Aku mencintaimu, jadi izinkan aku untuk membencimu. Sungguh, aku tidak sanggup lagi dengan jarak ini. Jarak yang tanpa ampun mulai mengubah perasaan-perasaanku menjadi kegundahan yang menyebalkan.
~41 Mil
***
Mencintaimu itu seperti hujan. Kadang deras, kadang cuma rintik-rintik, kadang bahkan tidak turun sama sekali. Jadi, hujan seperti apa yang kauinginkan. Aku akan memenuhinya untukmu.
~Mencintaimu Itu Seperti Hujan
***
Buku ini berisi empat belas cerita pendek. "41 Mil" dan "Mencintaimu Itu Seperti Hujan" adalah dua di antaranya.
Bacalah setelah waktu ketika hujan akan turun... sebentar lagi. Tapi, jika hujan sudah berhenti, maka anggap saja ini adalah cerita-cerita yang pernah mengiringinya.
Nampaknya buku ini menarik dibaca, mengingat sekarang Malang menjelang musim penghujan :D; banyaknya buku yang meminjam nama hujan (termasuk buku ini) semakin membuktikan bahwa hujan memiliki daya magis yang membuat hampir siapapun ingin mengabadikannya dalam bentuk apapun. Lalu seberapa dahsyatkah Cerita Hujan ini bisa membingkai hujan?
Baru pertama kali membaca karya Gin Teguh dan saya cukup kagum pada beberapa hal dalam buku ini. Dalam kumpulan cerita pendek ini, semuajmnya berkaitan dengan hujan dan segala romantismenya. Secara keseluruhan buku ini bagus, ringan dan cepat selesai. 6 cerpen pertama dan satu cerpen terakhir membuktikan bahwa buku ini menarik dan bagus di koleksi. Mengangkat cerita tentang hujan tentu sudah dilakukan banyak penulis. Sejauh apa penulis menilai dan meraciknyalah yang membuat sebuah karya menjadi menarik. Cover bukunya saya suka, desainernya jelas jagoan. Konsep bukunya juga oke. Saya suka. Hanya beberapa ilustrasi di bagian depan setiap cerpen yang saya rasa tidak tercetak dengan baik. Cerpen Gin ini saya rasa bisa dinikmati setiap orang dengan permainan kata yang sederhana dan plot cerita yang tidak rumit. Beberapa kalimat juga menarik dijadikan kuotasi yang kece. Overal, good book!