Negeri 5 Menara Quotes

Rate this book
Clear rating
Negeri 5 Menara Negeri 5 Menara by Ahmad Fuadi
11,306 ratings, 4.08 average rating, 1,111 reviews
Negeri 5 Menara Quotes Showing 1-30 of 48
“Orang boleh menodong senapan, tapi kalian punya pilihan, untuk takut atau tetap tegar.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Man shabara zhafira. Siapa yang bersabar akan beruntung. Jangan risaukan penderitaan hari ini, jalani saja dan lihatlah apa yang akan terjadi di depan. Karena yang kita tuju bukan sekarang, tapi ada yang lebih besar dan prinsipil, yaitu menjadi manusia yang telah menemukan misinya dalam hidup.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Karena yang membatasi kita atas dan bawah hanyalah tanah dan langit.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Jangan berharap dunia yang berubah, tapi diri kita lah yang harus berubah. Ingat anak-anakku, Allah berfirman, Dia tidak akan mengubah nasib sebuah kaum, sampai kaum itu sendirilah yang melakukan perubahan. Kalau kalian mau sesuatu dan ingin menjadi sesuatu, jangan hanya bermimpi dan berdoa, tapi berbuatlah, berubahlah, lakukan saat ini. Sekarang juga!”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Pasang niat kuat, berusaha keras dan berdoa khusyuk, lambat laun, apa yang kalian perjuangkan akan berhasil. Ini sunatullah-hukum Tuhan.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Rugi kalau stress, mending kita bekerja keras. Wali kelasku pernah memberi motivasi yang sangat mengena di hati. Katanya, kalau ingin sukses dan berprestasi dalam bidang apa pun, maka lakukanlah dengan prinsip 'saajtahidu fauzq mustawa al-akhar'. Bahwa aku akan berjuang dengan usaha di atas rata-rata yang dilakukan orang lain.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Dulu kami tidak takut bermimpi, walau sejujurnya juga tidak tahu bagaimana merealisasikannya. Tapi lihatlah hari ini. Setelah kami mengerahkan segala ikhtiar dan menggenapkan dengan doa, Tuhan mengirim benua impian ke pelukan masing-masing. Kun fayakun, maka semula awan impian, kini hidup yang nyata. Kami berenam telah berada di lima negara yang berbeda. Di lima menara impian kami. Jangan pernah remehkan impian, walau setinggi apapun. Tuhan sungguh Maha Mendengar”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“man jadda wa jadda, man shabara zhafira”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Resep lainnya adalah tidak pernah mengizinkan diri kalian dipengaruhi oleh unsur di luar diri kalian. Oleh siapa pun, apa pun, dan suasana bagaimana pun. Artinya, jangan mau sedih, marah, kecewa, dan takut karena ada faktor luar. Kalianlah yang berkuasa terhadap diri kalian sendiri, jangan serahkan kekuasaan kepada orang lain. Orang boleh menodong senapan, tapi kalian punya pilihan, untuk takut atau tetap tegar. Kalian punya pilihan di lapisan diri kalian paling dalam, dan itu tidak ada hubungannya dengan pengaruh luar.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Inti hidup itu adalah kombinasi niat ikhlas, kerja keras, doa dan tawakkal. Ikhlaskan semuanya, sehingga tidak ada kepentingan apa-apa selain ibadah. Kalau tidak ada kepentingan, kan seharusnya kita tidak tegang dan kaget.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Kerahkan semua kemampuan kalian belajar! Berikan yang terbaik! Baru setelah segala usaha disempurnakan berdoalah dan bertawakkal lah. Tugas kita hanya sampai usaha dan doa, serahkan kepada Tuhan selebihnya, ikhlaskan keputusan kepadaNya, sehingga kita tidak akan pernah stres dalam hidup ini. Stres hanya bagi orang yang berlum berusaha dan tawakal. Ma'annajah, good luck.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Man jadda wajada, siapa yang bersungguh-sungguh pasti akan berhasil.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Anak-anakku, ilmu bagai nur, sinar. Dan sinar tidak bisa datang dan ada di tempat yang gelap. Karena itu, bersihkan hati dan kepalamu, supaya sinar itu bisa datang, menyentuh dan menerangi kalbu kalian semua.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Siapa yang menuntut ilmu dengan niat yang ikhlas, dia mendapat kehormatan sebagai mujahid, pejuang Allah. Bahkan kalau mati dalam proses mencari ilmu, dia akan diganjar dengan gelar syahid, dan berhak mendapat derajat premium di akhirat nanti. Tidak main-main, Rasulullah sendiri yang mengatakan agar kita menuntut ilmu dari orok sampai menjelang jatah umur kita expired. Uthlub ilma minal mahdi ila lahdi. Tuntutlah ilmu dari buaian sampai liang lahat.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Jadi pilihlah suasana hati kalian, dalam situasi paling kacau sekali pun.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Misi yang dimaksud adalah ketika kalian melakukan sesuatu hal positif dengan kualitas sangat tinggi dan di saat yang sama menikmati prosesnya. Bila kalian merasakan sangat baik melakukan suatu hal dengan usaha yang minimum, mungkin itu adalah misi hidup yang diberikan Tuhan. Carilah misi kalian masing-masing. Mungkin misi kalian adalah belajar Al-Quran, mungkin menjadi orator, mungkin membaca puisi, mungkin menulis, mungkin apa saja. Temukan dan semoga kalian menjadi orang yang berbahagia.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Imtihan nihai bukan hanya sekadar membuktikan seberapa banyak ilmu yang telah diserap otak, tapi seberapa kuat seorang siswa melawan tekanan waktu, kebosanan, psikologis dan fisik. Siapa yang bisa mengatasi semua faktor itu, maka dia adalah pemenang.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Bagaikan menara, cita-cita kami tinggi menjulang. Kami ingin sampai di puncak-puncak mimpi kelak.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Mungkin beginilah seharusnya ujian disambut, sebuah perayaan terhadap ilmu. Dengan gempita. Selain itu, aku kira, pesta ujian yang meriah ini juga dibuat agar kami sekali-kali tidak boleh pernah takut apalagi trauma dengan ujian. Bahkan diharapkan kami kebal terhadap tekanan ujian dan bahkan bisa menikmati ujian itu. Apalagi ujian akan terus datang dalam berbagai rupa sampai akhir hayat kami.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Anak-anakku. Ini akan jadi tahun tersibuk dan terbaik kalian. Kami yakin kalian mampu menjalankannya. Mulailah dengan bismillah dan selalu amalkan man jadda wajada.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Justru karena ini hal kecil. Jangan sampai dia meremehkan suatu hal, sekecil apapun.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Anakku, selamat berjuang. Hidup sekali, hiduplah yang berarti.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Bagi yg punya orangtua, pergunakanlah kesempatan sekarang ini untuk membalas budi, gembirakan mereka, beri kabar mereka, surati mereka.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“...melihat sisi positif dari setiap bencana”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Jangan pernah takut dan tunduk kepada siapa pun. Takutlah hanya kepada Allah. Karena yang membatasi kita atas dan bawah hanyalah tanah dan langit.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Bila kalian merasakan sangat baik melakukan suatu hal dengan usaha yang minimum, mungkin itu adalah misi hidup yang diberikan Tuhan.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“The Prophet Muhammad said: Innallaha jamiil wahuwa yuhibbul jamal. Verily God is beautiful and loves beauty. -33”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
tags: beauty
“Dan hati yang selalu bisa dikuasai pemiliknya, adalah hati orang yang sukses.”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“..., there are two things most important in preparing yourself for success. One is going the extra miles. Never settle for average. If other people study for one hour, study for five. If other run two kilometers, run three. If people give up in 10 seconds, don’t give up until 20. Always try to be more than ordinary...” ... “Another recipe is to never let yourself be influenced by elements outside of yourself. By anyone, anything, or any atmosphere. Meaning, don’t be sad, angry, or disappointed because of external factors. You are the ones with power over yourselves, do don’t give that power to others. Someone may hold a gun, but you have a choice, to feel fear or stand tall. You have choice, most deeply inside, and it has nothing to do with outside influence.” -101”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara
“Set your strong intention, work hard, and pray, slowly but surely, what you strive for will come to be. This is God’s law.” -127”
Ahmad Fuadi, Negeri 5 Menara

« previous 1