Jump to ratings and reviews
Rate this book

Jalan-jalan ke Antartika: Kisah Peneliti Indonesia Pertama di Antartika

Rate this book
Antartika. Benua paling selatan yang namanya memunculkangambaran yang luar salju, es, suhu dingin, dan bentang alamyang berupa air dan batu, tanpa kehijauan. Padang es dan bukit-bukitputih, dengan hewan-hewan unik yang tidak ada di mana-mana selaindi sana. Seolah suatu dunia yang berbeda sekali dengan negeri kita.Pada 2002, Agus Supangat, seorang peneliti oseanografi, mendapatkesempatan ikut serta dalam ekspedisi penelitian ke Antartika—sebagai salah satu orang Indonesia pertama yang menginjakkankakinya di benua beku Antartika. Antartika memang daerahyang menjadi perhatian dunia keilmuan, apalagi dengan adanyapemanasan global yang sangat mempengaruhinya. Agus Supangatdan rekan-rekan penelitinya berangkat ke Antartika untuk mencaritahu apa pelajaran yang bisa didapat dari arus air, es, dan faunaAntartika, sehubungan dengan upaya menyelamatkaniklim dunia.Buku ini menceritakan kembali pengalaman Agus Supangat keAntartika. Berbagai adegan seru selama perjalanan, kehidupan dikapal penelitian, ganasnya alam Antartika, serta aneka keunikanyang ditemui tersaji kembali, dilengkapi dengan foto-foto dan catatanharian yang membawa kita seolah-olah ikut bertualang menyusuridahsyatnya Antartika. (

205 pages, Paperback

First published November 1, 2011

4 people are currently reading
45 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (19%)
4 stars
11 (52%)
3 stars
4 (19%)
2 stars
1 (4%)
1 star
1 (4%)
Displaying 1 - 5 of 5 reviews
Profile Image for Rahmadiyanti.
Author 15 books175 followers
February 17, 2012
Beberapa perbedaan Antartika dan Arktika:
- Antartika adalah kutub selatan, benua yang dikelilingi lautan; sedang Arktika adalah kutub utara, lautan yang dikelilingi benua.
- Rata-rata suhu tahunan di Antartika -50 derajat C; di Artika -18 derajat C.
- Tidak ada pohon, tidak ada tundra, dan populasi di Antartika, hanya ada lichen (lumut kerak); sedang di Arktika kita masih bisa menemukan pohon, tundra, dan populasi.
- Hanya ada mamalia laut berupa paus dan anjing laut di Antartika; di Arktika terdapat mamalia darat (rusa kutub, serigala, kelinci, lemming, dan rubah).

Dan ke Antartika-lah penulis melakukan perjalanan dalam rangka penelitian bersama puluhan ilmuwan lain dari beberapa negara. Bersama seorang peneliti lain, penulsi adalah orang Indonesia pertama yang menjejak kutub selatan.

Penuturan pengalamannya cukup menarik, meski di beberapa bab berasa banget "ilmiah"nya :). Saya sering bertasbih membacanya, apalagi saat melihat foto-foto gunung es. Wow, ternyata gunung es tak hanya berwarna putih, tapi beragam warna; putih kebiruan, biru, hijau, hingga kuning kecokelatan.

Bab yang paling menarik menurut saya adalah bab 5, yang bertutur tentang persentuhan penulis dengan awak kapal Aurora Australis dan ilmuwan-ilmuwan lain peserta ekspedisi.

Yang agak bikin saya berkerut, Pak Agus dkk ini dedikasi banget, sampai plakat seberat 35 kilogram "titipan" pemerintah Indonesia dibawa-bawa buat diletakkan di Antartika. Mbok ya pemerintah jangan berat-berat gitu bikin plakatnya :p.
7 reviews16 followers
April 16, 2012
Cara bercerita yang unik, hasil perjalanan riset peneliti oseanografi Indonesia yang menjejakkan kaki pertama kali di Antartika. Benua paling selatan, bentang alam yang berupa air dan batu, tanpa kehijauan, hanya salju, es, dan suhu dingin yang membekukan, seolah menjadi dunia yang berbeda dengan negri kita. Berbagai adegan seru selama perjalanan, kehidupan di kapal penelitian, ganasnya alam Antartika, serta aneka keunikan yang ditemui tersaji kembali, dilengkapi dengan foto-foto dan catatan harian yang membawa kita seolah-olah ikut bertualang menyusuri dahsyatnya Antartika. Penyajian sains dengan cara yang populer. Nikmat untuk dibaca.
Profile Image for Johana.
8 reviews
April 22, 2012
Buku ini menarik berisi kisah perjalanan pak Agus Supangat melakukan penelitian oseanografi di laut Antartika. Buku ditulis dengan sederhana, sehingga cukup mudah dipahami bagi orang awam tentang hubungan sirkulasi arus global dan perubahan iklim. Buku ini cukup meberikan semangat dan inspirasi untuk melakukan penelitian lanjutan di Antartika bagi peneliti muda Indonesia lainnya.
Displaying 1 - 5 of 5 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.