Goodreads Indonesia discussion

105 views
Buku & Membaca > Saat Literasi Dibenamkan Televisi -- Palupi Panca Astuti

Comments Showing 1-50 of 109 (109 new)    post a comment »
« previous 1 3

message 1: by Palsay (new)

Palsay   | 400 comments Gejala rendahnya minat terhadap buku dimulai ketika terjadi booming televisi swasta di Tanah Air pada awal 90-an
Mungkin jika dilihat dari statistik angkanya seperti itu, tapi perlu dicek lagi, kisaran umur berapa saja yang lebih menyukai TV dibanding buku?

menurut gw beberapa acara TV justru memotivasi minat baca generasi muda, karena kalau dilihat anak-anak sekarang lebih suka baca buku dibanding anak-anak seumurnya 10 - 15 tahun yang lalu. Kalau gak gitu, pertumbuhan toko buku ga akan sebanyak sekarang dong.




message 2: by Palsay (new)

Palsay   | 400 comments bukan kalah Po, tapi tulisan ini cenderung menghilangkan peran TV dalam kegiatan baca-membaca. menurut gw TV itu berperan penting, malah


message 3: by Endah (new)

Endah (perca) | 658 comments kenapa tdk memanfaatkan tivi sebagai sarana utk mengajak masyarakat gemar membaca? Jadi jgn dimusuhi tivinya tapi diajak berkomplot saja :D


message 4: by miaaa, Moderator (new)

miaaa | 2354 comments Mod
waktu ngerjain skripsi soal dubbing dulu, di beberapa literatur yang aku pake terutama buku2nya veven bilang alasan sejumlah tayangan berbahasa asing, terumata telenovela, didubbing ke indonesia. tujuannya ibu-ibu rumah tangga bisa tetap bisa kerja sambil 'mendengarkan' TV.

sekarang ketika kita menuntut pihak TV untuk memberi porsi lebih pada pendidikan dan literasi, dia mungkin akan bertanya balik program itu laku tidak? ratingnya bisa tinggi tidak? entah ini stasiunnya yang ngeles atau emang penontonnya yang lebih suka hiburan daripada literasi *sok mikir sambil ngemil*


message 5: by Bunga Mawar, Moderator (new)

Bunga Mawar (nverad) | 1042 comments Mod
Endah wrote: "kenapa tdk memanfaatkan tivi...? Jadi jgn dimusuhi tivinya tapi diajak berkomplot saja :D"

Iya, kenapa tidak? *penggemar serial "Komplotan" Enid Blyton*




message 6: by lita (new)

lita dulu sempat ikut penelitian tentang dampak televisi. kesimpulan yang aku ingat adalah: tv mematahkan daya imaginasi anak-anak yang telanjur terus menerus disuapi 'gambar bergerak' - yakni adegan demi adegan yang disuguhkan oleh televisi. daya imaginasi yang terpatahkan di masa kanak-kanak itu yang kemudian membuat mereka, saat tumbuh dan mulai bisa membaca, malas untuk menikmati bacaan, karena memaksa mereka untuk berpikir dan membayangkan apa yang ada dalam bacaan tersebut. berbeda dengan membaca, dengan nonton tv mereka tidak perlu untuk berpikir lagi, tinggal nikmatin aja apa yang ada disuguhkan dalam tontonan.


message 7: by Palsay (new)

Palsay   | 400 comments Dan soal bagus mana TV dan buku... aku tetap vote Buku lah
ini kan bukan soal pilih buku atau tivi Po. U kan mesti pikirin juga dong orang-orang yang lebih dekat aksesnya ke TV daripada ke buku, karena, mungkin, buku lebih memerlukan biaya karena harus beli, perpustakaan yang adapun ga memadai, sementara TV, yaa..relatif ada di mana-mana.
gw lebih setuju sama mba Endah. dan sambil prihatin atas apa yang diungkapkan Mia, menurut gw ini tantangan untuk bisa memanfaatkan TV sebagai alat promosi budaya baca. Kita harus akui, TV lebih membudaya di negeri kita.


message 8: by Nurul (new)

Nurul (noonathome) | 409 comments Bisa juga acara TV rating tinggi kalo model Oprah atau Kick Andy yang kadang2 mempopulerkan buku tertentu yang baru terbit. Sisanya, tergantung kita2 ini mau menyebarkan virus baca sejauh mana....


message 9: by Palsay (new)

Palsay   | 400 comments btw Po sendiri juga masuk TV kan kemaren sama mba Henda..:P


message 10: by Palsay (new)

Palsay   | 400 comments @Lita di mssg.9: kalo begitu masalahnya tinggal pengawasan dari ortu-nya aja kali, Lit. Ini justru yang paling penting. Pengawasan bisa dari pemerintah atau orang tua. Kan sekarang ada semacam TV-nanny yang bisa mengatur program mana yang layak ditonton, termasuk pengaturan waktunya.
kalo ga suka sama acaranya, bukan TVnya yang dimasukin gudang kan?



message 11: by Palsay (new)

Palsay   | 400 comments ga kaitan apanya Po? memang situ ngapain kemaren di TV kalo bukan promosi goodreads sambil ngeramal tren buku? (dan gw ga nonton pula)
TV tuh bisa powerful banget loh Po, tinggal dimanfaatkan ajah.

-palsay-
*penikmat TV*


message 12: by Endah (new)

Endah (perca) | 658 comments mungkin program ttg buku blm menarik minat masyaarakat utk menontonnya, tetapi bukan berarti tertutup peluang sama sekali. Ini tantangan buat orang tivi gimana mengemas sebuah acara buku menjadi tayangan memikat spt halnya klub buku oprah. selain tivi, pihak penerbit juga bisa memanfaatkan media layar kaca ini untuk promo mereka.

Dulu Metro TV pernah punya acara Book Review yang bekerja sama dengan QB. Tapi ga bertahan lama. Sekarang JakTV juga punya acara serupa yg menggandeng Mizan. Memang yang diangkat baru buku2 terbitan Mizan Grup. Semacam blocking time gituh. Nah, hrsnya penerbit besar spt Gramedia bisa juga tuh punya rubrik spt itu di tivi yang lain.


message 13: by gieb (new)

gieb | 743 comments ini yang dinamakan budaya massa.


message 14: by [deleted user] (new)

@Palsay: padahal bagi sebagian orang tua/pemberi perhatian anak, televisi (plus DVD/videogame) itu tergolong babysitter yang andal. tapi ini kata Oprah loh :P




message 15: by Roos (new)

Roos | 2991 comments Bisa dong...Pembaca Buku menentukan Trend Tayangan Tipi....hehehehehe.


message 16: by Palsay (new)

Palsay   | 400 comments @James: iya makanya ada baby TV kan buat baby-sit dan mengedukasi anak2 batita.

@Roos:yang betul Tren, Roos...hihihi


message 17: by Roos (new)

Roos | 2991 comments @Po: TV memperlihatkan dunia....

@Palsay: inggih...tren...*masih lidah Solo nih*


message 18: by [deleted user] (new)

TV belum mengubah apapun tuh...

wah Po suka atau ga suka TV sudah mengubah Indonesia. Riilnya ya kalau mau jujur siapa yg bergerak th 98 krn baca Pram atau siapa yg bergerak krn tayangan teve, gw yakin lebih banyak yg disebut terakhir ini.

efeknya ga selalu bagus emang, tapi bener Palsay, ingatlah daerah2 yg ga punya akses buku, tapi punya akses teve. ini kondisi ga bener memang, tapi ya begitu adanya sementara ini. manfaatkan dulu..

everything is weapon if you hold it right


message 19: by Endah (new)

Endah (perca) | 658 comments Bener nih Po, tivi tak mengubah apa pun? Reformasi 1998 itu terjadi sebagian karena peran televisi yg terus menerus menyiarkan berita tsb.




message 20: by Endah (new)

Endah (perca) | 658 comments lah kok gue kompakan sama Ronny? *Toss ah*


message 21: by [deleted user] (new)

*toss mbak*


message 22: by Endah (new)

Endah (perca) | 658 comments yang jelas sih, tivi itu pembentuk opini publik yg paling dahsyat :D


message 23: by [deleted user] (new)

wah internet pula Po yg pemakainya lebih sedikit dari sekarang. Yg menyebarkannya dari diskusi2 internet itu ke masyarakat umum ya corongnya lewat teve


message 24: by Endah (new)

Endah (perca) | 658 comments penemuan televisi itu saja sdh merupakan revolusi teknologi dan informasi. media mana lagi yang daya jangkaunya seluas televisi di negeri ini?


message 25: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 712 comments sepakat sama Tipi. saya tau banyak dari tipi kok. Dulu saya nyewain buku idenya dari drama TV Kiki. Saya tau komeng mirip Jery Lewis dari tipi. Duh kangen tipi Johnson hitam putih saya :D

*so' ikut komen padahal ngincer komen ke 100 biar bisa salaman sama pra dan james*


message 26: by miaaa, Moderator (new)

miaaa | 2354 comments Mod
toss dulu cak nanto hehe ngopi2 nanti kita yah :D

aku generasi TV nih, belajar baca dari teks TV belajar bahasa inggris dari sesame street secara besar jauh dari buku hihi


message 27: by miaaa, Moderator (last edited Jan 07, 2009 09:53PM) (new)

miaaa | 2354 comments Mod
keliru nulis

... secara besar jauh dari buku hik man!

*ngincer 101 dalmatian*


message 28: by Pra (new)

Pra  (vlatonovic) | 1185 comments penurut penelitian, gara-gara teve, oplah media cetak semakin turun. apalagi harga kertas terus naik sehingga harga media cetak terus naik. kalau begini terus, harus siap-siap jadi pengangguran nih.


message 29: by Endah (new)

Endah (perca) | 658 comments pra, ga perlu khawatir. Era non-kertas masih akan lama. Koran msh diminati dg kelebihan2nya. Seperti juga e-book yang msh akan lama lagi bisa menggeser peran buku (sdh nanya mama laurens) :D


message 30: by Pra (new)

Pra  (vlatonovic) | 1185 comments wah, kalau begitu gak perlu buru-buru daftar kalau ada lowongan cpns nih. :)


message 31: by Mel (last edited Jan 07, 2009 10:21PM) (new)

Mel | 720 comments urusan anak nongkrong didepan televisi, dalam sehari bisa dibatasi jam-nya kok sebetulnya, berdasarkan usia mereka. jadi tidak perlu total ditiadakan sama sekali kalo buat saya. lalu kaitannya sama buku? mereka kadang bisa bolak balik mengenal tokoh kesayangan mereka lebih lagi (dari dora, sesame street, si franklin kura-kura, dst) lewat buku atau tayangannya dulu di televisi. malah bisa saling melengkapi. mau juga baca buku terkait tokoh kesayangannya tersebut atau sebaliknya mau melihat tayangannya lewat televisi.

nah kalo tv buat emaknya? kebetulan saya suka jika metro menayangkan program tayangan biografi tokoh-tokoh besar dunia. menghemat banyak waktu saya saat tak sempat baca bukunya. hehe. jadi buat saya televisi ini bisa dipakai sebagai media 'pembelajaran' lain kok.



message 32: by aldo zirsov (last edited Jan 10, 2009 06:40PM) (new)

aldo zirsov (aldozirsovlibrary) | 376 comments There are two of the last greatest inventions in humankind in the previous century, which are denim jeans and television or monitor.
Denim jeans : everybody has it and wears it.
Television or monitor : the next inventions will be related to it and everybody wants to be in it.



Hippo dari Hongkong | 1033 comments buku adalah jendela dunia. saya sendiri dah jarang nonton tipi. intinya saya cenderung lebih memilih buku.

*boink-boink ama Po sambil teteup ngincer komen 100*




message 34: by miaaa, Moderator (new)

miaaa | 2354 comments Mod
vote deh mas aldo hehe


message 35: by Mel (last edited Jan 07, 2009 11:09PM) (new)

Mel | 720 comments @erie
'buku adalah jendela dunia'. jangan menclok di jendela muluk. ntar lo mirip burung kakak tua.


message 36: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 712 comments dulu ada sinetron jendela rumah kita. Si Boim temennya Lupus mengaku ikut main di situ. "Benar!" Kata lupus, "jadi rayap soalnya". Judul episodenya "Rayap-rayap Nakal" :D


message 37: by Indri (new)

Indri Juwono (indrijuwono) | 2862 comments televisi itu bagus, karna daya jangkaunya luas dan cepat. ini yang ga bisa ditandingi ma buku. penyebaran literasi memerlukan waktu karena bentuk fisiknya.
yang jelek dari tv adalah program acaranya yang mayoritas ga bermutu, informasi yang cepat usang macam infotainment atau sinetron drama super sedih. terlalu banyak program hiburan daripada sebagai corong informasi massal. hanya bbrp stasiun tv saja yang serius menggarap program yang bermutu. sense of informationnya jg beda dr buku.
yang penting tuh seimbang aja, jangan memusuhi tv karena menenggelamkan buku, tapi kan kita bisa pilih program acara yang bagus.
toh, tdk semua buku jg bagus, b.anyak yang isinya jg 'sampah' . semua ada di diri kita untuk mengambil mana yang bermanfaat..
satu buku bisa dibawa kemana2 oleh satu orang. praktis, informasi didapat.
satu TV hanya diam di tempatnya, namun dilihat beberapa orang, informasi menyebar.



message 38: by Endah (new)

Endah (perca) | 658 comments ooh..jadi topiknya bergeser ke jendela? :D
Jendela ya? Ada ga ya bukunya fira basuki yang judulnya "Jendela"? (Soalnya Pintu dan Atap ada)


message 39: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 712 comments Loh pra ki, kan udah dodolan hik! Moso' dodolane disambi jadi PNS? Penistaaan profesi gue lu!

setuju ama Aldo, dulu nyaris ada pager (penyeranta) ukuran 14 inch. dipake dipunggung. banyangkan kalau bergertar? brrrrr ilangs semua pegal anda!


message 40: by lita (new)

lita sebetulnya aku bukan orang yang anti televisi. ada beberapa acara yang wajib aku ikutin, misalnya 60 Minutes, Hard Talk, atau Tomorrow Today. tapi lagi-lagi tayangan wajib itu disulut dari pengetahuan yang aku dapat dari bacaan. jadi kalo milih antara buku dan tv, ya aku tetep milih buku dong :p


message 41: by Pra (new)

Pra  (vlatonovic) | 1185 comments penerbit buku akan bilang 'buku adalah jendela dunia'
sedangkan pabrik teve akan bilang 'teve adalah dunia yang sebenarnya, cuma ukurannya diperkecil'
*gak ada kerjaan di hari libur


Hippo dari Hongkong | 1033 comments gak mel, gue menclok nya di atas genteng :-p


message 43: by Roos (new)

Roos | 2991 comments Wah iyah...Kamis hari libur-nya Pra...dah dapat koment ke 50 tuh Pra...hehehehehe.


message 44: by Pra (new)

Pra  (vlatonovic) | 1185 comments aku sudah gakterlalu bernafsu ngincer komen ke-100 apalagi 50. sudah biasa. sekarang lagi ngincer ke-500 atau 1000


message 45: by Roos (new)

Roos | 2991 comments Nah gitu dong...kalo aku mau ngincer yang 999 ah...
*maksa*


message 46: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 712 comments kepikiran soal ini gak: imajinasi! Imajinasi akan lebih luas jika kita tidak dibebani oleh gambar yang mesti menjadi "rujukan". TV dan buku berbeda dalam memberi ruang imajinasi. TV ada acuan gambar, beda sama buku yang membuat kita lebih diajak berimajinasi.

Persoalanya sekarang sih, banyak sinetron yang gak jelas! dari gambar yang seringannya pas poto (TV di shot ke muka tokoh berganti ganti) sampai verbalisme (suara batin yang mesti diucapin gitu). Beuh jujur ajar, sampe situ saya gak suka tipi. Sukanya acara dialog yang santai, quis "kena deh!" Pembawa acaranya ramah dan teknik wawancaranya kepake buat saya di lapangan, atau acara dokumenter gitu. Informatif aja.

Buku, yah sepertinya buku bisa juga jadi seperti tv ketika isinya juga gak lebih sama dengan model tv itu?

gimana-gimana? udah komen ke berapa gue? hehehe teuteup!


message 47: by Lee (new)

Lee (rainscent) | 238 comments bukan maksud bela tipi, simpel saja. Sama kayak komennya mb Indri.
tv lebih murah daripada buku.
soal lebih mendidik mana ya itu tergantung nontonnya apa, bacanya apa.

ketika imut dulu, nonton Sesame Street sudah berhasil bikin aku bisa berbahasa inggris, sedangkan bejibun buku belajar bahasa inggris yang aku baca cuman berhasil meninabobokan saja.

Sekedar membeo pendapat para sesepuh di atas, buku unggul dalam hal mengaktifkan otak. Tenggelam di dunia lain ketika membaca buku, beda rasanya dengan tenggelam (kelelep ding) di dunia yang dipaksakan orang lain ketika menonton tv.


Hippo dari Hongkong | 1033 comments @ame
pernah jadi imut? ;D


message 49: by Roos (new)

Roos | 2991 comments Whooooeeee, Ame emang jempolan...heheheh.


message 50: by Lee (new)

Lee (rainscent) | 238 comments @Erie: pernah, dan selalu. ohoho.
@Roos: iya, jari saya emang jempol semuah. heh heh.


« previous 1 3
back to top