Goodreads Indonesia discussion

66 views
Buku & Membaca > Malu Aku Jadi Kutu Buku

Comments Showing 1-26 of 26 (26 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Endah (new)

Endah (perca) | 658 comments Pada suatu petang, iseng-iseng saya menonton siaran televisi dari salah satu stasiun tv swasta nasional. Layar di depan saya mempertontonkan sebuah tayangan singkat tentang seorang perempuan sederhana bernama, sebut saja, Kiswanti. Ibu berusia kira-kira 50-an tahun ini, tampak mengayuh sepeda di jalan kampung yang lengang.

Keranjang berwarna merah yang terletak di depan setang sepedanya, penuh berisi buku. Demikian pula di bagian boncengannya. Sampai di desa yang di tuju, Kiswanti langsung diserbu oleh beberapa orang anak yang rupanya telah menunggunya sejak tadi. Ya, mereka adalah para pelanggan yang menyewa buku-buku Kiswanti.

Selanjutnya oleh narator dikisahkan siapa Kiswanti sesungguhnya. Perempuan berkerudung yang hanya tamatan sekolah dasar ini, pernah bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Kemiskinan orang tuanya membuatnya terpaksa tak mampu meneruskan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Namun demikian, kendala tersebut tak lalu menyurutkan minatnya terhadap buku-buku dan bacaan.

Berangkat dari pengalaman hidup yang kurang beruntung itu, menumbuhkan sebentuk tekad di hati Kiswanti untuk menularkan kegemarannya membaca kepada masyarakat di sekitarnya. Maka, mulailah ia mengumpulkan buku-buku untuk disewakan kepada warga di kampungnya melalui perpustakaan pribadinya. Sampai saat ini, koleksinya sudah mencapai 1.900 buku dan majalah. Berikutnya, ia melebarkan jangkauan usahanya hingga merambah ke kampung-kampung tetangga dengan menggunakan sepeda.

Tayangan singkat itu menyentak saya. Sungguh mulia apa yang sudah diperbuat oleh Kiswanti dalam kaitannya dengan upaya memasyarakatkan gemar membaca. Dengan segala keterbatasan yang ada pada dirinya, Kiswanti tanpa gembar-gembor telah turut mencerdaskan bangsa.

Sementara itu, apa yang sudah saya lakukan sebagai orang yang mengaku kutu buku dan pencinta sastra selama ini? Tindakan nyata apa yang sudah saya perbuat bagi orang-orang di sekitar saya untuk menumbuhkan kecintaan membaca? Cukupkah hanya sampai pada mengikuti acara-acara diskusi dan bedah buku saja sambil sesekali menulis resensi dan laporannya? Memadaikah hanya dengan rajin menyambangi pameran-pameran buku dan menghabiskan uang di sana padahal belum tentu buku-buku tersebut sanggup say a baca semuanya? Puaskah saya hanya dengan ikut berteriak-teriak mengimbau pemerintah dan masyarakat untuk mulai gemar membaca tanpa melakukan suatu tindakan nyata yang menyentuh langsung ke masyarakat?

Rasanya, yang terjadi adalah justru perilaku yang kontra-produktif. Boro-boro, misalnya, menyumbangkan buku-buku bagi yang memerlukan, meminjamkannya pun saya nyaris tidak pernah. Khawatir buku-buku kesayangan saya rusak atau bahkan tidak dikembalikan sama sekali. Padahal kian hari, jumlah buku di lemari saya kian bertambah banyak dan membutuhkan banyak tempat juga. Saya jadi sangat pelit jika menyangkut urusan dengan buku.

Saya terlalu mencintai buku-buku saya sehingga sering tidak rela kehilangannya. Jangankan sampai hilang, cacat sedikit saja saya sudah panik. Saya menjaga buku-buku saya seperti menjaga peti harta karun. Sampai-sampai keempat keponakan saya yang masih kecil-kecil itu sering menjadi korban teriakan saya kalau mereka coba-coba menyentuh “harta” tersebut.

Hah. Kalau begini, bagaimana saya bisa mengajari mereka mencintai buku dan gemar membaca? Saya sibuk menyerakahi buku-buku saya untuk diri saya sendiri.

Sungguh malu saya “berhadapan” dengan sosok mulia Ibu Kiswanti, karena dibandingkan dirinya, apa yang sudah saya kerjakan selama ini nyaris nol besar. Cuma manis di bibir saja. Komitmen saya untuk menularkan kegemaran membaca jangan-jangan hanya sekadar lip service. Tinggal menjadi jargon dan slogan saja.

Padahal, seandainya saya mau membagi sebagian kecil saja dari “harta” saya itu dengan yang lain, tentu akan lebih bermanfaat dari pada sekadar menjadi pajangan.

Sekiranya saya sudi menyumbangkan sedikit saja dari buku-buku saya yang tiga lemari itu untuk taman bacaan di sebuah rumah singgah (rumah bagi anak-anak jalanan) yang dikelola seorang teman, pasti akan banyak anak-anak yang dapat turut menikmatinya. Ikut serta membukakan “jendela” dunia bagi mereka yang tidak mampu membeli buku, seperti ketika saya kecil dulu yang hanya bisa membaca buku-buku bekas yang dibeli ayah saya dari pasar loak Jatinegara. Bukankah memberikan sebuah buku sama artinya dengan memberikan sekeping dunia?



message 2: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments Ini kok gak ada kolom "Vote" yah? halo moderator, bagaimana ini? saya mau vote kok tidak bisa :D

*duh kelingan duso*


message 3: by Lee (new)

Lee (rainscent) | 238 comments pengennya pura-pura gak pernah baca ini..

*sigh*


message 4: by Andri (new)

Andri (clickandri) | 665 comments nggak lah.. memberi sebuah buku.. ya just memberi sebuah buku.. gak ada hubungannya dengan dunia.. lebay..

itu cuma masalah kesadaran kita terhadap hak milik.. yg penting adalah buku secara fisik, atau isi buku itu sendiri..

makanya saya seneng dan berterimakasih banget ama mas Po kita.. yg memberi saya cakar-cakar irving..

-andri-


message 5: by Mel (new)

Mel | 720 comments jadi andri,
si cakar irving itu penting secara fisik atau isi bukunya neh kalo buat kasus ini?
*menyeringaiii..


message 6: by Andri (new)

Andri (clickandri) | 665 comments untuk sementara fisik.. karena lagi gw gilir ke bbrp teman yg gw heran koq gak tahu ada buku imut nan dahsyatt ini.. ntar kl surrounding gw dah pada baca... loe siap nangkep kan?

-andri-


message 7: by Mel (new)

Mel | 720 comments tentyu...:P


© itugitugitu 2012 (ugit_rifai) | 550 comments Kayanya bkal lbih malu lg klo jd 'tumbila' buku ato 'hama wereng' buku..

*mulai banting setir :D*


message 9: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments Git, buku yang jadi sarangnya namanya tumbila loka donk. :D


© itugitugitu 2012 (ugit_rifai) | 550 comments Wah itu mah nama acara anak2 jadul di TVRI: PANGGUNG TUMBILA ANAK2.. :))


message 11: by Mel (new)

Mel | 720 comments kenapa jadi tumbila malu?
kan gak boleh malu jadi apapun. mo dikasi jadi tumbila, jadi guguk, jadi apapun, ya sudah hepi2 saja. tumbila ria.. oh itu gembira ya.. :P


message 12: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments ya udah mari bertumbila sambil nyanyi, "malu aku malu pada tumbila merah, yang merayap di buku"


message 13: by Mel (last edited Jan 06, 2009 05:56AM) (new)

Mel | 720 comments menatapku curigaa...seakan penuh tanya... sedang apa disini....

membaca buku jawabku.


message 14: by Dharwiyanti (new)

Dharwiyanti | 162 comments ya ampun.. era oom obie yak?


message 15: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments bo'ong pak guru. buku gambar kok dibaca!
*Pren-makan-pren dimulai*


message 16: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments @ Yanti, gak kok! saya mah yang mudaan, versi recycle om Chrisye
*so muda*


message 17: by Mel (new)

Mel | 720 comments oh tadi buku gambar?? itu kan hanya penampakan luar nan. padahal kan dalemnya bisa saja stensilan.
halah.


message 18: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments hahaha Mel bisa jadi obyek penelitian guru gue lu


message 19: by Pra (new)

Pra  (vlatonovic) | 1185 comments Mel, masih nyimpen EA ya?


message 20: by Nanto (new)

Nanto (nantosriyanto) | 712 comments Endah dan Amang? :D


message 21: by Mel (new)

Mel | 720 comments @pra
udah gak pak guru... beneran..sekarang adanya paling bentuk digital..ups.
@nanto
salam saja buat gurunya.


Hippo dari Hongkong | 1033 comments kirain EA itu Erie Afrit


message 23: by miaaa, Moderator (new)

miaaa | 2354 comments Mod
lah bukannya para kutu buku itu numpuk buku sebanyak-banyaknya dan abis itu bingung mo baca yang mana atau ngeluh harus nyelesaiin buku pinjaman dan utang baca?? *personal experience nih* huwahahaha


message 24: by Endah (new)

Endah (perca) | 658 comments kalau di malaysia namanya bukan kutu buku, Mi, tapi ulat buku :D


message 25: by Endah (new)

Endah (perca) | 658 comments tp pelitku skrg sdh berkurang kok. aku sudah sering meminjamkan buku kepada sesama kutu buku:D


message 26: by Thesunan (new)

Thesunan | 511 comments aku ga mau jadi kutu buku, maunya jadi kutu kupret aja.. loh kok... hehehehe... ah tumbila, sudah lama sekali sayah tidak mendengar istilah itu...


back to top