Goodreads Indonesia discussion

49 views
Agenda Buku & Kabar Buku > Jakarta Book Center Kalibata (akhirnya ditutup)

Comments Showing 1-11 of 11 (11 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 366 comments Jakarta Book Center Kalibata
REP | 17 February 2011 | 13:57 0 0 Nihil

Mungkin nama toko buku ini tidak begitu terkenal di Jakarta. Toko buku itu namanya Jakarta Book Center. Ketika pertama kali saya tahu toko buku ini, saya langsung suka karena menawarkan harga buku yang miring dibanding toko buku terbesar saat ini di Indonesia.

Pernah suatu saat saya memborong buku, dan lumayan menambah koleksi buku saya dengan harga yang terjangkau. Tempatnya di Mall Kalibata persis di atasnya Pizza Hut. Tempatnya cukup luas dan koleksinya menurut saya cukup banyak.

description

Ketika saya berkunjung hari ini (17 Februaru 2011), saya terkejut di pengumuman yang ditempel di kaca adalah “Mulai 1 Februari 2011 Toko Buku JBC tertutup untuk Umum.” Saya melongok ke dalam, para pegawai sedang makan siang dengan posisi duduk di lantai dan berkeliling. Di belakang mereka terdapat kotak-kotak dan tumpukan buku yang diikat tali rafia. Setelah pintu ada rak yang menghampar buku-buku yang “masih bisa dijual” dengan satu tulisan dibuat dengan stabillo “Diskon tutup toko 70%.” Dalam benak saya, ini toko bakalan pindah apa tutup?

Akhirnya, salah seorang penjaga toko menghampiri saya dan menceritakan bahwa toko JBC mau ditutup. Rencananya, tempat tersebut akan diisi toko buku yang berlogo merah biru. Saya menanyakan, sudah berapa lama toko buku ini berdiri, menurut penuturannya, toko itu sudah ada sejak berdirinya mall kalibata, yaitu sudah 20 tahun. “Saya aja udah kerja di sini 15 tahun mas.” Ucapnya. “Lalu itu kotak-kotak dan tumpukan buku mau dikemanain mbak?” tanya saya. “O..itu mau dikembalikan ke supplier. Itu kan barang konsinyasi. Sedang nunggu mereka mengangkutnya kembali, gitu. Dan yang kita jual ini adalah buku-buku koleksi lama, ada sih yang menyayangkan toko ini ditutup, sebab koleksinya banyak yang lama. Kemarin itu ada yang belanja 1juta sudah diskon 70% loh mas. Berarti belanjanya sekitar hampir 4jutaan lah. nanti kalau sampai tanggal 21 Februari nggak habis, akan kita timbang aja per kilonya.” Jawabnya. “Trus, karyawannya toko ini kemana mbak?” tanya saya lagi. Dengan lirih ia menjawab, “Di-PHK mas. Ini kita sedang menikmati saat-saat terakhir, ngumpul-ngumpul makan siang. Yahh habis itu udah deh.”

Saya mengakhiri percakapan dengan mengambil beberapa buku, amplop, dan sebuah pulpen. Dalam hati saya bertanya-tanya kenapa sih toko ini tutup, apakah rugi terus atau kenapa..saya merasa kurang etis menanyakannya.

Selamat berpisah toko buku JBC. Setidaknya ku pernah menginjakkan kakiku di sana, dan akan menjadi kenangan.

@hws17022011


message 2: by Djayawarman Alamprabu (last edited Feb 17, 2011 12:37AM) (new)

Djayawarman Alamprabu | 6 comments WAh thanks for writing this.
But too bad, I wish you asked that thing yang anda rasa kurang "etis" itu, karena sepertinya jawabannya bisa jadi insight yang penting buat kita, agar para pembaca, penulis, dan toko buku bisa dapat hidup dalam harmoni alias gak ada yang bangkrut ahaha.
For readers dapat makanan ilmu, writers dapet tambahan buat makan :P toko buku ya setidaknya cukup untuk terus ngasih kita pilihan buku yang beragam dan gak harus tutup buku in the end.


message 3: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 366 comments @mas jaya: saya merasa kurang etis karena saya bertanya pada orang yang akan di PHK, bagaimanapun rasa sensitif itu mungkin ada. Mungkin sebaiknya ditanyakan pada pemiliknya, tentu ada permasalahan yang signifikan sehingga harus memutuskan untuk menutup usaha toko buku.

betul sekali mas, toko buku menjadi mitra antara penulis dan pembaca. Kita sendiri belum tahu bagaimana sih mengelola toko buku itu, setidak dengan mempelajari bagaimana mengelolanya, bisa jadi toko buku yang lebih inovatif akan lebih bersaing.


message 4: by Truly (last edited Feb 17, 2011 12:18AM) (new)

Truly (uyi_adi) | 1687 comments Ya ampunnnnnnnnnnnn!
SO sad deh! jaman kuliah di LA 32 itu jadi meeting point, termasuk kalo mau nonton ^_^

BTW diskonnya sampai 21 Februari nih
Kudu berburu nih...
Kira2 kalo jam 18.00 masih buka enggak yah...


message 5: by Ivon (new)

Ivon (nagabenang) | 911 comments membacanya bikin aku jadi sedih...walaupun belum pernah sekalipun menginjakkan kaki ke Kalibata... :(


message 6: by Ully (new)

Ully iya jadi sedih.. dulu jaman kuliah suka mampir situ pas pulang..
suka nemu buku yang ga ada di tempat lain..
Jadi pengen kesana..


message 7: by Firdaus (new)

Firdaus (firdaussiagian) | 27 comments sedih ya bacanya... apalagi bagian yg "... nanti kalau sampai tanggal 21 Februari nggak habis, akan kita timbang aja per kilonya."

bisa ngerasain gimana perasaan si mbak waktu makan siang bareng2 itu...


message 8: by Truly (new)

Truly (uyi_adi) | 1687 comments Helvry, mau ke sana lagi enggak?


message 9: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 366 comments @mb truly: enggak mbak. disana juga tinggal buku-buku lawas dan ATK seperti amplop, karton, kertas struk, beberapa pulpen. Last discount before closed :(


message 10: by Aveline (new)

Aveline Agrippina (agripzzz) | 269 comments kandasnya toko buku kecil karena toko buku besar yang merajalela. Padahal tak selamanya toko buku besar memberikan kenyamanan yang sama dengan toko buku kecil. :(


message 11: by ijul (yuliyono) (new)

ijul (yuliyono) (ijul) | 1200 comments Aveline wrote: "kandasnya toko buku kecil karena toko buku besar yang merajalela. Padahal tak selamanya toko buku besar memberikan kenyamanan yang sama dengan toko buku kecil. :("

jadi inget film You've Got Mail....;(


back to top