Goodreads Indonesia discussion

77 views
Buku & Membaca > Masalah Ideologi dalam Komik Tintin - SGA

Comments Showing 1-14 of 14 (14 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by [deleted user] (new)

Kebetulan gue baca artikel di The Economist itu. Dibilang di situ bahwa Amerika nggak kenal Tintin, yg kenal pun heran kenapa Tintin dianggep segitu hebatnya di Eropa (culun, sbg wartawan ga produktif, ga kenal cewek pula). Tp kalo ngeliat muatan sosio-historisnya memang banyak yg keungkap sih, dan ttp dlm bingkai humor nurut gue, biarpun jatuhnya sarkasme (but we all love sarcasm don't we?).

Yg Bintang Jatuh, kritik buat Herge salah satunya adl, waktu dunia mau 'kiamat' gara2 ada benda asing dr luar angkasa jatuh, orang Yahudi masih sibuk ngurusin duit (kurang lebih gitu, gue lupa persisnya). Jd matre dan merkiknya kentara banget, dituduh anti-semit jadinya. Seinget gue, gue sih ngakak2 aja pas baca. Kenapa Barat (Amerika, terutama) segitu sensinya dgn hal kayak gitu ya? Yah sbg negara yg perantau Yahudinya banyak pasti mereka emang lebih sensilah dibanding gue yg cuma nonton di berita ttg orang Palestina dikotak2in, cari kerja dipersulit, trs dibombardir pake bom sama Israel).

Nurut gue orang Amrik harus nonton seri Inggris yg judulnya Little Britain deh, di situ semua jenis kelamin (dan preferensi seksual), profesi, suku/ras, umur, sebut aja, semua diketawain dan dihina-dina dgn sadis. Tp lucu kok, bener...

Terlepas dr masalah ideologi, Herge ttp tokoh besar dlm dunia komik internasional, antara lain berkat gaya gambarnya yg khas--garis2 teges dan lapisan warna yg simpel.

ps. Thx buat Amang yg post tulisan SGA


message 2: by Wirotomo (new)

Wirotomo Nofamilyname | 2395 comments Sama komik Tintin, herannya cuma kok nggak ada tokoh cewek muda? Cewek yang ada cuma Bianca Castafiore dan kadang-kadang istrinya Jolyon Wagg dan asistennya Bianca Castafiore, yang semuanya wanita yang sudah "berumur".
Apa karena memang bener2 mau dibikin steril hehehe....

@Ninus:
Little Britain memang the best. Sampai sekarang aku masih selalu ketawa kalau inget atau nonton lagi adegan2 film seri itu. Tapi memang mungkin buat sebagian orang, agak vulgar sih, memang bukan untuk selera semua orang.


message 3: by [deleted user] (new)

Di milis Tintin jadi cukup rame sih soal tulisan SGA ini, tapi nurut saya intinya SGA cuma mau membuka mata orang bhw komik itu berideologi. Jangan lagi dianggap bacaan anak2 yg netral dan juga jgn dikuatirkan juga, krn setiap produk kebudayaan pasti mengandung ideologi. Justru dg menyadari kenyataan demikian, kita bisa membacanya dg cerdas


message 4: by eve (new)

eve | 47 comments Muatan ideologis sulit dipisahkan dari suatu kerangka cerita atau karakter karena perlu diingat bahwa sang penulis tentu saja memiliki "beban" ideologisnya sendiri. Walaupun Tintin secara umum diperuntukkan untuk anak-anak (serta orang dewasa berhati anak-anak yang tidak kekanak-kanakan), pola pikir dan budaya Herge tentu mempengaruhi karakterisasi tokoh wartawan cupu pirang berjambul itu. Kasusnya mungkin sama seperti muatan ideologi yang agamais pada karya C.S.Lewis.

Untuk Wirotomo & Ninus: Setuju! Little Britain is the best! Nakal, brilian dan vulgar. Saya paling suka sketsa ibu-ibu ndeso yang muntah parah saat menilai dan mencoba selai di village fair, lalu mengetahui kalau yang selai yang ia akui enak dibuat oleh "orang asing". Touche!


message 5: by Wirotomo (new)

Wirotomo Nofamilyname | 2395 comments @ Eve:
hehehe ... iya itu parah deh, udah muji2 begitu tahu yg mbuat orang asing langsung dimuntahin deh. Muntahnya juga nggak masuk akal, kaya' di Exorcist aja hahaha

Favoritku di film itu si jago hipnotis. Yg setiap kali "korban"nya nggak berlaku seperti yang diinginkan, dia hipnotis lagi. Pas ngajak ceweknya makan di restoran, begitu ceweknya milih makanan yg mahal langsung dia hipnotis "kamu tidak suka makanan ini" ... hahaha ... tiap kali diulang terus. konyol...


Kembali ke jalan yang benar:

Apa pun kata orang tentang ideologimu, Tintin & Herge. Aku tetap akan jadi penggemarmu....

Fans Fanatik (ceritanya) ... hehehe

Nggak ada yang nggak dihina di film itu, dari xenophobist, gay, penghipnotis, asisten PM, pasien RSJ (yg sehatnya cuma kalau lagi terima telepon), "pencinta" nenek2, orang yg pura2 lumpuh. Kadang2 memang agak too much sih menghinanya ... tapi tetep oke....



message 6: by eve (new)

eve | 47 comments ...dan tentu saja, tokoh sketsa "I am a Lady" walaupun ucapan itu keluar dari mulut cross-dresser telat seabad hehehe. Lalu sketsa anak mami yang ngotot minta "bitty" saat dinner bareng calon mertua dan calon istrinya :-)

Kembali ke topik semula dan terbuka untuk semua yang mau sharing...
Sekedar penasaran nih, cerita Tintin yang manakah yang menjadi favoritmu?


message 7: by [deleted user] (new)

Heheh jd ngebahas Little Britain :D

Back to Tintin, tokoh Tintin sengaja dibikin steril dr masalah seks dan romance dgn alasan tertentu. Salah satunya ya itu tadi, ada hubungannya dgn instruksi pemerintah yg pengen menggalakkan nilai2 'lokal' mereka. Kalo dicermati, segala nilai2 yg terwujud dlm sikap dan prinsip Tintin mencerminkan ideologi Herge.

Tintin yg jadi favorit... bingung nih, hehe. Selalu ada bagian2 favorit di tiap komiknya: maki2an Kapten Haddock, kelinglungan Calculus (ga biasa dgn nama Lakmus nih), dan kedodolan Thompson n Thomson... top banget.


message 8: by Bunga Mawar, Moderator (new)

Bunga Mawar (verad) | 953 comments Mod
OOT dikit, tapi masih ttg Tintin

Kapan itu, tahun 2000an awal, saya pernah baca artikel, mengenai badan Tintin yang ga segede orang2 dewasa umumnya. Rupanya ada peneliti kampus mana gitu, bikin riset berdasarkan petualangan Tintin di buku2nya. Kesimpulan mereka, pertumbuhan badan Tintin terhambat karena: dia sekian kali dipukul penjahat sampe pingsan di bagian yang mempengaruhi kelenjar yang memproduksi hormon pertumbuhan, kadar stres tinggi, tidak tidur cukup, serta pola makan tidak sehat.

Membaca itu saya nyengir... ya ampuuun... para peneliti yang malang... :)

Oiya, buku Tintin favorit saya? Hmmm yang terbitan Indira, pokoknya. Sama seperti Ninus, brasa aneh baca yang edisi Gramedia (walau dulu di CCF juga bacanya yang edisi Prancis)


message 9: by Wirotomo (new)

Wirotomo Nofamilyname | 2395 comments Tintin favorit:
waktu kecil: ya Kepiting Bercapit Emas ... senang sama makiannya Kapten Haddock, waktu minuman kerasnya yg cuma sebotol pecah ditembak ... langsung: dendam kesumat ... dendam kesumat!! terus keluar deh makian2 hehehe

waktu udah gede: jadi Picaros ... lucu aja suasana saling kudeta dsb itu ... sambil ketawa2 masih dapat "ilmu politik" hehe

semuanya yg terjemahannya Indira. Yg versi Gramedia belum sempat baca ... habis ukurannya kecil sih. Saya suka yang besssaaaarrrr... hehehe


message 10: by Dharwiyanti (new)

Dharwiyanti | 162 comments besar? jadi inget waktu mas Tomo sering membahas susu sama Ceu Berlian.. hihihihi

*ngumpet*

*balik lagi*

Tintin favoritku yang Tujuh Bola Ajaib dan Tintin di Peru (sambungannya bener ya, yang di Peru?)
somehow exotic :)


message 11: by Bunga Mawar, Moderator (new)

Bunga Mawar (verad) | 953 comments Mod
lanjutannya Tujuh Bola Ajaib itu Tawanan Dewa Matahari kan, ya?


message 12: by Dharwiyanti (new)

Dharwiyanti | 162 comments nah iya,... maksudku itu Ver.. tengkyuuuu yak! prosesor lagi lemot nih, udah ngantuk :D


message 13: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Menurut gue sih Tintin itu bukan rasis atau gimana, tapi emang membawa zeitgeist attitude orang Eropa standard di masa Herge menulis (menggambar?) serial ini. Pada jaman itu emang pandangan orang Eropa seperti itu, termasuk Herge. Isi komiknya sendiri ga ada yg explisit bertujuan menghina suatu bangsa/etnis. Perlu dibedakan dengan beberapa komik yg emang sengaja senagai propaganda anti Nazi (atau pro-Nazi) yg terbit dalam kurun waktu sama.

Tapi memang sense of political correctness di Amerika itu kadang2 berlebihan kok. Semua berusaha dibikin se-steril mungkin supaya tidak ada satu pihakpun yg tersinggung. Well, tough luck dengan materi2 yg berasal dari Eropa. Orang Eropa lebih punya sejarah sebagai orang2 yg nyaman mentertawai diri sendiri dan sense of humour yg cenderung caustic. Orang Amerika lebih suka sense of humour yg gampang ditangkap dan tidak disalah mengertikan (as a result, simple stupid comedy are very popular).

Beberapa contoh lain dari political correctness gone mad:
- Di serial anak2 Sesame Street keluaran terakhir, karakter Cookie Monster ditiadakan, dengan alasan, khawatir memberi contoh yg ga baik buat anak2 (cookies kan bukan makanan sehat).
- Serial Little House on The Prairie sempet masuk dalam daftar banned books karena alasan rasis terhadap suku Indian.
- Buku 'God This is Me, Margaret' sempet juga dilarang karena membahas menstruasi.
- Teletubbies di protes karena dianggap gay (WTF?)


message 14: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments BTW karakter Little Britain favorit gue Daffyd (I'm the only gay in the village!) sama Vicky Pollard (Yeah but no but). Paling kocak dua itu.


back to top