Jump to ratings and reviews
Rate this book

Surat Sahabat Dari Palestina: Masihkah Ada Harapan Buat Kami?

Rate this book
Ketika Zionis Israel menyerang Jalur Gaza selama 22 hari, korban yang jatuh berkisar 1.350 orang tidak termasuk yang belum ditemukan di bawah reruntuhan bangunan. Korban terluka mencapai 5.500 orang. Sementara itu, jumlah anak-anak yang meninggal dunia tidak kurang dari 412 anak dan yang terluka adalah sebanyak 1.855 anak. Mengapa Zionis Israel menyerang secara biadab meng-gunakan senjata kimia di pemukiman penduduk sipil? Anak-anak yang terluka akibat bom fospor kulitnya terbakar, dagingnya melepuh dan tulangnya rapuh. Selain itu, lambat laun ginjal dan hatinya tidak lagi berfungsi. Serangan itu rupanya sengaja ditujukan kepada penduduk sipil, khususnya anak-anak karena di kemudian hari mereka berpotensi menjadi pejuang yang gigih melawan Zionis. Karena itulah mereka harus dibunuh. Apa sebenarnya yang diinginkan dan diharapkan anak-anak Gaza setelah rumah dan gedung sekolahnya hancur lebur rata dengan tanah? Apa yang ada di benak mereka saat ini, setelah teman sebangkunya meninggal, kehilangan saudara dan orang tua, mendengar dentuman bom juga desingan peluru di sekitarnya dan menyaksikan korban bergelimpangan bersimbah darah? Suara hati mereka terangkum dalam kumpulan surat anak-anak Palestina yang sangat menggugah. Anak-anak itu berusia antara 7 tahun dan tertua 18 tahun. Sebuah ungkapan hati yang beragam, ada ketakutan, kegelisahan, kegeraman, harapan, juga cita-cita mereka. Setelah membaca buku ini kita perlu bersama-sama merenung, membuka mata dan hati untuk berupaya andil membantu saudara kita di Palestina.

240 pages, Paperback

First published January 1, 2009

1 person is currently reading
12 people want to read

About the author

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
3 (50%)
4 stars
0 (0%)
3 stars
2 (33%)
2 stars
1 (16%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 2 of 2 reviews
Profile Image for Sinta Nisfuanna.
1,032 reviews64 followers
October 7, 2011
Pinjam dari Mbak Novi

----

Berbicara tentang perang, Palestina merupakan salah satu tempat yang paling mudah muncul di kepala. Bagaimana tidak, berita kekejaman Israel dalam membombardir tanah Gaza sudah banyak sekali bertebaran, mulai dari media hingga saksi mata. Kekejian tentara Israel tidak hanya terlihat dari bom-bom yang diluncurkan untuk memporak-porandakan Palestina, tapi juga perburuan layaknya binatang setiap kali melakukan penyisiran.

Perampokan tanah Gaza dan kekejaman tentara Israel berdampak besar terhadap anak-anak Palestina. Kondisi peperangan membuat anak-anak yang awalnya ketakutan dan kegelisahan, menjadi sosok yang penuh tekad dan keras, bahkan rela mati demi menghancurkan penjajah dzalim, Israel. Hal itu tergambar dari surat-surat yang terdapat dalam buku Masihkah Ada Harapan Buat Kami?







Foto di atas adalah sebagian dari isi surat dari anak-anak Palestina. Sebagian besar berisikan kecaman atas kekejaman Israel dan himbuan kepada muslim dunia untuk membantu rakyat Palestina berjuang membebaskan tanah kelahirannya. Saya agak bingung dengan alasan dibaginya surat-surat tersebut ke dalam 4 bab, yaitu kondisi, perasaan, harapan, dan cita-cita, karena menurutku hampir semua surat memuat keempat poin tersebut.

“Mudah-mudahan anak Indonesia, setelah membaca buku ini tergerak hatinya untuk meringankan penderitaan mereka dengan membalas surat anak-anak di Jalur Gaza sebagai “pertanda” turut memikul beban penderitaan bersama antara Indonesia dan Palestina” [alinea terakhir dalam kata pengantar]

MP4Palestine mencoba mewadahi keinginan tersebut lewat acara sharing tentang Palestina dengan anak-anak binaan Majlis Ta'lim Al-Falah [info selengkapnya bisa dibaca di sini ] Dalam salah satu rangkaian acara, mereka mengajak adik-adik tersebut untuk menuliskan surat untuk teman-teman di Palestina. Beberapa hasilnya bisa dilihat di bawah ini.







Mengingat bahwa Palestina pernah punya andil dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945, maka selayaknya jika saat ini kita ‘membalas-budi’ dengan mendukung perjuangan rakyat tanah Gaza. Bukan sekadar berdasar atas kepedulian tapi juga persaudaraan.
Profile Image for Novi_khansa.
85 reviews13 followers
July 15, 2011
Kalau ingin tahu suara hati anak-anak Palestina saat serangan Gaza selama 22 hari, bacalah buku ini.

Mereka memang bukan anak-anak biasa. Mereka adalah 'pejuang'yang hidup di tanah yang dimuliakan.... Mereka adalah contoh manusia yang telah banyak ditempa berbagai ujian berat di usia yang masih muda.

Dalam buku ini, mereka menceritakan ketakutan-ketakutan mereka, tapi juga perjuangan, harapan, dan cita-cita yang sangat mulia.

Subhanallah
Displaying 1 - 2 of 2 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.