Goodreads Indonesia discussion

89 views
Bahasa Asing di Sekolah Langgar Undang-undang

Comments Showing 1-19 of 19 (19 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

ijul (yuliyono) (ijul) | 1200 comments Bahasa Asing di Sekolah Langgar Undang-undang
Senin, 8 November 2010 | 04:27 WIB

JEMBER, ANTARA - Peneliti bahasa, Dr Dendy Sugono, menilai penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar pendidikan di sekolah melanggar Undang-Undang Dasar 1945.

”Dalam UUD 1945 sudah jelas bahwa bahasa resmi negara yang digunakan adalah bahasa Indonesia,” kata Dendy seusai menjadi pembicara dalam seminar nasional dan dialog budaya di Universitas Jember, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Sabtu (6/11).

Dendy mengatakan, sejumlah sekolah bertaraf internasional (SBI) dan rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) menempatkan bahasa asing sebagai bahasa pengantar pendidikan.

”Bukankah hal itu bertentangan dengan Pasal 33 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Pasal 29 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan,” ucap mantan Kepala Pusat Bahasa Kementerian Pendidikan Nasional itu.

Dalam kedua undang-undang tersebut, dia melanjutkan, bahasa pengantar pendidikan nasional adalah bahasa Indonesia sehingga sejumlah SBI dan RSBI seharusnya mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia, bukan bahasa asing seperti bahasa Inggris.

”Penggunaan bahasa asing sebagai bahasa pengantar pendidikan akan mereduksi peran bahasa Indonesia dari dunia keilmuan dan kehidupan masa depan bangsa,” kata anggota Masyarakat Linguistik Indonesia itu.

Menurut dia, internasionalisasi standar pendidikan di Indonesia hanya sebatas kulit, bukan substansi mutu pendidikan tersebut. ”Internasionalisasi standar pendidikan seharusnya menyentuh mutu pendidikan dan wawasan para siswanya, tidak sebatas pada penggunaan bahasa asing di sekolah,” ucapnya.

Kendati demikian, Pusat Bahasa tidak melarang sekolah mengajarkan bahasa asing. Namun, bahasa Indonesia harus mendapat prioritas utama untuk diajarkan kepada siswa.

Hal senada juga disampaikan budayawan Ayu Sutarto yang menilai bahwa penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan saat ini mengalami pergeseran nilai.

”Banyak orangtua berlomba-lomba mendidik anak mereka dengan bahasa asing, tetapi lupa bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang dapat membentuk karakter dan kepribadian bangsa,” tuturnya.

source: Kompas.com


message 2: by [deleted user] (new)

I definitely agree
*lho kok pake inggris?*


message 3: by Marchel (new)

Marchel | 1649 comments idem dgn Ronny. Ga bener itu pake bahasa asing sbg bahasa pengantar pendidikan. Tapi kok dibiarkan saja sih? pejabat yg berwenang itu tidak tahu atau pura-pura tidak tahu ya????


message 4: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Setuju.

Walaupun akar tidak kesetujuan gua asalnya bukan dari UUD, tapi karena menurut gue pendidikan dengan bahasa asing itu menciptakan halangan yg tidak perlu buat siswa untuk menyerap bahan pelajaran, terutama untuk siswa2 yg masih usia SD-SMP.


message 5: by Andri (new)

Andri (clickandri) | 665 comments Gontor dari dulu pake bahasa arab fine fine aja. Gw dulu di pesantren sore (jaman sd/madrasah ibtidaiyah) pake bahasa arab juga gak ada yg rame...

Kenapa sekarang baru rame...

-andri-


message 6: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Nah, mustinya yg bahasa Arab itu juga ikut diributkan. Bahasa Arab kan juga bukan bahasa nasional.


message 7: by aldo zirsov (new)

aldo zirsov (aldozirsovlibrary) | 376 comments hahaha...
diskusi perihal bahasa asing di sekolah, jadi ingat buku ini http://www.goodreads.com/book/show/13...

bahwa banyak sekali kata dalam bahasa Indonesia yang diadaptasi atau berasal dari bahasa asing, dominan malah. jadi bertanya2, yang asli indonesia sebenarnya yang mana yah?


message 8: by Indri (new)

Indri Juwono (indrijuwono) | 2862 comments haduuh, seringnya anak buah gw lulusan STM malah susah berkomunikasi dalam bahasa indonesia.
dia bisa ngoceh kalo pake bahasa jawa!


message 9: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Semua bahasa pada dasarnya pasti mengandung bahasa lain, tapi kalo bahasa asing pure dipake buat bahasa pengantar di sekolah, apalagi sekolah dasar yg murid2nya orang Indonesia, apa ga kebablasan?


message 10: by Wirotomo (new)

Wirotomo Nofamilyname | 2396 comments Gontor pakai 3 bahasa: INggris, Arab dan Indonesia.
Nah harusnya RSBI atau SBI juga pakai multibahasa gitu: Indonesia dan bhs lain. Nggak perlu inggris lho. Bhs Jepang juga boleh, kalau kerjasamanya sama sekolah Jepang dgn kurikulum mereka.


message 11: by Coqueline (last edited Nov 09, 2010 02:14AM) (new)

Coqueline | 608 comments Kayaknya emang yg dipermasalahkan bukan pelajaran bahasa asing, tapi kalau bahasa asing jadi dipakai sebagai satu2nya bahasa pengantar.

Jangan2 beberapa taun kedepan bakal ada generasi dan 'kelas sosial' baru yg cuman bisa bahasa Inggris, ga bisa ngobrol sama orang2 di jalan gara2 dari TK sekolah di RSBI/SBI.


message 12: by Marchel (new)

Marchel | 1649 comments Yup, itulah yang bikin gw ga suka RSBI/SBI model saat ini.

Harusnya dgn RSBI/SBI, kita kenalkan kepada orang-orang asing yg sekolah di situ bahasa Indonesia. Ini lho bahasa Indonesia, ini lho budaya Indonesia.


message 13: by Nanny (new)

Nanny SA | 1353 comments Coqueline wrote: "Kayaknya emang yg dipermasalahkan bukan pelajaran bahasa asing, tapi kalau bahasa asing jadi dipakai sebagai satu2nya bahasa pengantar.

Jangan2 beberapa taun kedepan bakal ada generasi dan 'kelas ..."


Setuju, pelajaran bahasa asing apa saja boleh tapi bahasa pengantar harusnya tetap bahasa Indonesia


message 14: by Dina (last edited Nov 11, 2010 03:15AM) (new)

Dina (dhien) | 41 comments Coqueline wrote:

Jangan2 beberapa taun kedepan bakal ada generasi dan 'kelas ..."


ga perlu nunggu beberapa tahun... sekarang aja kalau jalan2 di mall, sering banget ndenger percakapan antara anak dan orangtuanya pakai bahasa Inggris, entah itu mereka sekolah di RSBI/SBI atau di sekolah2 dengan embel2 "International school". padahal secara fisik, ga ada bule-bulenya bangetzz!!!
amazing... antara kagum dan miris...


message 15: by Femmy, Pendiri GRI (last edited Nov 12, 2010 06:57AM) (new)

Femmy | 674 comments Mod
Andri wrote: "Gontor dari dulu pake bahasa arab fine fine aja. Gw dulu di pesantren sore (jaman sd/madrasah ibtidaiyah) pake bahasa arab juga gak ada yg rame..."

Apa mungkin berkaitan dengan kebanggaan berbangsa dan berbahasa Indonesia, ya? Aku ngga tahu dunia pesantren bagaimana, tapi apakah penggunaan bahasa Arab tersebut membuat santri jadi kesulitan berbahasa Indonesia? Apakah membuat santri jadi tidak bangga menjadi orang Indonesia?

Soalnya, itulah salah satu masalah yang timbul dari penggunaan bahasa Inggris sebagai pengantar di RSBI/SBI. Bahasa Inggris dianggap lebih keren, sementara bahasa Indonesia dinomorduakan, bahkan sampai anak didik tidak mampu berbahasa Indonesia dengan baik.


message 16: by Marchel (new)

Marchel | 1649 comments mm, aneh jg. Sebab orang-orang asing yg belajar bahasa Indonesia sepertinya malah mereka merasa bangga bisa berbahasa Indonesia. Kok orang kita sendiri yg dari kecil sudah bisa berbahasa Indonesia, malah merasa tidak bangga ya.


message 17: by Andri (new)

Andri (clickandri) | 665 comments Hmmm.. rasanya tidak. Kalau kita lihat penuturan mas Fuadi di Lima Menara, dan contoh langsung dia sendiri, kemampuan berbahasa Indonesia dengan baik dan benar masih sangat mumpuni. Gw ngobrol dengan teman yg alumni gontor juga pake bahasa Indonesia.

Menurut gw adalah pertimbangan peningkatan skill. Harus diakui, mereka yg lancar berbahasa asing, akan memiliki nilai tambah di dunia kerja saat ini. Tentunya ini yang jadi pertimbangan kenapa sekolah-sekolah itu menawarkan bahasa pengantar Inggris. Daripada si anak repot-repot, sekolah bahasa Indonesia, terus les atau kursus lagi bahasa Inggris, mending sekalian aja, dikasih pengantar bhs Inggris, sekali merengkuh dayung.

Tentang kebanggaan berbahasa Indonesia, tentu tanggung jawab si ortu untuk memikirkannya. Kalau kita kritik.. mereka akan jawab.. anak-anak gw.. loe mau apa.. :D

Point gw adalah, kalau memang dianggap melanggar UU, mestinya ada yg berteriak kencang bahwa ini harus diperbaiki. Repotnya.. UU kita sering gak jelas, kata per katanya mengandung multitafsir.

Gw jadi penasaran dengan bunyi di UUD sendiri. Coba gw googling deh..

-andri-

Femmy wrote: "Andri wrote: "Gontor dari dulu pake bahasa arab fine fine aja. Gw dulu di pesantren sore (jaman sd/madrasah ibtidaiyah) pake bahasa arab juga gak ada yg rame..."

Apa mungkin berkaitan dengan keba..."



message 18: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Emang sih, ujung2nya emang terserah keputusan orang tuanya mau disekolahin pake bahasa apa (anak gue sendiri harus diakui, gak gue ajarin bahasa Indonesia). Gue juga gak gitu perduli soal kebanggaan berbahasa Indonesia atau UUD. Concern gue sih lebih ke anak2nya. Kasian amat kalo bahasa Inggrisnya masih baru belajar, udah kudu dipake buat belajar yg lain, yg mungkin kalo diajarin dalam bahasa Indonesia aja si anak susah ngerti. Nah, orang tua yg kemakan marketing dan bling sekolah SBI mungkin gak sadar sama kemungkinan di atas.


message 19: by Ratih (new)

Ratih (erdeaka) | 266 comments hhmmm...kalo ngomongin bahasa dan nasionalisme ga bakalan ada habisnya...susah.


back to top