Jump to ratings and reviews
Rate this book

Sajak-Sajak Suci

Rate this book

First published January 1, 2007

3 people are currently reading
47 people want to read

About the author

Abdullah Jones

10 books4 followers

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
4 (15%)
4 stars
7 (26%)
3 stars
10 (38%)
2 stars
5 (19%)
1 star
0 (0%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Ira Nadhirah.
610 reviews
November 27, 2015
Teringin jadi min. Cuma aku nadhirah, dan tiada min di dalamnya. Ah, kehidupan.
Profile Image for ~:The N:~.
852 reviews56 followers
November 9, 2020
Saya tidak pandai mengulas buku. Zaman ‘Menulis Sinopsis dan Ulasan Buku-buku yang Saya Telah Baca’ terlalu lama saya tinggalkan semenjak meninggalkan alam persekolahan. Apatah lagi mengulas buku sajak. Sudahlah saya ini tiada reti menulis sajak, mahu mengulas pula sajak-sajak orang yang handal bersajak seperti Abdullahjones.

Abdullahjones saya kira berada dalam ruang ‘niche’ yang tersendiri dengan sajak-sajaknya. Saya tidak tahu apa perkataannya, barangkali saya disihir suka dengan sajak-sajak yang berbeza daripada sajak-sajak yang pernah saya baca.

Ada beberapa sajak yang saya suka dalam Sajak-Sajak Suci. Bukanlah bermakna sajak-sajak lain saya tidak suka, tapi dalam banyak-banyak sajak, pasti ada yang lebih memikat hati. Seperti sajak-sajak cinta-kecewa asmara suatu ketika dan pemanas udara yang sejuk (ain sembilan puluh satu) dan sajak-sajak sikap manusia akhir zaman seperti encik, anak saya hilang, baliklah linda, pesan politik mak saya, grafiti ii, dan blues. catatan buat mok ii dan mabuk rindu ii pula sangat membekas di nubari saya, mungkin kerana berjauhan dengan mak dan famili kala ini. Dan satu sajak yang paling saya suka, tanpa tajuk tidak bernombor, yang ditulis mewakili sikap ketidakpedulian dan ketidakmampuan bertindak sebahagian besar daripada kita, berjaya menyentuh sukma saya sehingga ke dasarnya.

assalamualaikum kawan,
ada yang boleh kami bantu?
selain berdoa untuk
keamananmu

ada apa yang perlu
kami tambah?
selain bersedih
atas kemurunganmu

kami yang jauh
tidak bisa menahan
ombak besar

kami yang jauh
tidak bisa menangkis
peluru

maafkan kami
duhai saudara,
kami umat mereng
yang tiada cinta


[tanpa tajuk tidak bernombor, halaman 37]

Namun antara semuanya, yang saya rasakan paling istimewa adalah bait-bait yang ditinta tulisan tangan pada halaman 90 itu:

alangkah indahnya
rindu
kekal begitu tidak
bertemu

18/05/07

Sajak-Sajak Suci, meski kamu tidak suka sajak (seperti saya yang sebenarnya kurang ghairah dengan genre ini) tetapi Sajak-Sajak Suci akan menyebabkan kamu terfikir untuk memberi makna baru kepada apa yang kamu panggil sajak selama ini.

Tiada ruginya jika kamu koleksikan buku puisi ini dalam kutubkhanah kamu (atau daftarkan dalam Goodreads) dan kongsikan dengan anak cucu cicit kamu nanti.
Profile Image for Afa.
129 reviews
February 2, 2016
Kata-katanya sangat mudah dibaca, namun tidak mudah dibaca maknanya. Antara buku puisi yang saya nantikan sekian lama untuk baca, kerana kehabisan stok. Saya kira penulis sengaja tidak cerewet memilih tajuk kerana mungkin sajak itu sendiri lebih penting daripada tajuk; oleh sebab itu banyak karya beliau tidak ada tajuk khas ataupun kelihatan santai. Karya sajak yang berunsur nasihat mahupun ketuhanan yang tak mahu menonjol sebagai sajak nasihat 'skema'.
Profile Image for Nazrul Mohd.
191 reviews6 followers
March 15, 2016
Banyak sajaknya ditujukan kepada min. Dan aku turut punya seorang kawan bernama min. Betapa bertuahnya min.
Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.