Jump to ratings and reviews
Rate this book

Puisi dan Antipuisi

Rate this book

219 pages, Paperback

First published January 1, 2011

10 people are currently reading
83 people want to read

About the author

Goenawan Mohamad

110 books506 followers
Ia seorang jurnalis dan sastrawan yang kritis dan berwawasan luas. Tanpa lelah, ia memperjuangkan kebebasan berbicara dan berpikir melalui berbagai tulisan dan organisasi yang didirikan-nya. Tulisannya banyak mengangkat tema HAM, agama, demokrasi, korupsi, dan sebagainya. Seminggu sekali menulis kolom “Catatan Pinggir” di Majalah Tempo.

Pendiri dan mantan Pemimpin Redaksi Majalah Berita Tempo kelahiran Karangasem Batang, Pekalongan, Jawa Tengah, 29 Juli 1941, ini pada masa mudanya lebih dikenal sebagai seorang penyair. Ia ikut menandatangani Manifesto Kebudayaan 1964 yang mengakibatkannya dilarang menulis di berbagai media umum.

Ia juga pernah menjadi Nieman fellow di Universitas Harvard dan menerima penghargaan Louis Lyons Award untuk kategori Consience in Journalism dari Nieman Foundation, 1997. Secara teratur, selain menulis kolom Catatan Pinggir, ia juga menulis kolom untuk harian Mainichi Shimbun (Tokyo).

Ia menulis sejak berusia 17 tahun, dan dua tahun kemudian menerjemahkan puisi penyair wanita Amerika, Emily Dickinson. Sejak di kelas VI SD, ia mengaku menyenangi acara puisi siaran RRI. Kemudian, kakaknya yang dokter (Kartono Mohamad, mantan Ketua Umum PB IDI) ketika itu berlangganan majalah Kisah, asuhan H.B. Jassin. “Mbakyu saya juga ada yang menulis, entah di harian apa, di zaman Jepang,” tutur Goenawan.

Pada 1971, Goenawan bersama rekan-rekannya mendirikan Majalah Mingguan Tempo, sebuah majalah yang mengusung karakter jurnalisme majalah Time. Di sana ia banyak menulis kolom tentang agenda-agenda politik di Indonesia. Jiwa kritisnya membawanya untuk mengkritik rezim Soeharto yang pada waktu itu menekan pertumbuhan demokrasi di Indonesia. Tempo dianggap sebagai oposisi yang merugikan kepentingan pemerintah sehingga dihentikan penerbitannya pada 1994.

Goenawan Mohamad kemudian mendirikan Aliansi Jurnalis Independen (AJI), asosiasi jurnalis independen pertama di Indonesia. Ia juga turut mendirikan Institut Studi Arus Informasi (ISAI) yang bekerja mendokumentasikan kekerasan terhadap dunia pers Indonesia. ISAI juga memberikan pelatihan bagi para jurnalis tentang bagaimana membuat surat kabar yang profesional dan berbobot. Goenawan juga melakukan reorientasi terhadap majalah mingguan D&R, dari tabloid menjadi majalah politik.

Ketika Majalah Tempo kembali terbit setelah Pak Harto diturunkan pada 1998, berbagai perubahan dilakukan seperti perubahan jumlah halaman namun tetap mempertahankan mutunya. Tidak lama kemudian, Tempo memperluas usahanya dengan menerbitkan surat kabar harian bernama Koran Tempo.

Setelah terbit beberapa tahun, Koran Tempo menuai masalah. Pertengahan bulan Mei 2004, Pengadilan Negeri Jakarta Timur menghukum Goenawan Mohamad dan Koran Tempo untuk meminta maaf kepada Tomy Winata, (17/5/2004). Pernyataan Goenawan yang dimuat Koran Tempo pada 12-13 Maret 2003 dinilai telah melakukan pencemaran nama baik bos Arta Graha itu.

Goenawan yang biasa dipanggil Goen, mempelajari psikologi di Universitas Indonesia, mempelajari ilmu politik di Belgia dan menjadi Nieman Fellow di Harvard University, Amerika Serikat. Goenawan menikah dengan Widarti Djajadisastra dan memiliki dua anak.

Selama kurang lebih 30 tahun menekuni dunia pers, Goenawan menghasilkan berbagai karya yang sudah diterbitkan di antaranya kumpulan puisi dalam Parikesit (1969) dan Interlude (1971), yang diterjemahkan ke bahasa Belanda, Inggris, Jepang, dan Prancis. Sebagian eseinya terhimpun dalam Potret Seorang Penyair Muda Sebagai Si Malin Kundang (1972), Seks, Sastra, dan Kita (1980), dan Catatan Pinggir (1982).

Hingga kini, Goenawan Mohamad banyak menghadiri konferensi baik sebagai pembicara, narasumber maupun peserta. Salah satunya, ia mengikuti konferensi yang diadakan di Gedung Putih pada 2001 dimana Bill Clinton dan Madeleine Albright menjadi tuan rumah.

(from tokohindonesia.com)

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
9 (23%)
4 stars
13 (34%)
3 stars
13 (34%)
2 stars
1 (2%)
1 star
2 (5%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Randa Muhammad.
96 reviews4 followers
February 24, 2019
Pada bab selanjutnya, ada bab Lirik,Laut,Lupa.
D sini dibahas pd awal abad 20 puisi Indonesia dominan diisi puisi mengenai keindahan alam, alam sebagai refleksi, atau alam sebagai perumpamaan. Sebagai contoh penyair S.Takdir Alisjahbana.
Setelah masa kemerdekaan, pujangga baru atau angkatan 45 dgn pujangga lama seperti Takdir, berbeda pandangan mengenai apa itu kebangsaan dan pengaruhnya terhadap puisi2 mereka.
Profile Image for Nonna.
137 reviews2 followers
April 13, 2017
Pemaknaan text terhadap puisi, sajak, dan fragmen.
Profile Image for Wahyudha.
446 reviews1 follower
December 30, 2021
Kumpulan essay ini memusingkan tapi bikin penasaran.
GM jago dalam mengulas dan membuat essay seputar kesusastraan dan hal ihwal kesenian.

Buku puisi anti puisi adalah rekaman kritik dan pembedahan GM pada perjalanan atau kaledeoiskop puisi-puisi yang ada di Indonesia.

Namun membaca tulisan GM mesti membutuhkan kesabaran, keuletan dan pengabaian khususnya saat menemukan istilah dan bahasa Indonesia yang baru.

Kasih Bintang 4 atas dasar isi essaynya Bagus dan bermanfaat bagi penyuka perkembangan sastra di Indonesia. Tapi karena bahasanya baku dan bener2 butuh usaha lebih untuk memahami maksud dari tulisan GM jadilah demikian.
Profile Image for Zulwaqarakram.
19 reviews4 followers
August 7, 2013
G.M sebetulnya orang yang selalu termenung hingga timbul terlalu banyak percikan atau fragment.

Dan aku yakin semuanya tak akan pernah selesai.
Profile Image for lara_nur.
40 reviews10 followers
Read
May 11, 2013
Kata Goenawan;

"..puisi juga adalah doa."

Tokoh sedemikian ini selalu lebih besar dari puisi dan doa itu sendiri.
Displaying 1 - 7 of 7 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.