Goodreads Indonesia discussion

722 views
Proofreader: Cermat, Teliti, dan Peka pada Kata

Comments Showing 1-18 of 18 (18 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Anwar (new)

Anwar Holid | 14 comments [PENERBITAN]
Proofreader: Cermat, Teliti, dan Peka pada Kata
---Anwar Holid

Di dalam organisasi penerbit, secara struktural proofreader (penyunting teks/nas; atau copy editor) kerap berada di bawah editor kepala atau pengelola; namun bekerja di bawah editor pelaksana. Proofreader bertanggung jawab terhadap naskah buku yang digarapnya dari masing-masing editor bersangkutan. Oleh karena itu sudah niscaya proofreader terus-menerus bekerja sama dengan beragam editor untuk menjaga kualitas buku.

Proofreaderlah yang menjaga keseragaman teks (nas) dalam sebuah naskah/buku. Dia pula yang menerapkan gaya selingkung penerbit, mulai dari penerapan ejaan, istilah, hingga ke detail kelengkapan buku, antara lain isi buku (daftar isi), indeks, lampiran, dan memeriksa dummy (cetak coba).

Karena proofreading merupakan tahap akhir proses penyuntingan, diharapkan semua masalah maupun kesalahan penyuntingan sudah ditemukan dan diperbaiki ketika ada di tangan proofreader. Seusai diperiksa, mestinya naskah sudah sempurna, baik dari segi isi dan tampilan. Dalam hal ini, proofreader jangan diminta mengerjakan tugas editor, melampaui pekerjaan utamanya, atau jadi editor gadungan. Ini semata-mata untuk efisiensi. Beberapa penerbit bila mengout source orang sebagai proofreader ada yang berpesan begini: "Sekalian kalau ada kalimat yang inefektif, bertele-tele, atau tidak enak dibaca, tolong diperbaiki ya." Wah, itu bukan tugas proofreader! Itu tugas editor. Itu membebani tugas proofreader namanya. Kenapa? Karena tugas utama editor ialah justru mengefektifkan kalimat sesuai maksud penulis. Tugas proofreader sudah harus bebas dari tahap penyuntingan, misal dalam hal akurasi data dan ketepatan istilah. Kalau seorang proofreader menemukan hal seperti itu, tentu harus menjadi kredit baginya. Kasarnya, bukan tugas proofreader untuk memberi tahu atau mengecek ada terlalu banyak kata 'yang' dalam satu kalimat hingga membuat kalimat itu menjengkelkan
asal dia persis tahu bahwa 'yang' di situ ditulis y-a-n-g, bukan y-a-n-c atau y-a-n-h. Proofreader mungkin tidak perlu tahu persis apa beda Columbia dan Kolombia, apa itu kolumnis atau komunis, asal dia bisa memastikan bahwa ejaan keduanya benar dan penempatannya benar.

Kecermatan, ketelitian, kehati-hatian, kepekaan pada ejaan dan kata, serta konsentrasi sudah semestinya jadi dasar kinerja proofreader, sebab dia menjadi "penyaring kedua" setelah nas diolah sedemikian rupa oleh penyunting sampai layak dan siap terbit. Sederhananya, proofreading merupakan proses membetulkan ceceran pekerjaan editor yang sengaja dilewatkan demi efektivitas produksi. Bisa juga proofreader menjadi orang yang berempati kepada (calon) pembaca. Ia membaca teks (nas), menempatkan diri sebagai pembaca yang sangat mungkin kecewa terhadap buku (produk) karena ada kesalahan sekecil apa pun di dalamnya. Akibatnya seorang proofreader tak akan membiarkan satu pun kesalahan muncul pada nas garapannya.

Tanggung jawab proofreader antara lain meliputi:
1. Akurasi penulisan (ejaan) kata dan tanda baca.
2. Pemenggalan kata.
3. Ketaatasasan istilah dan gaya yang digunakan dalam naskah.
4. Konsistensi penyajian bentuk naskah:
a. Setting.
b. Penggunaan font (jenis huruf).
c. Judul dan subjudul.
d. Catatan kaki.
e. Nomor dan penempatan halaman (sesuai tidak dengan di isi buku).
5. Kata atau istilah yang perlu ditulis italic.
6. Akurasi penempatan dan urutan catatan kaki.
7. Akurasi catchword (belah kiri: biasanya berupa nama penulis atau judul buku; belah kanan: bagian/bab buku).
8. Membuat isi buku.
9. Membuat indeks (indeks subjek, indeks umum, nama).
10. Ketepatan transliterasi maupun transkripsi.

Langkah kerja proofreading:
1. Memeriksa kelengkapan materi naskah.
2. Mengeja dan memeriksa secara tepat unsur paling vital dalam naskah:
a. Judul dan subjudul.
b. Catchword dan halaman.
c. Pemenggalan kata.
d. Kata atau istilah yang perlu ditulis italic.
e. Akurasi nama orang (contoh, betapa susah mengeja nama ini: Mihaly Csikszentmihalyi), geografi, organisasi, kata asing (contoh: déjà vu, jangan dé jàvu).
f. Ejaan dalam isi buku dan tanda baca kalimat.
3. Memeriksa dummy (cetak coba).[]

Anwar Holid bekerja sebagai penulis & editor. Buku barunya ialah Keep Your Hand Moving (GPU, 2010).

KONTAK: wartax@yahoo.com | HP: 085721511193 | http://halamanganjil.blogspot.com

Copyright © 2009 oleh Anwar Holid


ijul (yuliyono) (ijul) | 1200 comments Wew.....thanks for sharing, bro....
Membantu memberikan pemahaman lebih bagiku yang sering dikecewakan oleh produk akhir penerbitan (buku) yang kubeli di toko buku yang ternyata masih bertaburan beragam kesalahan 'ringan' macam ini.....:)

Bisa juga proofreader menjadi orang yang berempati kepada (calon) pembaca. Ia membaca teks (nas), menempatkan diri sebagai pembaca yang sangat mungkin kecewa terhadap buku (produk) karena ada kesalahan sekecil apa pun di dalamnya. Akibatnya seorang proofreader tak akan membiarkan satu pun kesalahan muncul pada nas garapannya.

Maka, secara khusus, aku hidangkan semangkuk terima kasih kepada para proofreader yang telah bekerja maksimal demi 'kesempurnaan' sebuah buku....:)


message 3: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments ahahaha...jadi rupanya eliminasi typo itu tugasnya proofreader ya...bukan editor...:)


 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2995 comments kalo pruprider utk suatu buku biasanya satu orang yah?


message 5: by e.c.h.a, Moderator (new)

e.c.h.a (rezecha) | 2011 comments Mod
saya jadi pembaca di strata terakhir aja dech...secara miss typo hahahaha


message 6: by an (new)

an (drogini) | 488 comments kadang memang menjengkelkan membaca tulisan dengan banyak kesalahan cetak padahal dah ada pemeriksa aksara na. apalagi klo sebenar na itu tulisan yang menarik. sayang kan...


message 7: by Mery, Moderator (new)

Mery (meryri30) | 846 comments Mod
saya pernah jadi proofreader.... tapi masih sering kurang teliti >.<


message 8: by Ivon (new)

Ivon (nagabenang) | 911 comments hahaha, gw banget tuh, yg rada peka ma kesalahan typo pas baca-membaca buku >,<


message 9: by Nura, Moderator (new)

Nura | 394 comments Mod
M o m o wrote: "saya pernah jadi proofreader.... tapi masih sering kurang teliti >.<"

keasyikan baca ya mo? :D


message 10: by Adrian Hartanto (new)

Adrian Hartanto | 31 comments Pengen deh jadi proofreader, abis suka kesel kadang ada buku bagus eh ada typo, langsung ilfil. :D


message 11: by Saptorini (new)

Saptorini | 114 comments minta izin copas ya.
FYI: Tetapi utk beberapa penerbit (terutama penerbit kecil), editor dan proofreader biasanya diborong oleh satu orang saja. Karena itu, satu orang bisa baca satu naskah 3 kali (di kompi, proof, kalkir/sebelum naik cetak). Pokoknya sampai hafal isi naskahnya!


message 12: by Mirna Octaviani (new)

Mirna Octaviani | 8 comments betul, suka sebal sama buku yang isinya bagus tapi salah ketik atau format di sana-sini.


message 13: by Dina (new)

Dina Begum (dinabegum) | 61 comments Jempol!
Kalau ada pembaca yang mengomentari typo pada terjemahanku, walaupun ada proofreader, rasanya tetap aku yang 'disentil'. T_T


message 14: by Ichy (new)

Ichy Utami (ichyfitri) | 4 comments wah baru nemu artikelnya mas anwar holid disini. Izin share buat di blog ya, mas. Sekalian jadi pengingat :D


Arief Bakhtiar D. (ariefbakhtiard) | 51 comments O, begitu. Terima kasih atas ilmunya. Saya jadi ingat, sayang sekali bahwa novel Pulang yang sangat bagus itu masih ada beberapa typo. Rupanya itu termasuk tugas proofreader.


message 16: by Ameru (new)

Ameru (ameruu) | 34 comments proofreader itu sama kayak betareader ya? :-?

Saya baru tahu ternyata tugasnya berat juga ya. Biasanya kalau ada tulisan, saya cuma nyortir kata-kata yang typo atau tanda baca yang kurang/salah. Tapi ga sampai mikir keselarasan kata...orz

Padahal buat nyortir kata typo aja susah hehe. Proofreader berarti cocok buat tipe orang yang teliti, ilmunya luas, dan sabar :D


message 17: by Lia (new)

Lia Tuslia (tuslianingsih) | 1 comments Pantas saja teman saya bilang tugas seorang proofreader lebih sulit daripada editor... ternyata harus lebih teliti dan harus menyesuaikan kata dengan konteks kalimat.


message 18: by Johan (new)

Johan | 39 comments trims infonya. saya pikir editor = proofreader.


back to top