Catatan Pinggir 3 Quotes

Rate this book
Clear rating
Catatan Pinggir 3 Catatan Pinggir 3 by Goenawan Mohamad
204 ratings, 3.95 average rating, 9 reviews
Catatan Pinggir 3 Quotes Showing 1-10 of 10
“Di sekolah, anak-anak belajar bahasa Indonesia, tetapi mereka tak pernah diajar berpidato, berdebat, menulis puisi tentang alam ataupun reportase tentang kehidupan. Mereka cuma disuruh menghafal : menghafal apa itu bunyi diftong, menghafal definisi tata bahasa, menghafal nama-nama penyair yang sajaknya tak pernah mereka baca.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 3
“Kesusastraan adalah hasil proses yang berjerih payah, dan tiap orang yang pernah menulis karya sastra tahu: ini bukan sekadar soal keterampilan teknik. Menulis menghasilkan sebuah prosa atau puisi yang terbaik dari diri kita adalah proses yang minta pengerahan batin.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 3
“Seorang novelis sebaiknya menciptakan “sebuah wilayah di mana tak seorang pun memiliki kebenaran...tapi di mana setiap orang punya hak untuk dimengerti”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 3
“Mereka tahu hasil 2 + 2 = 4 tapi tak tahu mengapa 2 x 2 juga sama dengan 4.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 3
“Memang tak enak untuk mengingat-ingat bahwa kebahagiaan sering perlu uang yang terkadang amis dan tenaga kasar yang keringatnya berbau aneh. Kebahagiaan sering perlu sejumlah tetangga, yang tak jarang lebih miskin.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 3
“Bicaralah tentang diriku sebagaimana diriku / tak ada yang diperlunak ataupun dengan rasa dengki diinjak-injak.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 3
“Menghafal adalah cara yang susah payah untuk mengkoleksi informasi. Tapi dalam proses itu sesungguhnya kita tak dilatih menggunakan informasi itu buat memecahkan persoalan.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 3
“Pada akhirnya ialah bagaimana hidup dengan cukup informasi.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 3
“Mereka yang terbiasa dengan kekuasaan dan aturan memang umumnya sulit memahami puisi.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 3
“Arkwright dan sejenisnya memiliki sesuatu yang waktu itu baru terbatas di Inggris. Kemerdekaan.”
Goenawan Mohamad, Catatan Pinggir 3