“Anu, ini kenapa poin nomor 51 bilang gaya pakaian dan gaya rambut saya harus diatur sesuai ketentuan? Terus, di poin selanjutnya, kok ya cara berjalan, cara berdiri, sampai cara tersenyum saya diatur segala? Kenapa saya tidak boleh menengok kalau terjadi ledakan?”
“Karena orang keren tidak menengok ke arah ledakan. Kau sering nonton tivi? Pernah nonton film aksi? Orang-orang keren tidak menengok ke arah ledakan! Tidak sama sekali!”
***
Seorang pemuda terpilih menjadi pahlawan Biru dalam satuan kelompok lima pahlawan super, tetapi ada deretan peraturan yang harus dipatuhi, salah satunya dia tidak boleh menengok ke belakang saat terjadi ledakan. Selain itu ada kisah sebuah kota yang geger sebab percaya pada perkataan Aristofanes tentang tiga macam jenis kelamin manusia. Ada juga cerita dua penguasa yang saling berlomba meninggikan benara. Juga makhluk-makhluk dengan nama tombol-tombol dalam stik permainan game bersuara dan menjadi tokoh laiknya manusia. Atau bagaimana jadinya ketika bumi ini diubah menjadi kubus?
Cerita-cerita di buku ini akan melemparkan pembaca ke dunia-dunia yang absurd, dan barangkali juga keren, kepada tokoh-tokoh yang ganjil, dan boleh jadi juga keren, dan juga ke dalam dongeng-dongeng yang ajaib, dan sudah pasti juga keren.
Rio Johan was born in Baturaja, South Sumatra, 1990. Rio has been invited to speak at The Ubud Reader's & Writer's festival (2015), was on a sponsored residency in Berlin, Germany (2016) and has been the recipient of the 2014 Prose Book of Choice by Tempo for his short story collection, "Aksara Amananunna", and the 2018 Khatulistiwa Literary Award for his novel, "Ibu Susu".
Tak berbeda jauh dengan Aksara Amananunna dan Rekayasa Buah, dalam kumcer ini pun Rio Johan masih konsisten menawarkan narasi imajinatif yang memukau—kalau tak mau dibilang ganjil.
Kumcer “orang keren” ini diawali dengan kisah pemuda yang menandatangani kontrak peran sebagai pahlawan Biru, dengan salah satu kesepakatan: tidak akan menoleh saat terjadi ledakan. Tentu saja imajinasi liar Rio tak hanya berhenti pada upayanya mengubrak-abrik plot cerita tipikal Power Rangers tersebut, tetapi juga kisah permusuhan abadi Tom-Jerry dalam cerpen berjudul Tom dan Jerry Bertemu Madame Domeongtriks. Bayangkan, bagaimana kalau kucing jantan perisak tikus harus dihadapkan dengan kucing betina yang ingin mendominasi pasangannya secara fisik, hmm, seksual?
Pada cerpen lain, ada pula kisah-kisah menggemparkan tentang teori tiga jenis kelamin manusia yang dicetuskan oleh Aristofanes, lalu kisah seorang raja yang hobi melempar orang-orang dari jendela, cerita tentang kepunahan kota, hingga mahakreatif tuhan yang menciptakan bumi berbentuk kubus—yang semuanya tentu mencerminkan daya khayal Rio yang brilian. Bahkan, kumcer ini ditutup dengan cerpen lumayan panjang yang bikin bergidik ngeri karena membahas tentang segerombolan manusia mini yang berusaha memasok tai demi bertahan hidup di perjalanan.
Tampaknya, nyaris di setiap bukunya, Rio Johan memang setia dengan ciri khas gaya bahasa yang dipenuhi diksi-deskripsi panjang nan eksperimental. Meskipun kebiasaan menulis (detail) semacam itu mungkin tidak cocok bagi segelintir pembaca karena dianggap terlalu berleleran, entah kenapa saya malahan berpikir sebaliknya; artinya sang empunya cerita menunjukkan keberaniannya dalam bereksplorasi, dan itu yang membedakannya dari penulis lain kebanyakan.
Ingin sekali bisa menikmati baca cerita-cerita orang keren ini. Tapi ibaratnya: Ada orang yang menikmati lari maraton, ada orang yang menikmati lari jarak pendek. Saya percaya kalau lari maraton itu bisa nikmat dan menyenangkan, tapi saya sendiri belum sanggup dan jadi belum suka. Tapi saya sangat menghargai dan menghormati konsistensi penulisnya, seperti yang beliau tuturkan sendiri di catatan penulis di akhir (saya lompat ke sana karena saya lebih tertarik membaca cerita di balik penulisan kumcer ini): beliau menyukai detail dan kalimat panjang. Dia tidak main-main. 😀✨
my boyfriend worried about me being bored while waiting on him. i told him don't worry, i have Rio Johan's book (this book in particular) for companion. he still worried. i said that him worrying me was an insult for Rio Johan because a book written by Rio Johan would never make anyone bored. EVER.
Cerita-ceritanya absurd banget. Mana kumpulan cerpen pula. Baru aja lega selesai satu cerita absurd, harus mulai lagi sama cerita absurd yang lain. Jujur bukunya susah banget untuk ditamatin. Selain karena absurdnya tadi, mungkin juga karena penggunaan kalimat panjang yang terkesan bertele-tele. Tapi secara ide bener-bener out of the box.
Orang Keren Tidak Menengok ke Arah Ledakan dan Cerita-cerita Orang Keren Lainnya merupakan KumCer karya Rio Johan yang berisikan cerita-cerita unik yang sangat "Rio Johan" sekali. Dalam setiap cerita yang disajikan, pembaca akan menemui ke-khasan dari sang penulis yang gemar bermain diksi, teknik menulis dan eksplorasi tentang hal-hal yang buat kebanyakan orang terlihat tidak biasa namun oleh penulis bisa menjadi sebuah karya yang keren.
KumCer ini bukannya tidak bagus. Namun, bagi saya pribadi yang mengikuti karya-karya penulis yang sebelumnya. Adanya beberapa cerpen yang "belum lama" diterbitkan di media lain dan muncul lagi di KumCer ini agak disayangkan. Bisa jadi juga karena harapan saya yang berlebihan bahwa saya akan menjumpai cerita-cerita baru yang belum saya temui di media lain.
Rio Johan’s imaginations were wild and insane, but he made many good short stories from there. This is probably his best shorts collection since Aksara Amananunna.