Goodreads Indonesia discussion

153 views
Menyedihkan, di Tahun 2009 Saat Warga Dunia Katanya Semakin Beradab, Rasionalitas Begitu Diagungkan, HAM Ditegakkan, Ternyata Masih Terjadi Pembantaian Massal di Tanah Palestina...

Comments Showing 1-50 of 93 (93 new)    post a comment »
« previous 1

message 1: by F.W. Pei (new)

F.W. Pei | 23 comments Hari ke 18,
4000an org terluka
900 lebih meninggal sudah...



message 2: by Wirotomo (new)

Wirotomo Nofamilyname | 2396 comments Israel memang menyebalkan. Beraninya cuma ngebomin ... coba satu lawan satu.

Turut berduka cita. Semoga derita ini cepat selesai. Semoga orang2 yang bertanggung jawab merancang dan melaksanakan serangan membabibuta ini dapat balasan yang setimpal dari Allah. Amin 38x.


message 3: by Fudz (new)

Fudz (fudz_sakabatou) | 166 comments Wah emang dah dri sononya watak israel spt itu, mau menang sendiri, licik, angkuh, pengecut,pokoe smua sifat jelek campur jdi satu.
Ga punya tempat tinggal, malah ngusir negara lain bwt hengkang,pke cara bombardir segala lagi...Ck...ck..
Yang lebih "chicken"nya lgi, masa beraninya nyerang anak2 yg masih kecil2. Dri 900 orng korban, 400 korbannya anak-anak...
Amat sangat pantas klo negara Israel dikasih julukan negara ayam sayur...Krn mental pengcut yg spt itu...

@Bung Tom-o:
Smoga bukan balasan setimpal, tp bertimpal-timpal...tinggal tunggu azab jatuh di negaramu, israel!


message 4: by [deleted user] (new)

Wah emang dah dri sononya watak israel spt itu, mau menang sendiri, licik, angkuh, pengecut,pokoe smua sifat jelek campur jdi satu.

wah kok kaya jadi watak manusia Indonesia menurut Mochtar Lubis ya? ;p
*peace*


message 5: by Mel (new)

Mel | 720 comments mungkin itu solidaritas dari sisi watak manusia indonesia (tanpa mempedulikan ke pihak mana).


message 6: by [deleted user] (new)

@Ronny: mungkin karena manusia Indonesia sama Israel sama Palestina itu sama, sama-sama mau menang sendiri, licik, angkuh, pengecut, pokoknya semua sifat jelek campur jadi satu, sama-sama manusia


message 7: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Perlu dibedakan antara pembantaian, dan perang.

Antara korban pembantaian, dan casualty of war.

Beda jauh.


message 8: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments karakter konflinya harus diperhatikan loh, konflik asimetris itu pada beberapa aspek akan melibatkan warga sipil. baik israel dan palestina sama melibatkan warga sipil.

konsernnya harus ke korban sipil.


message 9: by Hasanuddin (new)

Hasanuddin | 43 comments Saiapa yang memulai perang sipil? Siapa yang mulai melukai sipil???? Sepertinya perlu membaca referensi bagaimana Haganah terbentuk. Bagaimana penciptaan Israel adalah dengan penyingkiran masal. Siapa yang sipil? Sementara sipil terlebih dahulu dipersenjatai untuk menyerang sipil lain yang tidak bersenjata?


message 10: by Hasanuddin (new)

Hasanuddin | 43 comments Jika akar konflik adalah harus mentaati peraturan internasional, lalu siapa yang kerap melanggar???? Pembelaan diri sipil dengan batu dan pisau apakah perlu dibalas dengan meriam, tank, bom fosfor, jutaan ranjau, membuat penjara raksasa yang bernama Palestina... Siapa yang sipil?... Kalau Hamas awalnya adalah sekelompok harakah sipil yang ingin merdeka...


message 11: by Hasanuddin (new)

Hasanuddin | 43 comments Israel tidak memandang sipil... Siapa pun, baik Hamas maupun Fatah, terlebih sipil jika melawan pasti dihancurkan. Seorang anak kecil yang menggenggam batu untuk dilemparkan ke tentara Israel masuk kategori ancaman terhadap negara!!!!!!


message 12: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments saya mendengar orang bertanya atau marah yah?


message 13: by Hasanuddin (new)

Hasanuddin | 43 comments Gemmmmmmeeeeesssssssss


message 14: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments udah coba nanya ke orang arab yang terlibat langsung, bagaimana solusi realistisnya? bagaimana stalemate itu bisa diselesaikan?

isu berdarah jadi isu dunia om dan tante yang pro dan kontra isu ini ada di forum gudrids. persoalannya. pemecahan sebuah konflik itu gak semudah menunjuk hidung, sapa salah sapa benar. konflik asimetris itu artinya akan banyak melibatkan bentuk-bentuk konflik yang tidak lazim dalam norma perang umum. meski pelanggaran HAM itu memang terjadi di sana.

bukan so' ahli! solidaritas atau apapun pada dasarnya adalah bentuk konsern yang dilandasi emosional. sedangkan solusinya tetap harus pada rasional yang ada.

Israel-Palestina itu konflik panjang yang jika dikaitkan dengan keagamaan akan semakin ribet. gak usah dikaitkan aja dah ribet. walau dua kubu yang berpihak akan selalu mengaitkan dengan agama, wong iso entuk bolo toh!

persoalannya. ketika dunia sudah memasuki abad 21 ketika kedaulatan sudah sedemikian cairnya, persoalan masyarakat sipil masih sama, sopo sing ra pegang bedhil dia yang paling menderita? apakah kemerdekaan dan sovereigntas yang menjadi isu utama ini tidak bisa dipecahkan dengan semangan sovereigntas abad 21? ini sebuah terobosan yang kemaren baru saya dengar. asal semua mau diajak duduk. tidak menyelesaikan jika solidaritas cuma jadi tukang tunjuk itu saja.

Nant'S- yang mendadak ahli timteng


message 15: by Hasanuddin (new)

Hasanuddin | 43 comments Betul Ki Nanto... Setuju dengan pendapat mu. Tapi coba lihat rasionalitas mana yang ingin ditawarkan oleh PBB dengan kesewenang2an hak veto? Berlembar2 perjanjian damai sudah dibuat atas dasar rasionalitas pun harus dikoyak2 kembali. Faktor keberpihakkan jelas ada. Meski mengatasnamakan keadilan, tapi itu semu. Semua ada kepentingan.



message 16: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments @ berlian, gue sih termasuk yang santai jika dibahas dengan sisi rasional. akan menjadi tidak sehat jika semua langsung berpihak, isunya jadi komunalisme yang gak jelas. itu cuma memindahkan gaza ke gudrids :D

pertanyaan simpel aja, apa yang bisa diberikan Indonesia bagi perdamaian di sana? modalitas apa?

apa ini ada saran konkrit daripada kirim laskar, lah wong isunya perdamaian bukan nambah lebar konflik. saudi yang makmur aja gak ngerti demo apa. saudi yang lebih punya modalitas untuk bisa menjadi penengah secara dia kuat lobi ke AS-nya yang punya daya tekan terhadap Israel. ada yang nonton al jazira?

salah satu isu penting yang harus dicamkan bagi perdamaian di sana buat gue adalah peaceful coexistence bagi keduanya. Palestina ngakuin ada israel dan Israel akui ada hak Palestina di sana.

sebagai orang HI gue memandang itu penting, tanpa mengabaikan angka korban sipil tentunya. dan itu bukan sekedar angka buat gue.

tabik

nant's


message 17: by Hasanuddin (new)

Hasanuddin | 43 comments Can we take it somewhere else, please?

Don't save ourselves....


message 18: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments PBB, gue barusan ngetik soal PBB. tapi males gue masukin. terlalu banyak istilah teknis. Sori itu kelemahan gue.

OK lah, singkat saja PBB emang dah ketinggalan jaman. Strukturnya masih menggambarkan pemenang pasca PD II dan isu perubahan yang sudah digagas semenjadk pasca Perang Dingin masih jauh dari kenyataan.

tapi kalau memang PBB mau dijadikan leverage dalam isu ini, yang perlu ditekankan di sini bagaimana resolusi itu bergigi dan tepat sasaran. (so toy sebenarnya itu, perlu diulas lebih dalam maksudnya), yang penting adalah penghentian pertikaian senjata secepatnya. itu aja dulu. baru kemudian memikirkan konflik palestina itu secara lebih utuh.

dan selain itu, cari kaitannya dengan goodreads sebagai jejaring komunitas pencinta buku.




message 19: by Mel (new)

Mel | 720 comments dan selain itu, cari kaitannya dengan goodreads sebagai jejaring komunitas pencinta buku.

*mendadak kangen goodreads yang awal saya temukan masih 'cair'.


message 20: by Mel (new)

Mel | 720 comments gak pake microwave juga bisa kok, berlian.


message 21: by Hasanuddin (new)

Hasanuddin | 43 comments Buku2 yg mengupas tentang Palestina sudah begitu banyak. Terakhir yang saya tahu terbitan Kompas yg dbuat oleh Trias Kuncahyono.

Mencari kaitannya dengan GR... Hanya bisa berharap kecairan massa GR memandang salah satu konflik yg telah menyita waktu dengan segenap opini, literatur dan buku merasakan dengan hati -bukan opini siapa yang paling benar....

Maaf sobat GR sekalian kalo dah buat komen2 yang aneh


message 22: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments hahah santai saja hasan. mari kembali mencari

*bingung suara es mencair*


message 23: by Mel (last edited Jan 14, 2009 05:24AM) (new)

Mel | 720 comments @berlian
gue terbiasa quickie yg laen.

@hasanuddin
perdebatan asik kok sebetulnya. asal tidak merembet dianggap jadi pertikaian atau perselisihan. masalahnya ini dunia maya. tidak ada yang tau juga rekan debat kita tersebut sedang serius menjurus ke arah tersinggung atau tidak. nah sisi ini yang bikin tulalit kadang. saya setuju, opini bukan mencari siapa yang paling benar. intinya kita semua sama2 bertanya kan. seperti hasan tadi. hehehe.. jadi jawabannya jelas akan beragam. salam kenal ya.

@nanto
sudahlah. nanti pada meleleh.



message 24: by Hasanuddin (new)

Hasanuddin | 43 comments @Ki Nanto, jangan pake es... Di Jkt dah dingin hujan mlulu. Cairan hidung dah meleleh terus nih...

@Mel, setuju banget ama kamu. Just giving my opini and ask something. Salam kenal juga!

*cari tisu dulu, ayam lagi pilek nih


message 25: by Lee (new)

Lee (rainscent) | 238 comments Hasanuddin wrote: "Buku2 yg mengupas tentang Palestina sudah begitu banyak. Terakhir yang saya tahu terbitan Kompas yg dbuat oleh Trias Kuncahyono."

ah buku itu ternyata tidak terlalu bagus. Aku tidak begitu mengerti Trias Kuncahyono mau bercerita apa, isinya malah kayak nostalgia jaman kecilnya. Buku itu malas kuselesaikan jadinya.

Sekalian nanya, ada yang tau buku yang bisa menjelaskan the psychology of the arabs tak?
Konon katanya salah satu penyebab berlarut-larutnya konflik TimTeng adalah ketidakmengertian Barat tentang sifat para arab.

*Ame--yang tidak pernah berani mengambil kuliah TimTeng*




message 26: by Hasanuddin (new)

Hasanuddin | 43 comments Ha... Ada buku the psychology of the arabs? Bagus banget yah??? Pengen baca juga deh. Yup, aku juga termasuk yang kecewa dengan buku terbitan Kompas. Isinya ga segahar nama besar penerbit. Emang sih, latar belakang penulisnya kan bukan ahli sejarah, so ambil jalan tengah saja. Narasi reporter selama meliput plus referensi yang ia ketahui saja. But anyway, tetap juga beri salut buat penulis cos memaparkan dari sisi yang lain sehingga buku itu menjadi ringan bagi pembaca yang ingin mengetahui pra history konflik Arab-Israel.


message 27: by [deleted user] (new)

Saya bukan ahli Timteng tapi pengen tukar pendapat soal ini. Nurut saya menarik ulur masalah ini sampai sejarah yg terlalu jauh (bgmn tanah itu dulu dijanjikan Yahwe pd bangsa Israel menurut kitab suci dsb) sangat ngga tepat. Namun rupanya banyak orang termakan klaim "kesejarahan/keagamaan" seperti ini (yg secara tidak langsung justru memberi justifikasi bagi Zionisme).

Israel saya rasa harus dilihat sebagai Israel, negara yg berdiri pada abad ke-20 dan hrs dibedakan dg org2 Yahudi yg ada di kitab2 berabad2 sebelumnya. Zionisme justru absurd krn memakai aspek historis-keagamaan untuk mengklaim pembentukan suatu negara modern. Solusinya saya pikir harus politis kekinian dan jangan sampai terjebak ke klaim2 historis-keagamaan itu lagi. Indonesia misalnya, ketika mau merdeka juga ngga bisa pakai klaim wilayah yg pernah dikuasai Majapahit (usulan Yamin yang ditentang Soekarno-Hatta).

Ada buku pidato yang cukup berat dari Edward Said, tapi menurutku sangat telak dalam meruntuhkan klaim2 terdasar Zionisme: Bukan-Eropa. Said memakai psikoanalisa Freud untuk merontokkan Zionisme (yang membuat pidatonya ini dicekal sendiri oleh Institut Freud di Wina yang mengundangnya bicara)

Kaum Zionis Israel berusaha mengklaim bhw tanah di sana milik mereka sejak dahulu kala. Namun Said di buku ini membuktikan bhw Timur Tengah sejak dulunya majemuk dan tidak bisa diklaim sbg wilayah Yahudi. Peradaban saling campur baur di sana. Bahkan dg memakai buku terakhir Freud yg tidak sempat diselesaikannya, Said mengungkap fakta bahwa Musa, yang dianggap nabi Yahudi, sesungguhnya adalah orang Mesir (Arab)!

Zionisme bagi Said tak ubahnya proyek nasionalisme lain, yg merekonstruksi sejarah demi kepentingan ideologisnya. Said juga mengulas bgmn arkeologi dipakai demi proyek ini. Saya kutip saja cukup panjang:

"Maka arkeologi menjadi jalan emas menuju identitas Yahudi-Israel. Klaim dilontarkan berulang2 bhw di tanah Israel zaman sekarang, Injil diwujudkan secara nyata berkat arkeologi, sejarah pun diberi tulang dan daging, masa silam dipulihkan dan diletakkan dlm tatanan dinastik. Klaim2 ini tentunya secara ajaib mengembalikan kita bukan hanya kpd situs purbakala identitas Yahudi sbgmn yg dieksplorasi Freud, namun juga kpd wilayah geografis Israel modern yg ditetapkan secara resmi (jangan lupa kita tambahkan: secara paksa)"

Jadi ada upaya untuk merekonstruksi secara arkeologis maupun kesejarahan apa yg namanya "kampung halaman Yahudi". Itu sebabnya menurut saya kita jangan termakan klaim kesejarahan/keagamaan: Israel modern harus dibedakan dari org Yahudi yg ada di kitab2. Kalau klaim itu yg dipercaya, ga bakal ada perdamaian.

Masih dari Said:
"biografi kuasi-naratif ini berjalan bergandengan dan memungkinkan --bila bukan menyebabkan-- ciri khas pemukiman kolonial yg mengatur praktik2 yg amat konkret spt pemakaian buldoser, keengganan utk mengeksplorasi sejarah2 non-Israel (baca: Hasmonea), dan kebiasaan utk mengubah reruntukan serta fragmen Yahudi yg bertebaran sepotong2 menjadi suatu kontinuitas kedinastian, seraya mengesampingkan bukti2 sebaliknya dan bukti2 akan adanya sejarah2 endogen non-Yahudi"


message 28: by F.W. Pei (new)

F.W. Pei | 23 comments Thks om Amang yang cute, topik ini penempatannya telah saya sesuaikan.


message 29: by Lee (new)

Lee (rainscent) | 238 comments Ronny wrote: "Saya bukan ahli Timteng tapi pengen tukar pendapat soal ini. Nurut saya menarik ulur masalah ini sampai sejarah yg terlalu jauh (bgmn tanah itu dulu dijanjikan Yahwe pd bangsa Israel menurut kitab ..."

yep! dan inilah yang seharusnya menjadi landasan kenapa konflik Israel-Palestina bukan konflik agama.
Wong cuman orang rebutan tanah kok..




message 30: by [deleted user] (new)

Wah, gue ga pernah baca Edward Said. Tapi intinya setuju sama bung Ronny dengan beberapa catatan.
1. gue rasa mestinya relatif tak banyak yang kita tahu tentang sosok historis Musa. Sosok Musa sebagaimana yang diketahui lewat literatur keagamaan Yahudi, Kristen, ataupun Islam tentu saja sangat dipengaruhi ideologi/doktrin masing-masing agama, bukan hasil historiografi kritis, dan layak dianalisis dengan hati-hati. Gue sendiri lebih condong sementara ini tak banyak yang bisa kita pastikan tentang sosok the Historical Moses. Tentang the historical (ancient) Israel sendiri, rata-rata penafsir teks Ibrani purba kini memahami Israel sebagai bukan ras dari satu nenek moyang, tapi gabungan/konglomerasi orang dari berbagai golongan. Teks Taurat sendiri membuka kemungkinan itu (Keluaran 12:38).
2. Jangan juga terjebak pada menyamakan Mesir purba dengan Arab (purba). Gue curiga semua identifikasi (konstruksi) bangsa purba dengan satu (konstruksi) bangsa modern niscaya problematis dan terideologisasi. Mungkin seperti konstruksi Majapahit atau Sriwijaya sebagai Nusantara untuk diidentikkan dengan Indonesia?
3. Dinasti Hasmonea/Hasmoni, keturunannya Simon, sodaranya Yudas Makabeus, setahuku masih dipahami sebagai dinasti Yahudi purba, dan juga ditunjuk Israel sebagai bagian dari konstruksi masa lalunya. Makanya ada klub Maccabi Haifa. Sama kayak di atas juga.
4. Secara geografis, wilayah Israel modern memang jauh bertolak belakang dengan Israel purba. Sebagian besar wilayah pesisir yang dikuasai Filistin purba dan Fenisia purba, juga Edom/Idumea purba, justru dikuasai Israel modern, sementara sebagian besar kawasan Israel purba, khususnya yang dulu dikenal sebagai Yudea, Samaria, dan Galilea, justru dikuasai Palestina modern/masuk wilayah Tepi Barat.
5. Tapi soal penggunaan arkeologi di Israel beberapa tahun terakhir memang memunculkan banyak kontroversi. Kemarin ada diskusi di milis sebelah yg sempat gue simak, dan muncul referensi utk buku2 yg disebut di bawah ini, siapa tahu di antara kita ada yg tergerak utk membaca dan mereviewnya.
Ada Nadia Abu El-Haj, sekarang profesor di University of Columbia, Facts on GroundL Archeological Practice and Territorial Self-Fashioning in Israeli Society (University of Chicago Press, 2001) yang mengkritik praktik arkeologi di Israel sebagai "dipolitisasi". Tapi karena Nadia Abu El-Haj seorang antropolog, bukan "orang dalam" arkeologi.
Ada juga Nur Masalha,juga bukan arkeolog, dengan salah satu bukunya The Bible and Zionism: Invented Traditions, Archaeology and Post-Colonialism in Palestine-Israel.
Ada juga kritik terhadap presuposisi bahwa teks kitab suci merupakan panduan baku bagi arkeologi, dan arkeologi hanya bertugas untuk mengonfirmasinya. Sudah banyak banget kritik soal ini, salah satu yang menarik adalah karya dua arkeolog, Israel Finkelstein dan Neil Asher Silberman, The Bible Unearthed: Archeology's New Vision of Ancient Israel and the Origin of Its Sacred Texts (Free Press, 2002). Kritik serupa, yang ini sempat gue baca sebagian, Prof. Mario Liverani, Israel's History and the History of Israel (Equinox, 2007), yang mengkritik mayoritas akademisi kitab suci Ibrani krn terus bergantung pada kronologi tradisional.
Gue rasa pelajaran di sini adalah kritisi terus kooptasi arkeologi bagi kepentingan ideologis kebangsaan atau keagamaan, dari pihak manapun itu. Tapi gue sih cenderung bersimpati sama konstruksi kebangsaan Indonesia, hehehe ;-P kan katanya right or wrong is still right or wrong, tapi for my country boong-boong dikit boleh dong huahaha ;-P
terakhir, setuju juga sama Ame. Ini emang ga jauh dari masalah tanah.

salam damai



message 31: by [deleted user] (new)

ah penelitian si Nadia Abu El-Haj itu yang banyak dirujuk Said. Mungkin ada kedekatan intelektual antar keduanya berhubung sama2 ngajar di Columbia. ya, historical Moses memang susah kita ketahui, tapi yg dirujuk Said adalah bgmn Freud, di karya terakhirnya Moses and Monotheism, menafsirkan keberadaan Musa dalam psike orang Yahudi. Jalinan ini kompleks dan lebih kaya. Zionisme justru membungkam kekayaan itu dan menjadikannya tunggal makna.


message 32: by [deleted user] (new)

mungkin karena ZIonisme memang gerakan ideologis/politik dengan tujuan spesifik? konter-produktif kalo membiarkan kumpulan interpretasi multivalen bertumbuh kembang, apalagi tentang sosok tokoh sestrategis itu.

Gue belum pernah membaca karya Freud yg satu ini. Kaidah2 historical criticism sangat curiga sama pendekatan psikoanalitis kalau diaplikasikan terhadap konstruksi sejarah, karena biasanya dipersepsi ga kritis :D


message 33: by [deleted user] (new)

Jadi inget soal identitas. Baca di mana ya lupa, Genom (Matt Ridley) yang diterbitkan Gramedia atau Mapping Human History (Steve Olson) yg diterbitkan Serambi. Klaim-klaim tentang kemurnian darah Yahudi, Arab, atau manapun bisa dikritisi. Penelitian DNA banyak membuka wawasan tentang sejarah. Ketika dirunut, percampuran nenek-moyang manusia udah sedemikian jauh. Misalnya, yang bisa dibilang orang Yahudi itu siapa sih? Identitas kultural nyampur-baur sama faktor2 agama dan politik. Dan ini yg dibawa ke mana-mana.

Sebenernya, kalau inget bahwa lebih dr 95% DNA semua sama, bhw cuma sekian persen yg dikit banget itu yg nentuin tampilan fisik kita, konyol banget kalo liat orang pd bunuh2an berdasarkan klaim keunggulan ras. Ini Jerman sih :P

Back to Israel-Palestina, gue ga tau mau ngomong apa. Yg jelas bukannya sudah jd pengetahuan umum bhw sebelum Inggris ngasih hak ke Israel pd th 1940-an utk menguasai tanah yg ditempatin Israel sekarang, di sana udh ada berbagai bangsa yg hdp selama berabad-abad tnp mesti bunuh2an kyk sekarang...




message 34: by [deleted user] (new)

Ahh, soal genom itu juga pernah dibahas oleh Nadia Abu El-Haj tuh, artikelnya berjudul "'A Tool to Recover Past Histories': Genealogy and Identity after the Genome" , khususnya soal "Cohen-modal haplotype" (maap, ga tau terjemahannya, maklum awam) pada kromosom Y (pastinya kaum lelaki) yang dianggap jadi penanda etnisitas Yahudi. Ada yg bisa ngasih komentar tambahan tentang ini?


message 35: by Nurul (new)

Nurul (noonathome) | 409 comments James, aku bukan geneticist jadi musti baca2 dulu buat ngertiin. Anyway, ini secara teknis aja dan barangkali tetep gak menjelaskan.

Testing DNA sudah cukup lama diterapkan, gak hanya di manusia, tetapi juga di mahluk hidup lain. Fungsi paling sederhana ya untuk mengecek nenek moyang kita, tapi cukup populer untuk mengetahui seberapa lama suatu populasi terpisah (bisa manusia, bisa hewan). Tes DNA yang paling umum ya menggunakan MtDNA (DNA mitokondria) yang berdasarkan keturunan matrilineal-garis ibu, serta tes Y-chromosome ini yang berdasarkan garis patrilineal.

Inti kedua tes ini adalah membandingkan suatu segmen pada DNA dari segenap sampling yang diuji. Tes ini bahkan sudah dikomersialisasi. Bahkan Oprah Winfrey aja mencoba mencari asal keturunannya dari Afrika. Nah, untuk suatu tujuan merunut populasi besar keliatannya jadi dipolitisasi. Seperti pemerintah Amrik yang tidak mau memakai hasil uji ini untuk mengelola komunitas native Indian di sana.

Kalo aku baca2 ttg Cohen-modal haplotype (CMH), tes yang dilakukan Skorecki dkk (1997) berdasarkan haplotype J (haplotype=kombinasi alel dalam kromosom). Tes ini memang tergantung jumlah marker (penanda) pada DNA yang digunakan. Semakin banyak marker, semakin valid uji ini. Si Skorecki sendiri ternyata hanya menggunakan 6 marker pada saat itu. Dan ternyata CMH sendiri terdiri dari haplotype J1 dan J2 yang mana, J1 katanya membuktikan garis keturunan Yahudi (yg dianggap dari Harun). Sementara J1 sendiri sudah memisah (diverge) dari J2 sejak 10000 tahun yang lalu sebelum masanya Harun.

Nah, kenyataannya sebagian orang Arab (Oman, Irak, Palestina) pun ternyata juga memiliki prosentasi J1 dalam DNAnya. Nah, tuh pikir sendiri deh...

Di jaman sekarang, manusia udah kawin-mawin dengan segenap bangsa di dunia (kecuali misalnya kelompok Amish di Amrik yang mengisolasi diri tapi berakibat kena genetic disorder). Terus mau diapain gitu dengan hasil uji ini?

Ini ada beberapa link yg agak mudah dibaca:
http://en.wikipedia.org/wiki/Genealog...
http://dienekes.blogspot.com/2005/12/...
Plus kalo ada yg keisengan mau cari nenek moyangnya http://www.familytreedna.com/default....


message 36: by [deleted user] (new)

nenek moyangku, orang pelaut..


message 37: by Nurul (new)

Nurul (noonathome) | 409 comments Hehe, perlu dibuktikan gak Ron?


message 38: by Veni (new)

Veni | 6 comments Sekarang korbannya dah 1000 lebih,sepertiganya anak-anak.. td mlm gw ngeliat siaran berita yang nyebutin 120 orang di pindahin ke sebuah rumah, dibiarin kelaperan 4 hari terus dibombardir sama israel, kalau cuma rebutan tanah kenapa harus pake cara tersebut? PBB juga lagi nyelidikin masalah ini sih, banyak pelanggaran HAM yang dilakukan Israel untuk mencapai tujuannya,
sebagai ibu, miris juga tiap hari ngeliat di tivi anak - anak yg jadi korban israel di palestina. sedih banget rasanya,kalo bisa gw pengen bawa tu anak - anak ke rumah gw hehehehe
sampai kapan ya ini akan berlangsung?
kalaupun hal ini akan berlangsung lama sepertinya gw akan menjauhi TV dan Koran biar ga tambah stress dan prihatin ngeliat penderitaan mereka..
Banyak warga sipil yang sebetulnya hanya ingin damai tetapi menjadi korban disana, saya kurang setuju dengan ucapan HAMAS bahwa dengan darah mereka yang meninggal di tanah palestina itu akan membuat mereka berjuang lebih keras lagi untuk melawan penjajahan Israel.. apa ga bisa berdamai?
yang gw liat kedua belah pihak mempunyai kepentingan yang bertolak belakang dan berusaha mencapai kepentingannya tersebut tanpa memikirkan nyawa warga sipil baik itu palestina ataupun israel,
apakah sebuah nyawa sudah tidak ada harganya lagi disana? apakah warga sipil juga tidak punya hak untuk berkata STOP dan saya ingin kedamaian?
*veni yang prihatin banget ngeliat anak2 di palestina*


message 39: by Lee (last edited Jan 16, 2009 02:01AM) (new)

Lee (rainscent) | 238 comments sedikit cerita.
Jafar Umar Thalib, pas sholat Jumat minggu lalu, di khotbahnya dia berkata keras: Saya tidak rela sepeser pun dari uang sumbangan untuk Palestina masuk ke tangan HAMAS!! HAMAS itu tidak lebih dari kelompok yang memanfaatkan kesempatan untuk berebut kekuasaan di tanah Palestina!

begitu..

diedit untuk menambahkan:

waktu itu selain pas sholat jumat juga sedang ada penggalangan dana untuk Palestina, kalo gak salah sama MER-C.
Dan Jafar Umar Thalib tidak mengatakan
HAMAS itu tidak lebih dari kelompok yang memanfaatkan kesempatan untuk berebut kekuasaan di tanah Palestina

tapi kurang lebih dia mengatakan seperti ini:

HAMAS itu tidak lebih dari kelompok yang hanya berebut kue kekuasaan politik tengik!

begitu..

di kesempatan ini dia juga tidak setuju umat muslim untuk rame2 jadi relawan dikirim kesana, dia mengusulkan untuk berjihad dengan harta.

gak bermaksud melebarkan isu thread ini jadi soal si om Jafar, cuman sekedar cerita sadja.


message 40: by Veni (last edited Jan 15, 2009 07:15PM) (new)

Veni | 6 comments Hmmm jadi kepentingan siapa sebetulnya yang diperjuangkan di Palestina????
*geleng-geleng sambil sedih*


message 41: by [deleted user] (new)

@ Nurul: hore, tararengkyu buat Nurul :D sekarang gue tahu mesti nanya ke siapa hehehe
@ Ronny: bagus deh pelaut. konon kata orang nenek moyang gue tukang makan orang! :D
@Veni: setuju. menyedihkan sekali


message 42: by [deleted user] (new)

Ja'far Umar Thalib itu Panglima Laskar Jihad


message 43: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments @ Ame: gak nyangka Jafar sedemikian sektariannya. :D bukan pro dan kontra Hamas, tapi emang faksionalisasi di konflik palestina-israel kompleks. baik di satu kubu maupun di kedua kubu. komentar Jafar itu buat saya sebenarnya lebih menunjukan kita akan merupakan bagian dari masalah ketika kita hanya memihak tanpa kejelasan


message 44: by miaaa, Moderator (new)

miaaa | 2354 comments Mod
berat diskusinya, jadi inget dulu diceramahin paring waluyo utomo soal israel-palestina [dan itu jaman kuliah hiks:] ahhhh mending nyari garis nenek moyang aja kali ada darah yahudi hohoho


message 45: by Nurul (new)

Nurul (noonathome) | 409 comments Miaaa, sok aja atuh kalo mau nyari garis nenek moyang. Tapi keuntungannya apa ya... dapet paspor Israel, boleh masuk Gaza,.... eh, itu juga kalo akhirnya diakuin, hehe....


message 46: by Lee (last edited Jan 15, 2009 09:52PM) (new)

Lee (rainscent) | 238 comments @Nanto; yep. Pagi ini Kompas bercerita tentang kubu hamas yang terpecah, antara yang menerima usulan Mesir untuk gencatan senjata, dengan yang menolak.
guess what, kubu yang menolak adalah pemimpin HAMAS yang ada di pengasingan di Suriah. (yee.. enak di situ, gak enak di sana..)

@Berlian: hehe, no comment ah soal Laskar Jihad. aku sebenernya lebih kaget seorang Jafar Umar Thalib malah berpendapat seperti itu, kirain dia malah dukung HAMAS.


message 47: by Mel (new)

Mel | 720 comments sepaham sama james di msg 35.
menarik latar sejarah jauh sampai ke sosok historis musa memang nanti jadi tidak tepat ya. lama2 dipertanyakan juga deh apa yang bicara sama musa seputar urusan janji 'tanah' yang diperebutkan itu benar2 tuhan sendiri. lol

btw, ada yang punya sumber data buat angka akurat korban perang ini, based on sipil dan militer-nya tidak ya? maksudnya, misal dari sekian ratus jumlah korban, berapa diantaranya yang militer, berapa yang sipil.


message 48: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments yah beda lah sama Hamas, coba cari informasi aktor yang lebih lengkap. Hamas sebaiknya jangan dari amerika karena akan timpang. ada beberapa sumber lain.

kalo saya, hamas, fatah, likud, dll itu adalah kenyataan yang harus digali dulu informasinya baru dicari skema solusinya.

saran saya, kalo mau lebih terbuka, coba buka sumber yang beragam. ini konflik setiap informasi akan sarat muatan. itu tips

sori belum sempat kasih link ato bukunya di sini

coba lihat kedua pihak lebih berimbang aja.


message 49: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments sori bukan kedua pihak, semua pihak. saya pribadi berpendapat sebenarnya tidak melihat garis palestina-israel itu satu-satunya garis besar di sini. hamas - fatah bisa dibikin garis baru, likud dan partai lain di israel juga bisa dibikin garis lagi yang tidak mesti kooperatif


message 50: by Veni (new)

Veni | 6 comments waduh2 jadi ribut memperdebatkan Ja'far Umar Thalib...
sebenernya kita lagi ngebahas apa sih? hehehehhe
*lg bingung karena diskusi semakin meluas :) *


« previous 1
back to top