di rumah, ada tiga adik Ajiz: Puput, si bungsu sang juru dapur, yang penyayang dan dekat dengan alam, apa saja bisa diolahnya menjadi makanan, Murni yang sering nongkrong di Warung Biru, warung "remang-remang" yang pemiliknya adalah mucikari; Wawan yang kocak dan kekanak-kanakan.

• Di tempat kerja, ada Agus, teman sekelas Azis dan rekan pramukanya; si Engko penjual alat sablon; Ibu Antoni, juru masak asal Flores—ketika Nabila mengunjungi kampung halaman Ibu Antoni, saya akhirnya tidak tahan membendung tangis; Edo dan saudara-saudaranya yang terpaksa mengungsi karena kampung halamannya, Ambon "manise", dilanda perang saudara; ada Gina, Ririn, saudara sekampung Edo, dan lain-lain.

• Di desa, ada Yuyun dan Elis yang berprofesi sebagai pelacur di Warung Biru; Bu Iis yang difitnah sebagai PKI karena kecemburuan Ibu RT yang kalah pamor; kakek dan nenek Puput yang sepanjang hidup kerja di ladang.

Selain yang saya sebutkan, percayalah, banyak—BANYAK—lagi tokoh lain yang semuanya berdarah dan berdaging. Tapi tidak sulit kok menghapalnya. Malah seperti teman akrab saja. Saya sendiri tidak paham, kok bisa, novel yang tokohnya berlimpah seperti ini tidak membuat saya bingung sama sekali. Semua mengalir saja, natural. Asyik. Penuh canda. Penuh haru. Hidup. Mungkin karena, meskipun jumlah halamannya mencapai 900, bab-babnya bersifat episodik. Setiap bab mengangkat tema dan permasalahan yang berbeda. Kadang ringan, kadang berat. Kadang sarat gelak, kadang mengandung bawang. Semua disampaikan dengan lincah.

Karena latarnya Bogor, sebagian besar percakapan diucapkan dengan basa Sunda, tapi tong hariwang, urang teu kudu mudik-mudik mariksa catetan kaki, sabab unggal dialog dina basa daerah sok dibarengan ku tarjamahan.

Terlepas dari kesalahan minor, seperti cara menulis yang kadang tidak sesuai EYD V (tidak ada nama editor di halaman copyright), ini buku yang lengkap dan ditulis dengan indah. (Saya bahkan memasukkannya ke rak "buku seperti inilah yang ingin saya tulis" yang jarang saya isi.) Konon, Kembangmanggis membutuhkan waktu delapan tahun untuk menyelesaikannya. Duh.
Profile Image for Rievinska RF.
174 reviews3 followers
January 2, 2022
Belum pernah menemukan buku sekomplit ini. Selucu ini. Semencerahkan ini. Buku yang menggambarkan tak hanya kehidupan desa yang terasa sangat natural, tapi juga pemahaman tentang kehidupan.

Nabila adalah idola baru saya.
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.