Goodreads Indonesia discussion

605 views
Agenda Buku & Kabar Buku > Membongkar Semua dari Lev Grossman

Comments Showing 1-8 of 8 (8 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Gagas (last edited Feb 14, 2011 03:43PM) (new)

Gagas (GagasMedia) | 7 comments Kali ini GagasMedia mendapatkan kesempatan untuk tweetlive bersama Lev Grossman, penulis The Magicians yang tinggal di Brooklyn, New York. Dan inilah terjemahan dari wawancara yang ada antara GagasMedia dan Lev Grossman. Enjoy!




GagasMedia: Hai Lev, sudah siap chat dengan kami?

Lev Grossman: Ya, sudah.

GagasMedia: Pertanyaan pertama. Apa yang kamu rasakan saat tahu The Magicians terbit di Indonesia?

Lev Grossman: Takjub. Tidak dapat dipercaya untuk berpikir cerita saya mengelilingi separuh dunia ini.

GagasMedia: Apa yang kamu pikirkan tentang Fillory? Apakah hanya sekadar imajinasi?

Lev Grossman: Fillory adalah hal yang tak dapat dikatakan. Itu separuh dari masa penungguan, saat kecil, untuk pergi ke tempat seperti Narnia. Dan separuh lagi dari pengetahuan, saat dewasa, dan di sini tidak ada tempat seperti Fillory, dan saya tak dapat ke sana.

GagasMedia: Bagaimana kamu bisa mengombinasikan cinta dan sihir dalam The Magicians?

Lev Grossman: Bagaimana kamu bisa memisahkan cinta dan sihir? Saya tidak bisa membayangkan bercerita tentang satu tanpa yang lain.

GagasMedia: Darimana kamu dapatkan inspirasi untuk menulis The Magicians?

Lev Grossman: Dimulai dari 2004. Tidak ada Harry Potter di tahun itu. Saya lelah menunggu, jadi saya mulai menulis versi saya. Dan itu berangkat dari tempat yang gelap.

GagasMedia: Mengapa kamu memilih fantasi?

Lev Grossman: Saya suka dengan novel fantasi. Lewis, Tolkien, Lieber, Mc. Caffrey. Hal yang biasa untuk menulis fantasi. Dan saya selalu meninggalkan separuh hidup saya di dunia khayal.

GagasMedia: Siapa mentormu dalam menulis The Magicians?

Lev Grossman: Saya tidak memiliki guru menulis. Saya belajar dari membaca C. S. Lewis dan Jonathan Franzen.

GagasMedia: Apakah kamu memiliki pengalaman hidup yang kamu tulis dalam buku ini?

Lev Grossman: Tidak selalu. Saya duga Quentin sangat mirip saya di usia 17 tahun. Meski ia lebih tinggi. Dan lebih baik di dalam matematika. Tapi segalanya yang terjadi pada saya terjadi sangat jauh di awal The Magicians.

GagasMedia: Pilih satu, fiksi atau nonfiksi? Mengapa?

Lev Grossman: Saya memilih fiksi. Saya lebih menyukai membuat sesuatu daripada menjelaskan hal-hal yang sebenarnya.

GagasMedia: Apa hal yang paling sulit untuk menulis novel fantasi?

Lev Grossman: Yang terberat membuatnya menjadi terasa nyata. Begitu banyak orang menggambarkan mantra. Itu adalah tantangan terbesar untuk membuatnya merasa mengejutkan dan seolah-olah terjadi di depanmu.

GagasMedia: Apakah kamu membuat konsep sebelum menulis?

Lev Grossman: Saya memiliki rencana yang detail sebelum menulis The Magicians. Beberapa penulis memulai cerita tanpa mengetahui di mana ia akan berakhir. Saya tidak bisa melakukan itu. Saya harus tahu semua yang akan terjadi sebelum saya memulainya.

GagasMedia: Apakah kamu pernah bermimpi menjadi seorang penulis?

Lev Grossman: Kedua orang tua saya penulis, jadi itu langkah yang sangat alami bagi saya. Walaupun saya merasa terintimidasi. Menulis selalu tampak seperti apa yang orang dewasa lakukan, dan saya tidak akan pernah cukup umur untuk melakukannya dengan benar.

GagasMedia: Mengapa kamu memilih sihir sebagai tema dari bukumu?

Lev Grossman: Saya kira bagi saya, sihir adalah seperti emosi yang sangat kuat. Ini adalah cara menulis tentang perasaan yang begitu kuat agar tampak seperti mereka akan mengubah dunia. Menerangi ruang, atau sesuatu yang dibakar. Itu adalah satu-satunya cara yang bisa kutemukan untuk menulis.

GagasMedia: Apa pengalaman menarikmu saat menulis The Magicians?

Lev Grossman: Yang benar adalah bahwa pekerjaan penulisan sangat membosankan. Gambar seorang pria yang menghabiskan malam dan akhir pekan membungkuk di atas sebuah komputer murah di sebuah apartemen kecil. Seperti itulah menulis novel. Tidak sangat menarik.

GagasMedia: Apakah kita bisa melakukan sihir seperti yang ada di The Magicians?

Lev Grossman: Ha! Saya tidak bisa. Tapi jika mantra yang ada di dalamnya bekerja untuk kamu, tolong segera beritahu saya.

GagasMedia: Apa yang kamu rasakan saat tahu The Magicians menjadi bestseller?

Lev Grossman: Sulit untuk dikatakan. Itu adalah salah satu hari yang paling membahagia dalam hidup saya. Saya sendirian, di dalam perjalanan, dan semua orang di penerbitan menelepon saya untuk konferensi. Saya berada di mobil. Saya beruntung saya tidak menabrak.

GagasMedia: Apakah kamu berencana untuk menulis sekuel The Magicians?

Lev Grossman: Saya sedang menulisnya. Hampir selesai. Akan lebih banyak cerita tentang Fillory (dan tentang dunia lain).

GagasMedia: Apakah Anda memiliki tips bagaimana menulis sebuah novel fantasi yang menarik?

Lev Grossman: Saran saya: langgar aturan. Anda tidak akan menulis sesuatu yang baik kecuali jika merasa seperti Anda akan mendapatkan masalah besar untuk itu.

GagasMedia: Apakah kamu memiliki prinsip dalam menulis?

Lev Grossman: Ya. Nomor 1: tetap menulis. Nomor dua: jangan putus asa.

GagasMedia: Apa yang membuatmu merasa tertarik untuk menulis fantasi?

Lev Grossman: Aku tidak bisa menahan diri. Itu lebih mirip fantasi menarik untuk saya. Ia tidak akan membiarkan saya pergi. Anda harus membacanya.

GagasMedia: Mengapa kamu memilih fantasi, bukan fiksi lain?

Lev Grossman: Hanya fantasi yang mengizinkan apa yang ingin saya katakan. Saya tidak tahu kenapa. Saya mencoba jenis lain, tetapi tak ada hasil.

GagasMedia: Selain dari fantasi, apakah ada genre tertentu yang kamu ingin tulis?

Lev Grossman: Saya senang untuk menulis fiksi ilmiah. Tetapi semua fiksi ilmiah yang ingin saya tulis sudah ditulis oleh Lain Banks.

GagasMedia: Berapa lama kamu menyelesaikan The Magicians?

Lev Grossman: Berapa lama waktu yang saya butuhkan untuk menyelesaikan? Lima tahun. Saya tidak cepat.

GagasMedia: Mengapa memilih The Magicians sebagai judulnya?

Lev Grossman: Aku selalu tahu kalau itu akan menjadi judul. Sederhana. Dan ada sesuatu yang murni dan teknis tentang hal itu. Plus, saya tidak bisa menyebutnya Wizards. Wizards terlalu Harry Potter. Saya jauh dari kata itu.

GagasMedia: Apa ada pengalaman berharga dalam hidupmu yang membuat kamu memutuskan untuk menuliskannya di dalam The Magicians?

Lev Grossman: Sebagian besar pengalaman berharga yang saya miliki dalam hidup saya dari membaca buku. Banyak hal yang berangkat untuk The Magicians. Juga, belajar main cello. Saya pikir sihir merasa banyak seperti itu.

GagasMedia: Ada kata-kata terakhir untuk pembacamu di Indonesia?

Lev Grossman: Terima kasih! Dan nikmati. Langgar peraturan. Kalau tidak apa gunanya?

GagasMedia: Terima kasih Lev untuk chatting dengan kami di Indonesia. Selamat berakhir pekan. Terima kasih sudah bergabung dan mengikuti tweetlive bersama Lev Grossman selama 90 menit.

Lev Grossman: Kamu juga. Selamat malam dari Brooklyn!


message 2: by Truly (new)

Truly (uyi_adi) | 1688 comments bolak balik lihat, ragu mau beli
Kalo gini khan kian jelas....


message 3: by Agung (new)

Agung (fullowaferstik) | 126 comments hm... jadi pengen baca nih :3


message 4: by Kerlip Bintang (new)

Kerlip Bintang | 145 comments jadi tertarik beli nih :p
ini gak berseri kan?


message 5: by Wirotomo (new)

Wirotomo Nofamilyname | 2396 comments @Kerlip:

GagasMedia: Apakah kamu berencana untuk menulis sekuel The Magicians?

Lev Grossman: Saya sedang menulisnya. Hampir selesai. Akan lebih banyak cerita tentang Fillory (dan tentang dunia lain).


message 6: by miaaa, Moderator (new)

miaaa | 2354 comments Mod
aaaaah buku ini!
mba truly beli ajah, aku rekomen :p


message 7: by Andre (new)

Andre Yoniar | 2 comments broooo... buku ini bagus.. termasuk buku terbaik yg saya baca.. eh buku ke 2 nya sm buku ke 3nya dah terbit lom sih dr gagas media.. di cari kemana2 gak ketemu


message 8: by Andre (new)

Andre Yoniar | 2 comments buku keduanya kapan terbit nih?? nungguin nih


back to top