Goodreads Indonesia discussion

159 views
Buku & Membaca > Mengkritisi Kritik Sastra

Comments Showing 1-3 of 3 (3 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Mel (last edited Jan 18, 2009 08:49PM) (new)

Mel | 720 comments Jadi keinginan untuk menelorkan teori sastra sendiri adalah keinginan yang terlalu berlebihan."
jadi gimenong...
*nanti dijawab 'ya gak gimana2' lagi.

btw, diedit. baru baca artikel kedua yang baru muncul.
...jadi biarkanlah mengalir...
ngalir lagi deh.


message 2: by [deleted user] (new)

sebenernya kritikus itu harus membangun reputasinya sendiri dia kritikus dg dasar teori apa. Orang kalo baca Harold Bloom tahu "oh dia ini gini", berbeda misalnya dg baca Franco Moretti "oh dia alirannya begini". Kritik sastra juga punya aliran2 sama seperti karya sastranya sendiri. Kritikus ga perlu mengiyakan segalanya (atau menolak segalanya). Garisnya jelas, dan ga asal mengalir

setuju Mel: ngalir lagi deh, kapan kokohnya kalo ngalir melulu?


message 3: by [deleted user] (new)

Jadi inget, ada satu buku kompilasi tulisan Arief Budiman, kalo ga salah judulnya Sastra Kontekstual. Utk mengira-ngira dinamika sastra 80-an & kritiknya, buku ini cukup oke... (lupa terbitan mana).
Yg jelas jurnal sastra diperlukan bgt keberadaannya. Tp ngeliat Horison misalnya, jd prihatin hehehe...


back to top