Jump to ratings and reviews
Rate this book

101 Kisah Bijak Dari Jepang Yang Memperkaya Hidup

Rate this book
Seorang pembawa kuda beban yang sangat miskin bertemu pengemis yang terbaring sakit di tepi jalan.
“Ya, ampun! Adakah yang hidup lebih buruk dari diriku?” pikirnya.
“Aku harus menolong orang ini.”
Ia dan istrinya membaringkan pengemis itu di lantai rumahnya beralaskan tikar. Karena tak punya makanan, mereka lalu membuat api untuk menghangatkan badan, dan menutupi tubuh pengemis itu dengan tikar. Keesokan harinya mereka membangunkan si pengemis dan menyingkapkan tikar yang menutupi tubuhnya. Namun betapa terkejutnya mereka, ternyata yang selama ini mereka kira pengemis adalah sebongkah emas yang sangat besar.

Semoga kita mendapat cukup kebahagiaan untuk membuat kita bahagia; Cukup cobaan untuk membuat kita kuat; Cukup penderitaan untuk membuat kita menjadi manusia bijak dan berbudi; Dan cukup harapan untuk membuat kita bersikap positif terhadap kehidupan.

332 pages, Paperback

First published March 1, 2011

7 people are currently reading
65 people want to read

About the author

Cesilia

1 book4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (19%)
4 stars
5 (23%)
3 stars
8 (38%)
2 stars
2 (9%)
1 star
2 (9%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Joe Satrianto.
35 reviews3 followers
May 3, 2020
Mohon mangap, nilai bukunya cuma kayak lirik lagunya Sheila on 7: Coba kau tunjuk 1 bintang... Lha piye ya...cerita pendeknya memang banyak. Ada 101. Tapi mbacanya kayak nggak ada emosinya. Dataaar aja.

Beberapa ceritanya juga nggak jelas tujuannya bercerita itu apa. Pembukaan cerita dan penutupannya sungguh nggak nyambung. Kayak ada cerita tentang pohon tsubaki yang katanya sungguh indah. Konfliknya adalah tiba-tiba ada raksasa jahat yang tinggal di atas pohon tersebut. Otomatis raksasa itu diusir dan si raksasa kabur dengan mencabut pohon tersebut, melemparkannya ke laut, lalu mengendarainya macam Oka Sulaksana.

Beribu-ribu tahun kemudian, seorang saudagar bernama Shiraishi Doraemon, aeh...Jiroemon membuka lahan pertanian di bekas tempat pohon tsubaki tersebut. Ketika musim semi tiba, daerah itu berubah menjadi merah laksana bunga pohon tsubaki.

Udah. Gitu aja. Tamat.

Yungiliiiiihhh...cerita model opo iku? Jadi ini mau nyeritain apa tho sebenarnya? Pohon, raksasa, atau Jiroemon? dan sayangnya banyak ceritacerita nggak jelas sejenisnya di buku ini. Coba, pembukaannya apa, konfliknya apa, penyelesaiannya bagaimana, semuanya saling nggak nyambung.

Gangguan berikutnya adalah di setiap akhir cerita dicantumkan pesan sok-sok'an bijak, yang sayangnya antara isi ceritanya (yang memang banyak yang alurnya nggak jelas itu tadi) dengan pesan bijak di bawahnya...nggak nyambung sama sekali!

Herannya, buku tak bermutu seperti ini ternyata penerbitnya adalah Gramedia. Untung aja saya mbacanya via Gramedia Digital versi yang premium. Nggak kebayang betapa menyesalnya saya kalau saya sampai khilaf beli versi buku cetaknya. Semprul!
Profile Image for Wulan Smile.
161 reviews11 followers
October 9, 2013
ini buku cerita bijak ato fantasy sih. mengapa banyak putri siluman yang bersliweran. cerita dan pesan sering tidak nyambung. apa hubungan burung bulbul dan cinta sejati ??? Tapi lumayanlah sebagai bacaan akhir minggu :p
Profile Image for Christopher  Kemur.
120 reviews5 followers
March 26, 2013
Menarik untuk dibaca untuk orang-orang yang menyukai folk tale, tetapi mengapa setiap cerita harus diakhiri dengan pesan moral yang most of them gak nyambung sama ceritanya
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.