Goodreads Indonesia discussion

123 views
Buku & Membaca > Buku apa yg anda cari di perpustakaan umum?

Comments Showing 1-37 of 37 (37 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Sempet gue singgung di satu topik di forum ini kalau gue lagi berencana bikin perpustakaan komunitas di Bandung.

Gue sedang dalam tahap membangun koleksi sekarang ini, dan membutuhkan sedikit bantuan para book lovers disini untuk menjawab pertanyaan simpel di bawah ini:

'Kira2 buku-buku apa yg ingin anda temukan di perpustakaan lokal anda yg selama ini mungkin masih jarang/belom ditemui di perpustakaan sekolah atau perpustakaan daerah anda?'

Pendeknya sih, kalo kalian bisa bikin wishlist untuk koleksi perpustakaan lokal anda, apa aja isinya?

Makasih banyak!




message 2: by Indres (new)

Indres (felis) Hmmm, kombinasi yang seimbang antara buku fiksi dan non-fiksi populer (yg a la textbook biarlah jadi jatah perpustakaan universitas dan daerah). Kalau bisa selain koleksi bahasa Indonesia juga ada koleksi buku bhs asing...


message 3: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Makasih Indres buat inputnya.

Kira2 bisa dipersempit ga nih genre antara fiksi dan non-fiksi populer yg diharapkan ada di perpustakaan?


message 4: by Indres (last edited Jul 12, 2008 10:52PM) (new)

Indres (felis) Berhubung kalau saya pikir perpustakaan lokal itu fungsi utamanya bukan pendidikan tapi buat rekreaksi, genre fiksi dan non-fiksi yang diharapkan mesti dicocokkan dengan demografi tempat perpustakaan itu berada.

Dari pengalaman saya tinggal di beberapa daerah yang cukup kontras demografinya (satu tempat yang dominan itu single household + young prof. couple, tempat yang lain young families, tempat yang lainnya pensiunan), isi perpustakaan lokalnya jauh banget beda. Coqueline rencananya mau menaruh perpustakaan lokalnya di daerah yang demografinya seperti apa?

Di tempat yang pertama saya tinggal, bagian non fiksinya didominasi travel book, cooking book, dan segala buku diet. Buat fiksinya, jatah SF dan crime cukup besar. Pas di tempat kedua, buku non fiksi yang mendominasi itu buku DIY, parenting, dan health. Buat fiksi, buku romance banyak banget....di tempat yang terakhir, isi non fiksinya didominasi dengan buku sejarah dan biografi. Buat fiksinya, literature yang mendominasi.


message 5: by Coqueline (last edited Jul 13, 2008 02:00AM) (new)

Coqueline | 608 comments Lokasi fisik-nya belum ada sih sekarang, tapi rencancanya sih di Bandung sekitar kampus ITB, Unpad, jadi mungkin sasarannya lebih ke mahasiswa, anak muda dan keluarga muda.

Tapi karena kita juga pengen menempatkan perpustakaan ini sebagai perpustakaan dan bukan sekedar taman bacaan, kemungkinan fokus untuk bagian fiksinya gak akan ke arah komik, novel Harlequin, atau bacaan yg terlalu ringan. Pendeknya sih emang buat book lovers yg selama ini susah nyari buku yg lumayan berbobot dan up-to-date tanpa berarti koleksinya bakal buku2 serius semua.


message 6: by Indres (new)

Indres (felis) Dulu pas saya tinggal di Bandung, kalau buat buku literature dunia, tinggal pergi ke British Council dan perpustakaan ITB (beneran loh ada koleksi buku sastra yang lumayan di perpustakaan ITB, waktu itu baca out of Africa di sini). Isinya memang tidak update sih, tapi kalau yang klasik-klasik kayaknya masih rada gampang nyarinya. Buat buku non fiksi populer, nah ini dia, nyaris ngga ada.... atau saya aja yang ngga tahu nyarinya di mana.


message 7: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments Hmmm...pretty interesting.

Gw sependapat dengan indres ttg fungsi utama sebagai tempat rekreasi & segmentasi demografi.
Karena itu perlu juga dipikirin setting ruangan perpustakaan seperti apa yg cocok untuk perpustakaan itu. Ruang/lokasi baca yg nyaman jelas penting, tapi jagan kejebak jadi kayak cafe2, soft and fluffy sofa n the like. Kalau memungkinkan, sekalian disiapin untuk occasion2 kayak bedah buku dan semacamnya.

Kalau sasarannya mahasiswa & anak muda, spektrum genrenya bisa lebar banget. Almost anything goes. Tapi gw pikir yg paling diminati dari kelompok fiksi masih fiksi sejarah, sci-fi, fantasy, thriller, komedi, adventures dan tentu saja chicklits. Harlequin is out.

Dari kelompok non fiksi, gw pikir yg primadona masih buku2 IT (yg ini susah ngikutin trendnya, cepet banget!), biografi/otobiografi/memoar, & politik. Buku2 lain seperti selfhelp, fotografi & film, design & arsitektur, animal and pets, dll mungkin juga bisa jadi penambah daya tarik tersendiri.

Ah...tapi gue udah lama banget nggak jadi mahasiswa, meskipun masih berasa anak muda. Mungkin juga apa yg gue tulis diatas salah semua. Hehehe...


message 8: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments Non fiksi populer di bandung sih emang kalo nyari di perpustakaan yg ada selama ini rada susah. nyari yg begituan paling2 ada di taman2 bacaan, Itupun agak terbatas.

Mudah2an perpustakaan Coqueline jadi & bisa ngakomodir jenis bacaan non fiksi populer ini.


message 9: by Femmy, Pendiri GRI (last edited Jul 13, 2008 04:50AM) (new)

Femmy | 674 comments Mod
Aku juga tertarik sama fiksi populer, baik karya asli maupun buku impor, dalam genre-genre yang disebut Nenangs.

Selain itu, saya tertarik sama buku-buku lokal pemenang atau finalis penghargaan, seperti Khatulistiwa Literary Award. Buku-buku ini kemungkinan aku nggak minat memilikinya, tapi pastinya penasaran, pengen tahu kenapa dia bisa jadi finalis.


message 10: by Coqueline (last edited Jul 13, 2008 06:53AM) (new)

Coqueline | 608 comments Thanks buat masukannya, non-fiksi populer dan Khatulistiwa Award lister masuk daftar. Thanks, Femmy, gue malah baru ngeh ada award ini.

Karena perpustakaan ini bakalan berafiliasi sama sebuah website/klub amatir Astronomi di Bandung, di awal2 sih kemungkinan besar koleksi non-fiksinya bakalan banyak yg berhubungan sama astronomi dan natural sciences, berhubung ini materi yg bisa digunakan langsung oleh klub-nya. Tapi seiring perkembangan koleksinya, we'll make sure buku2 subject lain juga tersedia.

Kalo buku2 IT emang susah tuh, udah mahal, cepet ketinggalan jaman pula, apalagi kalo yg manual atau user guide language.

Kalau oto/biografi kira2 dari tokoh2 mana/apa yg menarik? (Don't tell me Paris Hilton's! Over my dead body we'll stock that one *LOL* ).

Indres: Iya, emang koleksi klasik perpustakaan ITB komplit, mulai dari Homer, Victorian's chicklit (I prefer to call those Austen and Bronte novels Victorian chicklit), Nabokov, Vikram Seth, Heller, ada semua. Yg ga ada cuman literature modern yg di bawah 20 taun usianya.


message 11: by Indres (new)

Indres (felis) Soal buku IT, memang kayaknya bukan investasi yang bagus, terlalu cepet basinya. Kalau mau menyetok buku IT, baiknya yang buku IT yang klasik...tapi itu sih bisa didapat di perpustakaan universitas.

Buat buku oto/biografi coba Coqueline cek pemenang pulitzer (bukan cuma buat kategori oto/biografi/memoar, tapi juga yg general non fiction), biasanya menarik. Dari daftar book of the year-nya NY Times dan the Economist juga sering banyak buku oto/biografi/memoar yang bagus. Buat saya, siapa tokohnya, tidak terlalu penting, yang penting menarik ditulisnya. Kadang yang bukan siapa-siapa, misalnya buku Stuart's life backwards, isinya tentang bukan siapa-siapa, tapi karena ditulis dengan menarik, enak dibaca dan kita jadi tahu tentang kehidupan dan masalah yang dihadapi homeless di London.


message 12: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Sejauh ini emang gue banyak nyari dari award winner books, tapi tetep aja Award winner books itu banyak bener dan setiap tahun ada yg baru pula... hehehe Jadi kadang2 gak terlalu membantu mempersempit wilayah pencarian.

Kalau anda sendiri, kalau demografi dan minat pembaca lain tidak perlu dihiraukan, kira2 secara pribadi pengennya nemu buku apa di perpustakaan?


message 13: by Indres (new)

Indres (felis) Sama dengan Femmy, buku-buku lokal pemenang atau finalis penghargaan, soalnya kalau beli mesti mikir dua kali, belum tentu cocok dengan selera.

Selain itu buku non fiksi yang mahal-mahal...yang kalau mau beli mesti nabung dulu.


message 14: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Buku non fiksi mahal2 itu yg bagaimana? Dari subject apa?


message 15: by Indres (new)

Indres (felis) Biasanya yang mahal itu yang bukan best seller (tapi bukan berarti ngga bagus), kayak bukunya Stephen Jay Gould, The Structure of Evolutionary Theory atau bukunya Stephen Wolfram, The New Kind of Science. Tapi....kalau bisa dapat yang second hand, biasanya harganya sih bisa murah.

Subyek dari buku non fiksi yang mahal-mahal ini macem-macem yah, kalau pas saya lagi nyari kado buku, biasanya buku yang spesifik topiknya, emang mahal harganya.


message 16: by mahatmanto (new)

mahatmanto wah,
udah jarang ke perpustakaan umum secara saya mah sudah menghususkan diri baca yang emang ada hubungan sama kerjaan dan minat ajah...



message 17: by Just Fatma (new)

Just Fatma (justfatma) | 48 comments Setuju banget kalo fungsi perpustakaan itu sebagai sebuah tempat rekreasi yang mendidik.

Ada baiknya kalo buat survei kecil2an dengan bahasa yang mudah dipahami ke masyarakat di sekitar lokasi yang nantinya perpus tersebut akan didirikan dan ke anggota komunitas tersebut. Jadi sedikit banyaknya kita bisa tahu subjek2 buku apa sih yang dibutuhkan dan diminati. Dari survei ini juga kita bisa menentukan persentase jumlah subjek2 koleksi perpustakaan yang akan didirikan.


message 18: by Palsay (new)

Palsay   | 400 comments kalo harapanku, perpustakaan itu hendaknya buka setiap hari, seperti jam bukanya warnet.

Koleksi mestinya sih lengkap yah, ga cenderung pada genre tertentu, dengan kata lain, biografi paris hilton, kenapa engga ..hueheueuehue...

Banyakin koleksi cerita anak-anak aja kali...^_^


message 19: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Indres: Thanks usulannya, gue masukin daftar buku yg gue kudu cari nih.

Anto: Kalau di perpustakaan ada materi yg berhubungan dengan pekerjaan dan minat, mau kan balik ke perpustakaan umum? Selama ini dapet buku2 yg berhubungan dengan pekerjaan dari mana, kalo boleh tau?

Fatma: Thanks usulnya bagus juga. Susahnya sekarang lokasinya belom ada, mau ngumpulin koleksi dulu, baru entar kalo koleksinya udah layak buat disebut perpustakaan kecil cari lokasi.

Palsay: Pinginnya sih begitu, kalaupun ga bisa 24 jam kayak warnet paling engga buka 7 hari seminggu. Tapi berhubung ini perpustakaan yg didanai secara sukarela dan non-profit kayaknya belum bisa lengkap selengkap2nya, masih perlu fokus ke koleksi yg dirasa banyak diminati/dicari aja. Dan behubung dana sukarelanya sejauh ini dari gue sendiri, gue anggap aja prerogatif gue untuk ga masukin biografi Paris Hilton... huahaha.

Thanks semua buat masukannya.


message 20: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Waks, nama gue berubah jadi Coraline... *LOL*

Amang penggemar buku2 ilmu sosial ya? OK, thanks masukannya, daftar genre di atas gue masukin daftar, kecuali manuskrip kuno kayaknya. Perpustakaan gue kan perpustakaan swadaya, kayaknya gak bakal punya resource buat akuisisi manuskrip kuno. Mungkin kalo gue menang lotere... hehe

Audio books dan film juga kayaknya masih buat plan jangka panjang, tapi belom difokuskan buat fase launching.

Gue lagi mikir kemungkinan kerjasama dengan warnet sih, jadi paling engga pengguna perpustakaannya bisa dapet akses internet untuk e-books (dan printer). Ada yg pengusaha warnet di Bandung di sini? :D

Dewey akan di pake, tapi we're skipping the card catalogues for a searchable database instead, yg artinya nyari2 dari rumah juga bisa - dan ga usah repot2 ke perpus kalo tau buku yg anda mau lagi dipinjem orang.

Thanks for the input, Mang.


message 21: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Halah, satu aja belom jadi udah minta buka cabang... hehehe

Wah, perpustakaan delivery? *mikir* Jadi gak mendukung orang buat rajin ke perpustakaan dong.


message 22: by Just Fatma (new)

Just Fatma (justfatma) | 48 comments Stuju dengan Mas aMank..Layanan delivery... ^_^

Dengan adanya layanan delivery at least, akses pengguna ke koleksi perpus jadi lebih luas. Kan yang penting user bisa memanfaatkan koleksinya dan dapetin informasinya.



message 23: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Hmm, apa sebelom ada lokasi fisiknya dijadiin perpustakaan online aja ya? Nyewanya dikirim lewat pos kayak Netflix? :D

Tapi susah juga ngejer yg ga balikin buku kalo begini... hehe


message 24: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Kalo jajan sih udah membudaya banget buat orang Indo, disuruh ke resto jauh2 di mana juga dijabanin, kalo budaya baca kan masih tipis... hehehe

Tapi ya itu, gue lebih concern ke operasionalnya sih, soalnya artinya harus ada tukang delivery dan jemputnya lagi, dan sistem tracking buku yg bagus. Plus masalah operasional dan manajemen kayaknya harus gue serahkan sama partner2 gue yg di Bandung yg bakalan ngurus sehari2.

Gue pikir malah mungkin lebih ekonomis pake jasa pos sekalian (paling engga biaya balikin ditanggung peminjam). Tapi ya itu, susah ke inventory dan security bukunya.

Soal perawatan, gue sekarang cenderung cari buku yg bindingnya lumayan bagus, kalo engga hardcover, yg emang library binding atau kalo ga ada juga large paperback, dibanding ngumpulin edisi pocketbook yg biasanya bindingnya lebih rentan rusak. Plus gue udah nemu online store yg jual library supply, mulai dari bookcover, repair kits, labels, dll. Bakal gue sampulin satu2 sebelom gue kirim ke Indo. Cuman yg tricky emang soal lokasi nih, kudu cari yg tempatnya ga lembab dan bebas kecoa, tikus dan lumut, sementara di Bandung emang udaranya terkenal lembab.


message 25: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Karena network gue yg tertarik untuk ikut dalam project ini ada di Bandung semua... :D


message 26: by Nenangs (last edited Jul 18, 2008 08:21PM) (new)

Nenangs | 2345 comments Kayaknya amang tertarik utk jadi network project perpustakaan coqueline di jakarta...
*kompor mode on*


message 27: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Kalau ada yg berminat bikin project serupa di Jakarta sih boleh2 aja, tapi terus terang dana yg ada gak cukup buat 2 perpustakaan sekaligus buat saat ini.

Kalau ada yg mau mendanai buat yg di Jakarta sih hayo... hehe


message 28: by mina (new)

mina | 160 comments aku mauuu kalo online hehehehe.... coque, gimana, Labyrinth-nya Borges udah belooom? :p sorry, OOT.


message 29: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Ayo Mang, cari sponsor di Jakarta, entar gue bantuin akuisisi koleksi dari sini.


message 30: by Just Fatma (new)

Just Fatma (justfatma) | 48 comments boleh ikutan gak???? Tapi mungkin teknisnya.


message 31: by [deleted user] (new)

gw mau bantu, apa aja yg bisa gw bantu.


message 32: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Bantu dana? :D

Saat ini sih yg paling dibutuhin emang itu... hehehe


message 33: by Saut (new)

Saut Situmorang (sautsitumorang) | 3 comments permisi...

tolong dong dijelasin kenapa the Bronte sisters and Jane Austen kau katakan "Victorian chicklit".

aku tunggu ya!!!


message 34: by Saut (new)

Saut Situmorang (sautsitumorang) | 3 comments pertanyaanku itu buat yang di bawah ini:

"Indres: Iya, emang koleksi klasik perpustakaan ITB komplit, mulai dari Homer, Victorian's chicklit (I prefer to call those Austen and Bronte novels Victorian chicklit), Nabokov, Vikram Seth, Heller, ada semua. Yg ga ada cuman literature modern yg di bawah 20 taun usianya."


message 35: by Saut (new)

Saut Situmorang (sautsitumorang) | 3 comments tambah lagi biar asyik!

si Vikram Seth itu nulisnya kapan sih hingga gak bisa dikategorikan "literature modern yg di bawah 20 taun usianya" [sic:]?


message 36: by Coqueline (new)

Coqueline | 608 comments Victorian chicklit itu cuman julukan informal aja sih, mereka kan nulisnya di jaman Ratu Victoria dulu, dan isi buku2nya yah gitu deh, cewe banget. Jadi buat membedakan dari modern chicklit.

Vikram Seth nulisnya di bawah 20 taunan ya? Oh ya udah. Itu kan cuman buat memberi contoh di luar kepala, bukan lagi bikin katalog, gak akurat ya harap maklum... hehehe


message 37: by Decy (new)

Decy (decynug) | 20 comments buku-buku tutorial telekomunikasi baik yang jadul atau hingga kini, selain itu buku-buku tutorial fotografi


back to top