Tanpa disadari, banyak yang terlewat dalam hari-hari kita. Kemarin adalah waktu yang telah berlalu; apa yang telah kita selipkan pada waktu yang tak lagi kita kuasai itu? Kemarin adalah rentangan hari yang telah lewat; apa yang sudah kita tambahkan pada masa yang tak akan pernah kembali itu?
Apabila hari demi hari berlalu begitu saja tanpa ada upaya pendekatan diri kepada Tuhan, tanpa kita mampu menjadikannya titian menuju-Nya, lalu apa tujuan hidup kita?
Pernahkah terbesit di benak kita pertanyaan-pertanyaan semacam itu dan kita melewatkannya tanpa jawaban? Kenapa? Di antara persoalannya adalah kita tak punya teman dekat yang berbicara dari hati ke hati.
Inilah buku yang membidik hati. Untaian kata dan seruan bijaksana dalam buku ini seperti mengetuk pintu kesadaran. Sesekali ketukan itu terdengar kencang, membuat kita segera terjaga; sesekali terdengar lembut, membuat kita ingin lekas menyambut. Menyadarkan kita bahwa hidup adalah menapaki jalan Tuhan; mengingatkan bahwa ada rambu-rambu perintah dan larangan yang harus diperhatikan.
Alhamdulillah..penulisan dalam tutur kata yang mudah di mengerti telah di jabarkan oleh Habib Ali al-Jufri dalam hal Tassawuf, dan sangat disarankan bagi para salik / pemula untuk membaca kitab tersebut yang mudah difahami, dimengerti, dihayati dan dirasakan.
Buku yang membuat saya menangis, memikirkan dosa-dosa yang telah diperbuat dan sedikitnya amal sebagai bekal kemudian. Buku ini juga membuat kita merenung tentang tujuan apa kita diciptakan di dunia ini dan mempersiapkan diri menghadapi kematian, karena seluruh materi yang kita kejar di dunia tiadalah berarti setelahnya.
Buku ini memberi terapi pada kehidupan ruhani bagi orang yang beragama Islam. Ditulis oleh Habib Ali al-Jifri yang sangat terkenal dengan akhlaknya yang santun.