Goodreads Indonesia discussion

687 views
Buku & Membaca > KBBI Edisi Keempat

Comments Showing 1-11 of 11 (11 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by [deleted user] (last edited Jan 24, 2009 03:14AM) (new)

Kamus Baru
Kompas, Jumat, 23 Januari 2009
oleh KURNIA JR, Penulis

Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat cetakan pertama terpampang megah di toko buku. Dicetak dengan kertas licin bagus, kamus itu jadi mahal. Bisakah diterbitkan edisi bersampul tipis dengan kertas ringan supaya berharga lebih murah, juga enteng ditenteng? Pelajar, mahasiswa, wartawan, pejabat yang harus bicara kepada pers, dan siapa saja tak akan keberatan membawa ini kitab.

Edisi ini menghimpun 90.049 lema dan sublema, serta 2.036 peribahasa. Sebagai perbandingan, pada edisi ketiga terangkum 78.000 lema dan 2.034 peribahasa. Dalam prakata disebutkan, peribahasa hanya bertambah dua "karena peribahasa memang bentuk bahasa yang tidak berkembang." Cukup menarik dipertanyakan, benarkah peribahasa hanya artefak masa silam? Jumlahnya yang melampaui 2.000 itu, bukankah menandakan peribahasa pernah berkembang? Jika peribahasa mengindikasikan kearifan—definisi di kamus ini: "ungkapan atau kalimat ringkas padat, berisi perbandingan, perumpamaan, nasihat, prinsip hidup atau aturan tingkah laku"—apakah kejeniusan berbahasa berhenti pada generasi leluhur? Bukankah sifat ringkas-padat itu searti dengan ekonomis, yang menjadi watak yang seharusnya melekat pada zaman ini?

Lepas dari itu, saat memeriksa dua kata, otomatisasi dan otomasi, saya menemukan kejanggalan di kamus ini. Pada halaman 991 kata otomatisasi saya temukan, tetapi ada hal lain yang perlu dijelaskan. Kata-kata otentik, otoaktivitas, otobiografi, otodidak, otograf, otografi, otokrasi, otokrat, otokritik, otomasi, dan otopsi ditandai anak panah sebagai penunjuk rujuk silang ke lema yang dianggap baku: autentik, autoaktivitas, autobiografi, autodidak, autograf, autografi, autokrasi, autokrat, autokritik, automasi, dan autopsi. Sedangkan oto-oto yang lain tetap: otobus, otomat, otomatis, otomatisasi, otomobil, otomotif, otonom, otonomi, otopet, otoritatif, otorisasi, otorisator, otoritas, dan otoriter.

Kita lihat di atas bahwa lema otomasi diberi tanda panah ke automasi, artinya yang dianggap baku adalah automasi. Pada halaman 101 makna automasi adalah 'mengotomatiskan' (kata kerja). Tepat di bawah lema itu tercantum "automatis --> otomatis". Muncul dua pertanyaan. Pertama, dalam bahasa Inggris ada automate, kata kerja transitif yang artinya 'mengotomatiskan' (Echols-Shadily). Mungkin ini asal kata serapan automasi. Padahal, dari aspek tulisan, automasi lebih dekat kepada automation. Sedangkan automation adalah kata benda, yang artinya 'otomatisasi'. Bagaimanakah logika penyusun kamus ini membakukan lema automasi sebagai kata kerja? Apabila kelak sepakat bahwa automasi semakna dengan otomatisasi, tentulah redundan membakukan keduanya.

Kedua, apa dasarnya membuat sistem pembakuan yang aneh bin ajaib, menciptakan dua kubu: oto- dan auto-? Dalam Inggris suku kata itu jelas au dan to yang membentuk au.to.di.dact dan au.then.tic, misalnya. Juga dalam Belanda, salah satu sumber dominan kata serapan bahasa Indonesia, hanya dikenal auto, authentiek, dan seterusnya. Tak ada oto-.

Bahwa masyarakat terbiasa dengan oto-, mengapa tak diseragamkan saja apa yang sudah lazim dipakai? Seandainya pun berkehendak "meluruskan" menjadi auto-, mengapa pula ada yang dibiarkan ber-oto-ria?


message 2: by [deleted user] (new)

Sebagai info, KBBI Edisi Keempat ini ditambahi "Pusat Bahasa" di sampulnya, menjadi "Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa". Apabila KBBI Edisi Pertama sampai Ketiga disusun oleh tim penyusun dari Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan diterbitkan oleh Balai Pustaka, KBBI Edisi Keempat ini disusun oleh Pusat Bahasa dari Departemen Pendidikan Nasional, dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

Namun apakah penerbitan oleh penerbit swasta ini jadi berpengaruh ke harga ya? Karena kamus ini dibandrol dengan harga Rp 375.000,- meskipun memang ketebalannya bertambah menjadi 1.700-an hlm.

Menurut iklannya, kamus ini memuat:
1. lebih dari 90.000 lema dan sublema;
2. berbagai kosakata bidang ilmu;
3. contoh pemakaian untuk memudahkan pemahaman makna kata bagi pengguna kamus;
4. lebih dari 2.000 peribahasa yang merupakan kekayaan bahasa Indonesia;
5. aksara daerah yang juga merupakan kekayaan budaya Indonesia;
6. beberapa aksara asing, seperti Yunani, Arab, dan Sirilik untuk menambah wawasan pengguna kamus;
7. nama daerah di Indonesia beserta jumlah penduduknya;
8. nama dan ibu kota negara serta bahasa dan mata uang di seluruh dunia;
9. kata dan ungkapan daerah;
10. lebih dari 2.000 kata dan ungkapan asing;
11. singkatan dan akronim;
12. tanda dan lambang;
13. sukatan dan timbangan.


message 3: by Mel (new)

Mel | 720 comments memang yang lama perbandingan harganya berapa, ron?
*cuma punya thesaurus indonesia.


message 4: by [deleted user] (new)

Kalau ga salah sekarang 200-an ribu


message 5: by Mel (last edited Jan 24, 2009 03:41AM) (new)

Mel | 720 comments dengan penambahan 1.700 halaman, dan kenaikan sekitar 175 rb. cukup normal tampaknya? (gue pakai hitungan ngasal ala buku fiksi yang tebalnya 500-600 halaman seharga 50-60 rb ye. lol)


message 6: by Pra (new)

Pra  (vlatonovic) | 1188 comments aku beli harganya sekitar 260 ribu, karena pas ada diskon 30 persen di gramedia akhir tahun lalu


message 7: by [deleted user] (last edited Jan 24, 2009 04:47AM) (new)

bukan tambahannya 1.700 hlm, Mel, tapi "ketebalannya bertambah menjadi 1.700 hlm" dari 1.200 hlm. Yang artinya cuma naik 500-an hlm. mungkin dg perbandingan novel memang naiknya semestinya cuma 50-60 rb aja


message 8: by Mel (new)

Mel | 720 comments oooo..nambahnya cuma 500 halaman toh. ya loncatnya lumayan ye berarti. beruntunglah yang dapetin discount.


message 9: by Suryati (new)

Suryati | 220 comments Jadi tertarik nih, nunggu diskon lagi aja ah...


message 10: by Endah (new)

Endah (perca) | 658 comments aku punya yg edisi ke-3
utk lengkapnya, sebaiknya beli juga buku tipis pedoman EYD.


message 11: by Awan (new)

Awan (yonkyunior) | 67 comments buset dah.. harganya coyy.
btw, smp sampe sma gw gak tau keberadaan kamus ini. guru bahasa indo juga gak nenteng2 kbbi. apalagi dikampus, paling cuma disebut kalo mau bikin karya tulis ato skripsi.

KBBI
dijual khusus.. bukan buat semua kalangan, dan gak merakyat. titik.


back to top