Jump to ratings and reviews

Layar kata: Menengok 20 skenario pemenang Citra, Festival Film Indonesia, 1973-1992

Criticism on film scripts of citra prizewinning award at Festival Film Indonesia, 1973-1992.

268 pages, Paperback

First published January 1, 2000

Loading...
Loading...

About the author

Seno Gumira Ajidarma

102 books850 followers
Seno Gumira Ajidarma is a writer, photographer, and also a film critic. He writes short stories, novel, even comic book.

He has won numerous national and regional awards as a short-story writer. Also a journalist, he serves as editor of the popular weekly illustrated magazine Jakarta-Jakarta. His piece in this issue is an excerpt from his novel "Jazz, Parfum dan Insiden", published by Yayasan Bentang Budaya in 1996.

Mailing-list Seno Gumira fans:
http://groups.yahoo.com/group/senogum...

Ratings & Reviews

What do you think?

Friends & Following

Create a free account to discover what your friends think of this book!

Community Reviews

5 stars
10 (14%)
4 stars
25 (36%)
3 stars
23 (33%)
2 stars
9 (13%)
1 star
1 (1%)
Displaying 1 - 7 of 7 reviews
Profile Image for Agni Giani.
27 reviews47 followers
September 3, 2009
cool book... inspiratif dan informatif. buku ini kaya buku pelajaran buat saya yg ketika itu baru mulai pengen bikin film...heu...
Profile Image for Anggi Hafiz Al Hakam.
335 reviews5 followers
July 16, 2026
Layar Kata. Sebuah judul buku yang saya kenal lewat sebuah siaran radio. Waktu itu, ba'da Isya di sebuah acara berjudul "Sky Book Club" dan kalau tidak salah pada siaran perdananya. Saya menyimak karena si penulis Layar Kata adalah Seno Gumira Ajidarman. Seorang penulis yang berhasil membuat saya terpesona dengan Sepotong Senja Untuk Pacarku. Namun, Layar Kata ini saya baru tahu dan tiba-tiba saja sudah dinyatakan sebagai buku langka. Ya, saat itu sudah tidak ada lagi buku barunya di Palasari.

Seorang teman kuliah pernah bertanya kepada saya tentang buku referensi tentang perfilman Indonesia. Saya dengan pasti menjawab "Layar Kata, aja. Tapi, udah nggak ada barunya. Cari aja di perpus atau pinjam punya siapa gitu...". Satu hal yang akhirnya membuat dia berterima kasih kepada saya usai skripsinya selesai dan lulus. Saya mendapatkan buku ini dari marketplace dalam kondisi bekas tetapi masih sangat acceptable dengan beberapa coretan dari pemilik sebelumnya. Mungkin, pemilik lamanya juga sedang menulis skripsi. Minimal, membuat tugas tentang perfilman Indonesia.

Mau tidak mau, memang Layar Kata dapat dijadikan referensi perfilman Indonesia. Mungkin ada lebih banyak buku lainnya. Terlebih, pembaca bisa sekalian belajar tentang penulisan skenario sekaligus analisis substansi maupun tekstual. Bukan hanya itu saja. Pembaca mendapatkan "bonus" penggalan 20 skenario Pemenang Piala Citra Festival Film Indonesa dari tahun 1973 hingga tahun 1992. Which is, really great! Setidaknya, pembaca jadi tahu sebab judul-judul film yang pernah berjaya di masanya serta beberapa nama sutradara terkenal macam Arifin C. Noer, Teguh Karya, dan Putu Wijaya. Ini sangat penting untuk kelangsungan sejarah Republik Indonesia. Utamanya, dalam bidang perfilman.

Saya sendiri dapat membaca dan menemukan bagaimana perkembangan film Indonesia dalam rentang waktu tersebut. Rentang waktu yang cukup panjang. Sama panjangnya dengan riwayat film Indonesia yang comeback dengan rilisnya "Ada Apa Dengan Cinta". I will say that buku ini adalah sebuah kombinasi yang menarik. Sebuah kombinasi antara analisis penulisan skenario dalam perbincangan akademis yang ditulis dengan selera sastra. Layar Kata awalnya adalah sebuah skripsi yang ditulis mengikuti kaidah akademis mampu bertransformasi menjadi sebuah buku dinamis yang dapat dinikmati khalayak ramai secara lebih luas.
Profile Image for Puri Kencana Putri.
351 reviews43 followers
March 18, 2017
Buku skripsi SGA. Lawas memang. Apalagi kalau melihat teknik kajian dan kritik film hari ini. Saya membacanya ulang ketika sempat berbenah pindahan renovasi rumah. Membawanya ke kosan dan menemukan beberapa catatan genial dan jenius dari naskah-naskah film yang SGA teliti untuk urusan kelulusan kampusnya.

Ada tidak kurang 20 catatan skenario yang diteliti. Mengapa skenario? Skenario adalah tulang punggung kisah fiksi visual. Bahkan untuk sebagian orang, banyak yang ingin mendekatkan realita dengan fiksi cerita (bukan begitu?).

Jika buku ini kembali dibaca (saya dulu membelinya juga gara-gara untuk keperluan skripsi), maka kita akan melihat banyak mini fiksi Indonesia yang menarik untuk ditengok. Film-film Ryan Hidayat, Naga Bonar, bahkan Widyawati bukan cuma menjadi stok memori era 80-90an, tapi lewat Film-film tersebut kits bisa mengetahui bagaimana Indonesia dikonstruksi dan diimajinasikan berulang kali.
Profile Image for Wicak Hidayat.
Author 7 books9 followers
July 13, 2007
By reading this book one might guess that Seno Gumira's storytelling comes from cinematic study he had done on Institut Kesenian Jakarta (Jakarta Art School).
Profile Image for Wikupedia.
65 reviews28 followers
July 22, 2007
sama ini juga belum baca...malah belum punya yah bukunya....hehe
Displaying 1 - 7 of 7 reviews