Goodreads Indonesia discussion

2615 views
Sobat Perpus > Daftar Perpus di sekitar kita (Silakan dilengkapi!)

Comments (showing 1-50 of 120) (120 new)    post a comment »
« previous 1 3

message 1: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments 4. Perpustakaan Aksara

Aksara didirikan pada tanggal 27 November 1998, dan bertujuan mengembangkan kecerdasan masyarakat madani di Indonesia. Tujuan itu ingin dicapai dengan penyebarluasan buah pikiran dan informasi yang bersumber pada buku, majalah, tulisan, laporan media, dan para pemikir. Dengan cara demikian Aksara berharap dapat membantu mengembangkan suatu masyarakat madani di Indonesia yang cerdas, berakal sehat dan siap berperan konstruktif di dalam kebhinekaan budaya bangsanya.

Pada awal berdirinya, Yayasan Aksara pernah menerbitkan jurnal dwibulanan, yang muncul sebagai suplemen Majalah TEMPO selama hampir 3 tahun, menyelenggarakan diskusi bulanan dengan pembicara dari dalam maupun luar negeri, dan menerbitkan buku Mencuri Uang Rakyat tentang praktek korupsi di Indonesia. Saat ini, kegiatan yang dilakukan adalah mengelola website dengan alamat www.aksaranet.com, dan perpustakaan, yaitu Pustaka Aksara yang dibuka untuk umum. Per April 2004, Aksara memiliki koleksi 4601 eksemplar yang meliputi subjek korupsi, politik, islam, militer, sejarah, humaniora, budaya, sastra dan buku cerita anak. Koleksi lainnya berupa berbagai jurnal ilmiah terbitan Indonesia dan asing, 7 audiovisual, transkrip hasil diskusi dan kliping. Koleksi utama difokuskan pada isu-isu nasional, baik yang ditulis oleh penulis lokal maupun asing. Hampir seluruh koleksi merupakan koleksi pribadi Nono Anwar Makarim dan Maher Algadrie, sementara sisanya merupakan sumbangan berbagai lembaga. Pengembangan koleksi dipertahankan terus pada kriteria mutu terbaik dan kemutakhiran.

Program-program perpustakaan diarahkan pada kegiatan diseminasi informasi, lomba meringkas buku dan menerbitkan buku.

Pustaka Aksara memiliki 3447 judul buku bersubjek hukum, korupsi, dan ilmu-ilmu sosial lain. Pustaka Aksara memberikan layanan baca di tempat dan juga pemesanan fotokopi.

Layanan dibuka pada hari kerja, kecuali Sabtu, mulai jam 09.00 hingga 17.00 WIB.
YAYASAN AKSARA

JL. ARCO RAYA C-1 CIPETE SELATAN
Telp: 021-7590 5521/5523
Faks: 021-765 2480
Email: library[ at ]aksara.or.id, admin[ at ]aksara.or.id
Kontak: Anang
http://www.aksara.or.id


message 2: by Yekti (new)

Yekti Pratiwi (yqt7supergirl) | 52 comments 4. Perpustakaan YPSI (maaf kepanjangannya lupa)

Lokasi : Jalan Swasembada Barat, Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara (deket rumah)

Ini perpustakaan yang sering saya kunjungi pas masih SD dulu. Bersebelahan dengan TK Tunas Harapan. Mungkin saya termasuk orang yang menyepelekan perpustakaan ini. Entah perpus ini masih dibuka atau gak (ntar liat-liat deh sambil lewat) yang pasti bapak penjaga perpusnya masih suka keliatan.

Perpustakaan ini kecil but lokasi strategis dan dekat dengan pembaca potensial muda yaitu murid-murid TK itu sendiri (anak TK dah bisa baca blom yah?) yang mungkin bisa menumbuhkan semangat baca bagi mereka sejak dini.

Kondisi bukunya pun saya rasa udah usang semua karena hampir tidak ada yang berkunjung ke sana sedangkan mereka mendanai perpus itu dari biaya anggota per bulannya yang relatif murah.

Dulu (sekitar lebih dari 10 tahun yang lalu) koleksinya sekitar novel, komik, majalah, non-fiksi, dan surat kabar.


Hebat banget nih idenya... Salut buat yang mencetuskan ide.. Kalo boleh, aku mau dong terlibat dengan kegiatan ini biarpun belom tentu bisa ngasih bantuan yang sangat berarti.

Thx mas amang...


message 3: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments 5. Perpustakaan Utan Kayu

Berawal dari keinginan para praktisi pers dan tokoh prodemokrasi (Goenawan Mohamad, Marsillam Simanjuntak, Soedjatmoko, T Mulya Lubis, dkk) untuk memiliki suatu pusat dokumentasi dan informasi yang mampu menunjang aktivitas mereka, muncul kesepakatan lisan untuk mendirikan sebuah perpustakaan yang mengintegrasikan seluruh koleksi mereka pada tahun 1999.

Insitut Studi Arus Informasi (ISAI) sebuah lembaga berdiri pada tahun 1995 dan bergerak memperjuangkan kebebasan pers dan berekspresi sebagai salah satu dari inisiator, mendapat tugas untuk menyediakan tempat sekaligus SDM bagi perpustakaan tsb.

Sayangnya, karena berbagai sebab, terutama kesibukan para individu dan lembaga yang terlibat dalam kesepakatan awal tadi, rencana mengintegrasikan koleksi bahan pustaka kerap kali tertunda.

Dalam perkembangannya, perpustakaan yang kemudian dinamakan Perpustakaan Utan Kayu (PUK), bergerak mengintegrasikan koleksi cetak dan non cetak dari seluruh unit kerja yang tergabung dalam Komunitas Utan Kayu.

ISAI, Jurnal Kebudayaan Kalam, Teater Utan Kayu, Radio68H, serta terakhir Jaringan Islam Liberal mengintegrasikan koleksi mereka disini.

Kendala keterbatasan tempat dan SDM menjadikan penambahan koleksi dilakukan secara selektif. Kondisi itu pula yang menyebabkan PUK belum membuka layanan peminjaman untuk pengguna dari luar Komunitas Utan Kayu. Pengguna umum dapat mengakses koleksi cetak di tempat, mulai jam 09.00 pagi hingga 17.30 sore.

Dengan koleksi sejumlah 3,700 judul, kekuatan PUK terletak pada kekayaan literatur di bidang sastra, filsafat dan budaya, selain itu perpustakaan yang terletak di bagian depan lt I Gedung 13-14 Mei 1998 ini juga terhitung sebagai pemrakarsa pengembangan perpustakaan audio dengan koleksi file audio hasil berbagai liputan, wawancara dan rekaman awak redaksi Radio68H sejak tahun 1999 yang terangkum kedalam kurang lebih 600 keping CD.

Bukan hanya audio, video dalam format VCD, DVD dan VHS juga ikut melengkapi koleksi perpustakaan. Tak kurang dari 300 judul film dalam berbagai format serta 100 keping VCD dokumentasi pementasan yang diselenggarakan Teater Utan Kayu tersimpan disini.

Dengan berbagai keunggulan berikut sejumlah kekurangannya, niat awal membentuk suatu pusat dokumentasi terintegrasi tidak pernah ditinggalkan. Setelah menunggu sekian tahun, PUK mendapat kesempatan untuk memformalkan kerjasama jaringan perpustakaan yang melibatkan perpustakaan CSIS, Yayasan Aksara dan Freedom Institute.

Model kerjasama yang sedikit berbeda dengan niatan awal di tahun 1999, tapi esensinya tetap sama.
PUSTAKA UTAN KAYU (INSTITUT STUDI ARUS INFORMASI – ISAI)

Jl. Utan Kayu 68H Jakarta 13120
Tel. 857 3388 Fax. 856 7811
Email: office[ at ]isai.or.id
Kontak: Achinks
http://www.isai.or.id


message 4: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments 7. Museum Pusat Dokumentasi Sastra HB Yasin
Jl. Cikini Raya No.73 TIM
Jakarta Pusat
Phone: 8416466, 8416467, Fax. 8416466


Data Museum
Tanggal Didirikan : 28 Juni 1976
Tanggal Peresmian : 31 Mei 1977
Status : Swasta
Instansi Pengelola : Yayasan Dokumentasi Sastra HB. Yasin
Jenis Museum : Khusus
Sejarah Berdirinya : Awalnya merupakan koleksi pribadi Bpk, Dr. HB Yasin seorang kritikus sastra Indonesia yang terkemuka, kemudian dilembagakan sebagai yayasan dokumentasi sastra HB Yasin yang disubsidi oleh Pemda. Sejak tahun 1976 dengan demikian dokumentasi sastra Indonesia dapat dimanfaatkan oleh masyarkat umum.
Koleksi
Koleksi yang dimiliki : > 5000
Koleksi dipamerkan : > 1000

Jam Buka
Hari Biasa : Jam 09.00 s.d 16.00 WIB
Hari besar/libur: Tutup


message 5: by nanto (new)

nanto (nantosriyanto) | 716 comments 8. Perpustakaan Daerah yang dibawah pengelolaan Pemda.

Kantor Perpustakaan Umum Daerah Provinsi DKI Jakarta,
Gedung Nyi Ageng Serang Lt.VII dan V111. JI. H.R.Rasuna Said Kav.C-22 Jakarta Selatan
Telp.(021)5263242 - 51, Fax (021)5263244
Website : http://www.jakartalibrary.com email:perpumda@jakartalibrary.com
2.

Kantor Perpustakaan Umum Kotamadya Jakarta Pusat
Jl. Kebon Jahe, Tanah Abang I Jakarta Pusat
Telp.3849254.Website: http://perpustakaanumum-jakpus.go.id
3. Kantor Perpustakaan Umum Kotamadya Jakarta Utara
Jl. Gereja Tugu No.21 Semper Jakarta Utara
Telp.4400686
4. Kantor Perpustakaan umum Kotamadya Jakarta Barat
Jl. Tanjung Duren Barat No. 36 Jakarta Barat
Telp.5664662
5. Kantor Perpustakaan umum Kotamadya Jakarta Selatan
Jln. Gandaria Tengah V/3 Kebayoran Baru Jakarta Selatan.
Telp.7201174
6. Kantor Perpustakaan umum Kotamadya Jakarta Timur
JI. Jatinegara Timur IV Komplek Pendidikan Rawa Bunga Jakarta Timur
Telp.8198929


message 6: by lita (new)

lita Sebetulnya pemerintah daerah DKI Jakarta punya perpustakaan di masing-masing kotamadya. Yang aku tau layanannya berjalan dengan efektif adalah:

1. Perpumda DKI Jakarta Soemantri Brodjonegoro, Gd Nyi Ageng Serang lt 7 Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel

2. Perpustakaan Umum Jakarta Selatan. Letaknya di daerah Gandaria (ga jauh dari tempat kita makan soto ceker waktu itu, Mang)

3. Perpustakaan Umum Jakarta Pusat, Jl. Tanah Abang III (ga jauh dari gedung CSIS)

aku kurang tau tentang perpumda di kotamadya jakbar dan jakut, mungkin yang lain bisa menambahkan.

Selain itu, ada juga perpustakaan lain yang dikelola secara perseorangan, lembaga, atau kelompok, seperti:

1. Perpustakaan CSIS, Jl Tanah Abang III (sayang koleksinya ga bisa dipinjam. tapi koleksi kliping korannya okeee bangeet)
2. Perpustakaan Umum Anak, letaknya di komplek Taman Ismail Marzuki, tepat di atas bioskop 21.
3. Perpustakaan HB Jassin, masih di komplek TIM
4. Perpustakaan Umum Islam Imam Jama, di daerah pasar Jumat, ga jauh dari terminal lb. bulus
5. Perpustakaan Diknas, di Gedung Depdiknas, Sudirman (ini dah bagus banget)
6. Perpustakaan PDIP (kantornya Nanto)

Baru itu yang saya ingat. Kayanya perlu kesandung dulu nih, baru bisa ingat lagi perpustakaan lain yang dulu sering saya acak-acak..:p


message 7: by Bunga Mawar (new)

Bunga Mawar (verad) | 951 comments Perpustakaan Daerah Jakarta Timur
di Rawa Bunga, dekat SMAN 54 (daerah Kampung Melayu)
eh, tapi ga tau kondisinya sekarang. Udah sejak SMA ga pernah ke sana lagi...


message 8: by [deleted user] (new)

Ngga tahu ya ini publik atau bukan statusnya, tapi yg jelas bisa diakses umum, terutama mahasiswa, karena koleksi buku sosial-ekonominya luar biasaaa! Terutama soal pedesaan.

Perpustakaan Prof. Sayogyo
Jl. Malabar 22 Bogor
sekarang jadi kantor SAYOGYO INSTITUTE


message 9: by Mita (new)

Mita | 5 comments Eh..eh.. sebelumnya minta maaf sama kawan2, pasca kopdar di Mbak Jingkrak aq gak pernah nongol lagi. Some situation came up dan harus sedikit 'beradaptasi'. Selain itu juga aq lagi mempersiapkan dan membangun sesuatu juga, jadi maap yah...

Okay about this Sobat Perpus, seperti yang udah aq share pada kopdar Goodreads, aq dan beberapa kawan menjalankan sebuah rumah kolektif, semacam youth center bernama RedRebel DIY House di Jl. KH Ahmad Dahlan, No. 46 Duri Kosambi, Jakarta Barat.

Rumah ini memang menjadi wadah bagi beberapa kawan2 yang karena tergerus kondisi ekonomi dan gerak kapitalis yang begitu cepat, membuat teman2 disana tidak bisa meneruskan sekolah dan harus bekerja disaat mereka seharusnya masih belajar. Itulah kenapa dalam rumah (yang berbentuk seperti distro ini) kami juga membuat rak buku untuk mendorong kegiatan kami yang lainnya, yaitu membaca dan belajar bersama.

Nah rumah ini menjalankan beberapa kegiatan seperti:
~ Kegiatan pembangunan basis ekonomi mandiri dengan mengerjakan sablon kaos, design/gambar, tattoo, piercing, dan rakit sepeda.

~ Kegiatan pembangunan wacana dengan adanya perpustakaan mini, asli mini karena hanya berupa rak kaca 4 tingkat, dengan koleksi buku sekitar 60 buah. Buku2 yang tersediapun bervariasi jenis mulai dari novel, fiksi, biografi, sejarah, pengetahuan, majalah, hingga zine, Dengan tema bervariasi juga seperti sosial, perempuan, politik, anarkisme, seni, etos DIY, dll...
Teman2 di RedRebel DIY House juga dilibatkan dalam menulis artikel dalam RedRebelzine, ini sebagai bentuk latihan menulis dan juga untuk meningkatkan rasa percaya diri kawan2 disana.
Buku2 dan materi kami dapat dari sumbangan pribadi beberapa kawan dan juga dari event kopdar Goodreads.
Namun sayangnya pendataan koleksi buku kami belum terdata dengan baik dan tidak di up-date salah satunya karena keterbatasan SDM disana.

~ Di rumah ini juga kami mengadakan diskusi or kelas rutin dengan berbagai tema, misalnya lingkungan, civil right, kekerasan negara, kerja, psikolgis, sistem pendidikan, dll tentunya dengan bahasa yang 'cucok' dengan latar belakang kawan2 disana. Kita juga mengadakan juga kelas bahasa inggris. Namun sayangnya karena bbrp kendala kegiatan ini ups-down, belum stabil.

Kami mencoba menerapkan beberapa nilai disini seperti ramah lingkungan (menggunakan koran bekas sebagai kantong pembungkus dan sangat meminimalisir penggunaan plastik), kerjasama, solidaritas dan aktif dengan melakukan kegiatan2 bersama.

Seiring perjalanan selama 1 thn ini (RR DIY House berdiri agustus 2007) aq merasa bahwa cukup sulit membangun budaya baca dan diskusi disana. Apalagi dengan latar belakang dan karakter teman2 disana yang kebanyakan cukup 'keras' sehingga pendekatan dan usaha yang kami lakukan harus ekstra keras juga.
Well... meski dengan segala kendala dan keletihan, kami masih tetap berjalan kok, jalan terusssss....

Nah untuk bentuk solidaritas dan saling mendukung di sobat perpus kita akan sangat terbuka sekali, dan ditunggu kunjungannya yaaa...

Hmmmm... untuk lebih lanjut tentang rumah kami cek: redrebelzine.multiply.com / friendster: redrebelzine@yahoo.co.id
Ps. multiplynya masih sederhana, maklum kita orang2 yg rada gaptek hehehehehe...


message 10: by [deleted user] (new)

O ya betul Mang perpusnya Om Hwie. Bertahun2 lalu gw ke sana, nungguin dia bangun dari pagi. Cuma dah lupa sama sekali soal alamatnya dsb.

Saat itu belum jadi perpustakaan, hanya kawan2 "sealiran" aja yang tahu buat nyari2 bahan. Maklum, sejarah dia di Lekra dan koleksi bukunya masih bikin dia takut2 untuk tampil.


message 11: by [deleted user] (new)

Homerian Book di Kompol Baciro, Yogya.
Ini toko gabung perpustakaan (buku + DVD). Koleksi perpustakaannya lebih banyak en menarik dibanding buku2 yg dilepas buat jualan.
Banyak buku impor.


message 12: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Ikutaan. Gue ga punya sumbangan nama perpustakaan, tapi gue sendiri berencana bikin perpustakaan swadaya di Bandung. Wujudnya belom ada, baru ada koleksinya yg dikumpulkan sedikit demi sedikit pake uang jajan pribadi, bisa diintip di: http://www.goodreads.com/profile/Perp...

Mudah2an kalo jadi entar bisa jadi anggota Sobat Perpus.

Konsep Rumah Baca di atas menarik juga nih, terutama buat perpustakaan low-budget.


message 13: by Ordinary Dahlia (new)

Ordinary Dahlia (OrdinaryDahlia) | 775 comments hayu...hayu...kita ke Bandung!
*nyiapin ransel gede*


message 14: by Sylvia (new)

Sylvia (sylnamira) | 512 comments Waduh, ada yang semangat nih ke Bandung, mo ke rumah baca apa mo ke 'rumah baca'..? *hihi*


message 15: by Ordinary Dahlia (new)

Ordinary Dahlia (OrdinaryDahlia) | 775 comments sekalian...
*sibuk berkemas2*


message 16: by Sylvia (new)

Sylvia (sylnamira) | 512 comments Ikuuttt...!! *browsing katalog Rumah Mode*


message 17: by Weni (new)

Weni | 202 comments Syl, rumah mode ? hmm... confession of a shopaholic ? :D


message 18: by Ordinary Dahlia (new)

Ordinary Dahlia (OrdinaryDahlia) | 775 comments *mnatap syl dgn curiga*


message 19: by Sylvia (new)

Sylvia (sylnamira) | 512 comments Huahahaha!!!


message 20: by Bunga Mawar (new)

Bunga Mawar (verad) | 951 comments Teman-teman,
sekedar berbagi info yah. Mungkin sudah ada yang pernah dengar / baca liputan tentang Warung Baca Lebak Wangi? Ini perpustakaan yang benar2 mandiri milik Ibu Kiswanti. Letaknya di tengah perkampungan, lumayan jauh dari jalan raya. Tepatnya di Desa Lebakwangi, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Bicara koleksi, yang jelas tidak bisa dibandingkan dengan perpus yang biasa teman2 kunjungi lah, tapi bila mendengar dan melihat semangat Bu Kis hingga taman bacaan ini bisa berdiri dan bertahan di tengah masyarakat pedesaan, benar-benar perjuangan yang "menggidikkan bulu roma".
Apalagi Warung Baca ini, di tengah segala kemandiriannya, kemudian mampu menjadi pusat pelatihan masyarakat setempat. Ada PAUD, TPA, hingga kursus komputer, yang semuanya gratis-tis bagi pesertanya.
Yang paling berkesan bagi saya dari Warabal ini adalah salah satu "tagline"-nya: KEMISKINAN BUKAN ALASAN UNTUK CERDAS.


message 21: by Bunga Mawar (new)

Bunga Mawar (verad) | 951 comments Ada. Nanti ta' kasih tahu. Profil beliau dan foto warabal ada di MP saya.
Tapi belon kelar, soalnya kisahnya heboh banget, sampe perlu jeda nulisnya, hehe...


message 22: by cindy (new)

cindy | 112 comments Aku ingat waktu masih sekolah dulu pernah diajak field trip oleh guru bahasa indonesia ke Pondok Baca Sekayu milik Nh Dini di kp sekayu (wong semarang iki lo). Koleksi pribadi beliau cukup mengagumkan dan tertata rapi. Tapi seiring masa pensiun, awal 2000-an beliau sudah pindah ke Yogyakarta. Ada orang Yogya di sini?


message 23: by cindy (new)

cindy | 112 comments Update: dari bertanya ke kiri bertanya ke kanan, hasilnya sbb:
- setengah koleksi buku (skt 4000 jdl buku) milik Ibu Nh Dini disumbangkan ke Rotary Club Semarang.
- setengahnya lagi dihibahkan ke Yayasan Wredha Mulya di Sinduadi, Yogya. Sekarang kegiatan pondok baca diteruskan di aula Graha Wredha Mulya.
-Koleksinya terdiri dari bacaan beragam bertema tanah air, dunia luar, dan fiksi, buku-buku dongeng, cerita rakyat, tokoh nasional, geografi atau lingkungan Indonesia, cerita rekaan dan petualangan, cerita tentang tokoh internasional, serta pengetahuan umum.



message 24: by gieb (new)

gieb | 743 comments desa jabung itu terpencil sekali dari kota malang. salut deh.


message 25: by gieb (new)

gieb | 743 comments sebagian besar koleksi perpustakaan idayu memang berpindah ke perpustakaan bung karno di blitar.


message 26: by gieb (last edited Sep 02, 2008 11:47PM) (new)

gieb | 743 comments UPT PERPUSTAKAAN PROKLAMATOR BUNG KARNO KOTA BLITAR
Jenis Instansi : Perpustakaan Umum (PU )
Alamat : Jl. Kalasan No. 01 Blitar
Kota : Blitar
Propinsi : Jawa Timur
Telepon : (0342) 815476, 815479

Sebagai wahana wisata perpustakaan kepresidenan (presidential library) pertama di Indonesia, fasilitas itu memuat segala sesuatu tentang Bung Karno, mulai dari pemikiran, buku, koleksi foto, dan film untuk disimpan dan dipamerkan.

Keberadaan perpustakaan dimaksudkan sebagai sarana melestarikan sosok serta pemikiran sang proklamator, terutama bagi generasi mendatang.

Sederhananya, dengan terciptanya regenerasi pemahaman sosok Bung Karno sebagai seorang tokoh sejarah, hal itu sekaligus menjamin kelangsungan minat serta keberadaan orang untuk terus datang berziarah ke sana.

Perpustakaan ini dibangun dengan dana Rp 12 milyar. Jadi, bisa dibayangkan betapa megah dan artistiknya.




message 27: by lita (new)

lita Nambah satu lagi,

Ada perpustakaan unik khusus tuna netra. Merupakan bagian dari Yayasan Mitra Netra yang beralamat di Jl. Gunung Balong II No. 58 Lebak Bulus, Jakarta Selatan 12440- Indonesia.

Bagian perpustakaan Yayasan Mitra Netra didirikan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan akan buku-buku guna mengembangkan wawasan tunanetra tentang ilmu pengetahuan dan informasi yang terus berkembang dengan pesat, sehingga nantinya diharapkan akan terbentuk masyarakat tunanetra Indonesia yang gemar membaca dan belajar.
Perpustakaan Yayasan Mitra Netra menyediakan dua bentuk pelayanan yaitu:

1. Peminjaman buku braille dan buku bicara.
2. Menerima pesanan pembuatan buku braille dan buku bicara.

Perpustakaan Yayasan Mitra Netra terdiri dari 3 bagian yaitu :
Perpustakaan Buku Braille dan Buku Bicara (kaset).

Perpustakaan Kaset Yayasan Mitra Netra didirikan pada tahun 1991. Penyelenggaraan perpustakaan ini dilatarbelakangi oleh beberapa alasan yaitu:

* Minimnya bahan bacaan yang tersedia bagi tunanetra khususnya siswa dan mahasiswa yang menempuh pendidikan terpadu sehingga mempengaruhi prestasi belajar mereka.
* Mahalnya biaya serta lamanya waktu yang dibutuhkan untuk pembuatan buku-buku braille.

Perpustakaan buku braille Yayasan Mitra Netra didirikan pada tahun 1995. Alasan yang melatar belakangi pendirian perpustakaan braille tersebut adalah :

* Tidak terpenuhinya kebutuhan akan buku-buku braille bagi tunanetra baik ditoko buku maupun di perpustakaan-perpustakaan umum.
* Untuk beberapa bidang tertentu yaitu matematika, fisika, kimia dan bahasa asing dirasakan lebih sulit apabila menggunakan buku bicara.

Unit Produksi Buku Bicara (Kaset)

Adapun tahap pembuatan buku bicara adalah sebagai berikut :

* Buku buku yang dibacakan pada saat yang bersamaan direkam kedalam kaset master.
* Tahap selanjutnya adalah dilakukan koreksi terhadap hasil rekaman tersebut.
* Setelah kaset master tersebut selesai dikoreksi, lalu dilakukan penggandaan sesuai dengan kebutuhan untuk kemudian siap dipergunakan.

Dalam pembuatan buku bicara selain melibatkan staf Yayasan sebagai pembaca, juga melibatkan para pembaca sukarela dari kalangan masyarakat luas.
Unit Produksi Buku Braille

Saat ini pembuatan buku braille telah dipermudah dengan diciptakannya Mitra Netra Braille Converter (MBC) yaitu perangkat lunak komputer yang dapat merubah tulisan latin biasa menjadi huruf braille secara otomatis. Dengan pemakaian MBC ini, pembuatan buku-buku braille dapat dilakukan dengan lebih cepat dan oleh orang yang bukan ahli dalam bidang huruf braille sekalipun

Adapun tahap-tahap pembuatan buku braille adalah sebagai berikut :

1. Mula-mula dilakukan pengetikan terhadap naskah buku yang akan dibraillekan dengan menggunakan program W.P. 5.1. dari naskah yang telah diketik tersebut, kemudian dilakukan konversi kedalam huruf braille dengan menggunakan MBC.
2. Bentuk tulisan braille yang dihasilkan MBC ini adalah tulisan braille dengan standard ASCII (American Standard Code International Institute), sehingga dapat dicetak dengan menggunakan braille printer jenis apapun.

Proses konversi ini terdiri dari dua bentuk yaitu :

1. Bentuk pertama dengan mengambil data dari dokumen dalam W.P. (WordPerfect) kemudian langsung dicetak dalam lembaran-lembaran braille dengan menggunakan braille printer. Bentuk ini biasanya digunakan untuk mencetak buku-buku esakta.
2. Bentuk kedua yaitu dengan mengambil data dari dokumen yang dihasilkan program W.P. (WordPerfect), kemudian merubah data tersebut menjadi file dengan format braille yang dapat disimpan sebagai master (membentuk master file braille). Dari master tersebut kemudian dicetak menjadi lembaran-lembaran braille dengan menggunakan braille printer. Bentuk ini biasanya digunakan untuk membuat buku-buku non esakta.

Perpustakaan ini yang kemudian mengakomodir Gerakan 1001 buku untuk tuna netra, yaitu gerakan untuk mengalih-format dari bentuk buku biasa menjadi bentuk braille atau yang terkomputerisasi. Gerakan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan para tuna netra yang haus akan bacaan.




message 28: by [deleted user] (new)

Ada perpustakaan punya Percik, LSM yang markasnya di Salatiga. Biasa aja sih, isinya kebanyakan buku-buku hukum, sosial, dan politik. Tp lokasinya sangat oke, bukit kecil yang sejuk banget di tengah2 persawahan luas gitu... Dah pernah masuk Kompas lho :P


message 29: by Mirma (new)

Mirma Hapsari | 21 comments saya anggota bagu di goodreads.seneng banget bisa bergabung. kebetulan saat ini saya buka taman baca di manahan solo. ini adalah wujud impian liar saya dari kecil. punya taman baca. boleh gak ya, saya gabung di sobat perpus???


message 30: by Mirma (new)

Mirma Hapsari | 21 comments kalo goodreads mau ngunjungi taman baca saya di solo, kita wellcome banget lho!!!!oh ya, nama taman baca kita "bacabuku".baru 28 juni kemarin buka. kita punya tagline"open your mind". penginnya sih, setelah datang ke tempat kita, orang2 bisa dapat sesuatu, syukur2 berguna bagi hidupnya....


message 31: by Sylvia (new)

Sylvia (sylnamira) | 512 comments Di Solo..? Hmm.. kampung halaman siapa ya? Bisa tuh sekalian berkunjung :)
Mirma, oke banget sih punya taman bacaan sendiri.
Sukses terus yaa..


message 32: by Mirma (new)

Mirma Hapsari | 21 comments thank u ya...
iya taman bacaan...alamatnya di jl. menteri supeno 19 , manahan, solo.koleksinya macem-macem sih..komik ada, majalah juga, novel, buku2 yang sedikit "berat"(berat segalanya:isinya, harga, plus bobotnya).hehehehe.sulit banget buat bikin orang seneng baca.ada usul gak??kontaknya lewat aku aja.belum pasang telpon.mirma_h@yahoo.com


message 33: by Tyas (new)

Tyas (tyasisamonster) | 85 comments ini perpus punya temanku di daerah surabaya, ada newsletternya pula:
http://coffee-cat.net/c2o/library/
katalognya bisa dilihat online, keren-keren juga tuh...


message 34: by Indah (new)

Indah (Indahjuli) | 67 comments Ikutan komen..
Perpustakaannya Ibu Kiswanti itu sudah banyak yang liput. Indosiar, Trans TV, Kompas, Gatra. Malah baru-baru ini dapat bantuan dari kalau ngak salah dari salah satu bank, untuk memperbesar ruang perpustakaannya.

Didekat tempat tinggalku di Bekasi Utara, ada perpustakaan untuk umum yang dikelola sama Yayasan Dharmais. Bukunya lumayan lengkap, sayang pengunjungnya sedikit.


message 35: by Pra (new)

Pra  (vlatonovic) | 1187 comments Di kota Semarang mulai 7 Mei tahun 2006 ada instruksi dari pemkot agar setiap Kelurahan membuka Rumah Pintar. Rumah Pintar adalah semacam perpustakaan kecil-kecilan yang menyediakan buku-buku bacaan yang sebagian besar ditujukan bagi anak-anak dan perempuan. Pengelola Rumah Pintar biasanya pengurus PKK yang juga pemilik rumah dimana Rumah Pintar tersebut berdiri. Saat ini sebagian besar dari 177 Kelurahan di Kota Semarang sudah memiliki Rumah Pintar. Konsep perpustakaan lingkungan ini menarik perhatian Ibu Negara Ani Yudhoyono yang akhirnya mencoba mengadopsi untuk diterapkan di seluruh Indonesia.

Meski secara kuantitas jumlah Rumah Pintar di Semarang mencapai 152 buah (data per 16 Agustus 2007), diakui belum semuanya memiliki kualitas yang baik. Tergantung dengan kemampuan pemilik rumah dalam mengelola koleksi buku. selain itu, minimnya tambahan koleksi baru juga membuat anak-anak akhirnya malas berkunjung ke Rumah Pintar. Tentu mereka jenuh jika bacaan yang ada itu-itu saja dan sudah dibaca berulang kali.


message 36: by Isman (new)

Isman | 67 comments Perpustakaan Kebudayaan dan Pariwisata (di komplek Galeri Nasional).

Jl. Merdeka Timur No. 14
Jakarta Pusat dekat Stasiun Gambir.

Pernah dibahas di harian Bisnis:
http://cybertravel.cbn.net.id/cbprtl/...

Kepala pengurusnya Ibu Ika Kartika. Beliau orangnya ramah dan bersemangat. Asyik kalau mendengar cerita perjuangan beliau memperjuangkan perpustakaan ini.

Lokasi lantai dua ada sofa yang nyaman, dan ada koleksi video-video kuna tentang Indonesia. Sistem perpustakaannya juga sudah menggunakan komputer.

Yang lebih menarik, di bagian belakang komplek Galeri Nasional itu ada sejumlah koleksi nonbuku yang historis. Ada mesin cetak foto zaman Belanda (termasuk negatif-negatifnya yang sebesar ubin.) Ada berbagai koleksi pengarsipan prasasti Indonesia yang dilakukan oleh para sejarawan Belanda--dilakukan dengan berlapis-lapis kertas roti yang dibalur putih telor. Yang ini sih bukan koleksi untuk diperlihatkan ke umum, namun pengurusnya (aduh, saya lupa nama beliau) juga serupa seperti Bu Ika: ramah, idealis, dan bersemangat. Kalau kita memang tertarik pada peninggalan budaya ini, beliau akan mau memperlihatkannya pada kita, beserta keterangan yang memukau.


message 37: by Isman (new)

Isman | 67 comments Kalau GR Indonesia mau bareng-bareng berkunjung ke sana, saya kasih nomor kontak Bu Ika ke PIC-nya (Person in Charge) deh. Soalnya tahun lalu sempat beberapa kali perpustakaannya tutup, karena status pengelolanya nggak jelas. Minimal kita bisa kontak beliau untuk memberi tahu niat kunjungan itu dulu.

Nggak enak kan kalau datang pas tutup. Di sisi lain, pengelolanya juga akan semangat kalau tahu animo pengunjung yang besar.

Sebagai informasi, hampir semua pengelola itu dari UPT (Unit Pelaksana Teknis) lain, bukan yang memang resmi ditunjuk sebagai pengelola. Mereka bergabung karena idealisme juga. Bekerja dulu di awal, dengan harapan setelah nanti struktur organisasi pengelola perpustakaan diresmikan, mereka bisa resmi pindah ke situ. Namun, setelah beberapa lama bergabung, tidak ada kejelasan status juga. Jadinya, ada yang kembali ditarik oleh UPT-nya (karena kerjaan aslinya kan tetap menumpuk).

Semoga saja sekarang sudah jelas. Karena sayang sekali kalau perpustakaan sebagus ini terbengkalai hanya karena masalah internal organisasi. (Padahal jauh lebih susah mencari pengelola yang memang peduli, dibandingkan sekadar meresmikan struktur.)


message 38: by Phadli (new)

Phadli Hasyim | 13 comments Nah gue punya info perpustakaan neh...

PERPUSTAKAAN BATU API, Jalan raya jatinangor, SUmedang. Lokasi dekat Universitas Padjdajaran atau dekat IPDN.
terdiri dari satu ruangan besar dan satu ruangan kecil.

Perpustakaan ini menjadi tempat bermain mahasiswa UNPAD yang memang rajin baca, sekedar nongkrong, atau sekedar pengen bercanda dengan si penjaga.

Perpustakaan ini dijaga oleh bang Anton lulusan sejarah UNPAD dan istrinya yang cantik. PErpustakaan ini buka senin-sabtu dari pagi sampai sore saja.

Bang anton memiliki banyak koleksi buku. dari pramudya sampai beni dan mice. Dia juga rajin buat kliping koran.
Koleksi bukunya banyak sekali. Dia pasti bilang," hitung aja sendiri kalau mau tau jumlahnya".
Nah, pengunjung juga bisa copy film2 jadul, lagu2 jadul,dll.

Perpustakaan ini memungut pendaftaran Rp.10.000,00
nah kalo meminjam bayar Rp.1000 perhari atau Rp.3000 per hari.

Perpustakaan batu apai sangat layak dikunjungi bila anda2 datang ke Jatinagor. Lokasi lebih dekat dengan Jatinagor Town Square


message 39: by owl (new)

owl (buzenk) | 1651 comments Apa perpustakaan NGO boleh gabung di sobat perpus?.


kebetulan tempat saya bekerja dimana saya menjadi Librarian-nya adalah NGO yang mengkhususkan dirinya terhadap isu-isu perempuan. Dan awal berdiri lembaga ini sebenarnya adalah untuk memberikan data-informasi-pengetahuan seputar isu perempuan. Lembaga kami berdiri sejak 1985, yang digagas dan didirikan oleh 5 orang perempuan, Myra Diarsi, Sitta Aripurnami, Ratna Saptari, Debra H. Yatim, dan Syarifah Sabaroedin. Pun sejak 1985 telah mendeklarasikan diri sebagai Pusat Informasi dan Komunikasi Perempuan Kalyanamitra. Saat ini Kalyanamitra telah memiliki koleksi buku sekitar 8000 koleksi buku. Selain buku kami juga mengoleksi Working Paper, jutaan koleksi kliping, audio visual, dll.
Koleksi kami dikelompokan menjadi 2 subjek, yaitu subjek Perempuan, dan Umum.

Kalyanamitra bertempat di Jl. Kaca Jendela II No. 9 Rawajati-Kalibata Jakarta Selatan.


salam,
Ika Agustina a.k.a buzenk


message 40: by Lutfi (new)

Lutfi Retno (LutfiRetnoWahyudyanti) | 185 comments Nambahi, tempat kerjaku punya dua perpustakaan.

1. Perpustakaan Dr. loekman Soetrisno, MA. Punya 7000an judul buku dengan topik mulai filsafat, agama, pertanian, gender, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat. Buka senin sampai jumat pk 10 pagi mpe 4 sore. Pinjem buku gratis.

2. Perpustakaan Keliling SATUNAMA

Jln. Sambisari No 99, Duwet, Sendangadi, Mlati, Sleman, DIY, 55285.
satunama@satunama.org
Telepon di nomor 0274-867745, 867746, 867747 ekstensi
Fax. 0274-889044

Punya koleksi 6000 buku dan sekitar 50 film untuk anak.


message 41: by Yanty (new)

Yanty Chen (wwwgoodreadscomlovianettesherry) | 12 comments ga yakin...tapi aku dulu suka banget kesini pinjem buku

ZOE - Zone of Edutainment (Education and Entertainment)
-Library-Shop-Cafe-
Jl. Margonda Raya No. 27, Depok
Telp. 021-7775473
Fax. 021-7775473
Email : zoedepok@yahoo.com
Milist : zoe-depok@yahoogroups.com


message 42: by Tanjunk (new)

Tanjunk Nara | 2 comments mmm.. hai..mau ikutan nimbrung ne. ada satu perpustakaan yang tiap hari aku datengin di jogja, namanya Perpustakaan Kota Jogja, di bawah Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta punyanya PemKot Jogja. Alamatnya di Jalan Suroto No.9 Kotabaru Yogyakarta. Bagi kalian yang pernah ke jogja dan mampir ke Gramedia pusat, nah ne perpus ada di belakangnya. Dulunya se di Jl. Pekapalan Alun-Alun Utara. Tempatnya lumayan seru, cuma agak kurang gede jadi berasa empet-empetan aja gitu di dalem, 2 lantai se, lantai pertama buat koleksi yang bisa dipinjem + ruang baca, lantai dua buat rame-rame, ada ruang anak + buku dan permainannya, ruang referensi, ruang internet, ruang rapat, ruang audiovisual, beuhh kalo lagi masa liburan anak penuhnyeee.. tiap hari pengunnjungnya bisa mpe 200an.
diluar juga ada gazebo buat hotspotan selama 3jam gratis. hampir semua fasilitas yang disediain gratis, dari bikin kartu anggota yang kartunya uda mirip sim gitu, internet gratis 1jam, hotspot, pinjam buku, kadang lo pas ada diskusi buku juga gratis. Anggotanya kebanyakan mahasiswa, masyarakat umum, lagi para pelajar. koleksi buku-bukunya sudah lumayan banyak, kebanyakan buku-buku terbitan baru.
perpus kota buka tiap hari kecuali hari libur nasional. dari jam 8pagi mpejam 5 sore. lo sabtu mpe jam3, minggunya jam 9 mpe jam2 siang. Ada 1 ka. Kantor, 1 Kasie perpus, 4 pustakawan, 4 capeg, 4 staf perpus,dan 6 volunter. ditiap minggunya selalu ada kegiatan, mulai dari yang untuk anak-anak pra sekolah, sd,smp, dan sma. semboyan perpusnya "The dinamyc Library", perpus yang dinamis, gak cuma pinjam dan baca buku aja, tapi semua kegiatan bisa dilakuin di perpus. Nah, jadi kalo main ke jogja, mampir de ke perpus. seru lho.. :)


message 43: by Andri (new)

Andri (ClickAndri) | 665 comments Doh Bandung..

-andri-

Amang wrote: "Dapet data dari Common Room, Komunitas Dipan Senja dan Tobucil atas sebuah project yang disebut Data Komunitas Literer Bandung...

Bale Pustaka, Jl. Jawa No. 6 Bandung 40117 telp/fax. 022 4207732/4..."



message 44: by Kucing (new)

Kucing | 22 comments Melengkapi info dr Lita mengenai perpustakaan diknas, ini alamat lengkapnya:
Gedung A, Lt. 1
Jl. Jenderal Sudirman
Senayan, Jakarta Selatan
Telp: 570 7870

Jam Buka:
Senin-Jumat: 09.00 - 18.00
Sabtu: 09.00 - 14.00

Web: http://senayan.diknas.go.id/

Sayangnya saat ini situs sdg ada masalah (barusan saya cek ke perpus). Melalui situs ini kita bisa tau buku yang ingin kita pinjam tersedia atau sedang dipinjam. Kita bahkan bisa pesan untuk dimasukkan ke dafter tunggu dan petugas akan menghubungi begitu buku tersedia.


message 45: by Earth (new)

Earth | 15 comments Tanjunk wrote: "mmm.. hai..mau ikutan nimbrung ne. ada satu perpustakaan yang tiap hari aku datengin di jogja, namanya Perpustakaan Kota Jogja, di bawah Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta punyany..."

Jogja..jogja..tuh perpus sering kulewati..tapi belom sempat mampir...(lha di yk cuma sabtu-minggu doang)..

Eh.. di Kota Malang ada Perpus yang enak banget tempatnya.. dikawasan Jalan Ijen.. dulu pernah kesana beberapa kali pas masih kuliah di Malang.

Bangunannya kuno,tembok tinggi, masih ubin yang bersih dan mengkilap,luas, bukunya juga banyak, adeeem banget tempatnya..

*Moga-moga masih eksis perpusnya..(ngebayangin jaman dulu)*


message 46: by Marchel (new)

Marchel | 1649 comments Eh anu, gw juga nambahin ah.

Kebetulan tempatnya satu komplek dgn rumah.

Namanya Rumah Baca Al-Rasyid, alamat di Komplek Bukit Indah Blok D 17 / 1.
Mau baca di tempat, mau dipinjam bawa pulang gratis.
jam buka Senin s/d Jumat, pk. 09.00-12.00, dan 15.00 s/d 18.00.

Ada websitenya :
http://rumahbacaal-rasyid.blogspot.co...

Sayangnya pengunjungnya hanya anak-anak komplek. Itu pun juga tidak banyak.

Dari obrolan dengan pemiliknya, Pak Bambang Budi Santoso, pernah beberapa kali buku yg dipinjam tidak balik selama bertahun-tahun. Kasusnya sih anak SD yg sekolahnya dekat rumah baca ini pinjam buku. Begitu lulus sekolah dan SMP nya jauh dari situ (dan rumah yg pinjam juga bukan sekitar situ ^.^), jadilah tuh buku ga balik-balik. Ada sih yg balik, tapi agak lama. 1-2 tahun deh.

Sayangnya buka hanya di hari kerja, jd gw ga pernah bisa pinjam.

Ada yg minat mengunjungi?


message 47: by Marchel (new)

Marchel | 1649 comments Lagi iseng-iseng browsing, nemu satu lagi perpus swadaya masyarakat.

Yg mengusahakan mantan anak jalanan. Perpus sekaligus sekolah.
Namanya Yayasan Bina Insan Mandiri, bertempat di beranda mesjid Terminal Depok.
Sekolah gratis dan tak ada syarat apa pun bagi yang mau masuk.
Ini link nya :
http://duniaperpustakaan.com/2010/12/...

Tolong bagi anggota GRI Depok, ada yang bisa kasih laporan pandangan mata?


message 48: by Tanjunk (new)

Tanjunk Nara | 2 comments marchel wrote:"Jogja..jogja..tuh perpus sering kulewati..tapi belom sempat mampir...(lha di yk cuma sabtu-minggu doang).."


-sabtu-minggu, perpusnya juga buka kok.. cuma agak lebih pagian aja tutupnya. hee.. :)


message 49: by Zaza (new)

Zaza | 18 comments Ikut melengkapi..

Perpustakaan dan Gd. Arsip daerah Riau
Jl. Sudirman Pekanbaru.

Gedungnya oke, tempat bacanya nyaman, koleksinya banyak :)


message 50: by sastrapertala (new)

sastrapertala | 172 comments thanx, mas amang atas infonya di twitter *jd pengen ngecek thread ini*

ada info lagikah? terutama perpus yg stok buku maupun dananya minim..


« previous 1 3
back to top

unread topics | mark unread