Spiritual Movement discussion

23 views
Lagi !

Comments Showing 1-6 of 6 (6 new)    post a comment »
dateDown arrow    newest »

message 1: by Mohamad (new)

Mohamad | 4 comments Mod
lagi, amuk massa mengatasnamakan agama. Kelompok tersebut mengaku dari aliran yang benar, padahal semua orang pasti merasa benar atas keyakinannya. Indonesia sendiri, dalam falsafah PANCASILA mengakui adanya kebhinekaan, dan perlu disadari bahwa Sila 1 PANCASILA bknlah bermakna INDONESIA negara AGAMA melainkan lebih pada SPIRITUAL RELIGIUS. Banyak masalah yang bisa diselesaikan melalui AGAMA, tapi mengapa juga banyak masalah yang dari AGAMA?


message 2: by wungkul (new)

wungkul | 2 comments agama seharusnya datang membawa kemudahan dan kedamaian,jika yang dibawa adalah kekerasan dan kegelisahan mungkin itu hanyalah masalah pemahaman dari manusianya bukan agamanya.
Begitulah yang terjadi jika kita memahami sebuah agama sebatas kulit yang membungkusnya, sebatas abu bukan apinya, sebatas yang tersurat bukan yang ersirat, alih-alih melahirkan sebuah toleransi malah menimbulkan sebuah fanatisme akut, dan inilah yang menyebabkan segala bentuk kekerasan dan merasa benar sendiri. Mayoritas masyarakat Indonesia memahami agama berhenti pada aspek ritual bukan meningkat ke aspek spiritual.


message 3: by darussalam (new)

darussalam | 3 comments Agama tergantung yg menjalankannya tdk bisa menjudge Agama karena kesalahan seseorang dan memang benar Indonesia bukan negara Agama, tetapi baikkah itu?sementara banyak kemungkaran yg timbul karena kebhinekaan itu?maksiat merajalela?..itu yg terjadi ketika Agama hanya menjadi kebutuhan sekunder, padahal semestinya Agamalah yg menentukan setiap langkah hidup kita termasuk bernegara...jawabannya hanya satu...KHILAFAH ISLAMIYAH...bayangkan hukum Islam ditegakkan, takkan ada yg berani korupsi ataupun berzina sembarangan...dan jgn takut Khilafah Islamiyah menjamin kebebasan hidup beragama krn tidak boleh dalam Islam memaksakan untuk memeluk Agama Islam terhadap pemeluk agama lain


message 4: by Anita (last edited Sep 15, 2009 11:39PM) (new)

Anita (Simply_M3) | 7 comments Kesalahan milik manusia, kebenaran milik Allah.
Yang saya tau... proses beragama masing2 orang adalah berbeda satu sama lainnya disesuaikan dgn tingkat keilmuannya (wawasan ilmu pengetahuan yg dimilikinya), yg akan membawa dia sampai pd pemahaman ttg akhlak & manfaatnya dlm kehidupannya. Untuk mempelajari agama, butuh kesadaran tinggi dan keikhlasan, bukan dari suatu keterpaksaan/pemaksaan diri. Lihat dulu tujuan awal belajar agama? Untuk memperbaiki kehidupan beragama yg sudah dimilikinya atau sekedar mengetahui&mengerti saja tanpa berusaha mengaplikasikannya? Agama tidak pernah memberikan masalah. Yang menjadi masalah adalah pemahaman atau ketidakmengertian mereka masih rendah bahkan salah. Padahal mereka tahu bahwa pedoman mereka dlm menjalankan kehidupan di dunia adalah Al Qur'an. Berapa banyak masyarakat bawah kita atau pemuda2 intelektualnya tertarik dan mau sungguh2 belajar utk memahami kitab-Nya? Ibarat mobil, pasti ada buku manual yg menjelaskan kapan harus mengganti oli, kapan mengganti filter bensin, kapan mengisi radiator. dll. Bayangkan jika kita mengabaikan buku manualnya, atau dibaca sambil lalu niscaya mobil akan selalu bermasalah, dan cepat rusak. Mereka lupa bahwa yg harus menjadi panutan kaum muslim adalah rasulullah bukan manusia2 berkedok yg mengaku kyai, pendeta, rahib dsb, padahal mereka itu provokator, punya kepentingan pribadi yg mengatasnamakan agama/Tuhan. Sejatinya, bagi mereka yg sudah memahami dan menyadarinya, mereka akan berusaha untuk mengasihani dan mengingatkan dgn kata2 yg lembut, arif & bijaksana (bukannya memaksakan kehendak) serta mendoakan agar Allah membuka pintu hati mereka.. bukannya malah menghujat / membalas mereka.
Semoga bermanfaat




message 5: by Azhana (new)

Azhana | 5 comments kesalahan fatal yang telah anda lakukan dalam tulisan anda adalah anda berbangga diri bahwa anda telah memahami dan lebih tinggi ilmunya daripada mereka. ga ada bedanya dong sama mereka....??


message 6: by Anita (last edited Sep 15, 2009 11:47PM) (new)

Anita (Simply_M3) | 7 comments Allah Maha Mengetahui..tak ada niat sama sekali dari saya untuk berbangga diri, semisalnya pun ada di bawah alam sadar saya yang tanpa saya sadari terlahir lewat kata2, segera saya memohon ampunan pada Yang Maha Pengampun, dan berterima kasih pada anda yang telah berkenan mengkoreksinya.

Mudah2an anda punya ide, kira-kira kata apa yang lebih tepat, atau saya hapus saja, agar tidak terjadi kesalah pahaman.
Sekali lagi terima kasih atas perhatiannya.

Btw, kelihatannya anda sangat kritis dan berwawasan luas, semoga saya bisa belajar banyak dari anda.


back to top