Ubur-ubur Lembur Quotes

Rate this book
Clear rating
Ubur-ubur Lembur Ubur-ubur Lembur by Raditya Dika
481 ratings, 4.05 average rating, 115 reviews
Ubur-ubur Lembur Quotes Showing 1-11 of 11
“Gue melihat orang yang bekerja kantoran tapi nggak sesuai dengan minat mereka itu seperti seekor ubur-ubur lembur. Lemah, lunglai, hanya hidup mengikuti arus.”
Raditya Dika, Ubur-ubur Lembur
“Menjadi karyawan memang hidup aman. Makan dari gaji, bekerja mengikuti perintah atasan, dan sekali-kali , diledekin sama orang semacam ini. Tapi gue juga berpikir kalau gue bekerja lima kali lebih keras, gaji yang gue dapat nggak lima kali lebih banyak”
Raditya Dika, Ubur-ubur Lembur
tags: kerja
“Nah, itulah nggak enaknya pacaran. Lo baru merasa berharga sesuai level mana pacar lo ngehargain lo. Begitu lo butuh, lo ngerasa ditolak, seolah lo orang yang nggak penting lagi. Padahal, nggak juga.”
Raditya Dika, Ubur-ubur Lembur
“Lo berapa kali patah hati?''

''berkali-kali' ''dan gue memakai bekas luka gue dengan bangga''

''bekas luka?''

''iya. kayak lo abis jatoh atau ketusuk piso, pasti ada bekas luka, kan? gue pakai semua bekas luka patah hati gue dengan bangga. sebagai pengingat bahwa gue pernah melalui semua dan masih hidup. keren, nggak?”
Raditya Dika, Ubur-ubur Lembur
“Gue yakin kalau hubungan kalian dilanjutin, hanya maksa aja. Karena sama-sama takut kehilangan, makanya masih mau dilanjutin. Padahal, udah ga ada yang bisa dipertahankan. Kalian akan gini terus.”
Raditya Dika, Ubur-ubur Lembur
“Cowok dan cewek memang memiliki cara yang berbeda. Nggak hanya ketika menghadapi kawan yang tengah patah hati, tetapi juga ketika mereka sendiri berurusan dengan cinta; sedang jatuh cinta ataupun patah hati. Meskipun cara mereka berbeda, keduanya ternyata punya kesamaan. Sama-sama bisa buta.”
Raditya Dika, Ubur-ubur Lembur
“Putus cinta bukan berarti dia ninggalin gue aja. Tapi dia juga meninggalkan segala sesuatu yang berhubungan sama dia di hidup gue. Dan itu rasanya kayak ditabrak bus Transjakarta.”
Raditya Dika, Ubur-ubur Lembur
“Cinta itu kayak permen karet. Semakin lo nikmatin, rasanya akan semakin hambar.”
Raditya Dika, Ubur-ubur Lembur
“Jatuh cinta ngebuat lo jadi orang yang berbeda. Lo jadi satu badan penuh hormon, oxytocin, vasopressin. Lo bukan "Naya" lagi, melainkan "makhluk asing yang penuh hormon" ini. Lalu orang akan melihat betapa bedanya lo. Lo jadi nggak dengarin apa perkataan mereka lagi. Dunia lo hanya berputar di dia, dia, dan dia aja.”
Raditya Dika, Ubur-ubur Lembur
“Di dunia ini nggak mungkin ada dua orang, cowok-cewek bisa berteman dekat kalau salah satu dari mereka nggak ada yang naksir. Di antara sahabatan kayak gini, pasti ada yang naksir. Ya dalam kasus ini, gue. Kakak-adikan juga gitu, kan, biasanya. Orang-orang yang kakak-adikan itu, kan, karena salah satu suka, satu nggak suka tapi nggak pengin kehilangan.”
Raditya Dika, Ubur-ubur Lembur
“Kadang, orang yang patah hati cuma butuh teman bicara.”
Raditya Dika, Ubur-ubur Lembur