Goodreads Indonesia discussion

78 views
Arsip GRI 2009 > Minirtiwikin Djidi Gilijipi

Comments Showing 1-50 of 61 (61 new)    post a comment »
« previous 1

message 1: by Pra (new)

Pra  (vlatonovic) | 1188 comments Dari Jawa Pos, 4 Januari 2009


Judul Buku : HM Cheng Ho Djadi Galajapo; Neraka Wail dan Kue Terang Bulan

Penulis : Bonari Nabonenar dan Kurniawan Muhammad

Penerbit : JP Books Surabaya

Cetakan : I, September 2008

Tebal : xiv + 146 Halaman




Minirtiwikin Djidi Gilijipi
SAYA menyambut baik kreativitas H M. Cheng Ho Djadi Galajapo pada bagian Kata Djadi (halaman vii) buku ini. Di situ Djadi memberikan kata sambutan menggunakan huruf vokal ''i'' seluruhnya.

Menurut pelawak dedengkot grup kocak Galajapo tersebut, pemakaian huruf ''i'' vokal dalam kalimat-kalimatnya adalah salah satu bentuk penghematan. Selain itu, huruf ''i'' dipilih lantaran pengucapannya tak perlu membuka mulut lebar-lebar. Menurut Djadi, membuka mulut secara lebar mengesankan sebagai orang yang sombong.

Meski begitu, sebagian orang boleh jadi merasa tidak nyaman mengucapkan kalimat-kalimat yang hanya menggunakan vokal ''i''. Kalimat yang semua menggunakan huruf vokal ''i'' membikin orang tampak mringis karena giginya selalu terlihat sedikit (kalau terlihat banyak disebut mrongos).

Bagaimanapun itu adalah salah satu bentuk kampanye seorang pelawak yang tujuan utamanya membuat orang tertawa, mengocok perut pembaca bukunya. Bukan untuk merusak tata bahasa Indonesia yang baik dan benar atau membuat orang menjadi meringis semuanya.

Dan ternyata, saat kampanye pemakaian satu huruf vokal tersebut saya terapkan untuk judul resensi ini, rasanya juga nggak pas. Karena itu, untuk pembaca yang merasa risi atau aneh pada judul tulisan ini, saya beri tahu: judul asli resensi ini adalah Menertawakan Djadi Galajapo.

***

DALAM kamus besar bahasa Indonesia, ''menertawakan'' dimasukkan sebagai salah satu lema (entry). Artinya ada beberapa. Yaitu: tertawa terhadap; tertawa karena; menghina atau mengejek; dan menyebabkan tertawa.

Buku Neraka Wail dan Kue Terang Bulan ini bisa mencakup semua makna kata ''menertawakan'' tersebut (kecuali menghina atau mengejek, tentu). Lewat kisah-kisah yang terangkum dalam buku setebal 146 halaman plus ini, Djadi Galajapo ingin ''menertawakan pembaca''. Artinya, ia ingin membuat masyarakat tertawa. Dan, rasanya, lantaran Djadi adalah seorang pelawak, itulah tujuan utama buku terbitan JP Books, Surabaya, ini. Yakni, menertawakan orang.

Karena itu, mulailah dia meramu buku dengan kisah-kisah getir kehidupan seorang Djadi Galajapo dan meraciknya dengan tata bahasa dan gaya bertutur yang ringan dan kocak khas pelawak.

Racikan itu memang harus pas. Sebab, sebagian besar kisah yang diusung Djadi memang bukan kisah kocak. Justru, banyak kisah hidup Djadi yang ngenes, susah, pahit, atau menderita yang diceritakan ke pembaca. Misalnya, bagaimana kisahnya ketika merintis karir di dunia lawak dengan menjalani audisi di sebuah bengkel mobil; bagaimana dia harus hidup tersia-sia oleh mertuanya (bahkan, Djadi mengisahkan bahwa dia pernah mengumpati mertuanya lantaran begitu jengkel karena terus-menerus disia-siakan). Atau bagaimana Djadi harus sembunyi-sembunyi melawak karena takut ketahuan embah-nya yang mengutukinya dengan ''neraka wail'' jika Djadi terus mengocok perut orang di atas panggung.

Kisah penderitaan Djadi itu seakan mengamini pendapat sebagian besar masyarakat yang menyebut bahwa komedian besar Indonesia selalu lahir dari keluarga yang menderita. Seorang pelawak harus selalu ditempa dengan jalan hidup yang begitu berliku dan begitu keras, begitu menyakitkan. Buku Djadi menunjukkan itu.

Bagaimanapun, kisah-kisah itu memang harus diselaraskan dengan tujuan buku tersebut. Yakni, menertawakan orang atau membuat orang tertawa. Itu susahnya. Sebab, jika cerita masa lalu yang getir tersebut tidak diramu dengan tata kalimat yang cocok, alih-alih tertawa dan memetik hikmahnya, orang malah mengharu-biru dan menangis-nangis saat membaca buku Djadi. Bisa jadi, saat Djadi manggung, orang tidak lagi bakal tertawa namun malah menyantuninya.

Namun, Djadi tidak hanya ''menjual'' kisah sedih. Cerita sukses, kisah lucu, cerita inspiratif, hingga ide dan pemikiran soal perkembangan dunia lawak dan keartisan lokal pun terselip dalam 29 bab buku ini. Sebut saja saat dia memenangkan ciuman pertama seorang gadis bernama Ana (Meliana Prasetyaningsih Fatchul Jannah) yang akhirnya dinikahi dan memberinya dua anak perempuan. Kisahnya terasa romantis, sedikit erotis, meskipun perjalanan biduk rumah tangganya kerap dipenuhi tangis. Djadi membuktikan bahwa dia bisa menjadi Arjuna (bukan Hanoman seperti kata Kelik Pelipur Lara dalam kata pengantar buku) bagi Ana.

Salah satu yang patut diacungi jempol adalah kejujuran Djadi mengungkapkan hal-hal yang bagi sebagian orang dikategorikan sebagai wadi (rahasia paling pribadi). Tentu itu semua ada maksudnya. Bukan hanya lantaran namanya adalah Sudjadi yang bisa jadi akronim dari Suka Djual Wadi.

Salah satu kejujurannya yang paling jujur (baca: paling berani) adalah pengakuannya soal nyaris berzina dengan seorang penyanyi yang kebetulan sedang manggung bersama Djadi di Pekalongan. Ceritanya, Djadi dan penyanyi itu menginap (atau diinapkan) sekamar. Pada suatu malam (menurut versi Djadi), penyanyi itu menggodanya. Terjadilah pergumulan dahsyat. Saat semuanya sudah muntup-muntup, Djadi (katanya) tiba-tiba sadar. Dia pun mengambil handuk dan menutup perut penyanyi cewek yang cantik dan menggoda itu.

Cerita ini, asli jujur, dan polos. Entah apa reaksi istri Djadi saat mendengar cerita tersebut untuk kali pertama. Yang ini, tidak ada di buku.

Yang patut jadi catatan, buku ini tidak bisa 100 persen memindahkan kelucuan seorang Djadi Galajapo di atas panggung. Memang, mengadopsi humor lisan ke dalam bahasa tulisan bukan pekerjaan yang gampang. Penulis (Bonari Nabonenar dan Kurniawan Muhammad) pun tampaknya menyadari hal itu, sehingga sebelum dikritik kiri-kanan, mereka sudah meminta maaf dalam pengantar buku bahwa mereka takut tidak bisa menyuguhkan tulisan yang cukup lucu.

Penulis bukan cuma minta maaf pada hal itu. Mereka juga nyuwun sorry karena buku itu disusun dalam waktu singkat. Dalam hitungan pekan, mereka mewawancarai Djadi Galajapo lantas menyusun serpih-serpih ingatan dan pijar-pijar kesan, dan catatan-catatan Djadi atas perjalanan hidupnya sebagai manusia (halaman viii).

Itu, tampaknya betul, kesan kesusu pada buku ini tak bisa sirna begitu saja. Kadang ada kalimat yang kurang sedap dilahap, ada judul bab yang pemenggalan katanya tidak pas, atau teks foto yang terasa dipasang serampangan.

Salah satu yang cukup terasa adalah pemilihan foto yang dipakai sebagai ilustrasi. Buku ini memang konsisten menghadirkan satu foto Djadi di awal bab plus beberapa foto di tengah-tengah bab. Nah, ada banyak sekali foto daur ulang. Misalnya, foto pelengkap bab yang diambil wajah Djadi-nya saja lalu dipasang di awal bab lain. Itu terjadi berulang ulang.

Tapi, seperti diakui kedua penulis, buku tersebut jadi dalam hitungan pekan. Mungkin, Djadi tidak sempat melakukan sesi foto khusus --berbagai pose-- untuk melengkapi buku itu sebagai ilustrasi antarbab.

Dan, penulis menyadari berbagai kekurangan itu. Sekali lagi, mereka membuka buku ini dengan permintaan maaf atas kekurangan-kekurangan itu. So, khusus soal kekurangan ini, jangan ditertawakan. (*)


Doan Widhiandono, wartawan Jawa Pos; penyuka lawak (dos@jawapos.co.id)



message 2: by gieb (new)

gieb | 743 comments ah doan. teman kuliah nih.


message 3: by Mel (new)

Mel | 720 comments temennya mendoan gieb?
*mulai...


message 4: by gieb (new)

gieb | 743 comments kira-kira begitu, mel. he he mel he he.


message 5: by Mel (new)

Mel | 720 comments kenapa hehe muluk?


message 6: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments doan tanamal? :D oh aku sedih duduk sendiri, papa pergi, mama pergi,/i> :D


message 7: by gieb (new)

gieb | 743 comments smurf. aim. hanya tuhan yang tahu. lol.


message 8: by Mel (new)

Mel | 720 comments mama...lihatlah..kodok melompat...
buset nan. makin ngerasa uzur gak. kudu baca panduan gejolak manula neh, man... lol


message 9: by gieb (new)

gieb | 743 comments apa coba. malah mengenang idola cilik..


message 10: by Mel (new)

Mel | 720 comments ada yang beruban lagi sirik.


message 11: by Pra (new)

Pra  (vlatonovic) | 1188 comments
chica, kau mau kemana?
mau ke taman ria
chica, boleh aku ikut?
tentu, asal menurut

*terasa lebih berumur dibandingkan tebege. :)


message 12: by Wirotomo (new)

Wirotomo Nofamilyname | 2395 comments @ Nanto (#6):
bukannya concernnya anak kecil yg utama itu mamanya ya?
jadi harusnya ngomongnya "mama pergi, papa pergi", dan bukannya "papa pergi, mama pergi" ;-)


message 13: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments waduh, doan sama-sama sayang papa mama tuh om tomo. hehehe

lagian di questionernya gak disebutkan penyebutan tidak menggambarkan prioritas :D

begitu om tomo!

Doan Tanamal yang ikal akut menahun


Hippo dari Hongkong | 1033 comments gw sih lebih demen bobby sandora yang nyanyi lagu..

idiiiih.. papa genit
suka ciumin mama
idiiiiih.. papa genit
suka ciumin mama



message 15: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments hehehe ih rekan durjanawanwati ini jadul deh!

lagunya dah direvisi jadi gini

ih papa genit
suka godain bibi


hahaha itu lagu versi Nah Ini Dia - Pos Kota


message 16: by Wirotomo (new)

Wirotomo Nofamilyname | 2395 comments Itu bukannya lagunya Debby Rhoma Irama ya?
Dulu kan video klipnya menampilkan Debby sama sang ayah, Rhoma Irama dan sang Ibu, Veronica (saat itu masih istrinya Rhoma Irama).

Bukannya lirik lanjutannya:
Debby jadi iri
Mau dicium juga

Eh iya kan? :-)


message 17: by Hippo dari Hongkong (last edited Jan 08, 2009 11:31PM) (new)

Hippo dari Hongkong | 1033 comments walah.. apa iya ya?
iya kali ya? berarti bobby sandora nyanyi lagu yang dingin dingin di mandiin itu ya?

merasa kalah jadul :D


message 18: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments waduh doan tidak tau om tomo. doan bukan tipe ensiklopedik. doan mah cuma selikidik :D

mari menyanyi saja...

e copot e copot copot
apa mah yang copot
pipi mak pipi mak yang kempot!


duh kangen poto gue berponi ala Adi Bing Slamet


message 19: by lita (new)

lita malu nih kalah tua..aku taunya 'abang tukang bakso, mari-mari sini, aku mau beli..' :d


message 20: by Dharwiyanti (new)

Dharwiyanti | 162 comments duluuuu aku pengen punya rambut panjang kayak Chicha Koeswoyo =))


message 21: by [deleted user] (new)

kalo ruli adalah abangku sapa yg nyanyi? doan juga bukan?


Hippo dari Hongkong | 1033 comments setelah semalaman berjuang mengais ngais ingatan tentang masa kecil sewaktu masih belom kisut, ternyata saya yakin kalo debbie yang nyanyi lagu Idih, Papa Genit, kepleset ama Bobby :-) dan saya baru yajin kalo Bobby mah yang nyanyi lagu Hujan lagi.. hujan lagi hujan lagi bareng bapa ama emaknya nyanyinya, Muchsin Alatas ama Titik Sandora.

PS: ini hasil wawancara dengan ortu, maklum lah, saya lahir tahun 90an.


message 23: by Mel (new)

Mel | 720 comments bener tomo tuh wahai erie yg suka lagu genit2.
gue baru saja mau ngomentari sudah keduluan neh ternyata.


Hippo dari Hongkong | 1033 comments Mel wrote: "bener tomo tuh wahai erie yg suka lagu genit2.
gue baru saja mau ngomentari sudah keduluan neh ternyata."


hehehehe.. untung dah diralat


message 25: by Mel (new)

Mel | 720 comments foto elo kok gak diralat. kurang genit.


message 26: by Weni (new)

Weni | 202 comments kl gw yang paling inget:

aku punya anjing kecil
kuberi nama heli
dia senang bermain2
sambil berlari2...


dan gw ajarin ke anak gw wkt dia mulai bisa nyanyi :D lagu chicha ya itu ?





message 27: by Mel (new)

Mel | 720 comments iya itu lagu chicha. untung saya bukan si heli..


message 28: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments duh, ingat choco dan ninok dua anjing peking tetangga yang dah serasa piaraan sendiri. ninok mati ketabrak mobil choco gak lama menyusulnya karena sedih. duh galih dan ratna deh dua anjing itu

Nant'S - stuck in a happy childhood reverie...


message 29: by Mel (new)

Mel | 720 comments wah. kalo bicara kisah sedih seputar guguk gue juga ada nan. tapi gak perlu ditulis disini. ntar kepanjangan.
*dog lover


Hippo dari Hongkong | 1033 comments gue inget si "jambul" ayam jantan kesayangann yang dipotong buat lebaran.


message 31: by Mel (new)

Mel | 720 comments aih. trio pemalak kok berbalada piaraan gini yak...



Hippo dari Hongkong | 1033 comments message no 29, 30, 31

kliatan banget kalo trio pemalak lagi gentayangan subuh2, bwahaha

*lagi2 ketawa durjana*


message 33: by Mel (new)

Mel | 720 comments lo kalo ketawa jangan keras2, bul. (bicara sama si jambul).
kasian yg laen pada tidur..nanti pagi2 saja berkokoknya ya...


message 34: by nanto (last edited Jan 09, 2009 12:01PM) (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments wah gue sampe sekarang kalo makan ayam. gak boleh ayam yang gue piara dan dipotong didepan gue. gak bakal gue makan :D perasa yah?

dulu pernah pas ada ayam gue mau dipotong. gue suruh megang gak mau. gue bilang terserah aja. asal jangan kasih tau itu ayam dipotong kapan dan dagingnya yang mana. eh, ayamnya malah ilang. sisa talinya doang di pohon belimbing gue :D


message 35: by Mel (new)

Mel | 720 comments lebih serem kalo ayamnya yg tiba2 megang elo nan. sambil bawa golok. bukan perasa lagi kali elo nanti...mati rasa judulnya. heuheu


message 36: by Hippo dari Hongkong (last edited Jan 09, 2009 03:25PM) (new)

Hippo dari Hongkong | 1033 comments oohhh... sensitip boy

*bisik-bisik* pssstt.. lo jangan kliatan perasa dong ditempat umum. kita kan trio pemalak, harusnya menampilkan wajah garang!

erie
makin garang & ngaco menjelang jam 3 pagi


message 37: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments eh gak dink ayam itu gue makan mentah-mentah

hahaha kok malah jadi buas? :D

gitu yang benar bukan? rekan durjanawati/wanwati?


message 38: by Mel (new)

Mel | 720 comments benar sekali rekan. itu baru rekan kami.
btw, ini kayak dagelan three stooges gak seh.
jelas elo jadi si curly, nan.. hahaha
*doh kacao


message 39: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments setuju rekan durjanawati

*nyari slilit bulu ayam di gigi, sambil bibir merah darah*

Three Stooges ada yang episode rada thriller gitu kan yah?


message 40: by Hippo dari Hongkong (last edited Jan 09, 2009 03:26PM) (new)

Hippo dari Hongkong | 1033 comments ngomongin ayam, jadi inget nenek gue yang gahar ama adik gue. nenek miara ayam kampung, adik gue beli ayam kate jantan. trus si kate playboy ini keknya "menghamili" ayam2 kampung nenek gue.soalnya ayam nenek gue jadi lucu, ayam kampung yang kate, hahahaha. nenek gue marah2 terus kerjaannya

erie
tambah mabok selepas jam 3 pagi

HIDUP THREE STOOGES!!!


message 41: by Mel (new)

Mel | 720 comments hoahaha. ih. lo bawa bacaan dewasa kesini. berbau skandal2 gitu. itu yakin sama si kate playboy? bukan si jambul? :P
*make up ur mind, man.. mo jadi trio apa lo. trio libels? (oh no. jadul lagi)


message 42: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments yang konsisten donk!

kita ini three stooges, apa trio durjana? apa trio durjana yang agak stooges, apa three stooges yang little bit durjana?

hayo, lingkari jawaban anda!


message 43: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments @ durjanawanwati di msg 43, ada satu kemungkinan lagi nama ayam haram itu, ayam kate yang kekampung-kampungan. baru disebut ayam kampung yang kekate-katean. :D satu lagi, ada tes DNA loh!


Hippo dari Hongkong | 1033 comments gue milih yang ini aja deh ==> trio durjana yang agak stooges

kata durjana harus ada di depan dong!
wat du yu ting man? .. hik


message 45: by Mel (new)

Mel | 720 comments gebukin si plin plan yuk rekan nanto.
kita harus undur diri kayaknya rekan. sumpah ini gak waras. kita pernah waras gak seh? lol
*mo kabur besok2 sebelom digebukin mods. maaappphhhh nyampahhhhhh



message 46: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments think? howcome man? we're three stooges, mana bisa kita think. yang ada tong kale, tong kosong nyaring bunyinya

hahaha membuka aib!


Hippo dari Hongkong | 1033 comments @durjanawati di message#42

si kate leboy ini menjadi tersangka utama karena banyak anak2 ayam kampung kate yang berkeliaran, sementara si jambul anteng2 aja.


message 48: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments atas pengamatan rekan durjanawati yang ke-stooges2-an, ternyata kita komen bersamaan di msg 44, 45, 46. hehehe

dasar trio durjana yang agak stooges!


message 49: by Mel (last edited Jan 09, 2009 12:27PM) (new)

Mel | 720 comments ive told u. si jambul pasti gay. ya kan?
ngaku lo. (jadi elo ya. haha)



message 50: by Pra (new)

Pra  (vlatonovic) | 1188 comments ngabsen para durjana


« previous 1
back to top