Goodreads Indonesia discussion

note: This topic has been closed to new comments.
431 views
Buku & Membaca > novel terburuk yang paling banyak dibaca

Comments Showing 1-50 of 381 (381 new)    post a comment »
« previous 1 3 4 5 6 7 8

message 1: by Ronald (new)

Ronald | 56 comments Banyak yang bilang "Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Harry Potter, Twilight dll" buku yang bagus. Dimana sih bagusnya?


message 2: by Kerlip Bintang (new)

Kerlip Bintang | 145 comments Bagus di cover-nya?
hehehee...

aku juga gak baca buku-buku yang disebutin di atas. Udah ilfil duluan dengan euphoria massa.
Tapi, sekarang mulai baca buku harry potter, yang kesatu bagus, imaginatif dan hidup. Dan penasaran baca buku selanjutnya.


message 3: by Ana (new)

Ana | 87 comments selera orang kan beda-beda


message 4: by Indres (new)

Indres (felis) Setuju dengan Ana, beda kepala beda selera. Selain itu, setidaknya buat saya: tidak selalu novel yang mutunya bagus saya suka, begitupula sebaliknya. Sering kali novel yang kalau dinilai secara objektif banyak kurangnya, saya suka, hanya karena saya suka salah satu faktor dalam novel itu.


message 5: by Azzahro Wijaya (last edited Jul 07, 2011 07:34PM) (new)

Azzahro Wijaya | 2 comments Anda sendiri yang nanya sudah pernah baca belum bukunya?
kita gabisa menjudge sebuah buku dari covernya, apalagi kalau cuma denger doang...
"Banyak yang bilang.." berarti anda belum baca bukunya...

Cobalah untuk membaca, anda juga pasti tahu kenapa novel itu jadi laris dan disebut novel yang bagus.


message 6: by Aisy (new)

Aisy (aisykd) | 33 comments Azzahro wrote: "Anda sendiri yang nanya sudah pernah baca belum bukunya?
kita gabisa menjudge sebuah buku dari covernya, apalagi kalau cuma denger doang...
"Banyak yang bilang.." berarti anda belum baca bukunya......"


*Gabung ya* Betul. Jangan terpengaruh dulu dengan judge yang belum tentu benarnya. Tapi, kadang - kadang penilaianku terhadap buku juga dipengaruhi hal - hal sepele. Misalnya, aku jadi kurang suka novelnya Mbak Poppy D. Chusfani, gara - gara nggak suka font-nya yang dempet dan keciil. Lalu bisa saja aku nggak suka tata letaknya, model angka dalam halamannya, dan hal - hal sepele seperti itu. Hehe. :D. Aneh ya.


message 7: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments kecenderungannya, semakin diperdebatkan bagus/jeleknya sebuah buku, akan semakin laris penjualannya.


message 8: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments Azzahro wrote: "Cobalah untuk membaca, anda juga pasti tahu kenapa novel itu jadi laris dan disebut novel yang bagus. "

saya kurang setuju. kalau setelah baca saya pikir buku itu jelek, pastinya saya malah makin bertanya2 mengapa buku2 itu jadi laris dan disebut novel yang bagus? apa orang2 itu seleranya jelak semua sehingga buku jelek dibilang bagus? atau saya yang seleranya jelek, sampe2 buku bagus dibilang jelak? atau kita cuma beda selera aja untuk kasus buku tertentu itu? menurut saya sih cuma soal beda selera aja.


Ronald wrote: "Banyak yang bilang "Laskar Pelangi, Sang Pemimpi, Harry Potter, Twilight dll" buku yang bagus. Dimana sih bagusnya?"

ada idiom "don't judge a book by it's cover". untuk anda, idiom yg berlaku adalah "don't judge a book by it's rumours"

hehehehe...


message 9: by Aisy (new)

Aisy (aisykd) | 33 comments Tapi ada juga novel yang terkenal, tapi isinya biasa - biasa saja. Predikat bagus dan disukai memang sangat berbeda.


Tukang Kueh Keren (ibutio) | 398 comments yea...setuju sama nenangs, itu masalah selera. *keukeuh ngasih twilight, laskar pelangi, harry potter dengan 4 bahkan 5 bintang*


Tukang Kueh Keren (ibutio) | 398 comments btw...saya baca semua buku di atas jauh sebelum dihebohkan oleh media massa :D dan buat saya, semuanya bagus, meski ada yang mencela-cela kegemaran saya pada twilight :)


message 12: by Ivon (new)

Ivon (nagabenang) | 911 comments @Ronald:
yang bikin ilfil itu efek euforia massa-nya kali -mengutip istilah Kerlip-, bukan bukunya itu sendiri...

ah, but don't worry, gw punya 'penyakit' yang sama persis dengan kamu kok; sampe saat ini aj gw belum baca Hunger Games sama sekali malah, hehehehe~

tapi tiga buku pertama yang kamu sebut, bagiku memang buku yang bagus; entah kalau selera kamu beda, tapi bisalah coba kamu baca dengan cara pinjam atau sewa dulu, okeh ;)


message 13: by aldo zirsov (new)

aldo zirsov (aldozirsovlibrary) | 376 comments menurut saya tidak ada buku atau novel yang jelek, yang ada adalah buku atau novel yang tidak sesuai ekspektasi anda...
yang pastinya akan berbeda dengan ekspektasi orang lain...


message 14: by Aisy (new)

Aisy (aisykd) | 33 comments aldozirsov wrote: "menurut saya tidak ada buku atau novel yang jelek, yang ada adalah buku atau novel yang tidak sesuai ekspektasi anda...
yang pastinya akan berbeda dengan ekspektasi orang lain..."


Wow. Aku setuju!


message 15: by Ian (new)

Ian (ian_octavius) | 25 comments kalo menurut saya sih novel paling kacau yg pernah gw baca series nya tunnels , deeper hohohoh, itu bener2 kemakan kover dan rating goodreads tuh belinya gw, isi nya kacau abis (kalo menurut saya yah)


message 16: by Aisy (new)

Aisy (aisykd) | 33 comments @Ian : Mengormati pendapat kamu deh. Memang seperti kata Aldozirsov, ekspetasi orang berbeda - beda. Buktinya, aku suka kok, series-nya Tunnels. Cuma, sangat nggak suka halaman yang kecil dengan buku yang tebeeel seperti itu. Soalnya sulit dibaca sambil tidur, hehe.


message 17: by Nanny (new)

Nanny SA | 1353 comments Aku baca buku2 di atas sebelum heboh..eh kecuali Twilight setelah heboh baru pinjem bukunya.Waktu baca buku dan nonton Film Laskar Pelangi aku nangis di bagian yang sama..eh kemarin waktu nonton musical LP ..ternyata masih dapat 'feel' nya karena main nya bagus banget dan nangis juga di bagian yang sama itu..


message 18: by Aisy (new)

Aisy (aisykd) | 33 comments Nanny wrote: "Aku baca buku2 di atas sebelum heboh..eh kecuali Twilight setelah heboh baru pinjem bukunya.Waktu baca buku dan nonton Film Laskar Pelangi aku nangis di bagian yang sama..eh kemarin waktu nonton mu..."

Waduh, jadi kepingin nonton musikalnya.


message 19: by Riris (new)

Riris (missririz) | 9 comments Ian wrote: "kalo menurut saya sih novel paling kacau yg pernah gw baca series nya tunnels , deeper hohohoh, itu bener2 kemakan kover dan rating goodreads tuh belinya gw, isi nya kacau abis (kalo menurut saya yah)"

cuman maw bilang, setuju bangets...ehehehe
no offense yaaa bwat penggemarnya Tunnels series

aldozirsov wrote: "menurut saya tidak ada buku atau novel yang jelek, yang ada adalah buku atau novel yang tidak sesuai ekspektasi anda...
yang pastinya akan berbeda dengan ekspektasi orang lain..."


benaaaarrr

Kerlip wrote: "Bagus di cover-nya?
hehehee...

aku juga gak baca buku-buku yang disebutin di atas. Udah ilfil duluan dengan euphoria massa.
Tapi, sekarang mulai baca buku harry potter, yang kesatu bagus, imaginat..."


klo aq malah kebalikan, nunggu populer dulu, liat2 ripiw2, baru baca.. *LOL*

karena hanya sebagian kecil buku populer yg ga memenuhi ekspektasi dan sebagian besar buku ga populer yg ga memenuhi ekspektasi..hehe (bagiku doank loh)

anyway, enjoy reading is the most important sense yah..


message 20: by Ronald (new)

Ronald | 56 comments sori baru buka goodreads lg. menanggapi semua komentar diatas:
saya juga sudah baca semua buku harry potter dll. yang masalah adalah selain mendapat cerita setelah membaca buku2 itu, apalagi yg kita dapatkan?

coba bandingkan dengan baca novel "Rahasia Meede", selain ceritanya bagus, kita juga tahu cukup banyak sejarah indonesia dr dalamnya. Atau misalnya baca buku "Dunia Sophie", setidaknya kita tahu sejarah filsafat bahkan sebagian ide filsafatnya.

beberapa buku walaupun gak menambah pengetahuan tapi ditulis dengan bagus. "No Country For Old Men" misalnya, dalam buku ini penulis bukan orang ketiga yang serba tahu (bagi saya semakin banyak tahu penulisanya tentang perasaan atau pikiran tokoh2nya semakin rendah kualitas novel), dan juga tak banyak detail2 yang tak perlu.

Harry Potter masih lumayan sedikit, Twilight peringkatnya di bawahnya Harry Potter, dan Laskar Pelangi sangat jauh di bawah. kenapa? karena Laskar Pelangi itu hanya kaya cerita Sinetron.


message 21: by melmarian (new)

melmarian | 77 comments Ronald wrote: "...selain mendapat cerita setelah membaca buku2 itu, apalagi yg kita dapatkan?"

Tidak semua orang membaca dengan motif mendapatkan sesuatu yang lebih di dalam buku yang dibacanya. Banyak yang membaca untuk mencari hiburan, atau memang terlanjur kesengsem dengan genre/pengarang tertentu.

Sekali lagi kembali ke selera masing-masing pembaca. Okelah kalau anda berpendapat bahwa Rahasia Meede, Dunia Sophie, dan No Country for Old Men adalah buku bagus, namun siapa yang tahu bahwa di ujung dunia sana ada juga yang bertanya, "apa sih bagusnya buku2 itu"? :)


message 22: by Ivon (new)

Ivon (nagabenang) | 911 comments @Ronald:
"(bagi saya semakin banyak tahu penulisanya tentang perasaan atau pikiran tokoh2nya semakin rendah kualitas novel)"

kalau tidak tahu, bagaimana cara dia memberi kepribadian pada tokoh yang dia ceritakan? dari data-data fisikal seperti hormon, gelombang otak, dan sifat-sifat genetik dari DNA-nya?


message 23: by Fanda (new)

Fanda Kutubuku | 24 comments Menurutku, apa yang kita dapat dari buku itu sesuai dengan cara pandang & pikir kita juga. Makanya 1 buku yg sama kalau dibaca 10 orang misalnya, hasil interpretasinya bisa lain-lain. Itulah indahnya buku, kita bebas berimajinasi dan menginterpretasikannya sesuai keinginan/kebutuhan kita sendiri.

Khusus untuk Harry Potter, aku mendapatkan nilai2 yang bagus tentang cinta. Bahwa hanya cinta yang bisa mengalahkan kejahatan. Bagiku itu artinya dalam sekali, tapi kalau bagi anda & teman-teman lain tidak berarti apa-apa, maka mungkin sekali kita memang berbeda. Dan bukankah perbedaan itu yang membuat diskusi macam ini jadi menarik? Coba kalo semua suka Harry Potter, Laskar Pelangi & Twilight dll, gak seru deh thread ini.... (dan kasian buku2 lainnya bakal gak laku, hehehe...)


message 24: by Ronald (new)

Ronald | 56 comments Ronald wrote: "sori baru buka goodreads lg. menanggapi semua komentar diatas:
saya juga sudah baca semua buku harry potter dll. yang masalah adalah selain mendapat cerita setelah membaca buku2 itu, apalagi yg kit..."


Ivon wrote: "@Ronald:
"(bagi saya semakin banyak tahu penulisanya tentang perasaan atau pikiran tokoh2nya semakin rendah kualitas novel)"

kalau tidak tahu, bagaimana cara dia memberi kepribadian pada tokoh ya..."


oh bisa aja, gak perlu pakai DNA untuk tahu kepribadian orang. misalnya ni tokoh Chigur dalam No Country For Old Men, cuma dari beberapa penjelasan tentang apa yang dia lakukan, bagaimana dia berbicara atau bersikap dalam menghadapi korbannya, dll kita sudah bisa tahu kalau dia pembunuh berdarah dingin dan tanpa banyak basa-basi.


message 25: by Ronald (new)

Ronald | 56 comments Fanda wrote: "Menurutku, apa yang kita dapat dari buku itu sesuai dengan cara pandang & pikir kita juga. Makanya 1 buku yg sama kalau dibaca 10 orang misalnya, hasil interpretasinya bisa lain-lain. Itulah indahn..."

yeah... kata relativitas memang semakin banyak digunakan. parahnya terlalu banyak yang dikembalikan ke diri sendiri sampai tak ada lagi penilaian yang memiliki standar yang jelas.


message 26: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments hehehe...kontradiktif ya...

Ronald wrote: "saya juga sudah baca semua buku harry potter dll. yang masalah adalah selain mendapat cerita setelah membaca buku2 itu, apalagi yg kita dapatkan?"

seolah2 kamu mengharapkan dapat tambahan sesuatu (pengetahuan?) dari buku2 tsb.
but yet you also said:

Ronald wrote: "beberapa buku walaupun gak menambah pengetahuan tapi ditulis dengan bagus. "

seakan2 yah bisa dimaklumi juga kalau ngga nambah pengetahuan, asal ditulis dengan bagus.

ditulis dengan bagus? apa kriterianya ditulis dengan bagus? sangat variatif & personal. juga sangat bisa diperdebatkan.

buat saya sih, asal bisa dinikmati alias cukup menghibur, tuh buku udah cukup bagus.
harry potter series & laskar pelangi masuk dalam kategori ini, karena bisa menghibur saya.

yeah, setuju banget sama aldo, in a personal view, kalau suatu buku memenuhi ekspektasimu, bisa aja kamu nilai bagus meskipun nggak semua orang setuju. no country for old man adalah contoh yang bagus untuk kasus ini.


message 27: by Ivon (last edited Jul 08, 2011 02:49AM) (new)

Ivon (nagabenang) | 911 comments ooh, maksud kamu cara menggambarkan seorang tokoh kepada pembaca?

fyi, kalimat kamu tadi itu menurutku ambigu. kuduga maksud kamu itu adalah: "semakin banyak penulisnya menuliskan/menjabarkan tentang perasaan dan pikiran..."

rite?

hmm... memang standar seperti apa yang mau kamu capai?


-edit-

hmm... kadang2 gw pengen ada tombol "like" di goodreads ini :))


message 28: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments Ronald wrote: "yeah... kata relativitas memang semakin banyak digunakan. parahnya terlalu banyak yang dikembalikan ke diri sendiri sampai tak ada lagi penilaian yang memiliki standar yang jelas."

again, debatable.
fyi, cormac mccarthy, penulis no country for old man termasuk yang paling sering dikritik karena cara menulis dia yang nggak standar, nggak suka pake tanda baca yang normal digunakan orang2.
tapi toh bukunya laku keras & banyak yang menganggapnya bagus, luarbiasa, bahkan jenius.

apa bedanya dengan laskar pelangi? banyak yang mengkritik buku ini melenceng dari kaidah2 penulisan yang baik dan benar, tapi kenapa bisa banyak yang suka, dianggap bagus, inspiratif, dll sanjungan?

karena semuanya selalu kembali ke laptop...eh...selera pembaca.


message 29: by Ronald (new)

Ronald | 56 comments hmmm... kayaknya ada yang kurang mengerti ini.kita pakai analogi aja. coba bandingkan film "Batman The Dark Knight" dan beberapa film yang rating IMDB-nya di atas 8.0, gak ada kan tokohnya "ngomong dalam hati" (maaf saya lupa istilahnya), sementara kalau anda nonton sinetron anda akan menjumpainya di sangat banyak adegan. itu salah satu yang memperlihatkan kualitasnya.

beberapa yang saya anggap standar novel yang bagus:
1. terdapat cukup banyak tokoh dengan karakter yang beragam.
2. penulisannya detail untuk hal-hal yang memang dibutuhkan tetapi tak menambahkan keterangan2 yang tak perlu.
3. isi percakapannya menarik ("tidak sekedar menambah banyak isi buku")
4. alurnya jelas (penulis hendak membawa ceritanya kemana)
5. menambah wawasan.
6. penggambaran karakter tokoh tak perlu tersurat. (penulis dapat membuat kita memahami karakter tokoh hanya dari cara dia ngomong dan bertindak)

itu beberapa parameter untuk menilai isi buku.
kalau saya balik pertanyaannya "parameter yang kawan2 pakai untuk menilai kualitas buku bagus atau tidak itu apa?"


message 30: by ahmedoank (new)

ahmedoank | 94 comments ijin menambahkan :P
saya dpt tulisan ini, dari salah satu status kawan di goodreads (lupa siapa ya) :D

‎"Akhirnya sbuah tulisn akan dianggap mnarik atau tdk mmang brpulang kpada masing-masing pmbaca krn stiap pmbaca mempunyai latar blakang yg berbeda dengan sudut pandang yang brbeda pula dan juga selera yg berbeda. Namun kmampuan sorang penulis dlam mencermati setiap msalah yg ada untuk kemudian diramu menjadi sebuah cerita yang menarik akan mnentukan sebuah tulisan akan menjadi tulisan yg diminati atau tidak"

kalau di tanya yg menentukan parameter bagus ga ya sebuah buku, ya berbalik kepada pembacanya
dan pasti setiap pembaca, punya parameter yg berbeda, tak bisa disamakan dan dipaksakan, tak ada parameter yang pasti, terlalu luas batasannya.

buku bagus buat ku adalah buku yang kunikmati membacanya, terserah orang menilai apa tentang buku itu :P


message 31: by Martina (new)

Martina (martinaestrely) | 34 comments buku yang bagus adalah buku yang berhasil habis saya baca.. dan akhir2 ini kriterianya gampang banget: chapter dengan jumlah halaman yang sangat pendek (1-2 halaman).

maklum, baca buku cuman buat menghibur diri & killing time di KRL tiap hari..

kalo bisa menambah wawasan ya syukur..tapi kalo nggak juga nggak papa :P


message 32: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Buat gue sih, buku (yg keliatannya bakal) jelek, ya gak bakal gue baca. Dan gue gak musingin juga kenapa orang lain mau baca buku yg gue ga suka.

Menurut gue sendiri banyakan buku2 klasik itu membosankan dan lebay dan gue gak bakal baca mau dikata apa juga.


message 33: by Aisy (new)

Aisy (aisykd) | 33 comments Nambah ya,

Buku yang bagus itu yang menawarkan sesuatu, bisa itu hiburan atau apa.
Yang membuat kita ingin terus membacanya, hingga tahu akhir kisahnya seperti apa.
Yang membuat kita tersadar akan sesuatu, misalnya, membuat kita semakin paham akan kehidupan.
Yang bisa membuat kita terseret dalam ceritanya. Membuat kita tertawa - tawa, menangis, atau gemas sendiri :D.


message 34: by Ronald (new)

Ronald | 56 comments sayangnya ketika standar seseorang tentang baik dan buruk itu tak jelas lagi maka hasil yang kita dapatkan a.l:
"semakin banyak orang yang baca laskar pelangi sementara sangat sedikit yang baca Rahasia Meede"


message 35: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Gue sendiri gak bakalan baca Laskar Pelangi ataupun Rahasia Meede, karena emang ga tertarik. Tapi gue rasa gak harus kalo baca buku A artinya ga bakal baca buku B. Pasti ada yg baca dua2nya, ada yg ga baca dua2nya. Gak mutualisme kok sifatnya.

Gue sendiri termasuk orang yg seneng nyari buku yg 'obscure'. Justru kalo gue baca buku bagus yg ga banyak orang lain tau gue merasa lebih puas... hehehe


message 36: by Pandasurya (last edited Jul 08, 2011 03:40AM) (new)

Pandasurya | 1361 comments Ronald wrote: "semakin banyak orang yang baca laskar pelangi sementara sangat sedikit yang baca Rahasia Meede"
"


waha jadi subjektip banget yaa..yup2 baiklah, gpp subjektip juga. toh emang rasanya gak ada yg bener2 100% objektip.

ikut nambahin dikit nih.
ambil contoh yg populerlah di dunia: penghargaan Nobel Sastra.
menurut saya meski suatu karya ato penulis dianugerahi Nobel Sastra, yang tentu para ahli yg memilih dan menilainya, toh tetap saja pada akhirnya saya misalnya dan sejumlah orang lain juga, gak suka dengan karya Hemingway yg dapet nobel Sastra.

IMSO (in my sotoy opinion), jadi kesimpulannya emang gak jauh2 soal selera dan ekpektasi kita sebagai pembaca.


Tukang Kueh Keren (ibutio) | 398 comments terus terang, sampai sekarang saya blom berminat baca Rahasia Meede. No country for old men juga juga cuma nonton film, gak baca novelnya. Tapi The road, saya baca dan tonton filmnya meski sudah mendengar dan membaca kiri kanan bahwa novel ini suram....tapi ternyata saya menikmati kesuramannya dari awal hingga akhir.

Novel romance yang dianggap rendah oleh banyak orang karena katanya gak perlu pake mikir bacanya, buat saya sih bagus dan menghibur, terutama saat suasana hati perlu hiburan ringan dan menyenangkan.

Apakah buruk kalau saya pilih baca laskar pelangi ketimbang rahasia meede?


message 38: by Martina (new)

Martina (martinaestrely) | 34 comments IMSO (in my sotoy opinion), jadi kesimpulannya emang gak jauh2 soal selera dan ekpektasi kita sebagai pembaca"

agree with your sotoy opinion :P

motivasi or kebututuhan orang membaca itu kan beda-beda.. ya tapi memang sih.. ada buku2 tertentu yang mendapatkan tempat di hati banyak orang ;)


message 39: by Indres (last edited Jul 08, 2011 04:30AM) (new)

Indres (felis) Setuju dengan teman-teman, membaca buku itu motivasi dan ekspetasinya beda-beda. Kalau dipikir-pikir buku itu jodoh-jodohan sebenarnya :-). Kalau dibaca pada saat, tempat, dan harapan yang sesuai dengan isi si buku, buku tersebut akan terasa bagus sekali.

@Ronald: mungkin Anda perlu mengasah kemampuan mendeteksi buku yang sesuai dengan harapan Anda biar tidak sering kecewa.


message 40: by Ronald (new)

Ronald | 56 comments mendapatkan buku yg bagus itu susah memang (belum tentu kalau kita ke gramedia atau nyari di internet langsung dapat novel atau buku lain yg bagus), tapi menilai satu buku itu bagus atau jelek itu tak susah kalau kita memang tahu "parameter-parameter" untuk menilai isi buku.


message 41: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Trus yg menentukan 'parameter-parameter' itu siapa dan bagaimana?


message 42: by Ronald (new)

Ronald | 56 comments Coqueline wrote: "Trus yg menentukan 'parameter-parameter' itu siapa dan bagaimana?"

bukan saya tentunya. ada banyak cara. saya punya parameter2 yang jelas untuk menilai sebuah novel.
satu hal yang jelas menurutku adalah "jangan menilai sebuah buku bagus hanya karena kebanyakan orang atau media atau nobelis menyatakannya bagus" (salah satu fallasi cara berpikir)


message 43: by Marchel (last edited Jul 08, 2011 06:44AM) (new)

Marchel | 1649 comments Gee, ternyata seru yah debatnya.

Gw?

Gw suka chiklit, gw suka romance, gw suka fantasi, gw suka horor, gw suka misteri, gw suka buku yang bercerita tentang sejarah, gw suka sains fiksi, gw sukaa apaan lagi ya??? um um *mikir*

Ada kesalahan typo yang nda fatal, oceh. Ada kesalahan sebut nama, oceh. Tapi kalau ceritanya nda mengalir dan malah buat gw jadi kayak ketampar saat baca, gw nda suka.

So? that's me. Trus ada yang mau nentuin gw tuh musti suka buku dengan syarat musti begini itu yang bagus ???

Ya ampyun, plis deh.

Suatu buku dibilang bagus karena yang udah baca bilang bagus. Suatu buku dibilang jelek karena yang udah baca (walau beberapa nda baca sampai tamat ^^) bilang bukunya jelek.

Titik. Tapi bagus n jelek itu relatif. Bagus seberapa bagus sih, jelek na seberapa jelek sih.

Itulah guna rating buku di goodreads. kasih 5 bintang kalau kamu suka banget buku yang kamu baca. 4 kalo oke ini bukunya bagus tapi kamu cuma suka aja. 3 kalo, yah buku ini standar deh. 2 bintang buat buku yang kamu nda suka.
1 bintang buat buku yang enaknya sih dilupain aja kalo udah pernah baca alias kamu nyesel abis baca buku itu.

Note: sori bahasa na kasar, otak lagi hang.


message 44: by Ronald (new)

Ronald | 56 comments hahaha...
pertanyaan saya yang awal cuma begini "dimana sih bagusnya?"


message 45: by Marchel (last edited Jul 08, 2011 07:48AM) (new)

Marchel | 1649 comments @Ronald: itu sih susah.

Biar fair, sebaiknya sih begini.

Kamu taruh kata-kata "di mana sih bagusnya" itu di review mu sendiri dalam buku yg kamu mau tanyakan begitu. Itu hakmu, orang laen nda berhak protes.

Kalo kamu buka tret sendiri seperti ini, ya efeknya sih seperti di atas. Dan kalo ada yang lagi hang *nunjuk diri sendiri*, efeknya ... yah dah baca sendiri kan tulisanku.

Be polite when write something on open thread. But you can write everything you like on your own review...


message 46: by Indri (new)

Indri Juwono (indrijuwono) | 2862 comments hai Ron (without Weasley)..
aku baca Laskar Pelangi juga sesudah 2 tahun terbitnya, karena gak tahan ama euphorianya, bahkan belum nonton filmnya, tapi dah nonton musikalnya.. (karena mendapat tiket kebetulan)
menurutku kenapa laku, ya karena ada 'pesan' yang mau disampaikan, berupa keinginan pantang menyerah.. kenapa banyak orag yang suka, karena memotivasi pendidikan. untungnya LP, karena dia pionir dalam tema tersebut. mungkin buat orang yang semua mimpinya sudah tercapai, mungkin LP gak menarik lagi..

kalau twilight, haha, jujur aja, aku twihater, alias pencela bella swan, tadinya aku cela habis2an tanpa membacanya, buku hanya buat ganjel pintu, tapi beberapa bulan yang lalu, karena ditantangin baca, aku tamatin dalam 2 bulan beserta 5-6 buku lain, ternyata ringan gampang, cepet tamatnya. tapi penilaianku tidak berubah.. namun aku gak rugi koq bacanya, anggap saja hiburan.. wong ga pake mikir..

harry potter, aku baca dari awal sampai nunggu2 dan indent yg berikutnya. karena ceritanya menarik sekali, karena aku juga suka cerita anak-anak dan sungguh, ini cerita fantasi, menghibur, dan karakternya dituliskan dengan bagus sekali, sangat kuat,.. kl liat buku2 fantasi lain sesudahnya, kerasa mengekor saja.
tapi kalau basicnya gak suka fantasi ya gak akan bs 'masuk' apalagi mendapatkan sesuatu. kalau tidak terlalu suka fantasi juga, dan menganggap ini bagian dari buku anak-anak koleksiku yang lain.

dunia sophie, read it so many years ago, buku yang sangat bagus, merangkum filsafat menjadi menyenangkan, membuatku mengoleksi semua buku jostein gaarder yang lain.

kalau cormac mc carthy, sudah ada the road tapi belum dibaca-baca juga..

rahasia meedee, tentu saja saya sudah baca dan jalan-jalan bareng si penulisnya pula sampai pulau onrust. isinya menarik, plotnya seru, dan pengetahuannya menarik (walaupun banyak yang dibantai oleh JJ Rizal waktu diskusi)

lha, kenapa saya jadi pamer begini..
begini, buku favorit saya itu sastra Indonesia, walaupun tidak menampik buku-buku ciklit sebagai selingan, dan Mushashi sebagai bantal.. kan membaca gak bisa dipaksakan, nanti pusing lagi

jadi maksud saya, kenapa Ron nanya begitu? apa gelisah dengan predikat .'buku bagus' di Indonesia, atau hanya mencari sisi lain penilaian orang-orang dengan buku tersebut..

oh iya, kalau buku yg kata para ahli bagus bisa subyektif, bilang bagus ato jelek, tergantung pembacanya, tapi kl buku sudah dibilang jelek, mah jelek aja, apalagi kalau dari tata bahasa udah ancur..


message 47: by ahmedoank (new)

ahmedoank | 94 comments tukang kue keren wrote: "Apakah buruk kalau saya pilih baca laskar pelangi ketimbang rahasia meede? "
setuju :P

Ronald wrote: "satu hal yang jelas menurutku adalah "jangan menilai sebuah buku bagus hanya karena kebanyakan orang atau media atau nobelis menyatakannya bagus" (salah satu fallasi cara berpikir) "

kalau begitu tak apa kan saya nga baca "rahasia meede" dan lebih memilih "laskar pelang", krn saya milih baca satu buku bukan krn pilihan orang /media, cuma krn saya menikmatinya saja


message 48: by Awanama (new)

Awanama | 23 comments Marchel wrote: "Be polite when write something on open thread. But you can write everything you like on your own review... "

*ketok palu ke meja
(junk mode on)


message 49: by Ana (new)

Ana | 87 comments Ronald wrote: "Fanda wrote: "Menurutku, apa yang kita dapat dari buku itu sesuai dengan cara pandang & pikir kita juga. Makanya 1 buku yg sama kalau dibaca 10 orang misalnya, hasil interpretasinya bisa lain-lain...."

setiap buku dibuat oleh penulis yang berbeda, ditujukan untuk pembacanya sendiri-sendiri. Anda bilang buku itu bagus, saya bilang buku itu tidak, yang lain bilang itu bagus dan tidak.

Standar? Untuk apa ada standar buku bagus dan tidak? Apakah buku yang sudah TERSTANDAR BAGUS berarti semua orang akan berkata bagus? Apakah jika No Country for Old Men (kok sedari tadi yang dibuat contoh buku ini terus ya?) TERSTANDAR BAGUS maka saya, anda, dan mereka juga akan berpendapat sama?

there is only one standard in this world, your own standard.

Dan saya rasa sudah terjawab kok pertanyaan " Dimana sih bagusnya?". Karena orang menikmatinya. As simple as that.


message 50: by Indri (new)

Indri Juwono (indrijuwono) | 2862 comments Om Marcel, kalo lagi hang, coba dicek, apa kabel power Hub-nya lagi nyolok apa nggak, makanya gak connect ke server..
*kebiasaan kl lembur sendirian suka hang*


« previous 1 3 4 5 6 7 8
back to top
This topic has been frozen by the moderator. No new comments can be posted.