Goodreads Indonesia discussion

60 views
Usulan & Ajakan > RA Kosasih butuh biaya pengobatan

Comments Showing 1-14 of 14 (14 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Pra (new)

Pra  (vlatonovic) | 1185 comments
Dari Jawa Pos [ Sabtu, 10 Januari 2009 :]
Tak Punya Biaya, Bapak Komik Dirawat di Rumah
JAKARTA - Komikus legendaris era 1950-an, Raden Ahmad Kosasih, tampaknya menjalani masa tuanya dengan penuh keprihatinan. Pria kelahiran Bogor, April 1919, itu kini harus berjuang melawan sakit jantung koroner dan paru-paru basah yang diderita sejak 15 tahun lalu. Keterbatasan biaya membuat keluarga membawa Kosasih pulang dan hanya bisa rawat jalan.

Sebelumnya, pembuat komik lakon Ramayana dan Mahabarata itu sempat dirawat inap di Rumah Sakit Internasional Bintaro selama lima hari. Ketika disambangi di kediamannya, Jalan Cempaka Putih, Ciputat, Tangerang Selatan, dia sedang beristirahat di tempat tidur mungil yang sangat sederhana.

Sang menantu, Yudowati Yana, mengungkapkan, mertuanya belum bisa diajak berbicara banyak. Ketika kerabatnya menemui dan mengajak berbincang-bincang, tiba-tiba penyakitnya kambuh dan harus dibantu alat pernapasan. ''Itulah bapak, orangnya sangat senang jika dikunjungi dan diajak diskusi hingga kadang lupa diri,'' ungkapnya.

Benar saja. Ketika ditemui, pria yang pada April mendatang genap berusia 90 tahun itu tampak bersemangat. Bahkan, dia sempat menunjukkan meja yang biasa digunakan menggambar komik. Misalnya, Sri Asih, Dewi Sri, hingga komik terakhirnya, Codot Ijo.

''Itu sudah 50 tahun yang lalu. Lampu dan kuasnya pun tidak pernah berubah,'' ujarnya dengan suara sedikit tersendat.

Karya kakek satu cucu itu berawal pada 1953, ketika melukis komik di koran Pedoman Bandung. Sejak itu, Kosasih memuaskan kesenangannya menggambar komik, meski siangnya dia bekerja di Departemen Pertanian. ''Serial pertama yang saya buat adalah Sri Asih,'' tuturnya. Sri Asih adalah superhero, wanita yang sepintas kisahnya mirip kisah Wonder Women. (jpnn/oki)




message 2: by Mel (last edited Jan 10, 2009 02:17AM) (new)

Mel | 720 comments duh. ikut sedih. semoga bisa segera masuk agenda gr berikutnya juga ya...


message 3: by Dharwiyanti (new)

Dharwiyanti | 162 comments duh sedih ya,... how can we help?


message 4: by Nanny (new)

Nanny SA | 1353 comments Tadi ada tayangan tentang beliau juga di TV, memprihatinkan. Aku termasuk pengagum karya2nya. Ya mudah2an bisa jd agenda GR berkutnya


message 5: by Mel (new)

Mel | 720 comments ah sayang tgl 17 ya...


message 6: by Dharwiyanti (new)

Dharwiyanti | 162 comments hmmm.. ada kemungkinan ga untuk mengumpulkan donasi seperti buat Bu Dini waktu itu?



message 7: by Endah (new)

Endah (perca) | 658 comments Duh, Sabtu ya? Nggak bisa ikut deh.


message 8: by Mel (new)

Mel | 720 comments @amang
sayang soalnya tgl segitu sudah di bdg lagi. hehe...


message 9: by Damuhbening (new)

Damuhbening | 4 comments masih kan Dompet Pembaca Pedulinya???



message 10: by Mel (new)

Mel | 720 comments masih...
*mewakili


message 11: by miaaa, Moderator (new)

miaaa | 2354 comments Mod
makasih telah mewakili mel *nepuk2 kepala gukguk* :D


message 12: by Damuhbening (new)

Damuhbening | 4 comments Damuhbening wrote: "masih kan Dompet Pembaca Pedulinya???
"


makasi mel, segera..meski gak seberapa


message 13: by Mel (new)

Mel | 720 comments iya, wa. sama kok. thx juga sudah mau ikut peduli.
*ah. mewakili lagi deh jadinya.


message 14: by Damuhbening (new)

Damuhbening | 4 comments hehehe iya mel, semoga bisa berarti saja nantinya


back to top