Goodreads Indonesia discussion

187 views
Usulan & Ajakan > Stop Pembakaran Buku

Comments Showing 1-50 of 63 (63 new)    post a comment »
« previous 1

message 1: by [deleted user] (new)

Teman-teman,

Pembakaran buku di Gramedia kemarin menyinggung rasa kemanusiaan kita. Siapa pun yang akrab dengan buku rasanya akan gusar dengan tekanan kelompok preman yang tidak tahu cara mengapresiasi dan menikmati buku, berikut lembaga keagamaan yg otoriter alih-alih mencerahkan. Terlebih, dampak tekanan tersebut dalam kehidupan bermasyarakat kita makin lama makin menjadi.

Petisi di ujung tautan ini sekadar pernyataan sikap kegusaran di atas. Silakan bergabung dan menghimpun suara untuk menentang abainya negara dan ancaman hidup bersama.

http://www.change.org/id/petisi/grame...#

Salam,
Sesama pembaca buku


message 2: by Truly (new)

Truly (uyi_adi) | 1687 comments ijin kopas yah sis


message 3: by Dewi (new)

Dewi (dewis251) | 202 comments udah ikutan petisi. geregetan banget sama aksi bakar buku ini


message 4: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments iya, daripada dibakar kan lebih baik direcycle aja...lebih ramah lingkungan :D


message 5: by Nadia (new)

Nadia Fadhillah (nadiaaghnia) | 31 comments Untuk yang belum tahu gimana ceritanya bakar-bakaran buku oleh Gramedia, silahkan buka ini ya:
---
Pembakaran Buku '5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia', Penerbit Gramedia 13 Juni 2012
http://chirpstory.com/li/10366
---
Chripstory SEMUA twit yang mensyen @radiobuku tentang Kasus Pembakaran Buku Gramedia, 13 Juni 2012. Chrips ini dibuat sedetil yang saya bisa, jadi ada banyak nama, twit, maupun retuit yang diulang. Semoga bermanfaat. Terima kasih.


Untuk yang mau tahu sisi buruknya penerbit Gramedia, silahkan buka ini juga:
--
Gramedia (baca: Penerbit Kepiting) by @radiobuku
http://chirpstory.com/li/10429
--
Kuliah twitter mengenai kepengecutan Gramedia dalam menerbitkan buku. KeUNTUNGan yang dituhankan. Diambil dari Lini Masa @radiobuku 14 Juni 2012


message 6: by Dani (new)

Dani Noviandi (daninoviandi) | 195 comments Yang jelas buku itu harus dihancurkan, meskipun gak dibakar juga. lebih baik mungkin didaur ulang, dan CATAT, tidak membagikan buku itu. no offense


message 7: by Nadia (new)

Nadia Fadhillah (nadiaaghnia) | 31 comments Dani wrote: "Yang jelas buku itu harus dihancurkan, meskipun gak dibakar juga. lebih baik mungkin didaur ulang, dan CATAT, tidak membagikan buku itu. no offense"

tapi gak sampe perlu dihancurkan dan, penulisnya orang eropa dan dia melihat dari sudut pandangnya dia. kita sekedar tahu ajalah pandangan mereka serendah apa. gak sampe dihancurkan. kalao dihancurkan, itu namanya tidak menghargai perbedaan pendapat.


message 8: by Dani (new)

Dani Noviandi (daninoviandi) | 195 comments Nadia Aghnia wrote: "Dani wrote: "Yang jelas buku itu harus dihancurkan, meskipun gak dibakar juga. lebih baik mungkin didaur ulang, dan CATAT, tidak membagikan buku itu. no offense"

tapi gak sampe perlu dihancurkan d..."


Eh, IMO sih yang saya denger dan baca dari media dan berita, itu udah bukan sekedar perbedaan pendapat. Wajar FPI (dan seharusnya umat Islam) marah kalo Rasulullah disebut pembunuh dan perampok, cmiiw, tolong luruskan kalau salah.


message 9: by [deleted user] (last edited Jun 15, 2012 12:04AM) (new)

aku gak suka bgt sm lembaga2 islam kaya FPI!!!!!
caranya sangat kasar dan tidak sopan,membakar2 buku segala. cara yg dramatis

semua orang hrsnya kan bebas berpendapat. kalo byk orang2 yg gak suka,ya gausah dibeli,kalo galaku emg bakal diproduksi lagi.

kayaknya orang takut bgt ada orang islam yg percaya dan terjerumus,aku percaya gabakal ada yg percaya sm buku itu,jd ngapain musnahin segala,kan sayang kertasnya.

kalau ada yg mau baca gmn? menurut saya semua orang bebas memilih apa yg ingin ia baca,terbitkan,makan,minum,nikahi dll


message 10: by Dani (new)

Dani Noviandi (daninoviandi) | 195 comments Kalo aku sih, secinta-cintanya sama buku, kalo Rasul aku digituin, aku juga bakal marah :)


message 11: by [deleted user] (new)

apa aku salah ya gamarah karna ini? soalnya penulisnya gabisa disalahkan juga,setiap orang suka punya pendapat sendiri dan sumber sendiri. byk orang punya pendapat sendiri tentang: segitiga bermuda,hantu2,tokoh2 penting dan lain-lain.


message 12: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments Nadiraalisha wrote: "aku gak suka bgt sm lembaga2 islam kaya FPI!!!!!
caranya sangat kasar dan tidak sopan,membakar2 buku segala. cara yg dramatis

semua orang hrsnya kan bebas berpendapat. kalo byk orang2 yg gak suka,ya gausah dibeli,kalo galaku emg bakal diproduksi lagi.

kayaknya orang takut bgt ada orang islam yg percaya dan terjerumus,aku percaya gabakal ada yg percaya sm buku itu,jd ngapain musnahin segala,kan sayang kertasnya.

kalau ada yg mau baca gmn? menurut saya semua orang bebas memilih apa yg ingin ia baca,terbitkan,makan,minum,nikahi dll "


wait...
emang yg bakar buku FPI ya? setahuku pembakaran buku dilakukan oleh pihak GRAMEDIA sendiri lho...
http://www.thejakartaglobe.com/lawand...

FPI memang mengadukan Gramedia ke kepolisian:
http://www.thejakartaglobe.com/home/i...

tapi yg narik buku itu dari peredaran dan mbakar itu inisiatif gramedia sendiri. get your fact straight.

taruhlah gramedia dalam kondisi di bawah tekanan FPI, apa harus sampai bakar buku? ditarik dari peredaran aja kan cukup.

Pembakaran buku itu cuma cari sensasi...:p


message 13: by Dani (new)

Dani Noviandi (daninoviandi) | 195 comments Untukkulah agamaku, untukmulah agamamu :)

seperti di awal saya bilang, saya juga gak setuju pembakaran buku, tetapi saya lebih tidak setuju apabila buku ini tidak dimusnahkan :)


message 14: by Dani (new)

Dani Noviandi (daninoviandi) | 195 comments buat momod, tolong diluruskan dong kasus yang terjadi seperti apa, apa isi hinaannya, apa kesimpulan dari petisi tolak bakar buku, dan siapa yang sebenarnya salah dalam kasus ini. thx :)


message 15: by [deleted user] (new)

Nenangs wrote: "Nadiraalisha wrote: "aku gak suka bgt sm lembaga2 islam kaya FPI!!!!!
caranya sangat kasar dan tidak sopan,membakar2 buku segala. cara yg dramatis

semua orang hrsnya kan bebas berpendapat. kalo by..."


oh maaf'-_- eh tp tetep aja aku gak setuju sm FPI..dari dulu sih!!

gramedia apabanget! tp gpp sih..yang penting buku yg aku suka gak dibakar!


message 16: by Ziyah (new)

Ziyah | 12 comments Dani wrote: "Kalo aku sih, secinta-cintanya sama buku, kalo Rasul aku digituin, aku juga bakal marah :)"

Yup. setuju ama yg ini.

Gmn cara Penerbit mengurusnya penarikannya itu udh kebijakan mereka. Karena kalau udh memfitnah Rasul dan buku itu kesebar, bisa terjadi kebablasan akhlak.


message 17: by [deleted user] (new)

Nadia Aghnia wrote: "Dani wrote: "Yang jelas buku itu harus dihancurkan, meskipun gak dibakar juga. lebih baik mungkin didaur ulang, dan CATAT, tidak membagikan buku itu. no offense"

tapi gak sampe perlu dihancurkan d..."


Setuju


message 18: by Nadia (last edited Jun 15, 2012 01:35AM) (new)

Nadia Fadhillah (nadiaaghnia) | 31 comments Sebenernya di Indonesia, untuk menentukan sebuah buku tidak boleh diedarkan, perlu keputusan pengadilan melalui Mahkamah Konstitusional. Ada sidangnya.

Pembakaran buku ini memang atas tekanan FPI kok, meski yang hadir juga MUI. Inget ndak kasus Persepolis - Marjane Satrapi yang gak boleh diedarkan Gramedia itu, kan ga perlu sampe dibakar? Hanya tidak diedarkan secara bebas.

Untuk buku ini, alasan Gramedia, halaman 24 yang bermasalah, dan pihaknya menyalahkan editornya sendiri (pasti sebentar lagi ada yang dipecat), karena menerjemahkan apa adanya. Kalau halaman itu yang bermasalah, maka edit atau ralat halaman itu aja. Atau tambahkan catatan kaki serta permohonan maaf secara terbuka di media. Kenapa harus membakar?

Sudahkah Gramedia minta ijin pada penulisnya untuk membakar bukunya?

Kalau aku menulis buku, lalu ada bagian yang kontroversial dalam tulisanku, apalagi hanya satu halaman, lalu penerbitku membakar bukuku begitu saja, bagaimana rasanya? Bahkan pihak Gramedia tidak membela penulisnya sedikitpun!


message 19: by Nadia (last edited Jun 15, 2012 02:00AM) (new)

Nadia Fadhillah (nadiaaghnia) | 31 comments Ada banyak banget buku yang gak aku setujuin isinya. Dengan berbagai macam alasan. Tapi kan gak perlu aku bakar.

Karena menurutku setiap pembaca dapat memilih peran ketika membaca. Apakah suka, percaya, dan tergila-gila dengan buku itu sampai semua kalimatnya ditelan mentah-mentah. Apakah aku tidak terlalu merasa perlu membaca genre atau bagian tersebut sehingga aku abaikan keberadaannya. Atau malah bersikap defense, setiap kalimat dalam buku itu aku tolak. Penolakan ini bisa dari tidak pernah merekomendasikannya kepada orang lain, menulis resensi tentang kejelekan buku ini, atau bahkan paling keras dilakukan dengan membuat buku tandingan yang jelas sumber dan latar belakangnya, jadi tidak hanya berdasar emosi semata.

Dan tiap pembaca memang berhak memilih sikap apa yang dipilihnya ketika membaca buku. Asal bertanggung jawab dengan sikapnya.


message 20: by Dani (new)

Dani Noviandi (daninoviandi) | 195 comments Ziyah wrote: "Dani wrote: "Kalo aku sih, secinta-cintanya sama buku, kalo Rasul aku digituin, aku juga bakal marah :)"

Yup. setuju ama yg ini.

Gmn cara Penerbit mengurusnya penarikannya itu udh kebijakan mere..."


ada yang setuju #terharu


message 21: by Rie_dominique (new)

Rie_dominique | 169 comments Dani wrote: ada yang setuju #terharu

hihihi... aku dukung mas...


message 22: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments @nadia aghnia
Please...get your fact straight.

FPI tidak pernah menekan gramedia untuk membakar buku. Yang dilakukan FPI adalah melaporkan eksekutif gramedia ke pihak kepolisian dan menuntut adanya legal action, karena di indonesia ada hukum yang melarang penerbitan material yg menghina suatu agama.

infact, yang meminta pemusnahan buku adalah MUI:
http://metro.vivanews.com/news/read/3...

banyak tindakan FPI yang aku nggak setuju, terutama kalau udah pake kekerasan atau pengerahan massa. Tapi dalam hal bakar membakar buku ini, menurut aku, malah bisa dibilang nggak ada kaitannya sama FPI. FPI cuma jadi kambing guling karena kebetulan dia organisasi massa berbasis islam yang paling jadi sorotan, sehingga kalau bawa2 nama FPI, semua orang udah heboh duluan. Makanan media. :p


message 23: by Nadia (new)

Nadia Fadhillah (nadiaaghnia) | 31 comments dan oke mas Nenangs, baik tekanan FPI atau MUI, beradabkah tindakan membakar buku ini oleh Gramedia?


message 24: by Tezar (new)

Tezar Yulianto | 380 comments di Indonesia ribut2 gini, jangan2 DW malah cuma ketawa2


message 25: by Marchel (new)

Marchel | 1649 comments Gw tetap nda suka ada buku yang dibakar. Editlah, simpanlah atau jadi media tanam kan bisa !

Kertas untuk buku itu kan udah nebang pohon, plus mencemari udara saat pembakaran buku.

Bisa nda sih mikir sejauh itu ???


message 26: by bakanekonomama (new)

bakanekonomama (radmalia) | 186 comments Nenangs wrote: "@nadia aghnia
Please...get your fact straight.

FPI tidak pernah menekan gramedia untuk membakar buku. Yang dilakukan FPI adalah melaporkan eksekutif gramedia ke pihak kepolisian dan menuntut adanya legal action, karena di indonesia ada hukum yang melarang penerbitan material yg menghina suatu agama.

infact, yang meminta pemusnahan buku adalah MUI:
http://metro.vivanews.com/news/read/3...

banyak tindakan FPI yang aku nggak setuju, terutama kalau udah pake kekerasan atau pengerahan massa. Tapi dalam hal bakar membakar buku ini, menurut aku, malah bisa dibilang nggak ada kaitannya sama FPI. FPI cuma jadi kambing guling karena kebetulan dia organisasi massa berbasis islam yang paling jadi sorotan, sehingga kalau bawa2 nama FPI, semua orang udah heboh duluan. Makanan media. :p "


Haduh.. media lagi, media lagi.. Mereka kayanya lg seneng banget deh mengadu domba masyarakat di negeri ini. Padahal harusnya kan mereka objektif menyampaikan fakta.. Harusnya....


message 27: by Tezar (new)

Tezar Yulianto | 380 comments btw, saya nggak setuju ama hujatan2 buat gramedia. Kasian penulis2, editor2, pegawai tobuk2, dst yang nggak punya pengaruh apa2 ama masalah ini. Kl baca beberapa kata kotor yg dituliskan masuk ke akun twitter gramedia udah keterlaluan. Kata kadang lebih tajam daripada perbuatan. Saya tahu itu.


message 28: by Tezar (new)

Tezar Yulianto | 380 comments mas Amang, jangan sampe nanti kesimpulannya jadi daripada dibakar mending dishredder aja, he3.


message 29: by Pra (new)

Pra  (vlatonovic) | 1185 comments aku belum membaca bukunya dan memang gak tertarik untuk membaca buku tersebut. karena menurutku memang gak menarik sama sekali. jadi gak komentar dengan isi buku dan polemiknya.

terkait penarikan dan pemusnahan buku, apa yang dilakukan Gramedia terlalu berlebihan. Mengapa berlebihan? karena pemusnahannya dipublikasikan secara luas.

Seharusnya, bila memang Gramedia menilai ada yang salah dengan isi buku, sebagai penerbit ia berhak menarik buku tersebut tentu sebaiknya dengan persetujuan penulisnya. untuk selanjutnya, terserah pihak penerbit. mau sekadar disimpan di gudang, dimusnahkan dengan cara dibakar, dimasukkan mesin menghancur kertas, ditanam dalam tanah atau lainnya, terserah Gramedia. yang penting, tak perlu dipublikasikan apalagi sampai undang wartawan. toh buku tersebut sudah tak ada lagi di pasaran.

cara yang dilakukan Gramedia ini memang berbeda dengan kasus novel grafis Persepolis - Marjane Satrapi di tahun 2006. dulu ketika buku ini diprotes, Gramedia langsung menarik dari peredaran. buku-buku ini digudangkan dan tidak diedarkan. tapi buku ini tak dimusnahkan, karena pada 2011 lalu, Persepolis tiba-tiba keluar dari gudang dan dijual secara obralan di bazar Gramedia.


message 30: by Tezar (new)

Tezar Yulianto | 380 comments imho, dalam kasus buku yang "menyerang keyakinan lain" saya pribadi lebih suka di beberapa penerbit disertai semacam catatan kritis dari pemuka keyakinan tsb, seperti yg dilakukan penerbit ser*mbi


message 31: by Tezar (new)

Tezar Yulianto | 380 comments tentu mas, sebenarnya esensi pesan tsb saya pikir sampai kepada tmn2 yg mengusulkan utk membakar tsb, cm mengenai efeknya buat mereka wallahu alam, kekuasaan kita cm sampai protes, teriak, dst
Yang saya sesalkan di atas adalah celaan yg menurut saya di luar batas, seperti yg ditwitkan mbak Hetih (mas Amang kl gak salah juga meRT twit tsbt) dan beberapa yg saya baca di linimasa salah satu akun twitbuku.


message 32: by Nadia (last edited Jun 15, 2012 07:34AM) (new)

Nadia Fadhillah (nadiaaghnia) | 31 comments haduh-haduh,
semakin ribet saja dunia. *tepok jidat*
saya udah punya bukunya, ada di rumah jogja. tapi belum dibaca.

isinya sih normal, buku sejarah gitu, tentang sejarah pembentukan kota-kota besar yang 'dianggap' penulisnya berpengaruh dalam 'sejarah dunia'. Tentu saja yang dimaksudkannya bukan sejarah versi Islam.

tentang isinya nanti deh saya baca dulu, dan saya tulis reviewnya. ck-ck *geleng-geleng*

tapi buku ini ataupun buku lain, yang aku tolak itu 'pembakaran'nya. kasar sekali.


message 33: by [deleted user] (new)

Masalahnya, pembakaran buku dalam sejarahnya memang simbol pelarangan pemikiran. Yg dianggap berbahaya ga boleh disebarluaskan: terbakarlah kau buku bersama setan! (kira2 gitu kali ya harapan pembakar buku)... Dalam kasus ini bahaya yg dihindari adalah: kalau Douglas Wilson dibaca banyak orang, orang pd ngamuk karena nabinya dihina. Nah, nurut saya sih, hadeuh capek bener tiap dihina kita mesti marah2... Mending bikin buku tandingan, majuin pendidikan, mengentaskan kemiskinan, & ngebuktiin bahwa umat Rasul bukan masyarakat tribal. (Loh... kok banyak PR-nya...)


message 34: by Nanny (new)

Nanny SA | 1353 comments ninus wrote: "Masalahnya, pembakaran buku dalam sejarahnya memang simbol pelarangan pemikiran. Yg dianggap berbahaya ga boleh disebarluaskan: terbakarlah kau buku bersama setan! (kira2 gitu kali ya harapan pemba..."

setuju
*kl banyak yang mau ngerjain PR ini..hebat :)


message 35: by Femmy, Pendiri GRI (last edited Jun 16, 2012 08:03PM) (new)

Femmy | 674 comments Mod
Nadiraalisha wrote: "apa aku salah ya gamarah karna ini?"

Soal marah atau ngga marah, menurutku ngga ada benar-salah. Itu kan tergantung kedekatan kita sama orang yang dihina. Kalau memang ngga merasa marah, masa harus dipaksa marah? :-p

Tapi bayangkan misalnya orang tua, atau kakak-adik, atau suami/istri, atau mungkin sahabat atau pacar yang dihina orang. Pastilah kita merasa nggak enak, sebal, marah. Dan bagi sebagian orang, cinta mereka pada Nabi Muhammad melebihi cinta pada orang lain. (Kalau baca buku Rindu Rasul, jadi malu sendiri membaca betapa sebagian orang sangat mencintai Rasulullah.) Jadi, menurutku sih rasa marah akibat penghinaan seperti itu adalah hal yang sangat wajar.

Yang penting itu reaksi kitanya aja gimana. Apakah marah-marah, apakah menghujat-hujat, apakah lapor polisi, apakah bicara baik-baik, banyak alternatifnya.


message 36: by Femmy, Pendiri GRI (new)

Femmy | 674 comments Mod
ninus wrote: "Mending bikin buku tandingan..."

Buku tandingan seperti apa ya? Bukannya buku sirah nabi udah banyak?


message 37: by [deleted user] (new)

Imo nabi muhammad tdk benar2 dihina,penulis nya salah denger cerita dan menulis tentang itu karna nabi muhammad adlh tokoh yg sgt berpengaruh di arab dan dia cuman ingin membuat buku sejarah (tp aku blm bc bukunya sih jd bs aja salah) kalau orng yg dekat dgnku digituin aku bakal sedih dan mungkin bilang ke orng itu cerita yg sbenernya,kalau orng itu msh gak percaya yg sbenernya aku akan bersikap cool aja,dan berdoa smg ia dpt hidayah


message 38: by Dani (new)

Dani Noviandi (daninoviandi) | 195 comments Femmy wrote: "ninus wrote: "Mending bikin buku tandingan..."

Buku tandingan seperti apa ya? Bukannya buku sirah nabi udah banyak?"


Eh,jd pendapat mbak Femmy gmn? lebih setuju recycle kah? :))


message 39: by Femmy, Pendiri GRI (last edited Jun 17, 2012 12:57AM) (new)

Femmy | 674 comments Mod
Nadiraalisha wrote: "Imo nabi muhammad tdk benar2 dihina,penulis nya salah denger cerita dan menulis tentang itu karna nabi muhammad adlh tokoh yg sgt berpengaruh di arab dan dia cuman ingin membuat buku sejarah (tp aku blm bc bukunya sih jd bs aja salah) "

Kalau belum baca bukunya, bagaimana cara menilai Nabi Muhammad benar-benar dihina atau ngga? *bingung* Sebaiknya sih baca dulu. Bagian yang dimaksud gampang kok dicari di Google.

Kalau menurutku sih, pandangan tentang Nabi Muhammad seperti yang diungkapkan di buku itu bukan hal baru. Biasanya pandangan seperti itu kubaca dalam tulisan dari orang-orang yang membenci Islam, yang menganggap jelek semua tindakan Nabi Muhammad. Tapi khusus soal penulis buku ini, aku ngga tahu ya apa sebabnya dia sampai menulis hal seperti itu tentang Nabi Muhammad.


message 40: by Femmy, Pendiri GRI (new)

Femmy | 674 comments Mod
Dani wrote: "Eh,jd pendapat mbak Femmy gmn? lebih setuju recycle kah? :))"

Yang pasti sih, aku setuju buku itu ditarik dari peredaran. Setelahnya mau diapain, terserah Gramedia sih. Tapi memang kalau bukunya dijadiin kertas daur ulang, kertasnya bisa dimanfaatkan lagi ya :-)


message 41: by Fauza (new)

Fauza (timewrapper) | 74 comments Setuju sama mbak Femmy lah, daripada main bakar-bakaran sayang kertasnya mending di-recyled.

Kalau tiap buku yang isinya gak sesuai, trus main bakar aja, akan banyak buku-buku serupa lainnya yang jadi korban. Saya udah pernah menemukan buku yang isinya lebih parah mungkin tapi sampai sekarang masih beredar aja dan gak ada tindakan sama sekali. Ini yang lebih mengerikan.


message 42: by Citra (new)

Citra  | 75 comments Nadiraalisha wrote: "Imo nabi muhammad tdk benar2 dihina,penulis nya salah denger cerita dan menulis tentang itu karna nabi muhammad adlh tokoh yg sgt berpengaruh di arab dan dia cuman ingin membuat buku sejarah (tp ak..."

Nabi Muhammad ditulis merampok karavan Arab, disebut sebagai "pirate" juga, apa itu bukan "benar2 menghina?"

Kalau penulis salah dengar cerita, jangan berani-beraninya nulis buku donk. A writer must not mislead his/her readers.

Saya pribadi berpendapat, nggak sepantasnya buku seperti ini beredar. Keputusan mereka menarik buku tersebut sudah benar.

Soal kelanjutannya mau dibakar kek, mau di shredder kek, sebodo amat.


message 43: by [deleted user] (new)

Citra wrote: "Nadiraalisha wrote: "Imo nabi muhammad tdk benar2 dihina,penulis nya salah denger cerita dan menulis tentang itu karna nabi muhammad adlh tokoh yg sgt berpengaruh di arab dan dia cuman ingin membua..."

mungkin dia kira ceria itu bener


message 44: by Ren Puspita (new)

Ren Puspita (renpuspita) | 1162 comments Awalnya saya mendukung buat dibakar bukunya, karena maaf yah, ini Nabi Muhammad yang dihina, mengutip kalimat Citra, disebut "pirate". Okelah, iman saya mungkin masih kurang, tapi siapa yang ngga marah kalo Nabinya dihina?

Walau kemudian saya mikir lagi, rasanya emang sayang dibakar, dan lalu dipublikasikan secara umum sehingga mengundang polemik seperti ini. Saya lebih milih jalan damai. Silakan diterbitkan ulang, tapi isi yang menghina agama, apapun agama dan kepercayaan, baik Islam, Kristen, Hindu, Budha itu lebih baik dihapus saja. Lalu gimana dengan buku yang sudah beredar? Tinggal ditarik saja. Simpanlah dalam gudang atau apa. Yang penting ga usah sampai ada kontroversi


message 45: by ahmedoank (new)

ahmedoank | 94 comments Bakar buku, NO! Ditarik dari peredaran, Silakan
Saya menghormati, kita harus menghormati siapa pun yang tersinggung dengan isi buku tersebut. Tapi bayangkanlah apa jadinya jika tiap kali seseorang tersinggung dengan sebuah buku lantas tiap penerbit akan membakar buku yang diterbitkannya.
Jika yang ditulis merupakan sebuah "kesalahan", dan kita Meresponnya dengan cara yangg "salah", bukankah tindakan kita menjadi "pembenaran" atas apa yang ditulis ??
saya pun sangat tidak setuju, ketika ada yang "menghina2" apa yang saya yakini(saya belum baca bukunya), tapi ada cara yang bijak, untuk menyampaikan ketidaksetujuan saya


message 46: by Ayu, Moderator (new)

Ayu Yudha (ayu_yudha) | 1291 comments Mod
maafkan sebelumnya, saya pengin nanya hal yang mungkin remeh dan sudah banyak yang tahu, untuk proses mendaur ulang buku, apakah prosesnya sama seperti ketika kita mendaur ulang kertas dalam skala yang lebih kecil?

maksud saya, ketika akan mendaur ulang buku yang berjumlah sekian ribu eksemplar, pasti akan lebih makan waktu. karena saya pernah mencoba untuk mendaur ulang kertas yang hanya beberapa lembar saja, harus direndam dulu selama seharian, lalu melewati banyak proses lainnya.

atau untuk skala besar, ada cara yang lebih praktis untuk mendaur ulang?


message 47: by Indres (new)

Indres (felis) Ada banyak cara menangani buku-buku yg isinya kontroversial, dari debat terbuka, bedah buku, menuntut penerbit & pengarang ke pengadilan, sampai sweeping menyita buku di toko.

Sekarang balik lagi ke diri kita, tanya mana cara yg paling dewasa dan elegan dalam menyikapi buku yg isinya tidak kita setujui? Apa pesan yg tersampaikan kalau kita menyelesaikan masalah dengan membakar buku tersebut?


message 48: by Marchel (new)

Marchel | 1649 comments @Ayu:
Kurasa, proses hampir sama.

Tapi intinya, gw ga sama sekali tidak setuju buku dibakar.

Apapun isi sesuatu buku, tidaklah pantas jika responnya selalu "Bakar buku itu!"

Di jaman penjajahan Belanda saja orang-orang tidak mengajukan usul membakar buku.

Lalu sekarang ada pembakaran buku. Apa kita ini kembali hidup di masa primitif? Hidup dengan emosi yang selalu terdepan karena komunikasi tidak terjadi???


message 49: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments wah rame juga yah...

@nadia aghnia,
terlepas dari ada tidaknya tuntutan dari FPI, pendapat saya, bukunya lebih baik direcycle saja. soal beradab atau tidak, apa pointnya beradab atau nggak? apa kalau nggak bakar buku jadi beradab?

@amang,
terimakasih atas saran check and check again serta info kronologi-nya. sama persis dengan yang saya dapat, cuma sedikit tambahan info (dari apa yg bisa saya dapati), tanggal 8 juni ada surat pembaca di republika tentang buku ini, yang ditanggapi dengan perintah penarikan buku oleh gramedia pada tanggal 9 juni. tanggal 10 juni, buku tersebut ternyata masih didapati di toko GA Arion, tanggal 11 juni salah seorang anggota FPI melaporkan ke kepolisian. selebihnya yang seperti amang tulis, hanya sedikit perbedaan bahwa FPI melakukan sweeping di gramedia margonda pada tanggal 13 juni, sepertinya setelah peristiwa pembakaran.
Jadi..ya gitu deh, check and chek again.

Tapi, dari semua sumber (internet, mind you) yg saya bisa akses, tidak ada satupun yang menunjukkan adanya TUNTUTAN/DESAKAN FPI UNTUK MEMBAKAR BUKU tersebut. nope. not one. yang banyak saya dapati hanya adanya persepsi orang yang mengira bahwa FPI yang meminta buku tersebut dibakar. Persepsi tersebut jelas salah. Dari semula persepsi yang salah itu, yang sempat disuarakan juga disini, yang ingin saya luruskan. nothing more.

Oke, mungkin kalau dibilang FPI nggak ada kaitannya sama sekali memang kurang tepat juga. Tapi kalau sampai ada salah informasi, apa nggak perlu diluruskan? mungkin tidak, karena toh fakta "kecil" itu "cuma" tentang FPI *sarcasm intended*.

Atau mungkin memang ada sumber berita, yg berupa fakta dan bukan berupa opini, yang terlewat oleh saya? tolong tunjukkan.

@all,
pendirian saya dalam kasus ini adalah, meskipun saya juga lebih setuju kalau diadakan diskusi terbuka dengan penulis dan penterjemahnya, tapi saat ini saya setuju buku tersebut ditarik dari peredaran. alasannya karena adanya hukum di indonesia yang melarang penerbitan bahan2 yang bisa dinilai menghina agama tertentu. tentunya gramedia juga harus taat hukum tho? dan tentunya hal ini harus berlaku juga untuk semua material cetak yg sama, dan untuk semua agama. Kalau ada yang kepingin buku2 sejenis itu bisa beredar bebas, monggo diperjuangkan untuk mengubah hukum pelarangannya.

mengenai pembakaran bukunya sendiri, pendapat saya tetap lebih baik direcycle saja. :p


message 50: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments ayu-si-peri-kecil wrote: "maafkan sebelumnya, saya pengin nanya hal yang mungkin remeh dan sudah banyak yang tahu, untuk proses mendaur ulang buku, apakah prosesnya sama seperti ketika kita mendaur ulang kertas dalam skala ..."

prinsip kerjanya sama aja. kertas dibikin bubur kertas (pulp), lalu dicetak, dikeringkan, dst...bedanya cuma di skala operasi aja.


« previous 1
back to top