Jump to ratings and reviews
Rate this book

Debu Cinta Bertebaran

Rate this book

388 pages, Paperback

First published January 1, 1973

7 people are currently reading
72 people want to read

About the author

Achdiat K. Mihardja

15 books41 followers
ACHDIAT K. Mihardja dilahirkan di Cibatu, Garut, 6 Maret 1911. Setelah tamat HIS, melanjutkan ke MULO di Bandung, terus ke AMS-A di Bandung juga. Karena bertengkar dengan salah seorang guru, dia pindah ke AMS-A juga di Solo, tetapi mengambil jurusan Ketimuran, sekelas antara lain dengan Tatang Sastrawiria dan Amir Hamzah.

Para siswa yang pada masa itu belajar di Solo banyak yang aktif dalam gerakan kebangsaan. Achdiat pun bersama dengan Amir Hamzah, Armijn Pane, Tatang Sastrawiria, dan lain-lain aktif dalam organisasi "Indonesia Moeda" yang baru didirikan (30 Desember 1930) sebagai realisasi keputusan Kongres Pemuda (1928) yang membubarkan organisasi-organisasi pemuda daerah seperti Jong Java, Sekar Roekoen (organisasi pemuda Sunda), Jong Celebes, Jong Soematera, dan lain-lain. Meskipun secara resmi Indonesia Moeda tidak ikut-ikutan dalam politik, tetapi organisasi itu merupakan persemaian kesadaran rasa kebangsaan para anggotanya. Setamat AMS (1932), Achdiat pindah ke Jakarta. Mula-mula bekerja sebagai guru Taman Siswa, kemudian menjadi editor surat kabar Bintang Timoer dan majalah Penindjauan bersama Sanoesi Pane dan Armijn Pane. Keduanya milik P.F. Dahler, orang Belanda yang pernah menjadi guru Achdiat di AMS, yang menaruh simpati kepada perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Ia mengarang novel Atheis yang menjadi salah satu dari kanon sastra Indonesia. Atheis melukiskan konflik kerohanian yang dialami oleh bangsa kita akibat masuknya berbagai paham filsafat dan paham sosial yang berbenturan sesamanya. Pendeknya dalam roman itu Achdiat berhasil memotret dan merekam gejolak masyarakat yang terjadi di Indonesia pada akhir masa penjajahan Belanda sampai zaman Jepang.

Tidak hanya roman Atheis (1949) yang ditulis Achdiat untuk memperkaya sastra Indonesia. Dia pun banyak menulis cerita pendek dan esai. Kumpulan cerita pendeknya Keretakan dan Ketegangan (1956) mendapat Hadiah Sastra Nasional dari BMKN (1957). Di samping itu, ada Kesan dan Kenangan (1960) yang juga merupakan kumpulan cerita pendek. Dia juga banyak menulis drama baik asli maupun saduran, antara lain Bentrokan Dalam Asrama (1952), Keluarga Raden Sastra (1954), Pakaian dan Kepalsuan (1956), roman Debu Cinta Bertaburan (1973), Belitan Nasib (1975), Pembunuhan dan Anjing Hitam (1975), dan Pak Dullah in Extremis (1977). Setelah lama tidak mengumumkan tulisan, pada 2005, Achdiat menerbitkan roman pendek Manifesto Khalifatullah.

Dia jugalah yang menyusun Polemik Kebudayaan (1948) yang memuat berbagai pendapat para bapak pendiri bangsa kita seperti Dr. Soetomo, Sanoesi Pane, S. Takdir Alisjahbana, Ki Hadjar Dewantara, Dr. Amir, Dr. Poerbatjaraka, dan lain-lain mengenai kebudayaan nasional dan hari depan bangsa Indonesia.

Ratings & Reviews

What do you think?
Rate this book

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
13 (39%)
4 stars
11 (33%)
3 stars
6 (18%)
2 stars
1 (3%)
1 star
2 (6%)
Displaying 1 - 4 of 4 reviews
Profile Image for Akmal A..
172 reviews8 followers
August 3, 2020
Ini novel yang pertama aku baca dari pengarang yang terkenal dengan novel Aties. Aku suka tema yang dimainkan dalam novel ini yang sederhana tapi besar dan dalam maknanya. Cinta yang hadir dalam buku ini datang dari pelbagai perspektif; suami dan isteri, kekasih, guru dan pelajar, anak dan ibu, dan yang terbesar sekali adalah tentang kemanusiaan. Membaca novel ini mengingatkan aku kepada pengalaman aku semasa berkelana di Sydney 2015, lima tahun yang lalu. Terus di akhirnya membuatkan aku rindu dan cinta sangat pada momen itu, lagi-lagi di musim pandemik ini.
Profile Image for akbar fadhilah.
24 reviews
February 17, 2025
// Debu Cinta Bertebaran — 3.7!!⭐

BAGUS BANGATTT!!😸🫶🏽

suka sekali sama isu-isu yang diangkat oleh buku ini. obrolan dan cara pandang dari tiap karakternya juga tidak kalah menarik. tapii ada beberapa hal yang saya kurang suka, seperti misalnya cara pandang beberapa karakter dan naratornya yang pada beberapa kesempatan terkesan seperti mengobjektifikasi wanita.

OTHER THAN THAT, IT'S SO WELL WRITTEN AND DEFFO WORTH TO READ!!
Profile Image for Adi.
158 reviews19 followers
July 26, 2011
Dari pengarang lagendaris iaitu Achdiat Karta Mihardja yang begitu sinonim dengan novel masterpiecenya yang berjudul ateis.

Aku harapkan buku ini membawa isu yang menggugat tapi agak kecewa sedikit kerana debu cinta bertebaran cuma berkisar tentang kehidupan watak utamanya yang tinggal di Australia serta sahabat, kekasih dan kenalan dalam lingkungan beliau sewaktu di sana. Tapi masih juga menyentuh hal budaya, falsafah, kemanusiaan dan politik semasa. Dan masih tetap menggambarkan Achadiat ini seorang yg berpengetahuan luas.

*Masih lagi mencari buku terakhir arwah yang berjudul manifesto khalifatullah Manifesto Khalifatullah by Achdiat K. Mihardja yang dikatakan menyambung kembali kisah2 karekter sesat dalam novel ateis yang belum di bawa ke jalan yang lurus.
Profile Image for Anggi Hafiz Al Hakam.
329 reviews5 followers
May 31, 2011
Novel kaleidoskop yang penuh dengan pertentangan batin dan pemikiran antara modernisasi global atas nama liberalisasi dengan nilai humanisme universal ketimuran. Penulis berhasil menggambarkan pola pikir dan sudut pandang seorang Indonesia yang "terasing" di negeri seberang. Gejolak pemikiran pasca revolusi kemerdekaan sangat terasa pada jalan cerita. Menarik untuk dibaca sebagai refleksi penyadaran kembali tentang sejarah perjuangan bangsa.

Displaying 1 - 4 of 4 reviews

Can't find what you're looking for?

Get help and learn more about the design.