Goodreads Indonesia discussion

434 views
Buku & Membaca > Buku Yang Paling Ingin Anda Curi dari Perpustakaan

Comments Showing 1-50 of 77 (77 new)    post a comment »
« previous 1

message 1: by aldo zirsov (new)

aldo zirsov (aldozirsovlibrary) | 376 comments Terinspirasi dari buku The Man Who Loved Books Too Much karangan Allison Hoover Bartlett, dengan tokohnya sang pencuri buku John Charles Gilkey, jadi ingin tahu satu buku, ya hanya satu buku saja, yang teman-teman ingin curi dari satu perpustakaan mana saja. Kenapa ingin mencuri buku tersebut berikut alasannya, serta bisa juga cerita dimana perpustakaan yang mungkin menyimpan buku tersebut atau sedikit penjelasan kenapa terobsesi memiliki buku itu.
Bukan ingin mendorong teman-teman melakukan tindakan kriminal pencurian buku, tapi hanya ingin berbagi cerita sekaligus obsesi yang mungkin terpendam terhadap suatu buku yang belum kesampaian untuk dimiliki. Dengan begitu siapa tahu ada teman lain yang berbaik hati menghadiahi anda buku yang diidamkan, atau bisa menjadi perhatian penerbit untuk mencetak ulang buku yang sudah lama tidak ada edisi terbarunya, atau siapa tahu malah dapat informasi lain tentang keberadaan buku yang diidamkan tersebut.
Silahkan, ditunggu cerita dan obsesi terhadap suatu buku...!


message 2: by Truly (new)

Truly (uyi_adi) | 1688 comments *kedip-kedip malu*
Sebenarnya ini keinginan jaman dahulu.
Pas aku kuliah komunikasi di Lenteng Agung, yang namanya tuh buku refensi susa.........h banget. Enggak ngerti karena pada sok ngerakyat jadi banyak hal yang serba "rakyat" atau pada takut lihat refensi komunikasi yang ssat itu tahun 90'an lebih banyak berbahasa Inggris.

Saat bikin skripsi, dapet dosen yang maunya pakai referesi terbaru, jelas enggak ada di kampus. Untung ada temen yang merekomendasikan B.C Pas kesana wah... niat banget nilep 1-2 buku dari pada nyatet sampe pegel terus dirumah diketik lagi. Untunglah lobi-lobi yang intensif membuat saya bisa mengcopy buku2 itu. Bebas dari dosa.....

Tapi..... mendadak saat ke kampus yang di kuningan, melihat ada satu seri buku mengenai komunikasi dan pemasaran di pasang di meja tengah perpus. Cocok banget buat referensi skripsi. Ada 7 buku dalam 1 seri, dan ada 2 buku yang bener2 pingin dipindah tangankan. Kondisinya baru dibuka plastiknya dan tanpa stempel milik perpus...!Walau begitu entah bagaimana,jika lewat pintu keluar alaram tetap berbunyi menandakan ada buku yang dibawa keluar tanpa ijin.

Setiap ada waktu luang pasti numpang baca.Dipikir aneh juga, Fakultas Ekonomi beli buku yang cocok buat F Komunikasi. .. Lama-lama selain saya, ternyata ada juga yang tertarik,mulailah kita berlomba siapa duluan. Curangnya mereka suka mengambil semua buku sehingga menyisakan box kosong. Padahal buku yang saya incar tidak mereka baca. Saat saya minta dengan sopan, baik dan bener kok malah galakkan mereka.....

Saya jadi terobsesi harus punya buku itu. HARUS ASLI, buka fotocopy yang mudah saya dapet melewati jalur pertemanan (padahal itu termasuk buku yg tdk boleh dibaca diluar perpus & dicopy).Penasaran ngecek harganya di salah satu toko buku, ya ampu...n mahalnya. Itu tahun 1995 dan harganya Rp 350.000!
Uang kuliah saya di LA saja cuman Rp 500 rb/semester!

Segala siasat sudah disusun rapi.Akal sehat tertutup obsesi. Pernah saya mencoba membawa keluar dengan cara menyogok teman yang menjaga perpus. Saat perpus mau tutup, alaram akan dimatikan, ia bisa membawanya bersama buku-buku yang dipinjamnya. Namun saat saya mau menyerahkan eh ketahuan petugas, dengan polosnya bilang "Mau Nitip ke Bang X buat disimpenin" Alasan basi,untungnya petugas percaya sambil ngomel,"Mana bisa....ini bukan jenis yang bisa dibawa keluar" ilmu ngeles keluar " Maaf deh Bang"dengan wajah polos tanpa dosa dan menyerahkan buku ke petugas yang menangkap basah saya.

Setiap melihat, membaca plus berebut dengan anak yang lain, obsesi memiliki kian besar. Akhirnya..... tanpa diduga-duga kesempatan itu tiba! Suatu saat
perpus sering mati mengalami listri mati mendadak sehingga alaram di perus sering error. Alaram sering berbunyi padahal yang lewat tidak membawa buku perpus. Beberapa kali penunjung perpus diperiksa namun tidak ada buku yang ditemukan. Saya jadi kian btertantang, bagaimana bisa membawa buku itu keluar yah...

Kesempatan emas.... Ternyata alaram dimatikan untuk diperbaiki, saya bawa 3 buku, bukan 1, 2 tapi 3 buku dari seri itu keluar. Siasat sudah disusun termasuk jika tertangkap tangan. Caranya ternyata mudah! Saya selipkan ketiganya ke tumpukan buku yang dibawa pacar saya (waktu itu ^_^) dan melenggang dengan santai melewati para petugas.Karena pacar adalah kakak angkatan saya dan petugas kebanyakan adalah temannya,maka ia bisa keluar tanpa diperiksa! Padahal banyak petugas yang berdiri di pintu keluar dan memeriksa pengunjung yang keluar,pemeriksaan manual sementara alaram diperbaiki.

Sampai diparkir, saya pura-pura meminta ia mencarikan tempat pinsil yang mungkin tertinggal di perpus, sementara saya menunggu di mobil. Saat di mobil dengan santai saya ambil buku dari tumpukan buku yang dia bawa lalu masuk ke tas. Aman...! walau begitu saya berkeringat dingin juga!

Beberapa hari kemudian, saat ke perpus saya melihat box set tempat buku yang saya "amankan" tetap tergeletak dengan manis namun sudah pasti jumlahnya berkurang, hanya berkurangnya bukan 3 tapi 4 buku. Aneh, padahal saya hanya membawa 3. Petugas yang mengetahui saya sering meminjam buku itu mendekati dan berkata,"Maaf ya pembuatan skripsimu terganggu, soalnya ada yang mencuri buku-buku yang biasa kamu baca, untung sudah tertangkap, pelakunya tidak mengaku" Kebetulan ia tahu saya membaca buku itu untuk bahan skripsi. Saya langsung kaget, siapa yang mau menangkap saya, selama beberapa hari ini perbuatan saya sepertinya aman.

"Kemarin saat alaram baru dibetulkan ada beberapa anak yang kedapatan mencoba mencuri buku, salah satunya dari box set ini. Namun ia hanya mengaku mencuri 1, sementara yang 3 entah dimana"Lanjutnya lagi. Saya kian heran plus lega. Bukan saya yang dicurigai.Lalu siapa sih pencuri yang tertangkap itu, dan mengapa memilih buku yang sejenis dengan saya. Usut punya usut ternyata mereka yang suka meminjam buku berbarengan denganku yang mencuri!

Saat aku keluar perpus buku diangap masih ada lengkap 7 , karena ditemukan di tasnya 1 maka dia dianggap bertanggungjawab atas kehilangan yang 3 lagi.

Saya tidak ingin tahu apa hukumannya, yang jelas menurut pacar, sesuatu yang tidak mungkin dilupakan hingga ia lulus.

Sekali jalan dua tujuan terlampaui. Saya bisa dapat buku plus balas dendam terhadap mereka yang menganiaya saya he he he

Buku itu sekarang sudah balik ke boxnya. Selesai mengcopy untuk perpus di LA, saya bawa ke perpus di kuningan dan mengembalikannya dengan diam-diam. Saya hanya tahu perpus geger mengetahui buku yang hilang kembali, dan anak yang dituduh juga menurut kabar semangat mengusut siapa yang membuat ia celaka.

Judulnya saya lupa dengan pasti, namun mengenai Komuniasi dan Pemasaran


message 3: by Sweetdhee (new)

Sweetdhee | 1593 comments ya ampun mba Trulyyyyy....cerita nya seru banget..
bikin buku, Mbaaaaaaaa...

hehehehehe..
*lagi inget2 buku mana yaaa yang pengen aku tilep*


message 4: by Karin (last edited May 12, 2010 07:16PM) (new)

Karin sentosa (karinaire) | 63 comments iya ceritanya kerenn...
dan benar2 inspiratif! :D


message 5: by Agung (new)

Agung (fullowaferstik) | 126 comments wuuidiiiih
bener-bener dah... hahahaha
apa sampai saat ini misteri belum terpecahkan??
bagaimana kalau si anak yg dituduh baca tulisan ini??


message 6: by Truly (last edited May 12, 2010 09:49PM) (new)

Truly (uyi_adi) | 1688 comments tenang aja...............
Aman....!si anak sudah lupa he he he
Soalnya pas ada reuni akbar di gelanggang sumantri aku pura2 akrab terus bilang " EH kita bukannya pernah disidang karena tuduhan mencuri buku di perpus" Dia malah bilang "Kayaknya bukan gw deh tapi si X" Maklum itu sudah sekitar tahun 1997 udah 10 tahunlebih.

He he he jelas-jelas dia!
Soalnya puas banget denger dia ketakutan saat di tangkap. Kalo untuk urusan buku aku pasti ingat.Sapa suruh jahat sama daku ^_^

Buku itu bener2 berguna buatku. Karena saat sidang si P dosen malah bertanya hal-hal lain yang sebagian besar ada di buku itu. Untung udah dibaca.... Teman2ku juga ada beberapa yang ikutan mengcopy, karena skripsi kami mirip dan P dosen terpesona dengan "sajen" yang aku berikan, fotocopy 3 buku hasil "memindah tangankan"

BTW lupa bilang, jadi pagi daku kuliah di Daerah kuningan *sekarang kampusnya Harun* Malam kuliah di IISIP. Sabtu-Minggu pingsan he he he


 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2988 comments hik-hik.... harus pengakuan dosa yak disini? hehehe.. gak ada intel atau polisi kan?

ummm.. kejadiannya dah lama. ada di ripitu buku The Man Who Loved The Book Too Much

yg jelas, skrg pengen punya ensiklopedia Britannica full set. ada di perpus pusat kampus saia. kalo disini ada yg punya keahlian nilep semua set buku ituh--ada 4 versi disana, mulai dr cetakan yg lama tahun 60-an, ampe yg terbaru,-- silakan diambil. ntar saia beli 10rb/jilid. diutamakan yg edisi baru :D

serius! *ngelirik Mbak Truly*


message 8: by Truly (last edited May 12, 2010 10:52PM) (new)

Truly (uyi_adi) | 1688 comments Maaf agen mau buka lapak

NFO BARU..............................!
Hanya untuk besok...........................!
GRI dapet diskon buku The man Who loved book to much sebesar 30 %. Diserahkan di musium Bank Mandiri besok
silahkan absen ke icheh di 021 99735569.
cash & carry yah...

BTW buat *Proyek menilep* saya pikirkan dulu hi hi hi


message 9: by Pra (new)

Pra  (vlatonovic) | 1185 comments Kalau saya sih tidak pernah mencuri buku dari perpustakaan kampus. teman-teman saya yang hobi nilep buku-buku perpus yang lumayan tebel. cuma begitu mereka sudah tidak menggunakan lagi karena lulus (saya termasuk yang paling lama lulus), buku-buku hasil tilepan dari perpus itu aku kumpulkan dari kos-kos teman saya. akhirnya, buku-buku tersebut nangkring di rumah.

jadi saya bukan pencuri buku, cuma kolektor buku curian
he...he...he....


message 10: by Sweetdhee (new)

Sweetdhee | 1593 comments huah..mas Pra lebih parah...
bisa join bikin buku bareng sama Mba Truly


message 11: by lita (new)

lita Waktu kuliah, aku pengen banget nyolong buku ini.

abis sebel banget, masak ditaruh di bagian buku rujukan - yang ga boleh dipinjem untuk dibawa pulang. padahal jelas2 bukan buku jenis itu. yang ada jadi nongkrong di perpus berhari-hari, bahkan sampe diusir petugas karna ketiduran, padahal perpusnya dah mau tutup.

agak nyesel ga jadi nyolong. karna setelah beberapa hari aku nyicil baca, buku itu ga aku temukan lagi di raknya. padahal blum selesai. beteeeee bangeeet!

ternyata, Uda Aldo punya ya....hehehe...


message 12: by Wirotomo (new)

Wirotomo Nofamilyname | 2396 comments Pingin nyolongin La Galigo terbitan Gadjah Mada University Press buat Uda Aldo (hehehe) yang jadi satu2nya buku La Galigo yg belum dia punya. Dan sialnya cuma dicetak sekali. Biar koleksinya Uda Aldo tentang La Galigo lengkap (jd bisa nanya-nanya nanti). :-)

Kalau untuk diri sendiri, pingin nyolong edisi ulang tahun ke-20nya Dilbert:
Dilbert 2.0: 20 Years of Dilbert
sampai sekarang nggak tahu hrs nyolong dimana, karena nggak pernah ngeliat buku ini di toko buku/perpustakaan mana pun (yg pernah didatangi). :-)


message 13: by Truly (new)

Truly (uyi_adi) | 1688 comments Ternyata aku pencuri buku.........!
*Ngumpet dimana yah... malu ketahuan*
Bongkar-bongkar lemari buku buat kasih sumbangan buku eh nemu buku "Aneh"
Anehnya karena enggak disampul, lalu halaman pertama bekas disobek. banyak tekukan di dalam, cover juga remuk redam. Tapi yang bikin Eyang Nh. Dini, kalo bukuku tak mungkin kuperlakuka sekejam ini...

Pas balik-balik halaman dalam nemu undangan rapat buat seseorang tahun 2008! Ternyata ini hasil curian juga he hehe.

Baru ingat, waktu itu kita rame2 bongkar ruangan arsip. Nemu banyak kardus yang katanya titipan. Tapi kalo mau dimusnahkan silahkan... aneh! Aku nemu buku ini"Pada Sebuah Kapal" Ada namanya si "W" AKu penasaran tanya sama si petugas ini tumpukan kepake enggak sih. Jawabannya enteng, "ambil aja Mbak, kalo penting pasti dititipin dengan bener bukan main taruh sembarangan" Entah maksudnya sekedar nyenengin aku yg bossnya apa bener enggak kepake. Tapi mana nolak ditawarin mulung buku Langsung samber, sobek halaman awal buat menghilangkan barang bukti, masukin ke tas

Nanti kalo ketemu aku tanya ah...kalo lupa berarti emang jodohku. Tapi.... bukanya kalo nemu barang setahun lewat jadi hak milik yah?

@ Pra : mari buka perpustakaan he he he


message 14: by Pra (new)

Pra  (vlatonovic) | 1185 comments Truly wrote: @ Pra : mari buka perpustakaan he he he
"


atau bikin pameran buku-buku curian serta kisah dibalik prosesnya.

he...he...he....


message 15: by Truly (new)

Truly (uyi_adi) | 1688 comments Setuju tuh... asal siap-siap ditangkap sama pihak terkait


message 16: by Rachmi (new)

Rachmi  | 129 comments baca ceritany mba truly bikin gw ketawa ngikik, temen kantor ampe datang liat komputer pengen tau apa yg gw baca ^0^

gw blm pernah curi buku dr perpust tp klo curi dr kamar temen pernah bbrp kali waktu sd, pengen banget punya buku cerita anak2 1 set (lupa jdlny apa) & goosebump lengkap bikin gw curi pny temen, ajaibny temen gw ngga sadar kalo bukuny gw curi, ternyata dia ngga penah baca buku2 itu. semua bukuny hadiah dr nenekny, akhirny itu jd alesan gw buat curi krn gw pikir buku2 itu lbh pny manfaat klo ada di gw, krn pasti gw baca ;-)


message 17: by Truly (new)

Truly (uyi_adi) | 1688 comments Usul : Biar enggak ketahuan, nyurunya giliran. habis baca balikin, curi yang lain.
Nah yang bener2 di taksir yang "dipindahtangankan"
Tapi aku enggak pernah nyuri ke sesama penggemar buku he he he.
jadi anak2 GRI bisa tenang....!


message 18: by Rachmi (new)

Rachmi  | 129 comments gw jg ngga pnh curi buku lg, cukup wkt sd itu aja, jd temen2 GRI yg bukuny gw pinjem tenang aja, pasti gw balikin ^0^


message 19: by Yudhi (new)

Yudhi Herwibowo (yudhiherwibowo) | 14 comments aku pernah ngambil winnetou di perpus smpku dulu.
hiks, ini catatan kelabu bagiku... :(
tapi sialnya ternyata yang kuambil seri 2, dan setelah kucari seri 1-nya ternyata gak ada. jadi percuma ngambil karena gak terbaca... :D
jadi aku gak terlalu bedosaaaa, heheh ngeles...


message 20: by Truly (last edited May 13, 2010 09:14PM) (new)

Truly (uyi_adi) | 1688 comments Makanya..... nyuri juga kudu pake ilmu he he he
*ngebayangin muka bete enggak bisa menikmati hasil curian*

Tapi jujur kok, kalo sesama penggemar buku, aku enggak bakalan mencuri. Tahu banget gimana rasanya kalo buku kita hilang. Paling incerannya perpus atau temen2 yang punya tapi enggak menghargai.

Kalo pinjem aja aku balikin bersampul, kalo enggak ada pembatas bukunya aku kasih.
*terbukti kok...*

Penjarahan terakhir adalah setelah acara jelajah Giganto. Mas Pur, berbaik hati mengijinkan aku, Beatrice, Ijul, dan Tiwik menjarah buku2nya.

Siapa yang mau dijarah.....?
Laporan yah, pasukan siap!
*Ngelirik M Endah*


message 21: by lita (new)

lita kalo mau tau trik nyolong buku di perpus, tanyalah sama yang kuliah di jurusan perpus *lirik uyut dan mas hendro* :))


message 22: by Nyonya (new)

Nyonya  Buku (nyonyabuku) | 103 comments hihihi, emang ada ilmunya ya mbak lita? wwkkwkwk...

btw, seru bener tuh ya bikin pameran buku buku curian.. heheh jadi inget salah satu scene di film Janji Joni.


message 23: by Sylvia (new)

Sylvia (sylnamira) | 513 comments lita wrote: "kalo mau tau trik nyolong buku di perpus, tanyalah sama yang kuliah di jurusan perpus *lirik uyut dan mas hendro* :))"

Jyaaahhh!!!! jangaan buka rahasia gitu dong Lit :p
btw, emang ada hendro, lit? mana? Hendro sang senior ituuhh?


message 24: by lita (new)

lita @Ica: ada dong..hehehe..anak perpus lebih tau karena kan mereka belajar manajemen perpustakaan, termasuk cara mencegah pencurian buku.

@Uyut: hahaha...Hendro ada kok. tapi dia lebih milih jadi observer. coba klik:
ini


message 25: by Sylvia (new)

Sylvia (sylnamira) | 513 comments Truly wrote: "Makanya..... nyuri juga kudu pake ilmu he he he..."

Hadoohhh mbak Truly...! Wah-wah-waaahhh.. gak bener nih nasehatnya *librarian mode-ON* temans, don't try this at your local library yah. Dijamin merasa bersalah seumur hidup.

Tadinya mo ikutan cerita juga, tapi secara baru tau ada senior disini, trus ada Lita juga, also ada temen se-jurusan juga disini, batal deeehhh! :D mending cari aman. Lagi pula sekarang gw kerja di perpus (baca= udah insap) kalo kasih trik&tips bisa kena karma ntar :p


message 26: by Nina (new)

Nina Belle (ninabellegoodreadscom) | 12 comments waktu jaman SMA dulu, diperpustakaan sekolah ada Bumi Manusia-nya pramoedya Ananta toer ma The rainmaker-nya John Grisham. secara waktu itu, aku tergila2 ma 2 penulis tsb, makanya aku selalu cari kesempatan bwt "merampok" 2 buku itu (apalg jaman SMA msh kere, blm bs beli sendiri :p)
Tapi ternyata aku ga bakat jd perampok, jadi gagal trs....


message 27: by Nyonya (new)

Nyonya  Buku (nyonyabuku) | 103 comments eh btw, sorry kalo OOT.. mau tanya, ada gag sih workshop singkat manajemen perpustakaan gitu? kira-kira yang praktis aja. thx


message 28: by lita (last edited May 13, 2010 10:40PM) (new)

lita @Ica: kebetulan saat Klub Buku GRI bulan lalu aku ketemu Hendro. Kawan ini yang mengembangkan sistem perpustakaan yang dikenal sebagai library@senayan.

Hendro bersedia mengajarkan sistem ini untuk anggota GRI, sekalian mengkopikan sistem itu buat yang ikutan. Kita tinggal tentukan waktu kapan pelatihan ini mau diadakan. Tempat mungkin kita bisa sekalian pinjam ruangan di perpustakaan diknas. Gimana? Ada yang berminat?


message 29: by Nenangs (new)

Nenangs | 2345 comments wahahaha...seru kisah2 para pencoleng buku ini...

mbak truly, udah check blom, pesaing ntu ada di gri ngga?

saya mah kayaknya ngga pernah nyuri buku dari perpus .


message 30: by Nyonya (new)

Nyonya  Buku (nyonyabuku) | 103 comments oh iya tuh, aku dah denger sih ttg senayan itu.. udah sempet mampir ke situsnya juga cuma belum nyuba.. heheheh...

saya minat, mbak... teman lain gimana? ada yang minat juga kah?


message 31: by Rachmi (new)

Rachmi  | 129 comments gw jg minat.....


message 32: by lita (new)

lita @Rachmi: silakan daftar di sini:

http://www.goodreads.com/topic/show/3...


message 33: by Rachmi (new)

Rachmi  | 129 comments mba, udah daftar, tp gw lumayan gaptek loh ;-)


message 34: by ijul (yuliyono) (new)

ijul (yuliyono) (ijul) | 1200 comments Moral of the story: mencuri ilmu itu gak apa-apa... tapi mending dosa daripada bodoh. :D

yah, jangan gitu donk, mas...bodoh mah di dunia aja, dosa kebawa ke sono tuh, lebih beraaaaaatttt...hehehehe *sok teau-eau*

btw, saia pengen banget nyolong buku Financial Management *karangan siapa lupa, terbitan Pearson Education pokokna* di perpustakaan Kampus STAN. Soale pengen banget bales dendam gara-gara dapet nilai 19 (yupz, SEMBILAN BELAS ajah, dr skala 1-100, dosennya peliiiiiiit sih), saia jadi pengen memperdalam ilmu Manajemen Keuangan. Tapi, niat nyolongnya dah disingkirkan, nunggu ada bukfer aja, moga2 Pearson buka stand dan ngasih diskon gede...amiiinnn...(berharap di Pesta Buku Jakarta, bulan Juli ini)


message 35: by ijul (yuliyono) (new)

ijul (yuliyono) (ijul) | 1200 comments Amang wrote: "ijul (yuliyono) wrote: "yah, jangan gitu donk, mas...bodoh mah di dunia aja, dosa kebawa ke sono tuh, lebih beraaaaaatttt...heheheh..."

yaaaaaaah... gak boleh yah... ya udah deh. * nunduk malu *"


awasss di depan ada bajaj mo nikung tuh mas, nunduknya jangan dalem2, ntar kesenggol loh...wkwkwkw...

*maaf, ijin nyampah sekaliiii ini aja, uda Aldo, mohon dimangapin...eh maapin yeee....plissss*


message 36: by Truly (new)

Truly (uyi_adi) | 1688 comments Jadi......, yang mau buku ini harap lapor ke PIC yah
*Tetep keukeh buka lapak*

Awas tronton....! narik Ijul menjauh


message 37: by Lutfi (new)

Lutfi Retno (lutfiretnowahyudyanti) | 185 comments Pengen punya naskah History of Javanya Rafles yang asli. Di mana ya sekarang? Perpus Leidenkah?


message 38: by lita (new)

lita setelah baca komen2 di atas, aku jadi ingat sama teman kuliahku. waktu dia ngerjain skripsi, dia nekad nyolong koleksi skripsi dan beberapa buku di perpustakaan jurusan. apa yang dia lakukan waktu itu jelas2 kontradiktif sama tema skripsi yang dia tulis: tingkat pencurian buku di perpustakaan dan bagaimana mengatasinya :D


message 39: by Pra (new)

Pra  (vlatonovic) | 1185 comments Loh, kan malah cocok. sekalian riset yang dilakoni sendiri. jadi skripsinya lengkap tentang trik-trik mencuri juga. kalau sudah tahu kelemahan trik tersebut, tentu ia bisa memikirkan cara untuk mengatasinya dengan tepat.

:D


message 40: by lita (new)

lita itu yang dia bilang di sidang skripsinya, Pra, saat salah satu penyidangnya meragukan teknik2 pencurian buku di perpus yang dia dah tulis :P


message 41: by aldo zirsov (last edited May 21, 2010 06:56AM) (new)

aldo zirsov (aldozirsovlibrary) | 376 comments terima kasih kepada Bung Tomo, yang telah memberikan informasi awal perihal buku yang paling ingin saya curi di message #12.

yup benar, buku yang paling ingin saya curi dari perpustakaan adalah buku berjudul I La Galigo Cerita Bugis Kuno karangan Rudolf Arnold Kern, terbitan Gadjah Mada University Press, tahun 1989, diterbitkan atas kerjasama KITLV Leiden, LIPI dan UGM.

Kenapa ingin mencuri buku tsb? Buku ini telah menjadi semacam obsesi saya yang belum kesampaian untuk melengkapi koleksi buku Galigo yang saya miliki. Buku I La Galigo karangan R.A. Kern ini merupakan versi ringkasan lengkap tentang keseluruhan cerita Galigo yang ada. Tapi jangan salah, walaupun ringkasan buku I La Galigo karangan Kern tsb mempunyanyai tebal sebanyak 1043 halaman.

Seperti yang mungkin Anda ketahui, Galigo merupakan karya sastra yang tertebal di dunia. Sebagai perbandingan, panjangnya cerita tentang Bugis Kuno dan masyarakat Sulawesi secara umum itu diperkirakan mempunyai ketebalan 2 sampai 2,5 kali lebih tebal dibandingkan karya Mahabharata dan Baratayudha digabungkan menjadi satu, atau 4 kali lebih panjang dibandingkan buku Oddyssey karya Homer, termasuk cerita Perang Troy di dalamnya. Jika buku Mahabharata dan Baratayudha bercerita tentang 5 (lima) generasi keturunan, maka Galigo bercerita sampai 7 (tujuh) keturunan.

Permasalahannya adalah sampai sekarang belum ada satupun terjemahan karya La Galigo yang lengkap dalam bahasa Indonesia. Ya, karya Galigo aslinya merupakan karya tutur yang disampaikan secara lisan dan turun temurun dan dibacakan dalam acara-acara adat di seluruh wilayah Sulawesi mulai dari daerah Selatan di Sulawesi sampai kawasan Sangihe Talaud di utara. Naskah tertulis Galigo yang diperkirakan paling lengkap adalah karangan Arung Pancana Toa, yang menuliskan bahasa tutur tsb ke dalam huruf Lontarak Bugis Kuno di atas daun lontar. Naskah asli daun lontar ini sekarang disimpan di Perpustakaan Leiden.

Karya Arung Pancana Toa inilah yang kemudian oleh Mohammad Salim berusaha ditransliterasikan dari tulisan lontarak Bugis ke dalam bahasa Indonesia. Mohammad Salim boleh dikatakan satu-satunya orang yang tersisa yang bisa membaca naskah Lontarak Bugis dengan baik dan benar. Proyek transliterasi naskah Galigo karya Arung Pancana Toa itu menjadi semacam pengabdian seumur hidup bagi pria Bugis yang sekarang sudah berumur 70-an tahun tsb. Tapi syukurlah proyek transliterasi itu sukses dan telah diselesaikan oleh Mohammad Salim, dan menurut penjelasan beliau akan menjadi 12 jilid jika dicetak ke dalam format buku.

Tapi sayangnya, sampai saat ini proyek menerbitkan ke-12 buku tsb belum terealisasi secara tuntas karena ketiadaan dana dan sponsor untuk mencetak buku tsb.
Buku pertamanya diterbitakan tahun 1995 oleh Penerbit Djambatan dan KITLV, buku kedua terbit 5 (lima) tahun kemudian, tahun 2000 oleh Lembaga Penerbitan Univeristas Hasanuddin, sedangkan buku ke-3 sampai ke-12, sampai sekarang tidak ada kepastian dan terkatung-katung walaupun proses transliterasi telah lama rampung. Apakah memang demikian perhatian kita dan pemerintah Indonesia atau pemerintah daerah terhadap karya sastra yang diklaim sebagai karya sastra terpanjang dan tertebal di dunia. Negara lain malah lebih tertarik kepada karya sastra tersebut, salah satunya adalah dengan pementasan opera Galigo yang ditampilkan di negara-negara Eropa, Amerika, Australia dan negara Asia termasuk Singapura, sedangkan untuk Indonesia, bahkan banyak warganya sendiri yang tidak tahu apa itu Galigo. Oh sedihnya.

Balik lagi ke cerita awal, karena belum adanya naskah cetak yang komplit tentang Galigo, maka jika Anda ingin mengetahui tentang Galigo secara utuh, satu-satunya karya yang lengkap (walau ringkasan) adalah karya R.A. Kern tsb, sehingga buku itulah yang menjadi incaran dan obsesi saya.

Saya sudah mencari buku tsb kemana-mana, hunting di lapak dan toko buku bekas, meninggalkan kontak kepada para penjual buku dan teman2 pencinta buku yang jika melihat buku tsb tolong saya dikabari. Bahkan kontak langsung ke penerbit UGM Press pun saya lakukan, dan diberitahukan bahwa buku tersebut hanya dicetak sebanyak 500 eksemplar saja, memang tidak dijual di toko buku, hanya dibagikan ke perpustakaan tertentu pada saat launching.

Berbekal ketidaktahuan saya akan bentuk fisik buku tsb, khususnya cover depannya, saya berburu buku tsb ke perpustakaan yang ada di kota-kota di Indonesia. Logika saya adalah, pastilah buku tsb ada di perpustakaan perwakilan KITLV Leiden di Jakarta, perpustakaan LIPI dan pastinya perpustakaan UGM di Yogyakarta.
Dan untuk pertama kalinya saya berhasil melihat fisik buku incaran saya di perpustakaan perwakilan KITLV Leiden yang ada di Jakarta, setelah harus repot-repot dulu menjadi anggota, mengisi formulir dan membayar iuran keanggotaan tahunan. Saat saya melihat petugas perpustakaan KITLV membawakan buku tsb dan menyerahkannya ke saya, tangan ini bergetar dan rasa haru langsung muncul begitu melihat cover depan buku I La Galigo tersebut, yang sebenarnya sangat sederhana layaknya buku-buku terbitan UGM Press tahun-tahun tersebut. Aahh akhirnya setelah bertahun-tahun kawan, yah bertahun-tahun...!!

Eittss, tapi sangat tidak mungkin untuk mencuri buku tsb dari perpustakaan KITLV, karena anggota tidak boleh membawa buku tsb keluar lingkungan perpustakaan, tidak boleh dipinjam untuk dibawa pulang ke rumah, dan jika ingin difoto kopi, petugas perpustakaan lah yang akan melakukan setelah kita membayar ongkos foto kopi yang 2x lebih mahal dibandingkan foto kopi diluaran sana. Lemas dan lunglailah saya melangkah pulang, tp cukup berbahagia karena akhirnya bisa melihat bentuk fisik buku itu pertama kalinya.

Kesempatan kedua kalinya saya peroleh saat saya berkunjung ke Bandung, dan melihat buku tersebut ada di rak buku perpustakaan yang pernah teman-teman Goodreads Indonesia kunjungi saat acara di Bandung, yup buku itu ada di rak buku perpustakaan Haryoto Kunto. Awalnya saya berkunjung kesana untuk menanyakan dan berniat membeli buku karya Haryanto Kunto yang ada seperti Bandoeng Tempo Doeloe, dan syukur-syukur kalo ada buku Semerbak Bunga di Bandung Raya. Saat menunggu pemilik rumah muncul, saya berjalan menyusuri rak buku yang ada, dan mata saya tertumbuk ke satu buku yang covernya sudah saya rekam dengan baik di otak ini, ya apalagi kalo bukan buku I La Galigo tsb. Suasana sunyi dan tidak satupun orang yang melihat, pikiran jahat untuk mencuri buku tsb sudah memuncak di kepala, tinggal masukin ke ransel yang saya bawa, berakhirlah sudah obsesi ini. Tapi disaat itu suara hati saya yang mungkin sedang tertekan nafsu mencuri yang begitu besar bicara dengan lirih:
"nope..nope.. Aldo. Kamu bisa dapatkan buku itu dengan cara yang lebih baik, bukan dengan cara begini, so kembalikan buku itu ke rak-nya..."

Saya letakkan buku itu tepat kembali ke posisinya di rak tsb, dan untuk tindakan itu, sekarang saya mensyukurinya karena saya yakin suatu saat, entah kapan, saya akan bisa mendapatkannya dengan cara yang lebih baik, entah terselip diantara tumpukan buku-buku bekas di lapak-lapak dan toko buku bekas yang sering saya kunjungi setiap saat, atau siapa tahu ada orang yang berbaik hati menghadiahi saya buku itu. Saya yakin sekali akan hal itu dan saya gembira karena gairah dan obsesi tsb belum hilang dari diri ini, ya obsesi untuk memiliki I La Galigo sekaligus melestarikan karya sastra fenomenal Indonesia, yang bahkan anak bangsa ini banyak yang tidak mengetahuinya. Dan saya akan memperolehnya dengan cara yang baik dan bermartabat.

Demikianlah cerita dan obsesi saya terhadap suatu buku. Jadi jika ada teman-teman yang punya informasi perihal buku tersebut tolong saya dikabari.

PS: Jika Anda menemukan buku tsb curikan satu untukku ya...!! (kalo Anda tidak mampu mencurinya sendiri, curilah dengan menggunakan tangan orang lain...) hahahaha....piss...!!


message 42: by lita (new)

lita dan rumah Aldo sekarang jadi target para kaum durjana goodreads :D


message 43: by aldo zirsov (new)

aldo zirsov (aldozirsovlibrary) | 376 comments lita wrote: "dan rumah Aldo sekarang jadi target para kaum durjana goodreads :D"

waduh kalo gitu ganti topicnya jadi
"Buku apa yang paling ingin anda curi dari rumah rekan Goodreads anda..." lol

*bersiap2 menghadapi kaum pencoleng, siapin bawang putih, bunga tujuh rupa, air tujuh muara, rambut tujuh helai, berikut lilin tujuh warna, untuk menangkal kaum durjana dan durjanis, terutama yang sanguinis dan opportunitis*


message 44: by lita (new)

lita aku ini seorang pragmatis feminis so'sial-is autis yang ga opportunis, jadi segala macam tujuh rupa itu ga akan mempan :P *masih usaha nyiapin kontainer*


message 45: by Aveline (new)

Aveline Agrippina (agripzzz) | 269 comments Banyak. Rasanya semua rak di perpustakaan ingin kugasak. Terutama buku Pramoedya yang "Perburuan" edisi jadoel buat melengkapi koleksi Pram-ku. Hahaha...


message 46: by [deleted user] (new)

di Perpustakaan Umum Kota Malang saya melihat terjemahan Indonesia "Terbang Malam"-nya Antoine de Saint-Exupery terbitan th 1950-an ada 2 eksemplar. Niat pun terlintas hehe.. tapi apakah ini buku yang paling ingin dicuri, tampaknya bukan.


 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2988 comments buku yg "Terbang Malam" bagus lho Mas Ronny :D


message 48: by Aveline (new)

Aveline Agrippina (agripzzz) | 269 comments Amang wrote: "Aveline, maksud kamu yang ini?



hihihihi..."


Hahaha... Benar-benar buku itu ingin membuatku menjadi seorang maling. Namun nurani lebih berdegup keras kalau membaca buku curian. Hahaha...

Menunggu Lentera Dipantara menerbitkan ulang saja. Huh! *apa kucuri saja ya? :-))*


 Δx Δp ≥ ½ ħ  (tivarepusoinegnimunamuhsunegiuq) | 2988 comments di toko buku onlen masih ada yg jualan "Perburuan" edisi jadul, http://www.amartapura.com/view_book.p...

hehe.. pas pameran kemaren2 saia nemu ada sekitar 5 eksempelan buku ini, tp yg cetakan baru :)


message 50: by Aveline (new)

Aveline Agrippina (agripzzz) | 269 comments Sprange Ben Lend Splotches Abruptly wrote: "di toko buku onlen masih ada yg jualan "Perburuan" edisi jadul, http://www.amartapura.com/view_book.p..."

Suwun Mas, meluncur...


« previous 1
back to top