Goodreads Indonesia discussion

94 views
Agenda Buku & Kabar Buku > Ode Kampung #3: Temu Komunitas Literasi se-Indonesia

Comments Showing 1-10 of 10 (10 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Biruhati (last edited Oct 25, 2008 11:37AM) (new)

Biruhati Syaheed | 71 comments Agenda bagus neh dari : http://odekampungtiga.wordpress.com

“Dukung Gerakan Komunitas Literasi Lokal”

Setelah Ode Kampung #1 dilaksanakan pada bulan Februari 2006 dengan tema “Temu Sastrawan se-Indonesia, dan Ode Kampung #2 pada bulan Juli 2007 dengan tema “Temu Komunitas Sastra se-Indonesia” yang cukup menghebohkan konstelasi kesusastraan Indonesia, kini Rumah Dunia kembali menyelenggarakan hajat tahunan ini.

Namun Ode Kampung #3 yang akan dilaksanakan pada 7-10 November 2008 ini lebih memfokuskan pada kegiatan literasi di Indonesia.

Penyebaran komunitas literasi di Indonesia memang menggairahkan. Dari data Depdiknas yang kami baca, terdapat kurang lebih 5000 komunitas literasi (baca: Taman Bacaan masyarakat) yang tersebar di pelbagai pelosok Nusantara. Sayangnya dari sekian jumlah itu, nampaknya belum terjalin komunikasi dan jejaring yang erat, sehingga terkesan komunitas literasi yang terserak itu berjalan sendiri-sendiri.

Dengan tema “Dukung Gerakan Komunitas Literasi Lokal” Ode Kampung #3 ingin mengedepankan silaturahmi yang unik, mendedahkan segala bentuk kegelisahan yang dibuat secair mungkin. Kesederhanaan masih diusung dalam kegiatan ini. Para peserta yang biasanya mencapai 300-400 orang kami “simpan” di rumah warga. Mereka membayar 20.000/ perhari. Selain untuk pemberdayaan warga di sekeliling Rumah Dunia, juga untuk mendekatkan kepada peserta terhadap masyarakat yang kita bidik selama ini.

Selain menuguhkan kesenian seperti tarian, film dokumenter, teatrikal dan nyanyian, rancangan Ode Kampung #3 akan difokuskan pada tema-tema diskusi sebagai berikut:

DISKUSI 1: “DINAMIKA MEMBUDAYAKAN KETERBACAAN DALAM RUANG LINGKUP SOSIAL-KEMASYARAKATAN”
Pembicara:
Dr. Imam B. Prasodjo (Sosiolog)
Prof. Dr. Yoyo Mulyana (Penasehat Rumah Dunia)
Kiswanti (Praktisi TBM)

DISKUSI 2: “KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENDUKUNG KOMUNITAS LITERASI”
Pembicara:
Direktur Pendidikan dan Kemasyarakatan, Depdiknas
Wien Muldian ( Pustakawan, aktivis literasi )
Angelina Sondakh (Anggota DPR)

DISKUSI 3: “PERANAN PENERBIT DALAM MENDUKUNG GERAKAN KOMUNITAS LITERASI”
Pembicara:
Hernowo (Mizan)
Niken (Grasindo)
Gramedia

DISKUSI 4: “KOMUNITAS LITERASI DAN PERAN SELEBRITIS”
Pembicara:
Yessi Gusman
Tantowi Yahya (Duta Baca)
Dik Doank (Kandang Jurank)

DISKUSI 5: MEMBANGUN JARINGAN ANTARKOMUNITAS
Pembicara:
Virgina (KKS Melati)
Sekar (Forum Indonesia Membaca)
Ir. Zulkarnaen (PP Forum TBM)

DISKUSI 6: “CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM MENDUKUNG GERAKAN KOMUNITAS LITERASI”
Pembicara:
Ariful Amir (Nurani Dunia)
Sisca (XL Care)
Deasy Yasmin (Rumah Baca)

DISKUSI 7: “PENULIS DALAM MEMBANGUN GERAKAN SOSIAL)”
Pembicara:
Gola Gong (Rumah Dunia)
Asma Nadia (Rumah Cahaya)
Habiburahman El Shirazy (Pesantren Basmala)
Andrea Hirata (Laskar Pelangi)

Kegiatan lain Ode Kampung #3 adalah KLINIK LITERASI yaitu sebuah kegiatan saling tukar informasi mengenai pengelolaan Komunitas Literasi/ TBM. Selain itu akan dihadirkan pula narasumber yang memiliki kiprah dan kapasitas yang mumpuni seperti Agus (TBM Arjasari, Bandung), Sumanto (Jogjakarta) , Gola Gong (Banten)

Selain itu ada menu tambahan yaitu “SUMBANG BUKU UNTUK INDONESIA”. Ode Kampung akan menggalang buku-buku dari gudang para penerbit maupun komunitas atau individu yang hendak berbagi. Buku-buku tersebut akan dibagikan kepada para komunitas literasi yang hadir pada acara ini.

Rancangan Ode Kampung #3 sangat fleksibel. Untuk itu kami berharap agar teman-teman lain bisa memberi masukan kira-kira tema apa yang menarik untuk didiskusikan dan ide brilian lainnya sehingga kegiatan ini menjadi milik bersama.

Bagi Komunitas Literasi dan relawan literasi yang hendak ikut dalam kegiatan ini, dibuka pendaftaran ke: odekampungtiga@gmail.com. Setiap perubahan dan informasi mengenai kegiatan ini akan terus menerus dipublikasikan di blog ini. **



message 2: by Biruhati (last edited Nov 09, 2008 04:24PM) (new)

Biruhati Syaheed | 71 comments 11 Oktober 2008(Diposting oleh: Rumah Dunia)
ODE KAMPUNG III DIUNDUR JADI TANGGAL 5-7 DESEMBER 2008

Salam…
Rekan-rekan yang berbahagia, seyogyanya kami dari panitia mengagendakan kegiatan Ode Kampung III, “Temu Komunitas Literasi se-Indonesia” akan diselenggarakan pada awal bulan November 2008. namun dikarenakan pelbagai hal, kami dengan permohonan maaf, mengundurkan kegiatan tersebut menjadi tanggal 5-7 Desember 2008. Kami berterimakasih kepada kawan-kawan yang sudah mengapresiasi kegiatan ini.

Dari email yang kami terima, banyak yang menanyakan persyaratan untuk mengikuti kegiatan ini. Kami dari panitia tidak mengetatkan persyaratan. Siapapun boleh datang. Niatnya pun boleh berbeda. Mungkin ada yang datang karena penasaran seperti apa Rumah Dunia. Ada juga yang memang ingin melepas rindu antarrelawan literasi. Ada juga yang memang ingin mengambil aura kekampungan. Atau kalau ada peserta Ode Kampung III dengan niat menjcari jodohpun itu tidak haram sama sekali. Intinya kegiatan ini memang tidak bermaksud untuk sekadar berkerut keing, tapi untuk bersliaturahmi pemikiran, berbagi semangat kerelawanan. tapi peserta kami batasi hingga 350 orang

Dari email yang kami terima, ada juga yang mewacanakan agar kegiatan tidak hanya di Rumah Dunia, tapi ada refreshingnya. Semenjak OK I dan II, kami memang ingin menservis kawan-kawan yang jauh-jauh datang dari seantero kampung. Tapi apa daya, keterbatasan dana selelu membuat gara-gara. Sekarang, setelah kami kalkulasikan, panitia membutuhkan dana sekitar 133. 080.000 dengan asumsi ada sekitar 400 peserta yang datang. Jika dana itu terwujud, kami ingin mengajak ke Anyer, baca puisi dilatarbelakangi ombak yang menderu. Mendengarkan nyanyian, tarian dan musik tradisi sambil bakar ikan segar. Nah, dari Rumah Tukik, sebuah Taman Bacaan yang berdomisili di Anyer, siap menjamu kita. Jadi insyaallah nanti kita bareng-berang kesana pada malam Minggunya dengan catatan ada yang ikut membantu biaya sewa bis  tapi, ada dana, nggak ada dana, pokoknya kegiatan tetap jalan.

Berikut adalah para peserta yang sudah mendaftar dan donatur yang membantu kegiatan ini. Siapa menyusul?

Salam,

Panitia pelaksana

Rekening: BCA Serag an. Asih Purwaningtyas Chasanah, norek: 245-188-5733
MARI KITA DUKUNG GERAKAN LITERASI LOKAL

Email: rumahdunia@yahoo.com
odekampungtiga@gmail.com

informasi selanjutnya bisa dilihat di:
odekampungtiga.wordpress.com
www.rumahdunia.net


message 3: by Biruhati (new)

Biruhati Syaheed | 71 comments SIAPA SAJA BOLEH JADI PESERTA ODE KAMPUNG #3

Buat Agus Sutisna, Farrel dan siapa saja di mana saja, tahtanya raja kek, tahtanya rakyat jelata kek, hartanya ems, hartanya tembaga, yang penting punya kepedulian pada dunia literasi atau perbukuan, silahkan ikut di acara “Ode Kampung #3: Temu Komunitas Literasi se-Kampung Nusantara”. yang penting, bawa fulus untuk biasa penginapan, Rp. 25.000,-/malam. Tidurnya bukan di hotel berbintang, tapi bukan pula di tanah lapang. Cukup manusiawilah yaitu di rumah-rumah penduduk di sekeliling Rumah Dunia. Untuk makan, insya Allah, ada nasi bungkus dari panitia (asal jangan rebutan!) Hanya untuk kopi dan rokok, modal sendiri, ya. untuk lebih jelasnya bisa telepon langsung lke 0254-220955 atau ke Presiden Rumah Dunia, di 085217014789. Sampai jumpa tanggal 5 - 7 Desember 2008!
(http://odekampungtiga.wordpress.com/2...)



message 4: by Biruhati (new)

Biruhati Syaheed | 71 comments
EKSPRESIKAN DIRIMU DI ODE KAMPUNG 3


Menu-menu di “Ode Kampung 3: Temu Komunitas Literasi se-Nusantara” selain diskusi, juga ada ruang untuk berekspresi. Para peserta diberi ruang dan waktu untuk membacakan puisi karya sendiri atau orang lain, mementaskan teater atau monolog (maksimal 15 menit), musikalisasi puisi (anplag, 1 atau 2 lagu)/ Silahkan mempersiapkannya dari sekarang. Daftarkan ke panitia OK 3, supaya bisa langsung diagendakan. Para relawan Rumah Dunia juga sedang giat berlatih. Mereka terdiri dari Rozee , Salam, dan Aini. Dedy Setyawan menggonjlok mereka dengan lakon “Pria Setengah Iblis”. Ayo, xpresikan dirimu! (http://odekampungtiga.wordpress.com/2...)



message 5: by Biruhati (new)

Biruhati Syaheed | 71 comments ODE KAMPUNG 3: SEGERA 5 - 7 DESEMBER


Rumah Dunia, sebuah madrasah kebudayaan yang berada di komplek Hegar Alam no 40 kampung Ciloang, Serang-Banten, mengadakan kembali pertemuan akbar “Ode Kampung III: Temu Komunitas Literasi se-Indonesia” pada tanggal 5-7 Desember 2008.

Kegiatan ini dihadirkan sebagai upaya untuk mendukung gerakan literasi lokal/ Taman Bacaan Masyarakat yang kini sudah tersebar sekitar 4000 komunitas di Indonesia. Kegiatan ini terbuka bagi siapapun yang peduli dengan dunia literasi.

Peserta dapat mendaftar melalui email: odekampungtiga@gmail.com

informasi selanjutnya bisa dilihat di www.rumahdunia.net
www.odekampungtiga.wordpress.com

Diharapkan dalam pertemuan ini dapat merumuskan sebuah rekomendasi, di antaranya, mendorong agar setiap instansi terkait membangun gedung perpustakaan yang representatif sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi secara cepat, mudah dan merata.



message 6: by Biruhati (new)

Biruhati Syaheed | 71 comments Rumah Dunia, 5 – 7 Desember 2008
“ODE KAMPUNG #3: TEMU KOMUNITAS LITERASI SE-NUSANTARA”
Komplek Hegar Alam 40, Kampung Ciloang, Kemang Pusri, Pintu Tol Serang Timur

Pembukaan Jum’at, 5 Desember 2008, Pukul 13.30

Diskusi:
Membudayakan Minat Baca
Kiprah Pemerintah Mendukung Gerakan Literasi
Peran Penerbit dalam Komunits Literasi
Jejaring Komunitas Literasi
Penulis dalam Gerakan Sosial
Tanggung Jawab Pers Mendukung Gerakan Literasi
Peranan CSR di dunia Literasi
Deklarasi Komunitas Literasi

Pembicara Prof. Yoyo Mulyana, Dick Doank, Eko Koswara, Asma Nadia, Halim HD, Si Uzi Jodhi Yudono, Myra Junor, Hernowo, Bambnag Trim, Hikmat Kurnia, DR. Zulkieflimansyah, Tantowi Yahya

Menu spesial:
Pementasan ”Pria ½ Iblis” oleh Teater Rumah Dunia, Jum’at 5 Des 08, pukul 19.30
Pameran karikatur karya Si Uzi setiap hari

Cemilan:
Parade pembacaan puisi, teater sekolah, dan musikalisasi puisi

MARI KITA DUKUNG GERAKAN LITERASI LOKAL

SUPPORTING:
XL Care, Banten Raya Post, Suhud, Mizan, Salamadani, Banten TV, FLP, Dindik Banten, Perpusda Banten, GagasMedia, Aneka Swalayan, Rekonvasi Bhumi, GMC, Kaibon, Rumah Tukik, Yayasan Tunas Cendekia, Top FM, Yayasan Nurani Dunia, Semko, 1001buku, Forum Indonesia Membaca, Forum Taman Bacaan Masyarakat, Yayasan Kesetiakawanan dan Kepedulian , Untirta TV



message 7: by Biruhati (new)

Biruhati Syaheed | 71 comments ODE KAMPUNG III: TOR DISKUSI

Rumah Dunia, 5 – 7 Desember 2008
“ODE KAMPUNG: TEMU KOMUNITAS LITERASI SE-NUSANTARA”
[Mari Kita Dukung Literasi Lokal Menuju Indonesia Membaca:]

Seperti biasa, selain banyak menu-menu pertunjukan (teater, puisi, musikalisasi puisi), jugaada sederet diskusi. Yaitu:

I. Jumat , 5 Des 08, Pukul 15.30 – 17.30 WIB
DISKUSI 1: ”MEMBUDAYAKAN MINAT BACA MASYARAKAT”
Pembicara: Myra Junor (GM Corporate communication XL), Prof. Dr. Yoyo Mulyana (Penasehat Rumah Dunia), Dik Doang (artis, Komunitas Kandang Jurang Doank), DR. Zulkieflimansyah (Anggota DPR)
Moderator: Firman Venayaksa (Presiden Rumah Dunia)

TOR
Membaca seharusnya menjadi bagian integral dalam kehidupan kebudayaan kita. Dengan membaca kita diberikan kemudahan-kemudahan melahap pelbagai ilmu pengetahuan, informasi dan segala macam yang awalnya tidak kita ketahui. Tapi betulkah minat baca masyarakat sudah mulai berkembang?

Persoalan budaya baca agaknya tetap menjadi persoalan besar di negeri ini. Penyair Taufiq Ismail, disela-sela diskusi sastra di Rumah Dunia (17/11/07) mengungkapkan bahwa bangsa kita rabun membaca dan pincang menulis. Hal ini ia tegaskan setelah melakukan penelitian sederhana kepada Siswa SMU di 13 negara. Jika siswa SMU di Amerika Serikat menghabiskan 32 judul buku sastra selama tiga tahun, di Jepang dan Swiss 15 buku, siswa SMU di negara tetangga, seperti Singapura, Malaysia, Thailand dan Brunei Darussalam menamatkan membaca 5-7 judul buku sastra, siswa SMU di Indonesia-setelah era AMS Hindia Belanda-adalah nol buku. Padahal, pada era Algemeene Middelbare School (AMS) Hindia Belanda, selama belajar di sana siswa diwajibkan membaca 15-25 judul buku sastra.

Dengan media yang berbeda, data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2003 perihal budaya baca bangsa Indonesia juga sangat rendah. Data itu menggambarkan bahwa penduduk Indonesia berumur di atas 15 tahun yang membaca koran pada minggu hanya 55,11 %. Sedangkan yang membaca majalah atau tabloid hanya 29,22 %, buku cerita 16,72 %, buku pelajaran sekolah 44.28 %, dan yang membaca buku ilmu pengetahuan lainnya hanya 21,07 %.

Setelah mengamati data-data di atas, bagaimanakah cara efektif untuk meningkatkan minat baca di negeri kita? Mengapa masyarakat kita masih begitu lemah menerima buku-buku? Apa yang salah dengan masyarakat kita? Pemerintah sudah mengupakayan memfasilitasi Taman Bacaan Masyarakat dengan memberikan sebentuk blockgrant agar buku dengan masyarakat menjadi dekat. Efektifkah? Bagaimanakah aplikasinya di lapangan? (*)

II.Sabtu, 6 Des 08, Pukul 08.00 – 10.00 WIB
DISKUSI 2: “KIPRAH PEMERINTAH DALAM MENDUKUNG KOMUNITAS LITERASI”
Pembicara: Eko Koswara, Kepala Dinas Pendidikan Prov Banten, Wien Muldian (Pustakawan, aktivis literasi ), Tantowi Yahya (artis, Duta Baca), Kiswanti (akivis komunitas literasi ‘Warabal’, Parung, Bogor)
Moderator: Toto ST Radik (Penyair, penasehat Rumah Dunia)

TOR
Pemerintah, dalam persoalan meningkatkan minat baca menunjukan perhatian yang cukup serius. Di dalam Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab III Pasal 4 ayat 5, dijelaskan bahwa salah satu cara penyelenggaraan pendidikan adalah dengan mengembangkan budaya baca, menulis dan berhitung bagi segenap warga masyarakat. Dalam kegiatan informal, Taman bacaan Masyarakat adalah salah satu proyek pemerintah di bawah Pendidikan Kemasyarakatan. Bahkan pada tahun 2006, Depdiknas khusus membuat Subdit Budaya Baca. Kemudian, Undang Undang tentang Perustakaan pun telah terbit.

Sosialisasi mengenai undang-undang ini terus menerus dilakukan oleh pemerintah. Namun permasalahan tentang hal ini tetap menjadi persoalan. Kesan bahwa perpustakaan angker seperti kuburan nampaknya menjadi salah satu ketakakraban antara perpustakaan dengan masyarakatnya. Hal ini penting untuk diubah agar perpustakaan menjadi center of exelent buat masyarakat. Selain itu Taman bacaan yang selama ini berkembang, harus ada kejelasan, baik operasional maupun pada tingkat evaluatif. Mungkinkah pemerintah sanggup mengubah keadaan ini? Lalu bagaimana peran serta masyarakat dalam mendukung budaya baca? (*)


III. Sabtu, 6 Des 08, Pukul 10.15.- 12.15 WIB
DISKUSI 3: “PERANAN PENERBIT MENDUKUNG GERAKAN KOMUNITAS LITERASI”
Pembicara: Hernowo (Mizan), Hikmat Kurnia (Gagas Media), Bambang Trim (Salamadani)
Moderator: Jonru (aktivis, situs Penulis lepas)

TOR
Cina dengan penduduk 1,3 miliar jiwa mampu menerbitkan 140.000 judul buku baru setiap tahunnya. Vietnam dengan 80 juta jiwa menerbitkan 15.000 judul buku baru per tahun, Malaysia berpenduduk 26 juta jiwa menerbitkan 10.000 judul, sedangkan Indonesia dengan 220 juta jiwa hanya mampu menerbitkan 10.000 judul pertahun. Pasokan inipun tidak menyebar ke pelbagai pelosok, sehinga masyarakat yang berada di daerah hanya bisa menikmati buku-buku yang lapuk dan sudah tidak layak dibaca. Kita percaya bahwa buku adalah jendela dunia. Dengan membaca buku, masyarakat diberikan pemahaman lebih, cakrawala yang luas, sehingga mereka dengan sendirinya bisa mengubah hidup menuju kemandirian.

Kita tahu pentingnya buku, tapi dalam posisi ini, penerbit tak bisa juga disalahkan harga menjadi mahal. Pajak yang kelewat mahal menunjukkan bahwa pemerintah tidak sepenuh hati mendukung budaya baca. Kira-kira bagaimana caranya agar buku menjadi murah sehingga bisa dibeli oleh berbagai kalangan masyarakat? Dengan demikian, jaminan buku murah adalah sebuah keniscayaan. Selanjutnya, bagaimana pula penerbit memberikan kontibusi sosial, sehingga (walau dengan kondisi sekarang) buku-buku tetap bisa murah. (*)

IV. Sabtu, 6 Des 08, Pukul 13.00 – 15.00 WIB
DISKUSI 4: MEMBANGUN JARINGAN ANTARKOMUNITAS
Pembicara: Virgina (KKS Melati), Sekar (Forum Indonesia Membaca), Ir. Zulkarnaen (PP Forum TBM), Indra (Komunitas 1001 Buku)
Moderator: Langlang Randhawa (Redpel tabloid Kaibon, Serang)

TOR
Perkembangan Taman Bacaan atau komunitas literasi mulai pesat. Kesadaran untuk mendekatkan buku dan pembacanya kian digandrungi. Beragam versi tujuan Taman bacaan Masyarakat didirikan. Ada yang memang ingin mencari sekedar penghidupan (proyek) dari block grant, kepentingan politik (kelompok dan golongan), ada pula yang murni ingin membantu program pemerintah dalam memberantas buta aksara.

Dalam versi depdiknas, terrekam sekitar 4000-5000 Taman Bacaan Masyarakat terserak di Indonesia. Tetapi dari sekian banyak itu, seakan TBM berjalan sendiri-sendiri. Beberapa TBM bahkan hanya sekadar menunggu blockgrant dari pemerintah, setelah itu kemudian mati suri. Mengapa terjadi demikian?

Bagaimana pula dengan komunitas yang kini membuat jejaring? Sampai di mana langkah mereka untuk mengajak masyarakat akan pentingnya budaya baca? Bagaimana pula kiprah para penggiat literasi bertahan dalam proses yang tak bisa dibilang gampang? (*)


message 8: by Biruhati (new)

Biruhati Syaheed | 71 comments
V.Sabtu, 6 Des 08, Pukul 15.30 – 17.00 WIB
DISKUSI 5: “PENULIS DALAM MEMBANGUN GERAKAN SOSIAL”
Pembicara: Asma Nadia (Pengarang, pendiri Rumah Cahaya), Anwar Kholid (Editor, ativis perbukuan, Bandung), Halim HD (networker kebudayaan, Solo)
Moderator: Bambang Q-Anees (penulis, Komunitas Pasemoan Sophia, Bandung)

TOR
Kini, mulai berjamuran para penulis yang peduli dengan keadaan sekelilingnya. Beberapa mulai menyisihkan honorariumnya untuk membantu masyarakat tak mampu. Ada juga yang mengeluarkan buku-buku di perpustakaan pribadi untuk bisa diakses masyarakat. Lalu bagaimanakah para penulis membuat semacam regenerasi? Kepedulian semacam apa yang bisa dilakukan oleh penulis agar masyarakat menjadi peduli dengan bahan bacaan sehingga meningkatkan minat baca?

Penulis dan pembaca jelas tak bisa dipisahkan. Dengan membuat komunal masyarakat yang mencintai buku, secara tidak langsung, penulis menciptakan juga komunal pembaca buku yang bisa saja melahap buku-buku yang ditulisnya. Sinergisitas ini menjadi penting agar terjadi keharmonisan antara penulis dan pembaca. (*)

VI.Sabtu 5 Des 08, Pukul 19.30 – 21.00
DISKUSI 6: ”TANGGUNGJAWAB PERS DALAM MENDUKUNG GERAKAN LITERASI”
Pembicara: MW. Fauzi (Pemred Banten Raya Post, Cilegon), Odien Solihin (Dosen Untirta Serang), Jodhy Yudono (Kompas Cybermedia)
Moderator: Ibnu Adam Aviciena (relawan Rumah Dunia)

TOR
Pers adalah ujung tombak dari gerakan literasi. Setiap saat pers bisa hadir di ruang pribadi atau public. Pers secara tidak langsung menjadi media pembelajaran literasi bagi masyarakat. Rubrik-rubriknya memacu masyarakat untuk mengekspresikan dirinya lewat opini, prosa, dan puisi. Apalagi ketika bermunculan pers daerah (koran lokal). Ini memberi berkah bagi perkembangan mengembirakan, yaitu problem kebutaaksaran di masyarakat pelan-pelan mulai terkikis.

Tapi adakah kontribusi langsung pers dalam memajukan gerakan literasi lokal di negeri ini? Apakah pers hanya sekedar memublikasikan kegiatan-kegiatan literasi versi pemerintah dan masyarakat dalam betuk laporannya? Atau pers juga menyisihkan dananya secara langsung untuk mendukung gerakan literasi masyarakat? (*)

VII. Minggu 7 Des 08, Pukul 08.00 – 10.00 WIB
DISKUSI 7: “CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DALAM MENDUKUNG GERAKAN KOMUNITAS LITERASI”
Pembicara: Ariful Amir (Yayasan Nurani Dunia), Siska Leonita (corporate Communication XL Care), Deasy Yasmin (Rumah Baca)
Moderator: Mahmudin (Forum Indonesia Membaca)

TOR
Tak bisa disangkal bahwa keberlangsungan Taman Bacaan Masyarakat/ Komunitas Literasi perlu bantuan dari segenap pihak. Ada TBM yang mengandalkan dari bantuan pemerintah. Ada juga yang survive dengan hasil iuran para anggotanya, atau mereka menjual segala macam produk yang hasilnya nanti untuk membiayai operasional. Selain itu, bagi TBM yang terbilang berhasil, mereka terkadang bekerjasama dengan berbagai perusahaan agar eksistensi mereka tetap terjaga. Sebuah perusahaan seyogyanya tak hanya memikirkan persoalan laba. Masyarakat sebagai konsumen harus diberikan porsi lain agar ada keseimbangan antara kapitalistik dan sosial.

Bagaimanakah kesadaran perusahaan terhadap program CSR? Apakah program CSR bisa dipisahkan dengan promosi? Selama ini, kadang sulit sekali membedakan antara program sosial dengan promosi. Batasannya begitu mengambang, sehingga kepedulian perusahaan terhadap masyarakat terkesan setengah-setangah. Ataukah memang program CSR juga menjadi bagian tak terpisahkan dengan image produk itu sendiri?

Pertanyaan lain yang sering terdengar adalah bagaimana mengakses program CSR? Apakah Taman bacaan Masyarakat yang notabene lebih banyak bergerak di pelosok kota-kampung bisa ikut ambil bagian? (*)

VIII. Minggu 7 Des 08, Pukul 10.00 – 12.00 WIB
DISKUSI 7: “DIALOG DAN DEKLARASI KOMUNITAS LITERASI SE-NUSANTARA” (MENGATUR LANGKAH, MENGATUR BARISAN, BERGERAK KE DEPAN)
Pembicara: Perwakilan masing-masing komunitas literasi

TOR
Kegiatan ini dihadirkan sebagai upaya untuk mendukung gerakan literasi lokal/ Taman Bacaan Masyarakat, yang kini sudah tersebar sekitar 4000 komunitas di Indonesia. Kegiatan ini terbuka bagi siapapun yang peduli dengan dunia literasi. Diharapkan dalam pertemuan ini dapat merumuskan sebuah rekomendasi, di antaranya, mendorong agar setiap instansi terkait di masing-masing daerah membangun gedung perpustakaan yang representatif sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses buku yang variatif dan mutakhir, informasi secara cepat (internet), mudah dan merata.(*)

MARI BERDISKUSI DAN KITA DUKUNG GERAKAN LITERASI LOKAL MENUJU INDONESIA MEMBACA

TIM PERUMUS
Gola Gong, Firman Venayaksa, Ibnu Adam Aviciena, Langlang Randhawa, Aji Setiakarya, Muhzen Den

Rumah Dunia, Serang – Banten
www.rumahdunia.net
www.odekampungtiga.wordpress.com
Akhir November 2008
*) “Asah Penamu, Simpan Golokmu” (Toto ST Radik)

Gola Gong


message 9: by Biruhati (new)

Biruhati Syaheed | 71 comments 1. Berikut ini adalah peserta Ode Kampung Tiga. Anda yang belum silakan menghubungi kami (rumahdunia@yahoo. com dan odekampungtiga@ gmail.com). Info lebih lanjut klik www.rumah dunia.net dan www.odekampungtiga. wordpress.com

1. Indri Widyanti (Bogor)
2. Imam Setiawan (Rumah Baca Si Bagong, Purbalingga)
3. Wawan Husin (Bandung)
4. Suzzane (Belanda)
5. Deni (www.budaya- indonesia. org)
6. Haryati (UI Depok)
7. Hudan Nur (Kalimantan)
8. Isuur Loeweng (Kalimantan)
9. WaTas Media (Kalimantan)
10. Teras Puitika (Kalimantan)
11. Forum Komunikasi Teater Banjarbaru (Kalimantan)
12. Enigma Community (Kalimantan)
13. Kelompok Studi Sastra Banjarbaru (Kalimantan)
14. Sanggar Matahari Martapura (Kalimantan)
15. Prakoso Bhairawa Putera (Jakarta)
16. Lucia Priandarini (1001 buku, Jakarta)
17. Tonggie Siregar (1001 Buku, Jakarta)
18. Ibrahim Brasilai Jami (Banyumas-Jawa tengah)
19. Indri Widyanti (Bogor)
20. Fitri (Rumah Baca Lentera kalbu, Pandeglang)
21. Agus (TBM Arjasari, Bandung)
22. Doel CP (Aceh)
23. Imam setiawan (Komunitas Rumah Si Bagong, Purbalingga- Jateng)
24. Pinto Anugrah ( Komunitas Kandangpati, Sumatera)
25. Chandra Kudapawana (Teater Lakon, Upi Bandung)
26. Didik Purwanto ( Seputar Indonesia, Jakarta)
27. Komunitas Hysteria (semarang)
28. Putry Amelia (1001 Buku, Jakarta)
29. ILik sAs (Jaringan Rumah Usaha-Semarang)
30. Dhimas eLKa (Jaringan Rumah Usaha-Semarang)
31. Sutar Adijoyo Putranto (Jaringan Rumah usaha-Semarang)
32. Arman AZ (Bandar Lampung)
33. Agus Sutisna (Rangkas Bitung)
34. Arahman Ali (Bandung)
35. Aprileny simanjuntak (Jambi)
36. Gratiagusti Chananya Rompas (Komunitas Bunga Matahari)
37. Mikael Johani (Komunitas Bunga Matahari)
38. Waraney Herald Rawung (Komunitas Bunga Matahari)
39. Farrell
40. Fakhrizal Eka
41. Aris Kurniawan (KSI, Tngerang)
42. Endra ( TBM Ibnu Hajar, Magelang Jateng)
43. Nicko ( TBM Ibnu Hajar, Magelang Jateng)
44. Andre ( TBM Ibnu Hajar, Magelang Jateng)
45. Fatimah ( TBM Ibnu Hajar, Magelang Jateng)
46. Ida Fitri ( TBM Ibnu Hajar, Magelang Jateng)
47. Ida Bagus ( TBM Ibnu Hajar, Magelang Jateng)
48. Firdaus (jambi)
49. Sekar ( Forum Indonesia Membaca, Jakarta)
50. Mahmudin ( Forum Indonesia Membaca, Jakarta)
51. Yati Kamil ( Forum Indonesia Membaca, Jakarta)
52. Erik ( Forum Indonesia Membaca, Jakarta)
53. Asep ( Forum Indonesia Membaca, Jakarta)
54. Yusnaldi.S.S (Padang)
55. Nasrul. (Padang)
56. Ginanjar Wiludjeng (Yogyakarta)
57. Heri Cokro (Yogyakarta)
58. Awit Radiani (Yogyakarta)
59. Hamdy Salad (Yogyakarta)
60. Heru Hikayat (Bandung )
61. Bambang Q Anees (Bandung)
62. Fina Sato (Subang)
63. Dian Hartati (Bandung)
64. Yudi Hartanto (Rumah Baca Zhaffa, Jakarta)
65. Thomas Silvano
66. Hendri F Isnaeni (Malingping)
67. Kahlia Kahlia (Jakarta)]
68. Dimas Wahyu (Universitas Airlangga,Surabaya)
69. Imron
70. Dani (Universitas Airlangga, Surabaya)
71. Halim HD (solo)
72. Heri CS (Pondok Maos GUYUB Bebengan Boja Kendal Jawa Tengah)
73. Dwi Yuliahsari (Pondok Baca AJAR Meteseh Boja kendal Jawa Tengah)
74. Annisa Nur Aini (Komunitas Sastra Lerengmedini Boja Kendal Jawa Tengah)
75. Restu Ashari Putra (Komunitas Seni dan Sastra Ruangsunyi Bandung)
76. Mulyadi Saputra (Komunitas Seni dan Sastra Ruangsunyi Bandung)
77. Dani Ibrahim (Komunitas Seni dan Sastra Ruangsunyi Bandung)
78. Aryo Sani (Komunitas Seni dan Sastra Ruangsunyi Bandung)
79. Nurhadi Miharja (Komunitas Seni dan Sastra Ruangsunyi Bandung)
80. Irvan Nygraha (Komunitas Seni dan Sastra Ruangsunyi Bandung)
81. Hafidh (Komunitas Seni dan Sastra Ruangsunyi Bandung)
82. Debra Yatim (Jakarta)
83. Matdon (Bandung)
84. Achi TM (Serpong)
85. Yohanes butar-butar
86. Muksin Kalida (Jogjakarta)
87. Agung Argopo (Serpong)
88. Yohanes B
89. Thomas silvano
90. Arundanu (Kubah Budaya-Banten)
91. Irwan Sofwan (Kubah Budaya-Banten)
92. Nugraha Umurkayu (Kubah Budaya-Banten)
93. Ahmad. S. Rummi (Kubah Budaya-Banten)
94. Herwan FR (Banten)
95. Rahmat Heldy (Kebon Sastra-Waringinkuru ng)
96. Martin Jankowski (Jerman)
97. Adhi. M. Ramdan (Bandung)
98. Arif Haryanto (Rumah baca Zhaffa)
99. Nia Kania (Rumah Baca Zhaffa)
100. Neng Haeatul Hasanah (Rumah Buku Lentera Kalbu)
101. Isnaeni (TBM Baitul Hamdi, Menes)
102. Ogi Irawan (TBM Baitul Hamdi, Menes)
103. Hasan Zar'an (TBM Baitul Hamdi, Menes)
104. Yandi (TBM Al-Muna, Pulosari)
105. Priyono (TBM Aura Books, Menes)
106. Mamat (TBM Saluyu Berkah, Angsana)
107. Nurja'i (TBM Saluyu Berkah, Angsana)
108. Ana (TBM Saluyu Berkah, Angsana)
109. Tb. Junaedi (TBM Saluyu Berkah, Angsana)
110. Ade S (TBM Maritim, Labuan)
111. Kusnadi (TBM Visi Bangsa, Tirtayasa)
112. Anis (TBM Visi Bangsa, Tirtayasa)
113. Gantar H (TBM Visi Bangsa, Tirtayasa)
114. Riva (TBM Al-Hikmah, Labuan)
115. Iim (TBM Al-Hikmah, Labuan)
116. Unah (TBM Al-Hikmah, Labuan)
117. Ujang (TBM Al-Hikmah, Labuan)
118. Ihan (TBM Al-Hikmah, Labuan)
119. H. Sopian (TBM Berkah, Menes)
120. Ujib, Spd (TBM BINA ILMU, Labuan)
121. Oman F (TBM BINA ILMU, Labuan)
122. Aris M (TBM BINA ILMU, Labuan)
123. Fahru Rizal (TBM BINA ILMU, Labuan)
124. E Musfiroh (TBM BINA ILMU, Labuan)
125. Masturi Yulianingsih (TBM Tunas Bangsa, Carita)
126. Masi'zah Hadizah (TBM Tunas Bangsa, Carita)
127. Heni Muminah (TBM Tunas Bangsa, Carita)
128. Esih Sukaesih (TBM Tunas Bangsa, Carita)
129. Masra (TBM Tunas Bangsa, Carita)
130. dr. Werizal Amsir (Nina Creative Center, Pandeglang)
131. Kang Ajat (Nina Creative Center, Pandeglang)
132. Munjirin (Panimbang)
133. Bedi (Mengger)
134. Akaru (Bogor)
135. Subhi, SHI (Pandeglang)
136. Ikri, A.md (Pandeglang)
137. Sab'ul Matsani, Spd (Pandeglang)
138. Riri Suparsih, A.md (Pandeglang)
139. Ade Muslim, Spd (Pandeglang)
140. Agus Setiawan (STAINU-Jakarta)
141. Asep Rahmatullah (Kediri)
142. Evi SR
143. Divin Nahb (Tangerang)
144. Adhyanto ( Komunitas Wacana, Jakarta)
145. Eko ( Komunitas Wacana, Jakarta)
146. Minan ( Komunitas Wacana, Jakarta)
147. Lukas ( Komunitas Wacana, Jakarta)
148. Edi ( Komunitas Wacana, Jakarta)
149. Reni Paramita
150. Bilal Ramadhan
151. Noval Y. Ramsis
152. Andre Birowo
153. Agus Kurniawan
154. Marlon F. Hutajulu
155. Ahmad Subhan ( Jogjakarta)
156. Komunitas Kaca Tastura (Lombok Tengah, NTB)
157. Jonru (Jakarta)
158. Dony Aryanto (Tangerang)
159. Atang Bukhori (Pandeglag)
160. Arsita Iswardhani (Jogja)
161. Rachmat Nugraha (Komunitas Penulis Jakarta)
162. Ressa Novita (Komunitas Penulis Jakarta)
163. Dhimen Ibnu Purwanto (Komunitas Penulis Jakarta)
164. Indah (Komunitas Penulis Jakarta)
165. Hartono Sujadi (Pondok Maos, Kendal-Jateng)
166. Adi Toha (Rumah Baca Jala Pustaka, Jatinagor)
167. Rumah Cahaya (Depok)
168. Pustaka Ciputat (Tangerang)
169. Aswi (Bandung)
170. Amel (TBM Warabal, Parung)
171. Afief (TBM Warabal, Parung)
172. Irsa (TBM Warabal, Parung)
173 Dwi Septiani (TBM Warabal, Parung)


message 10: by Panca (new)

Panca Rajantara | 206 comments beberapa hari yang lalu sdr fahmi fakih ngajak berangkat ke acara ini, sayang sekali aku berhalangan untuk ikutan..

katanya ada beberapa orang dari jerman dan negara lain yang datang.

semoga acaranya sukses ya


back to top