Jakarta's Bookworms discussion

note: This topic has been closed to new comments.
30 views
Baca Sama-Sama (BaSS) > Maret-April 2011 Non-fiksi: Sumatra Tempo Doeloe

Comments Showing 1-47 of 47 (47 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 58 comments pertamax!


message 2: by Azia (new)

Azia | 47 comments yah keserobot bang epi >.<


message 3: by Darnia (new)

Darnia anu...baca sama-sama itu maksudnya gimana?


message 4: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 58 comments @darnia: kita membaca buku ini di rumah masing-masing. start awalnya maret ini. Jika ada yg sesuatu yg berkesan/pengen dishare, silahkan mengisi comment di thread ini. gitu gak ya?

hehee..
hayuuk baca bareng


message 5: by Darnia (new)

Darnia @helvyr : owh...gw kira ngumpul trus bacanya bareng hehehhehehheh...
makasih penjelasannya...

btw, teman-teman GRI nggak ada yang ke Kompas Gramedia Bookfair di Istora?


message 6: by Marchel, Tukang Kompor (new)

Marchel | 136 comments Mod
Amang wrote: "GRI? coba tanya ke forum sebelah. BTW, ini Jakarta's Bookworms. "

Yup, ntuh yg komen di msg#8 itu biang nya.
*pake helm baja takut digetok*


message 7: by winda (new)

winda (iwien) Pengen ikutan...tapi..mesti hunting bukunya dulu..


message 8: by winda (new)

winda (iwien) Oiya, barusan dari webnya Kobam
http://komunitasbambu.com/regular/isi...
ada bedah bukunya Buku Sumatra Tempo Doeloe
Jum'at 4 Maret 2011 jam 15.00-17.00 di Wisma Antara, Jl. Medan Merdeka No.17 Jakarta Pusat


message 9: by winda (new)

winda (iwien) Amang wrote: "Betul Winda, detilnya ada di taut ini: http://www.goodreads.com/topic/show/4..."

Ohhh...ternyata dari sana baru ke sini yaaa...
so sorry Mas Amang, kurang menyimak group ini :D


message 10: by winda (last edited Mar 01, 2011 08:11AM) (new)

winda (iwien) Amang wrote: "Jadi mau ikutan baca sama-sama juga?"

Iyaaaa, tadi pagi bukunya sudah sampai dengan selamat, berkat bantuan kurir dari Kobam...
*mulai ikut baca bareng :)*


message 11: by Marchel, Tukang Kompor (last edited Mar 01, 2011 08:42PM) (new)

Marchel | 136 comments Mod
Mang, kok batu di komplek megalitik itu (yang di poto ^^) kok mirip elu ya?
gyahahahaha *teleport-ke-tempat-lain*


message 12: by winda (last edited Mar 02, 2011 06:48AM) (new)

winda (iwien) *ikut ngakak bentar...*

Syereeem...baca bab para kanibal dan raja-raja...

"Jika penyihir itu berkata bahwa si sakit akan mati, kerabat si sakit akan memanggil orang-orang tertentu yang ditunjuk khusus untuk membunuh orang-orang seperti si sakit. Orang-orang itu datang dan mencengkram si sakit dan menaruh sesuatu ke mulutnya sehingga ia mati kehabisan napas. Ketika ia sudah mati, mereka akan memasaknya. Kemudian para kerabat akan berkumpul dan menyantap seluruh badan orang itu." (hal 11)

Kok berasa baca buku dongeng yaaa? Ga berasa baca buku sejarah :D

Seruuuuu banyak ilustrasinya :)


message 13: by winda (last edited Mar 02, 2011 03:54PM) (new)

winda (iwien) Amang wrote: "Iya, gue suka banget sama ilustrasi-ilustrasinya. Bentuk orang2nya kok agak2 aneh gitu yah. Hehehe.
..."


Iya... bentuk orang jaman dulu emang kaya gitu kali.... hehehe.. *peace orang-orang jaman dulu*

Amang wrote:"...itu sih ternyata bagian dari tulisan yang pernah gue baca sebelumnya..

Oh, gitu ya Mas Amang... jadi pengen baca dari penjara ke penjara juga... Thanks buat infonya :)


message 14: by winda (last edited Mar 03, 2011 03:44AM) (new)

winda (iwien) Amang wrote: "....Lucu banget waktu baca bagian orang yang petantang-petenteng, rambutnya panjang (seperti Rambo kali ya) dan bawa 2 pistol di pinggang"

xixixi...justru saya malah ngebayanginnya NagaBonar, kan pas Nagabonar 1 rambutnya panjang :D


message 15: by winda (new)

winda (iwien) pas baca halaman 5, sebenernya penasaran sama isi prasasti kedudukan bukit. Nemu info di Mr.Wiki
http://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti...

eh...kayanya prasasti ini, pernah muncul di buku pelajaran sejarah waktu SMA deh... *lupa...lupa...lupa...lupa... lupa*
sekarang jadi ingat...ingat...ingat..lagi :D


message 16: by winda (new)

winda (iwien) Amang wrote: "winda wrote: "Betul bgt! Nagabonar... inget gak adegan pas Nagabonar ketemu kawannya yang dulu sama2 pencopet,..."

hmmm... mesti nonton ulang lagi kayanya T_T

Baru nyampe Perjalanan Ibnu Batutah..
Di halaman 13: kami tiba di Pulau Jawa [Sumatera]... Nama pulau tersebut diambil dari kemenyan yang disebut jawi

jadi terlintas pertanyaan, dulu berarti Sumatera dikenal dengan nama Jawa? Atau hanya Ibnu Batutah saja yang menamakannya Sumatera sebagai Jawa?
*jadi pengen baca buku historical of Java *


message 17: by winda (new)

winda (iwien) Amang wrote: "Aku bisa jawab ini. Pada masa itu dikenal dua jawa: Java Major dan Java Minor. Sumatera dikenal dengan Java Minor. Sedang Jawa dinamakan Java Major. Penamaan ini cukup lama dikenal dalam kartografi..."

Manggut-manggut membaca penjelasannya Mas Amang.
Makasih banyak yaaa ^___^


message 18: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 58 comments Wokedah...isi disini aje..
@winda: salam kenal


message 19: by winda (new)

winda (iwien) Helvry wrote:"
@winda: salam kenal"


Salam kenal juga Bang Helvry :)
Penasaran sama marga Sinaga,nyasar di Wikipedia
http://id.wikipedia.org/wiki/Sinaga...
Suka denger cerita temen-temen yang dari Batak menceritakan asal usul leluhurnya...


message 20: by winda (new)

winda (iwien) Amang wrote: "Karena sudah selesai, silakan baca review gue di: http://www.goodreads.com/review/show/..."

Lapor! saya udah baca Mas Amang, hehehe :)


message 21: by winda (new)

winda (iwien) Harun Harahap wrote: "Mau ah ikutan baca barengggg..besok nyari bukunya ahhh..."

Asyiiik ada Harun...makin rame deh baca barengnya.


message 22: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 58 comments winda wrote: "Helvry wrote:"
@winda: salam kenal"

Salam kenal juga Bang Helvry :)
Penasaran sama marga Sinaga,nyasar di Wikipedia
http://id.wikipedia.org/wiki/Sinaga...
Suka denger cerita temen-temen yang dari Batak menceritakan asal usul leluhurnya.."


eh..itu juga ada bang Harun kok orang batak jg. hehehe


message 23: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 58 comments Nah ini dia...aku penasaran dengan keterangan bahwa raja batak menganut hindu.
bolehlah nanti bukunya Uli Kozok turut memperkaya diskusi ini.

Kalau Islam dari Barus, saya kira benar mas Amang. sebab Barus menjadi pusat perdagangan/pelabuhan dulu. Dibanding kalau dari Aceh, pasti pedagangnya lewat darat, dan itu tidak aman.

tapi ini masih hipotesa.
brangkali ada ahli yang bisa memberi pencerahan


message 24: by winda (new)

winda (iwien) Waaaah, diskusinya makin menarik...
Hanya bisa menyimak saja, belum bisa berpendapat karena pengetahuan sejarahnya masih minim.


message 25: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 58 comments @winda: nimbrung aja disini..toh pasti kecipratan ilmu sejarah, wkwkwkwk.


message 26: by winda (last edited Mar 16, 2011 10:05AM) (new)

winda (iwien) Abis searching tetang Islamisasi di Sumatra Utara..
nemu link ini
http://www.hariansumutpos.com/arsip/?...
tadinya mau dicopas, tapi ternyata kepanjangan :D
Copas kesimpulannya aja yaaa:

Dapat dipastikan, Islam sudah masuk ke Sumatera Utara jauh sebelum Kerajaan Aceh Darussalam berdiri. Para ahli sejarah sepakat agama Islam masuk ke Indonesia melalui jaringan perdagangan. Dan Sumatera Utara merupakan kawasan yang penting secara ekonomi dan geografi. Agama Islam bisa dipastikan sudah sampai ke Sumatera Utara pada abad ke 7 M.

--> cumannya masih belum bisa menjawab pertanyaan Mas Amang :D


message 27: by winda (new)

winda (iwien) Harun Harahap wrote: "Gue baca Para Kanibal dan Raja-raja: Sumatera Utara pada tahun 1920an. Gue baru ngeh loh kalo badak itu mirip unicorn. "

pas baca bab ini, kaya baca buku dongeng, hehehe :D:D


message 28: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 58 comments bener sih kata mas Amang, Unicorn yang disebut Marcopolo adalah Badak Sumatra. Bukan hanya salah sebut badak sebagai unicorn, tapi Marcopolo juga salah mendeskripsikan binatang yang ada di Karajang, Provinsi di Mongol sebagai ular raksasa, padahal BUAYA.
In Kara-jang:
"In this province live huge snakes and serpents of such a size that no one could help but be amazed even to hear of them. They have two squat legs in front near the head, which have no feet but simply three claws, two small and one bigger. They have enormous heads and eyes so bulging that they are bigger than loaves. Their mouth is big enough to swallow a man at one gulp.



message 29: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 58 comments Amang wrote: "Ini juga yang jadi permasalahan buat gue. Maksud gue, si Marcopolo (yang bener nulisnya Marco Polo) itu bener-bener liat gak sih obyek yang dia tulis. Gue jadi inget ada orang yang bilang kalo Marc..."

Hahaha..iya..iya...Marco Polo pamer kalau dia terima koin Emas dari Kahn Agung, tanpa pernah menyebut tembok raksasa dalam catatannya. Mustahil tembok segede gambreng itu luput dari perhatiannya kalau memang dia kesana.


message 30: by Marchel, Tukang Kompor (new)

Marchel | 136 comments Mod
apa mungkin dia ditangkap Khan (bukan Kahn ^^) Agung, ditutup matanya selama jalan ke tenda dan selama jalan keluar pas dia mau dilepas?

Itu kan rahasia besar.


message 31: by Marchel, Tukang Kompor (new)

Marchel | 136 comments Mod
bukan itu sih soalnya Run!. Masalah menyebarkan agama secara terang-terangan yg membuat jadi perang.

Tapi emang ruibet kalo dah bicara soal beginian >.<


message 32: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 58 comments lapor. saya udah buat reviewnya.
sila diklik tautan berikut.

http://www.goodreads.com/review/show/...


message 33: by winda (new)

winda (iwien) Amang wrote: "Namanya Saola, yang dikenal dengan nama ”Unicorn Asia" ditemukan di Laos dan Vietnam tahun 1992"

Yahhh, gara2 liat gambar aslinya unicorn, hancurlah imajinasi unicorn yang keren kaya di cerita-cerita itu.. tapi... thanks infonya yaaa Mas Amang, jadi dapet pengetahuan baru deh :)


message 34: by winda (new)

winda (iwien) Helvry wrote: "lapor. saya udah buat reviewnya.
sila diklik tautan berikut.

http://www.goodreads.com/review/show/..."


OKE banget reviewannya.. *applause*


message 35: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 58 comments Heuheuheu.....kembali diskusi yoook
berhubung bukuku dipinjem sama Om Jimmy jadi nggak pakai ref ke halaman berapa nih ya..
Seingatku pengantar dari Anthony Reid yang mengatakan kalau Istana Pagaruyung yang dimaksud, bukanlah yang sekarang dikenal. Maksudnya bagaimana ya?


message 36: by Helvry (last edited Mar 23, 2011 08:23PM) (new)

Helvry Sinaga | 58 comments nggak kesampaian kesini desember lalu

description


message 37: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 58 comments waaah...kok terbakar mulu si?


message 38: by Helvry (last edited Mar 23, 2011 09:43PM) (new)

Helvry Sinaga | 58 comments O...berarti ketika Rafles kesana 1818 itu, istananya udah yang pindahan ya..sebab itu yang mas amang bilang awalnya di Ateh Bukik lalu ke sungai Jorong dan ke sungai Bunggo. Makanya Reid bilang, istana Pagaruyung itu bukan di lokasi yang sebenarnya.

Lalu pertanyaan selanjutnya. Dari situs ini
http://en.wikipedia.org/wiki/Pagaruyu...

sewaktu Tomas Dias kesana berarti lokasi Pagaruyungnya masih di tempat awalnya kali ya?


message 39: by htanzil (new)

htanzil | 23 comments Ini Review buku Sumatera Temo Doeloe di majalah Tempo

Kisah-kisah Pengelana Sumatera
22 Maret 2011

sampul buku sumatera tempo doeloeSumatera punya banyak nama, di antaranya Al-Rami, Lameri, Zabag, Samatra, Samantara, Zamatra, Zamatora, Somatra, Sumotra, Samotra, Samoder, Indalas, Andalas, Pulo Percha, Pulo Pritcho, dan Suwarnadwipa (pulau emas). Terkenal sejagat sepanjang masa karena rempah-rempah, emas, dan hasil hutannya yang berlimpah, wajar bila ia menjadi tujuan banyak orang.

Seperti terowongan waktu, buku berisi 38 tulisan dari tahun 851 hingga akhir 1950-an ini membawa pembaca berkelana ke masa lalu Sumatera, dari catatan-catatan para pengelana. Membacanya, kita bagaikan menyaksikan diorama sikap dan perilaku manusia dalam segala aspek dan situasi panggung kehidupan.

Sulayman, seorang pedagang Arab, mengawali terowongan waktu itu pada 851. Ia bercerita tentang raja di Sriwijaya, yang setiap hari melemparkan satu lempeng emas ke danau untuk warisannya kelak bagi seluruh lapisan masyarakat. Setelah pembukaan ini, paparan berikutnya sarat bermuatan stereotipe, primordialisme, kezaliman, kanibalisme, ketamakan, perbudakan, konsep keadilan, perang, dan lain-lain.

Setengah dari terowongan waktu itu berkaitan dengan Aceh, di antaranya tentang laksamana perempuan yang bersenjata busur, anak panah, lembing, pedang, dan perisai kecil yang bertarung bertelanjang dada, tanpa baju zi-rah (halaman 34). Kisah lainnya tentang Sultan Iskandar Muda yang perkasa, sangat berkuasa, dan kejam, memiliki kekuatan ekonomi serta militer. "Pemerintahannya sangat diwarnai oleh pertumpahan darah," tulis Augustin de Beaulieu (83-103).

Paparan tentang kanibalisme di antaranya datang dari Marco Polo. Dia menceritakan kanibalisme di Pidie pada 1290. Kanibalisme di Silindung ditulis Richard Burton, 1824. Disebutkan, pencuri, perampok, pezina, dan tawanan perang dimakan bersama-sama. Pezina dimakan sedikit demi sedikit sampai mati (hlm 229). John Anderson, 1815, menyaksikan, di pinggir Sungai Asa-han, kepala manusia digantung di balai. "Seorang kepala suku dianggap kaya berdasarkan jumlah kepala manusia yang ia miliki" (hlm 282).

Soal seks bebas diriwayatkan Fran�ois Martin, yang pada 1602 mengunjungi Aceh. "Sebelum menikah, gadis-gadis muda tidak merasa keberatan untuk melacurkan diri kepada laki-laki mana pun yang mereka sukai, dan hal itu sama sekali tidak menghalangi mereka dari pernikahan" (hlm 76). Orang tua yang berhubungan seks dengan anak-anak mereka mengatakan "bahwa ketika seseorang memelihara pohon, dan jika pohon itu menghasilkan buah, masuk akal baginya untuk turut menikmati buah tersebut" (hlm 80).

Aneka bentuk hukuman muncul di berbagai halaman. Penyebab hukuman mati di Aceh, di antaranya, memandangi istri orang atau perempuan yang sudah menikah mendekati laki-laki lain, berzina, dan membunuh, bahkan memandangi satu rumah penduduk dan melewati jalan tertentu beberapa kali tanpa memiliki alasan yang dapat diterima (hlm 119).

Hukuman cungkil mata dan potong hidung bagi perempuan, potong kemaluan bagi laki-laki, serta potong tangan dan kaki bagi pencuri adalah hal biasa. Ada eksekusi mati dengan cara bokong ditusuk tiang yang tajam, melewati perut, dan tembus di leher. "Saya pernah melihat seseorang dieksekusi seperti ini dan jasadnya dibiarkan dua atau tiga hari," tulis William Dampier (hlm 139).

Tapi cerita di buku ini tidak hanya soal hukuman atau kanibalisme. Drama terdamparnya kapal S�o Paulo di Pantai Tiku pada 1561 dikisahkan Henrique Dias. Orang Minangkabau, yang semula memberikan bantuan, balik menyerang. "Kami semua dalam keadaan tidur dan benar-benar tanpa persiapan, sehingga ada lebih dari 50 orang yang meninggal saat itu juga. Dona Francisca, seorang perempuan yang sangat cantik dan anggun, saat itu tertidur bersama suaminya di pantai. Suaminya terbunuh. Kami menduga Dona Francisca masih hidup," tulis Dias (hlm 51-55).

Sedangkan Thomas Stamford Raffles mengagumi Minangkabau, 1818. Ia menulis, "Di sinilah asal-muasal bangsa yang tersebar luas di bagian timur Kepulauan Nusantara" (hlm 209).

Kisah dari penulis lokal muncul lewat tulisan Tan Malaka, yang menceritakan penentangan saat ia membuka sekolah untuk anak-anak kuli kontrak di Perkebunan Senembah. "Apa gunanya anak kuli diajar. Dia akan lebih brutal daripada bapaknya. Suruh saja anak kuli mencangkul, habis perkara," kata tuan kebun. "Inilah logika Belanda kebun," tulis Tan Malaka (hlm 346).

Muhammad Radjab, ketika mengunjungi Sumatera Timur, Karo, Aceh, dan Danau Toba, pada 1947, menulis kesannya: "Saya yang berasal dari Sumatera sangat beruntung mempunyai pulau semolek, sehebat, dan sekaya warna ini. Berjam-jam kita merasa gembira, gembira dan beruntung, lenyap segala kemasygulan dan kesedihan hidup yang dialami selama bertahun-tahun di Jawa" (hlm 388).

Di ujung terowongan waktu, ada -James Mossman. Ia berbual-bual dengan para petinggi PRRI, seperti Mohammad Natsir, Syafruddin Prawiranegara, Kolonel Maludin Simbolon, dan Kolonel Dahlan Djambek, tentang taktik serta strategi PRRI menghadapi tentara pusat. Mossman juga bertemu dengan Brigjen Jatikusumo di Padang Sidimpuan, yang bertugas membersihkan Tapanuli dari pengaruh PRRI.

Basyral Hamidy Harahap, pemerhati sejarah Sumatera


message 40: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 58 comments tulisan beliau ini sepertinya dari makalah yang disampaikannya ketika bedah buku di kantor berita antara 4 maret lalu.
saya punya makalahnya, nanti saya scan dan saya share ke rekan-rekan semuanya.

*emang curi denger sih kalau ada seseorang(keknya wartawan) minta izin untuk buat resensi buku ini pake makalah bliow*


message 41: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 58 comments Teman-teman, kalau ada yang mau makalah Sumatra Tempo Doeloe, silahkan hubungi saya yaa..biar saya email.


message 42: by htanzil (new)

htanzil | 23 comments Helvry wrote: "Teman-teman, kalau ada yang mau makalah Sumatra Tempo Doeloe, silahkan hubungi saya yaa..biar saya email."

saya mau mas, kirim ke htanzil@gmail.com

sie2 ya.


message 43: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 58 comments belum ada bahan buat share kanibalisme euy..lagi tanya-tanya sama suhu nya dulu. Hehehe


message 44: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 58 comments melihat daftar isi buku Sumatra: Crossroads of Cultures,
disini:

http://www.kitlv.nl/pdf_documents/asi...

keliatannya mangstab teman-teman :)
Pada Bab 8 ada Islam in Sumatra: Culture and History. Sayangnya ebooknya tak lengkap :)


message 45: by Marchel, Tukang Kompor (new)

Marchel | 136 comments Mod
Apa-apaan ini ngeludah sembarangan ! *nada marah*
Nih, ayo bersihin pake ini! *nyodorin foto suharto ekstra gede ke Amang*


message 46: by Silvana (new)

Silvana (silvaubrey) Diskusinya menarik sayang belum baca bukunya.
Tertarik sama omong2 soal kanibalisme, jadi inget waktu ke Samosir dan melihat peragaan penyembelihan manusia dg alat2nya. Pokoknya kalau ketauan jadi pencuri/penjahat jaman itu, siap2 jadi santapan satu kerajaan (1 kerajaan = bbrp household).

Eh ngelantur. Silakan dilanjutkan, gue jadi penonton ababil aja :D


message 47: by Silvana (new)

Silvana (silvaubrey) hahaha

peragaan cuma pake alat doang sama pemandu wisatanya. kayaknya gue videoin deh, ntar gue upload ke youtube kalo nemu,


back to top
This topic has been frozen by the moderator. No new comments can be posted.