Goodreads Indonesia discussion

202 views
Arsip GRI 2011 > Kerjasama Goodreads Indonesia dan Media Indonesia -Januari 2011

Comments (showing 1-44 of 44) (44 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2971 comments sama-sama :)


message 2: by Nyonya (new)

Nyonya Buku (nyonyabuku) | 103 comments makasih buanyakkkkk banget buat mas amang, mbak lita dan semua teman-teman GRI yang hangat menyambut upaya ini... hehehhehe

acara ini rutin tiap bulan loh... yg bulan ini dah kukomunikasikan dengan mbak lita ya mas... :D

3 buku siap dikirim sore ini ke pancoran.

nuhunnnnn


message 3: by Beatrice Cynthia (last edited Sep 18, 2010 02:28AM) (new)

Beatrice Cynthia (BeatriceCW) | 171 comments Awal perkenalanku dengan Tan Malaka bagaimana jelasnya aku sudah lupa sama sekali. Aku mengira dia adalah warga Indonesia keturunan Tionghoa. Sebab kata Tan pada nama pertamanya mencirikan nama orang Tionghoa sebagai sebutan untuk marga keluarga dan ditambah fotonya yang hitam putih kelam itu tampak seperti sosok pria Tionghoa yang tegap pada masanya. Namun, setelah membaca secara runut latar belakang hidupnya, barulah aku tahu dia adalah seorang pejuang yang cinta republik ini yang berasal dari Sumatra. Tidak punya darah keturunan Tionghoa dalam urat nadinya sama sekali. Aku tetap bingung mengapa namanya Tan Malaka. Apakah dia dilahirkan di Malaka. Atau dia adalah orang keturunan Melayu. Aku tetap tidak tahu sama sekali. Sebab nama tetaplah nama yang merupakan ciri identitas unik yang membedakan tiap manusia di dunia sehingga berbeda satu dengan lainnya.
Aku sangat terkesan dengan kelihaiannya berkamuflase sehingga sulit dilacak keberadaannya oleh polisi internasional dan aparat hukum yang ingin menangkap dan mengadilinya. Sepak terjangnya sebagai seorang pejuang republik sungguh luar biasa, membuat para musuh seperti kebakaran jenggot dan pontang-panting. Padahal dia sama sekali tidak mengangkat senapan apapun untuk membela diri seperti James Bond.
Banyak garis hidupnya yang tetap menjadi misteri hingga hari ini hingga kematiannya pun tetap mengandung misteri yang tak berkesudahan. Makamnya tak diketahui tempatnya dan beragam sumber berbondong-bondong menyatakan melihat kematiannya di berbagai belahan dunia. Mungkin karena itulah banyak buku-buku tentang kisahnya ditulis. Entah benar entah tidak. Semua buku berteriak dan bersorak bahwa merekalah sumber terbaku dan asli tentang kisah hidup Tan Malaka.
Aku tetap menunggu akan kisah yang paling nyata dan asli tentang Tan Malaka. Kuharap impianku ini dapat terwujud.
Salut untuk teman-teman di GRI yang bekerja sama dengan harian Media Indonesia mengupas tentang Tan Malaka secara nyata dan benar.
Ditunggu acara pembahasan buku selanjutnya. =D


message 4: by lita (new)

lita Sambil menanti artikel untuk diskusi buku yang ke-2: Psychology of Fashion: Fenomena Perempuan (Melepas) Jilbab, aku post fotonya dulu ya...:)

description

Kika: Didhiet (Sweetdhee), Ayu Yudha, Feby, Erry, Sica Harum


 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2971 comments ^ gak di muat di edisi sabtu kemarin yah? atau sabtu minggu depan? soalnya yg edisi kemarin ngebahas ttg buku terbarunya Stephen Hawking (The Grand Design), ttg dunia sastra Cina, Warisan Kiai Ahmad Dahlan, Un Soir du Paris, Para Jago dan Kaum Revolusioner di Jakarta, & Pak Beye dan Politiknya


message 6: by erry (new)

erry | 266 comments wua.. ternyata fotonya udah diupload. he3x..semoga foto yg dipajang di MI nanti bgs yak :D *narsis akut*
diskusi buku yg menyenangkan,apalagi disuguhi es krim sama tuan rumahnya ^^

baru kelar bikin reviewnya.. Puih.. cape..ngantuks. tidur aja ah


message 7: by Δx Δp ≥ ½ ħ (last edited Sep 27, 2010 09:54PM) (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2971 comments eh, lom ada yg apdet yah? di Koran Media Indonesia edisi 25/9/2010 (Sabtu) dah keluar tuh liputannya

saia copas deh
_________________________________________________________________________

Jilbab bukan Penakar Iman

25 Sep 2010 | Media Indonesia Nasional


Tidak perlu menghakimi keimanan seseorang ketika jilbab terlepas dari kepala.

Bagaimanapun, itu teritorium Tuhan.

Pada 18 September 2010, pembaca Media Indonesia berkumpul untuk mendiskusikan buku Psychology of Fashion Fenomena Perempuan (Melepas) Jilbab yang diterbitkan Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS). Kami membahas buku ini mengingat maraknya buku mengenai jilbab dan perempuan, tapi hampir tidak ada yang mengupas persoalan fenomena melepas jilbab dari, aspek psikologis. Pendekatan ini bisa memberi pemahaman untuk menghargai pilihan-pilihan individu dalam beragama, tanpa harus menghakimi, mengingat saat ini begitu mudahnya orang dituduh kafir. Berikut adalah catatan Obrolan Pembaca Media Indonesia mengenai buku tersebut.


JILBAB memang tak sekadar kain penutup kepala. Ada aspek psikologis, sosiologis, sampai kultural, ketika seseorang memutuskan berjilbab, pun ketika melepasnya.

Juneman, psikolog lulusan Universitas Persada Indonesia ini menggelontorkan perspektif segar di bukunya, berjudul Psychology of Fashion Fenomena Perempuan (Melepas) jilbab. Di antara maraknya buku-buku mengenai jilbab dan perempuan, Juneman menawarkan pandangan dari sisi psikologis pelakunya; demi memahami keragaman manusia.

Kebaruan itu diakui peserta Obrolan Pembaca Media Indonesia (OPMI), saat mendiskusikan buku ini di kantor Media Indonesia, Sabtu (18/9). Para peserta diskusi sepakat, kebaruan ide penulis terletak pada penawaran konsep menghormati pilihan, meski terkesan kontroversial sekalipun.

"Dengan baca buku ini, aku belajar jangan segampang itulah menghakimi orang. Kalau ia melepas jilbab, jangan langsung bilang itu degradasi/ ungkap Didiet Prinastuti, salah satu peserta diskusi.

Dia mengaku sudah deg-degan ketika melihat sampul buku. "Judulnya kan sudahbegitu. Aku mikir, apa dengan membaca buku ini, aku bisa berubah pikiran akan melepas jilbab," kata perempuan berjilbab itu.

Perasaan itu juga diakui Chaeriwati (Eri) dan Puspa Sari Ayu Yudha (Ayu). Keduanya berjilbab dan merasa penasaran dengan isi buku tersebut. "Tapi setelah dibaca, aku justru makin yakin dengan pilihanku," ujar Ayu.

Pendapatnya disambut ang-gukan mantap dari Eri. "Aku sendiri memakai jilbab sesuai kebutuhan. Saat fitnes misalnya, jujur saja ya, aku enggak pakai. Karena lebih nyaman enggak pakai," kata Eri.

Terwakili

Perasaan khawatir di awal membaca buku juga dialami Feby Indirani. "Tapi berbeda dengan teman-teman yang merasa khawatir jangan-jangan buku ini akan membuat berpikir ulang mengenai pemakaian jilbab. Aku sebaliknya, takut dihakimi," ujar Feby lalu tertawa.

Perempuan 31 tahun itu memang pernah mengenakan jilbab tapi kini telah melepasnya. "Setelah baca, ya aku merasa cukup terwakili dan sangat terkoneksi dengan buku ini," katanya.

Feby pernah mengalami tekanan-tekanan setelah melepas jilbab. "Pasti ada, lah. Pertama kali pakai jilbab pasti dikerumunin ruh, dikasih ucapan selamat. La gue juga selalumikir kenapa juga diselamatin. Saat udah lepas, ya terus dinilai kemunduran. Banyak loh yang berhenti tersenyum sama gue, enggak mau nyapa lagi. Aduh, kok perempuan dikotak-kotakkan begitu. Gue lepas jilbab karena merasa lebih nyaman sekaligus menjadi protes gue untuk kemunculan perda-perda syariat," katanya.

Proses pelepasan jilbab Feby dilakukan secara bertahap. Plus melalui fase kucing-kucingan dengan sang ibu.

"Nyokap pakai jilbab setelah haji. Dia enggak pernah maksa orang untuk pakai, tapi dia selalu bilang kalau pakai ya jangan pernah buka. Ya sudah, hampir tiga tahun gue ahli pakai jilbab di ojek atau angkot. Sampai di rumah, kelihatan berjilbab padahal di luar udah dilepas," ujar Feby yang meyakini jilbab ialah bagian dari budaya.

Feby juga mengaku kenyang dengan pandangan lelaki atas perempuan berjilbab. *Yang paling mengganggu ialah pandangan laki-laki yang meng-anggap perempuan berjilbab lebih baik. Cowok-cowok ter-nyata senang cewek karena dia pake jilbab, itu nyebelin," ujar perempuan yang sempat berjilbab selama dua tahun itu.

Mendengar komentar Feby, Eri tertawa. "Dan di buku ini, keputusan empat perempuan mengenai jilbab mereka berhubungan dengan lelaki. Aku sempat mikir, kok dangkal bener ya/ ujarnya.

Ayu menyambung, "Sebetulnya aku penasaran kenapa dia (penulis) ambil ide ini. Apalagi dia ini laki-laki. Jadi pengin tahu, apa pernah ada alasan personal, misalnya ce-weknya pernah lepas jilbab? Kok seakan-akan alasan cewek pake jilbab adalah cowok," ujarnya.

Pemahaman

Secara umum, empat peserta OPMI mengaku mendapati pemahaman tentang bagaimana menghargai pilihan-pilihan seseorang. Pengalaman-pengalaman perempuan yang melepas jilbab mereka yang dipa-parkan dalam buku ini, diakui keempatnya merupakan upaya pembacaan yang baik mengenai fenomena yang terjadi di masyarakat.

Emmy Djatiningsih, calon peserta OPMI yang batal hadir menuliskan komentarnya melalui surat elektronik, "Buku ini membuka pandangan baru bagi saya, mudah-mudahan bisa membuka wawasan mengenai pemaknaan jilbab. Jangan sampai fenomena perempuan melepaskan jilbabnya menjadi sesuatu yang krusial untuk diperdebatkan sehingga kita melupakan esensi Islam. Agama ini kan sangat menekankan pentingnya penghor-matan kepada manusia dan akomodatif terhadap nilai-nilai kemanusiaan."

Buku yang tampil serius dengan judul eye catching ini dinilai semua peserta memberikan pandangan komprehensif mengenai fenomena perempuan melepas jilbab. Paling-paling yang terasa sedikit membutuhkan perjuangan membaca. ialah pemaparan teori-teori karena terkesan berat bagi orang awam. "Tapi itu pun perlu agar kita bisa memahami dari sisi ilmunya," tambah Ayu. (M-4)

miweekendiamediaindonesia.com
Vini Mariyane Rosya


 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2971 comments eh, gambar+komennya males saia aplot uy. kalo yg mau koran versi digitalnya, spt biasa, PM kan alamat imelnya :)


 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2971 comments saia kirimin dg yg tanggal 28 Agustus (yg edisi diskusi pertama) yah. tapi harap sabar. aplotnya lama. ukuran filenya belasan mega. harus satu2


 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2971 comments btw, ttg artikelnya, tampaknya perlu dibedakan antara berjilbab dg berkerudung. definisi dan fungsinya beda soalnya :)


message 11: by erry (new)

erry | 266 comments mau dunk yg edisi september. blm liat soalnya


 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2971 comments done!

@Mas Amang. dah kekirim keduanya. trash-in ajah deh kalo gituh yg edisi agustusnya mah :D


message 13: by lita (new)

lita Dear temans,

Media Indonesia kembali membuka kesempatan bagi tiga orang anggota Goodreads Indonesia untuk ikut dalam rubrik "Obrolan Buku" yang ke-3, bulan Oktober 2010.

Buku yang akan dibahas adalah kumpulan cerpen karya Fajar Nugros, berjudul I didn't lose my heart, I sold it on eBay.

Bagi teman-teman yang berminat, bisa daftar ke email Goodreads Indonesia: goodreads.indonesia@gmail.com dengan memberikan alamat surat, nomor telpon, usia, dan pekerjaan.

Ditunggu sampai tanggal 10 Oktober 2010 nanti ya...

thanks,

-lits-


message 14: by Nanny (new)

Nanny SA | 1353 comments ★ Δx Δp ≥ ½ ħ ★ wrote: "eh, lom ada yg apdet yah? di Koran Media Indonesia edisi 25/9/2010 (Sabtu) dah keluar tuh liputannya

saia copas deh
_________________________________________________________________________


Jilbab bukan Penakar Iman

25 Sep 2010 | Media Indonesia Nasional


Tidak perlu menghakimi keimanan seseorang ketika jilbab terlepas dari kepala.

Bagaimanapun, itu teritorium Tuhan.

Pada 18 September 2010, pembaca Media Indonesia berkumpul untuk mendiskusikan buku Psycholo..."


bagus artikelnya


message 15: by an (new)

an (drogini) | 488 comments pengen ikut... sayang hari na ga sesuai :'(


message 16: by Thesunan (new)

Thesunan | 511 comments wah buku itu... pengen ikutan


message 17: by Δx Δp ≥ ½ ħ (last edited Nov 06, 2010 10:58PM) (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2971 comments lum ada yg apdet yah?
________________________________________
Hati yang Dijual di eBay

Sebanyak 32 cerita pendek Fajar Nugros dibundel menjadi sebuah buku. Ada yang mengejutkan, datar sampai menghasilkan efek gubrak!

JUDUL buku kumpulan cerpen itu terdengar catchy. I Didnt Lose My Heart, I Sold lt on eBay!. Rasanya cukup menarik untuk membuat pembaca penasaran dan bertanya-tanya. Sebuah kisah yang gelap? Futuristik? Atau menggambarkan fenomena sosial di kalangan anak muda yang belum terungkap sebelumnya?

"Waktu dapet bukunya, aku langsung cari dan baca cerita itu karena penasaran," ujar Gilang Ghaisani Putri, mahasiswi Universitas Indonesia.

Selain judul, sampulnya juga terbilang menarik. Separuh wajah perempuan muda segar bergincu merah berwajah datar menatap ke depan dengan tatapan kosong.

"Aku tertarik dengan gambar sampulnya. Sampai temenku ingin baca juga," kata Harun Harahap, salah satu moderator Goodreads Indonesia.

Namun, agaknya pepatah dont jugde a book by its cover ada benarnya. Karena, sampul bisa menipu. Siapa sangka visual yang tak menarik akan menyajikan cerita yang menawan di dalamnya? Atau bisa juga dibalik sampul yang menawan bisa menghadirkan kekecewaan di dalamnya.

Karena ekspektasi itu, penggemar buku peserta OPMI, Sabtu (30/10), sepakat tak terlalu suka. Mereka dibuat kebingungan dengan isi buku yang tak mereka mengerti maksudnya.

"Tebakanku buku ini akan cerita tentang gadis-gadis yang menjual keperawanannya di internet atau hal-hal semacam itu yang banyak terjadi zaman sekarang. Tapi, ternyata isinya enggak sesuai ekspektasi. Jadinya aku baca buru-buru! Gemes mencari mana sih cerita yang bagus," ujar Harun.

Cerpen yang judulnya dicatut sebagai judul buku itu pun tak kunjung memecahkan kebingungan. Cerpen I Didnt Lose My Heart, I Sold It on eBay! itu dinilai lebih tampak seperti sebuah curahan hati (curhat) yang ditulis asal. "Aku enggak ngerti," kata Gilang.

Ana Triana, mahasiswi Jurusan Sastra Universitas Indonesia mengalami hal serupa. Ia kebingungan dengan sejumlah cerita, sebutlah kisah Love Story Board on The Weekend, WYBMCF atau Pendekar Kapak Maut Naga Geni.

Beda

Meski diliputi tanda tanya besar, peserta OPMI mengakui ada sejumlah kisah yang menarik. Misalnya, cerpen berjudul Dipanggil Olehnya. Kisah favorit Harun dan Gilang ini dianggap memiliki akhir ceritanya mengejutkan sekaligus menyentuh "Kisah yang paling ada makna moralnya ya ini. Kita enggak tahu seberapa besar dan banyak pengorbanan bapak untuk kita sendiri. Kadang kita menyepelekan. Padahal di balik tindakan-tindakannya itu ada maksud tertentu," jelas Harun.

Sementara Ika Agustina memilih kisah Yang Berakhir Bahagia. "Kisah itu lucu, menggambarkan gaya pacaran yang beda. Bisa berkhayal sedemikian rupa itu bagus sekali. Ini adalah gaya kencan yang asyik untuk ditiru. Kisah yang tidak biasa," kata Ika yang bekerja dalam sebuah LSM.

Ika menilai kisah itu punya kejutan yang menarik, mirip dengan penyelesaian cerita Dipanggil Olehnya.

Adapun Cinta di Saku Belakang Celana menjadi kisah yang disukai Ana. Ada perdebatan ketika memperbincangkan kisah ini. Apakah cinta yang disebut-sebut dalam cerita itu ialah barang berharga, seorang gadis, atau bahkan narkoba. "Kalau menurut saya, cinta yang dimaksud itu ya cinta. Ide penulis adalah bahwa semua orang butuh cinta. Lalu membangun cerita sengaja yang seperti ini. Cinta yang abstrak," jelas Harun.

Namun, Ika berpikir beda. Menurutnya, cinta yang dimaksud penulis adalah sebuah barang. "Di imajinasiku, kisah ini adalah transaksi narkoba. Jadi dia menaruh narkoba di saku belakang celananya."

Kurang matang

Secara keseluruhan, buku ini menawarkan 32 cerita pendek. Angka yang terbilang banyak untuk sebuah kumpulan cerpen dengan 155 halaman.

Gaya penulisarnya juga tak biasa. Beberapa kisah hanya menyajikan potongan-potongan dialog tanpa deskripsi apa pun. Dialog yang bagi Harun terlalu melelahkan untuk diikuti. Sebagian kisah lain ditampilkan tanpa tokoh dan tampak seperti curhat saja.

Tema yang diangkat lebih banyak bercerita tentang cinta dan persoalan urban di Jakarta, pas untuk menggaet anak-anak muda masa kini. "Tulisannya juga Jakarta banget. Kalau dibaca dengan teman-teman di daerah, belum tentu nyambung," ujar Gilang.

Ketika harus menilai, semua peserta sepakat buku ini terasa belum matang digarap. "Tapi, saya rasa dia punya sense yang bagus. Suatu saat pastilah penulis ini lebih matang. Aku yakin Agus Noor ataupun Seno Gumira Ajidarma tidak langsung hebat ketika memulainya," kata Harun.
(M-4)miweekend @mediaindonesia.com


message 18: by Δx Δp ≥ ½ ħ (last edited Nov 06, 2010 10:27PM) (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2971 comments dan inih dia-foto-fotonya [image error]

[image error]
ki-ka: Gilang, Harun, Ika, Ana

[image error]
1. Ana Triana, 19 tahun, Mahasiswa Sastra Universitas Indonesia
Ana suka membaca buku apa saja kecuali metropop, chicklit, dan teenlit.

[image error]
2.Harun Harahap, 25 tahun, PNS yang juga moderator Komunitas Goodreads Indonesia
Harun menggemari buku sejarah. Dia juga mengaku suka buku anak-anak karya Road Dhal yang dibaca saat merasa suntuk.

[image error]
3. Ika Agustina, 26 tahun,Pekerja Sosial (LSM)
Ika biasa membaca buku non fiksi untuk mendukung pekerjaan seperti buku-buku bertema gender dan ilmu sosial. Untuk rehat sejenak, Ika terkadang juga membaca buku fiksi.

[image error]
4. Gilang Ghaisani Putri, 22 tahun, Mahasiswi FISIP Universitas Indonesia
Gilang menyukai karya-karya Agatha Christie dan Nicholas Sparks. Dia suka buku-buku chicklit dan komik.

_________________________________________________

spt biasa, kalo mu versi korannya, silakan PM-kan imelnya :)


message 19: by Indri (new)

Indri Juwono (indrijuwono) | 2862 comments quii, kau copas dari mana sih, banyak banget typo-nyaa..


message 20: by Δx Δp ≥ ½ ħ (last edited Nov 06, 2010 10:52PM) (new)

 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2971 comments dr korannya. ntar deh diedit *kalo gak males [image error]


message 21: by Nyonya (new)

Nyonya Buku (nyonyabuku) | 103 comments glek.. typo banyak banget.. ambil soft copy darimana ya? koreksiiii koreksiiiii


 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2971 comments dicopas dr korannya kok. males ngedit. silakan edit sendiri. tinggal copas dan edit [image error]


message 23: by Bunga Mawar (new)

Bunga Mawar (verad) | 951 comments eeeh.. tumben2an tuh ana triana difoto gaya :p


message 24: by ana (new)

ana (anaazusa) | 582 comments eh ya ampun. sumpah jelek banget.

mas2 potografernya gimana sih! kan aku udah bilang, kalo ga disensor ya diganti aja ama potonya dian sastro...


 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2971 comments done. and done. and done.


message 26: by miaaa, Moderator (new)

miaaa | 2353 comments Mod
road dhal itu siapanya sanjay dutt? :p *numpang lewat terus ngacir*


message 27: by e.c.h.a, Moderator (last edited Dec 13, 2010 01:51AM) (new)

e.c.h.a (rezecha) | 2012 comments Mod
Cut Nyak Din: Sisi Manusiawi Seorang Pahlawan
by sica on December 8th, 2010

[image error]

Biografi Cut Nyak Din ditulis apik dari kacamata seorang perempuan Belanda yang pernah tinggal di Aceh. Menyentuh sisi manusiawi seorang pahlawan
sekaligus menggambarkan antropologi Aceh di masa itu.

SOSOK perempuan dengan rambut kusut , dengan ekspresi yang menyiratkan kemarahan dalam ketidakberdayaan, terpampang dalam sampul buku Cut Nyak Din: Kisah ratu perang Aceh karya M.H Szekely Lulofs . Perempuan itu memang Cut Nyak Din. Kejadian itu diabadikan saat penyerahan diri kepada Belanda, diambil dari buku Perang Melawan Kolonial Belanda di
Aceh.

Dari gambar itu, diskusi buku mengalir. Peserta Obrolan Pembaca Media Indonesia(OPMI) bisa menangkap usaha keras Din melawan penjajah di tanah leluhurnya.
“Ya seperti ini lah aku kira Cut Nyak Din itu. Dia kan memang memimpin sendiri perang gerilya sampai 6 tahun setelah suaminya, Teuku Umar, meninggal. Bergerilya, makan seadanya, ya sampai sakit dan buta, tetap enggak mau menyerah melawan Belanda,” kata Mia Fiona, moderator Komunitas Goodreads Indonesia, saat membahas buku di Kantor Media Indonesia, Minggu(28/11).

Mia menilai, buku yang habis dibaca dalam satu minggu itu kaya akan data. Namun, penuturan Lulofs yang mengalir membuat buku ini nyaman dibaca sampai tuntas. “Dari awal sudah kepegang grip-nya, jadi membacanya juga enak sampai ke bagian akhir,” lanjut Mia.

Apresiasi serupa dilontarkan peserta OPMI lainnya, yaitu Helvry Wilhem Sinaga dan Evi Yuniati. Helvry yang pernah tinggal di Aceh merasa menapaktilasi tempat-tempat masa kecilnya. Adapun Evi, penggemar buku-buku perjalanan yang mengaku jarang terpapar buku-buku sejarah itu merasa tak kesulitan mengikuti alur cerita. “Aku rasa buku ini sih bagus banget untuk belajar sejarah Indonesia. Tidak seperti buku sejarah yang umumya digunakan di sekolah, dengan tanggal-tanggal penting yang dijejalkan,” kata perempuan berambut panjang itu.

Karakter Aceh
Din, putri bangsawan bergelar Nanta Setia itu digambarkan Szekely berbeda dengan perempuan kebanyakan di Aceh pada masanya. Din keras hati. Sedari kecil, tak mau mudah kalah dengan saudara-saudara lelakinya. “Aku menangkap kesan, Din punya semacam peran yang tidak mau tunduk dengan siapapun. Dia berani menentang, berani berlawanan dengan orang yang tidak setuju dengan dirinya,” kata Helvry.

Peran Din memang tidak tenggelam dalam pernikahan. Setelah menikah dengan Teuku Ibrahim, Din kerap dimintai pendapat oleh sang suami. Ketika suami kedua Din, Teuku Umar, tewas, Din juga angkat senjata dan mengomandoi para lelaki yang tergabung dalam pasukannya. Din memimpin perang gerilya 6 tahun, masuk keluar hutan sampai sakit dan buta.
Sampai di bagian ini, provokasi untuk mempertanyakan kembali label pejuang emansipasi yang tersemat pada Kartini rupanya cukup berhasil. Kartini yang memilih ‘curhat’ melalui surat dan diam ketika dimadu terasa kontras dengan pembawaan Din. “Seumur Kartini, Din sudah menikah dua kali dan memimpin perang,” kata Mia seraya tertawa.

Lita Soerjadinata lantas menarik sosok Din ke masa kini. Dia menimpali, “Din itu pakai celana panjang. Dia biasa bergaul dengan lelaki, memimpin perang
dan mengomandani lelaki. Beda sekali ya dengan bagaimana perempuan-perempuan Aceh sekarang dibentuk melalui peraturan-peraturan daerahnya.”

Semangat untuk menarik sejarah dalam konteks kekinian itu pun menulari Helvry. “Aku merasa ada kemiripan konflik cukup tinggi pada zaman Cut Nyak Din dan era pemberlakukan Daerah Operasi Militer(DOM). Buku ini membuat aku punya anggapan, ada semacam karakter umum orang Aceh yang selalu menolak kekuatan asing yang masuk. Dulu ataupun sekarang. Dan aku rasa buku ini menjadi jembatan untuk membuka arsip-arsip lama,” katanya. Evi dan Lita mengangguk, membenarkan. Mia mengimbuhi, ”Ini asyik nih. Selama ini kita membuat stereotip umum tentang Aceh. Tapi dari buku ini kita paham, di Aceh pun ada macam-macam kelompok yang tidak mudah saling mengalah. Ini sebetulnya jadi pengantar yang baik sekali, bisa dipelajari bagaimana agar mereka mau bersatu. Ya kalau pemerintah mau balik kepersoalan itu sih. ”

“Iya, Aceh sendiri kan ada yang sekuler dan fundamentalis. Aku jadi ingat, ada sebuah perjanjian. Aku lupa namanya tapi perjanjian itu membagi wilayah Aceh , untuk wilayah mereka yang sekuler dan fundamentalis. Pidie misalnya, itu wilayah kaum fundamental,” kata Lita. Penyuka buku-buku sejarah Indonesia itu lantas memberi gambaran tentang Papua. “ Di Papua, suku Amungme dikenal sebagai suku yang menggantungkan hidup dari pertanian. Nah suku Dani memang suku yang senang perang. Ketika Freeport mengambil alih lahan suku Amungme dan memindahkannya ke wilayah suku Dani, ya jelas suku Dani enggak terima dong. Tapi pihak keamanan kan enggak ngerti bahwa perang baru selesai ketika jatuh jumlah korban yang sama. Nah, mungkin
hal serupa terjadi di Aceh. Mungkin ada banyak peraturan antar mukim yang kita enggak tahu, dan pemerintah juga enggak mau tahu,” urai Lita.

Harta Karun
Szekely, disebutkan Martina dari Penerbit Komunitas Bambu(Kobam), pernah mengarang dua novel, yaitu Ruber dan Koeli. Keduanya berlatarbelakang perkebunan Deli di Sumatera Timur tempat Szekely pernah dibesarkan dan mengalami langsung pahit dan kelamnya pola hubungan kuli kontrak dan tuan tanah. “Kalau yang dua itu, drama sekali,” ujar Martina.

Karena sempat besar di Aceh, tahun 1900-an, sudut pandang Szekely terasa sangat lokal. Perempuan itu berayahkan Residen Lulofs, terkenal sebagai bestur yang adil di Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Lulofs tidak termasuk golongan Belanda yang kolonial. Dia tidak menggunakan kekuasannya untuk menindas rakyat yang tidak berdaya.

Saat dewasa Szekely mulai membaca riwayat perang Aceh. Banyak yang ditulis oleh orang-orang Belanda. Temuan terbesar Szekely atas riwayat itu ia dapati dari surat-surat Snouck Hurgronye. Dalam salah satu naskah, terdapat riwayat yang disyairkan Dokarim. Szekely mendapati nama-nama penting dalam Perang Sabil. Dia melanjutkan pembacaannya dengan mengumpulkan keterangan mengenai Perang Aceh dari pelaku sejarah. Sayang, tidak ada keterangan mengenai detil mengenai perang gerilya yang dipimpin Din.

Tahun 1948, buku Cut Nyak Din diterbitkan di Belanda dengan judul Degeschiedenis van enn Atjehse vortsin. Lebih dari setengah abad kemudian, tahun 2004, seperti harta karun buku itu ditemukan sejawaran muda JJ Rizal di perpustakaan pribadi Sitor Situmorang.

“Ketemu saat membongkar perpustakaan pribadi Pak Sitor. Ya mungkin dikasihtahu Pak Sitor kalau buku itu bagus, karena bang Rizal sendiri kan enggak bisa Bahasa Belanda. Setelah diterjemahkan, memang ternyata buku itu bagus sekali. Kami menerbitkan pertama kali tahun 2007, lalu bulan Juni 2010,” cerita Uswatul Chabibah, pemimpin redaksi Kobam.

Bisa jadi, pendapat perempuan yang akrab disapa Uswa itu tidak berlebihan. Peserta OPMI pun sepakat menunjuk buku ini sebagai buku yang penting dibaca, lepas dari persoalan lembaran halaman yang terasa padat dengan marjin yang sempit. (Sic)

–Sumber: Media Indonesia edisi Sabtu, 4 Desember 2010

Rating

Helvry Wilhem Sinaga
Akuntan, 27 tahun

Rating —lima bintang

“Ada kekurangan sedikit mengenai banyaknya kesalahan ketik dalam buku ini.
Tapi buku ini menjadi jembatan untuk membuka arsip-arsip lama mengenai
Aceh.”

Evi Yunianti
Staf administrasi perusahaan export, 32 tahun
rating — 4

“Kekuatan buku ini karena menggambarkan sisi personalitas yang menonjol. Ada
gambaran yang detil mengenai orang-orang di sekeliling Cut Nyak Din.”

Mia Fiona
Sekretaris di sebuah LSM, 31 tahun
Rating: empat bintang

“Diluar cara menulis Skezely yang muter-muter untuk menceritakan sesuatu, khas penulis dulu, buku ini asyik karena penggambaran emosinya
benar-benar terasa.”


message 28: by miaaa, Moderator (new)

miaaa | 2353 comments Mod
fotonya keren!

sicaaaaaaaaaa mao dunk fotonyaaa *kedip2*


message 29: by lita (last edited Dec 14, 2010 01:09AM) (new)

lita untuk Obrolan Buku ke-5 akan dilaksanakan Sabtu, 18 Desember 2010. Buat yang berminat, silakan pm saya. Ditunggu sampai besok siang, jam 12.00 WIB :)


message 30: by lita (new)

lita dan buku yang akan dibahas adalah ini:

http://www.goodreads.com/book/show/98...

Novel yang diilhami Pramoedya Ananta Toer ini berkisah tentang pegawai negeri yang jujur yang berupaya melawan arus agar tak terperangkap jaring korupsi.


message 31: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments berminat, tapi jam berapa?


message 32: by lita (new)

lita Nenangs wrote: "berminat, tapi jam berapa?"

biasanya kita dijemput di rumah GRI jam 10.30, Kang. diskusinya dimulai begitu kita sampai di kantor MI, dan ditutup makan siang.

udah ada satu peserta yang bersedia ikut, jadi tinggal 2 tempat lagi yang tersisa


message 33: by lita (new)

lita @Amang: berminat juga kah?


message 34: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 364 comments udah lihat buku ini di EFEO pas Festival Pembaca Indonesia, 5 Desember lalu. Pas ditanya berapa harganya, si mbak vita dan mbak maya nya bilang
"maaf disini nggak boleh jualan"
hihihihi


message 35: by e.c.h.a, Moderator (new)

e.c.h.a (rezecha) | 2012 comments Mod
Wah peserta pameran yang mengikuti peraturan pameran *OOT*

Untuk diskusi yang minggu ini, aku skip juga ya Mbak Lits ;))


message 36: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments maaf ya lits, sepertinya jamnya ndak cocok.
mungkin helvry?


message 37: by Helvry (new)

Helvry Sinaga | 364 comments boleh pinjam bukunya nggak mba Lit?


message 38: by lita (new)

lita boleeeehhhh :)


message 39: by ana (new)

ana (anaazusa) | 582 comments eh.. eug.. em...

*salting ceritanya*


message 40: by Beatrice Cynthia (new)

Beatrice Cynthia (BeatriceCW) | 171 comments Mba Truly, kalau di bulan Mei 2011 yang akan datang ini masih ada kerjasama antara GRI dengan Media Indonesia, Bea mendaftar ikut ya.
Trims (^o^)


message 41: by Truly (new)

Truly (uyi_adi) | 1685 comments @Harun
Siap............!
nanti kalau sudah dapat waktu resmi danri Mi aku koordinasi dengan Winda dan Lia

@Bea
loh memang sudah balik ke Jakarta?


message 42: by Beatrice Cynthia (new)

Beatrice Cynthia (BeatriceCW) | 171 comments Mulai April ini Bea udah pulang lagi ke Jakarta, hahaha..


message 43: by Truly (new)

Truly (uyi_adi) | 1685 comments oceh.... ngintip titipan buku yang udah penuh debu ^_^


message 44: by Beatrice Cynthia (new)

Beatrice Cynthia (BeatriceCW) | 171 comments siap-siapin tissue buat ngelap debu (^o^)


back to top