Goodreads Indonesia discussion

28 views
Arsip GRI 2009 > A book from Alexander McCall Smith

Comments Showing 1-4 of 4 (4 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Ditta (last edited Dec 23, 2008 06:44PM) (new)

Ditta | 422 comments Gara-gara jerat finansial, Kantor Detektif terpaksa harus pindah dan bergabung dengan Bengkel Tlokweng. Sungguh tidak nyaman. Untung saja, kepindahan tersebut tidak mengurangi minat beberapa klien sangat penting, seperti Pria Kontes Kecantikan dan seorang pejabat tinggi Botswana.

Kali ini Kantor Detektif berhdapan dengan klien yang sangat menuntut. Pria kontes kecantikan ingin mendapatkan seorang gadis yang bukan hanya cantik dan pintar, tetapi juga bermoral. Selain itu, Kantor Detektif Wanita hanya punya waktu 3 hari untuk menemukannya. Sebuah syarat yang pelik dalam waktu yang sangat terbatas. Mungkinkah permintaan yang nyaris mustahil ini dipenuhi Mma Ramotswe? Dalam kondisi serba terdesak ternyata jalan keluarnya ditemukan dari montir Bengkel Tlokweng. Apakah informasi itu dan bagaimana kantor Detektif menyelesaikan tantangan si Pria Kontes Kecantikan??
Baca segera dalam buku ini "Morality for Beautiful Girl"

"Inilah seni yang menyimpan seni. Sudah lama sekali saya tidak membaca sesuatu dengan kesenangan murni" -Sunday Telegraph

Judul Buku : Morality for beautiful girl
Penulis : Alexander McCall Smith
Penerbit : Bentang Pustaka
Harga : Rp.34.800,-
ISBN : 978-979-1227-35-3


message 2: by Andri (new)

Andri (clickandri) | 665 comments gw baru beli buku ini. gara-gara ada seorang temen yang fans berat megadeth, queensryche... cerita bahwa dia kecanduan baca buku serial kantor detektif wanita ini.. semoga menarik..

-andri-


message 3: by Ditta (new)

Ditta | 422 comments semoga..semoga...
(padahal blum baca juga,,,he..he..tp segera menyusul)


message 4: by Lee (last edited Dec 24, 2008 03:28AM) (new)

Lee (rainscent) | 238 comments waah.. akhirnya buku ketiganya muncul juga.
ufufufu. thanks for the info!
langsung masuk ke wishlist!

P.S: tapi kok covernya beda ya? gak se artistik buku pertama dan kedua.


back to top